Sunday, April 21, 2013

Usai Minum Obat Kuat, Seorang Hidung Belang Meninggal Mendadak di Kamar PSK

KEDIRI – Diduga akibat over dosis (OD), seorang laki-laki ditemukan meninggal di salah satu kamar pekerja seks komersial (PSK) di ekslokasilsasi Dadapan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Sabtu (20/4) malam. Dari pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga jasad korban akhirnya di serahkan pada pihak keluarga.
 
Korban bernama Ponirin (54) warga Desa Wates, Kecamatan Pagu yang bekerja sebagai sopir truk. Ponirin diketemukan meninggal disebuah wisma milik Siti Mahmiudah (60) pada sekitar pukul 23.30 WIB. Diduga Ponirin meninggal setelah bermain seks dengan salah seorang PSK setelah sebelumnya meminum obat kuat untuk menambah staminanya saat bermain seks.
 
Dari keterangan perangkat Desa Sumberejo saat dikonfirmasi mengatakan, korban merupakan pelanggan di wisma tersebut. hal ini menurut perangkat desa tersebut dikatkan dengn pernyataaan warga sekitar yang sudah banyak mengenal korban. Menurut perangkat desa tersebut Ponirin di ketahui datang ke lokasi sekitar 1 jam sebelum diketemkan meninggal. “Dari keterangan warga, mereka banyak yang sudah mengenal korban. Berarti korban sering datang ke tempat tersebut. menurut warga yang melihat, korban datang ke lokasi itu sekitar 1 jam sebelumnya dengan mengendarai sepeda motor,” jelas Hadi Kasbianto, salah seorang perangkat desa Sumberejo, Minggu, (21/4).
 
Menurut Hadi, korban ditemukan setelah bermain seks dengan salah seorang PSK, setelah sebelumnya meminum obat kuat. Diduga akibat terllalu banyak meminum obat itu jantung korban akhirnya tidak kuat dan akhirnya meninggal. Pemilik wisma yang mengetahui korbaan telah meninggal akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke peangkat desa. Mendapat paloran tersebut perngkat desa kemudian meneruskan laporan tersebut menghubungi pihak kepolisian.
 
Pihak kepolisian dan peranggkat desa yang datang ke lokasi akhirnya membawa korban ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan medis juga membenarkan tidak adannya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban mengalami overdosis sehingga mendapat serangan jantung secara mendadak dan akhirnya meninggal.
 
Kapolsek Gampengrejo AKP Heru Judho saat dikonfirmasi mengatakan, kasus kematian yang dialami korban murni akibat over dosis sebagaimana dinyatakan tim medis puskesmas setempat. Namun baik Kapolsek maupun petugas medis tidak menjelaskan secara rinci jenis obat yang menyebabkan keracunan ada diri korban. “Yang jelas kasus ini murni keracunan dari obat yang di konsumsi korban. Karena dari pemeriksaan medis idak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sehingga jasad korban segera kita serahkan pada pihak keluarga untuk segera di kebumikan,” jelas Kapolsek. (*)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment