Payudara wanita adalah salah satu struktur tubuh yang rumit dan luar biasa. Payudara wanita mulai tumbuh pada masa puber dan terus berubah seiring dengan fluktuasi hormonnya. Biasanya payudara mulai kendur pada akhir usia 40-an. Seperti apa kondisi payudara payudara dalam setiap tahapan usia?
Usia 20-an
Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup, payudaranya akan berkembang pesat, membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelenjar, saluran, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan saraf. Secara bersamaan, payudara juga mengembangkan sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara.
Payudara juga lebih cepat terpengaruh gaya gravitasi. Untuk mencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga "aset" Anda ini dengan sempurna.
Usia 30-an
Selama kehamilan, payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setengah kilogram. Peregangan kulit di sekitar payudara akibat kenaikan berat badan juga bisa mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur, terutama setelah persalinan.
Lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan. Jika ibu atau saudari Anda memiliki riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.
Usia 40-an
Walaupun Anda belum pernah hamil dan melahirkan, di usia ini kelenjar penghasil susu (lobule) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur. Penurunan berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak pada payudara menyusut. Push up bra bisa menyiasati hal tersebut. Mamografi disarankan setahun sekali.
Usia 50-an
Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasanya terjadi selama siklus haid tidak terjadi lagi. Namun, risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan setelah menopause. (KOMPAS.com)
Friday, September 23, 2011
Hobi Makan Lemak Saat Hamil, Bayi akan Gemuk dengan Hati Kecil
Jakarta - Ibu hamil sebaiknya menjaga asupan makanannya selama masa kehamilan sebab nutrisi yang dikonsumsi selama kehamilan berpengaruh terhadap kondisi anak yang dilahirkan. Ibu hamil yang banyak makan lemak sebelum dan selama kehamilan akan melahirkan bayi yang gemuk dan memiliki hati yang kecil.
Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapat asupan gizi terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam rahim akan mengalami perubahan yang mendalam dan permanen dalam perkembangannya.
Perubahan tersebut meliputi perubahan struktur otak, hati dan pankreas. Kesemuanya meningkatkan kerentanan terhadap risiko berbagai penyakit di kemudian hari, termasuk obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) melansir hampir separuh perempuan usia subur di Amerika memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk menginformasikan perempuan dan penyedia layanan kesehatan mengenai bahaya ibu yang makan terlalu banyak terhadap perkembangan kesehatan dan risiko penyakit kronis anak mereka di masa depan.
"Salah satu temuan kunci di sini adalah bahwa keturunan yang dilahirkan mengalami pergeseran komposisi tubuhnya, yaitu jauh dari massa tubuh ramping dan lebih cenderung ke massa tubuh gemuk, bahkan sebelum anak mendapat asupan gizi dari makanannya sendiri," kata peneliti Stephanie M. Krasnow, PhD, ilmuwan di Pape Pediatric Research Institute di Rumah Sakit Anak Doernbecher OHSU seperti dikutip Eurekalert, Selasa (20/9/2011).
Krasnow dan rekan-rekannya di Daniel Marks Lab menggunakan tikus untuk meneliti konsumsi makanan kaya lemak selama kehamilan dan pengaruhnya pada bayi yang baru lahir. Tikus betina diberi makan makanan rendah lemak maupun kaya lemak selama enam bulan.
Tikus yang makan makanan tinggi lemak, berat badannya naik dan memiliki jumlah lemak lebih tinggi daripada yang mengonsumsi makanan rendah lemak. Ketika melahirkan, tikus dengan konsumsi tinggi lemak melahirkan bayi tikus yang tubuhnya mengandung banyak lemak, kurang ramping dan livernya lebih kecil daripada bayi tikus yang dilahirkan tikus dengan konsumsi makanan rendah lemak. (detik.com)
Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapat asupan gizi terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam rahim akan mengalami perubahan yang mendalam dan permanen dalam perkembangannya.
Perubahan tersebut meliputi perubahan struktur otak, hati dan pankreas. Kesemuanya meningkatkan kerentanan terhadap risiko berbagai penyakit di kemudian hari, termasuk obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) melansir hampir separuh perempuan usia subur di Amerika memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk menginformasikan perempuan dan penyedia layanan kesehatan mengenai bahaya ibu yang makan terlalu banyak terhadap perkembangan kesehatan dan risiko penyakit kronis anak mereka di masa depan.
"Salah satu temuan kunci di sini adalah bahwa keturunan yang dilahirkan mengalami pergeseran komposisi tubuhnya, yaitu jauh dari massa tubuh ramping dan lebih cenderung ke massa tubuh gemuk, bahkan sebelum anak mendapat asupan gizi dari makanannya sendiri," kata peneliti Stephanie M. Krasnow, PhD, ilmuwan di Pape Pediatric Research Institute di Rumah Sakit Anak Doernbecher OHSU seperti dikutip Eurekalert, Selasa (20/9/2011).
Krasnow dan rekan-rekannya di Daniel Marks Lab menggunakan tikus untuk meneliti konsumsi makanan kaya lemak selama kehamilan dan pengaruhnya pada bayi yang baru lahir. Tikus betina diberi makan makanan rendah lemak maupun kaya lemak selama enam bulan.
Tikus yang makan makanan tinggi lemak, berat badannya naik dan memiliki jumlah lemak lebih tinggi daripada yang mengonsumsi makanan rendah lemak. Ketika melahirkan, tikus dengan konsumsi tinggi lemak melahirkan bayi tikus yang tubuhnya mengandung banyak lemak, kurang ramping dan livernya lebih kecil daripada bayi tikus yang dilahirkan tikus dengan konsumsi makanan rendah lemak. (detik.com)
Wednesday, June 8, 2011
Perkuliahan Perdana UB Kediri Tanpa Persetujuan DPRD
KEDIRI – Rencana perkuliahan perdana Universitas Brawijaya (UB) Kediri, Jawa Timur membuat kalangan DPRD Kota Kediri bereaksi. Pasalnya, selama ini para wakil rakyat ini tidak pernah dilibatkan dalam pembukaan kuliah perdana kampus yang bermarkas di Malang ini.
“Seharusnya, segala sesuatu yang masuk di Kota Kediri, seperti UB ini tetap harus diketahui DPRD,” kata anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Reza Darmawan.
Menurutnya, selama ini DPRD terkesan tidak dilibatkan dalam proses pembukaan UB di Kediri. Pasahal, berdasarkan aturan, segala kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta harus diketahui dan mendapatkan persetujuan DPRD. “Lembaga legislatif ini ada sebagai lembaga kontrol, salah jika ada kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta tidak melibatkan DPRD,” ujarnya.
Pria yang juga sekretaris Komisi C ini juga sangat menyayangkan dengan sikap Pemkot dengan langsung menyodorkan draf kerjasama antara UB dan Pemkot Kediri. “Harusnya, dalam penyusunannya draf maupun kerjasama tersebut juga melibatkan DPRD, jangan langsung menyodorkan draf MoU untuk kita setujui,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa Muzer Zaidib, menurutnya, UB maupun Pemkot terlalu percaya diri dengan telah menunjuk lokasi di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Pansus-nya saja belum mulai, kok tiba-tiba sudah ramai, jika UB akan di Mrican,” ujarnya.
Dalam pansus nanti, menurut Muzer, belum tentu kampus UB di Mrican, masih ada kemungkinan berpindah tempat. “Menurut saya, kampus UB mau ditempatkan dimana itu, tergantung dari pansus nanti, apalah di Mrican atau tempat lain,” ujarnya.
Ketua DPRD Wara S. Renny Pramana mengatakan, untuk pansus UB nanti, diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu singkat. Pasalnya, untuk agenda pansus juga akan mendatangkan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Kediri. “Semua akan kami mintai pendapat, dari hasil masukan-masukan itulah, kami bisa mengambil sikap,” ujarnya.
Namun demikian, Renny juga sangat mendukung sekali dengan keberadaan UB Kediri, karena secara otomatis akan mengangkat nama Kota Kediri. Namun demikian, segala proses tetap harus dilalui, apalagi kampusnya nanti akan menempati lahan milik Pemkot dengan sistem jula beli berdasarkan harga Nilai jual objek pajak (NJOP). “Jika didasarkan pada NJOP itu nilainya sangat kecil, kami khawatir, setelah aset dijual, hasilnya tidak jelas dan asetnya melayang, maka dari itu, dalam hal ini, kita juga harus berhati-hati,” ujarnya.
Untuk agenda pembahasan UB dalam panitia khusus (pansus), dijelaskan Renny baru akan dilaksanakan pada 17 Juni nanti. Pansus dilakukan, salah satunya, mengingat UB akan berdiri diatas tanah milik Pemkot Kediri.
Saat disinggung rencana pembukaan kuliah perdana UB Kediri, Renny mengaku juga belum mengetahuinya, karena tidak pernah ada koordinasi, apalagi meminta persetujuan. “Saya mengetahui malah dari surat kabar,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, meski masih menjadi polemik, UB Kediri sudah memulai pendaftaran untuk kuliah perdana, dengan menyediakan sembilan program study (Prodi). Prof Harijono selaku ketua tim persiapan pembukaa kampus UB Kediri mengatakan, untuk pendaftarannya, dilakukan secara manual. “Formulir bisa diambil di SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Pare, SMAN 2 Jombang dan SMAN 1 Madiun,” jelasnya.
“Seharusnya, segala sesuatu yang masuk di Kota Kediri, seperti UB ini tetap harus diketahui DPRD,” kata anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Reza Darmawan.
Menurutnya, selama ini DPRD terkesan tidak dilibatkan dalam proses pembukaan UB di Kediri. Pasahal, berdasarkan aturan, segala kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta harus diketahui dan mendapatkan persetujuan DPRD. “Lembaga legislatif ini ada sebagai lembaga kontrol, salah jika ada kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta tidak melibatkan DPRD,” ujarnya.
Pria yang juga sekretaris Komisi C ini juga sangat menyayangkan dengan sikap Pemkot dengan langsung menyodorkan draf kerjasama antara UB dan Pemkot Kediri. “Harusnya, dalam penyusunannya draf maupun kerjasama tersebut juga melibatkan DPRD, jangan langsung menyodorkan draf MoU untuk kita setujui,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa Muzer Zaidib, menurutnya, UB maupun Pemkot terlalu percaya diri dengan telah menunjuk lokasi di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Pansus-nya saja belum mulai, kok tiba-tiba sudah ramai, jika UB akan di Mrican,” ujarnya.
Dalam pansus nanti, menurut Muzer, belum tentu kampus UB di Mrican, masih ada kemungkinan berpindah tempat. “Menurut saya, kampus UB mau ditempatkan dimana itu, tergantung dari pansus nanti, apalah di Mrican atau tempat lain,” ujarnya.
Ketua DPRD Wara S. Renny Pramana mengatakan, untuk pansus UB nanti, diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu singkat. Pasalnya, untuk agenda pansus juga akan mendatangkan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Kediri. “Semua akan kami mintai pendapat, dari hasil masukan-masukan itulah, kami bisa mengambil sikap,” ujarnya.
Namun demikian, Renny juga sangat mendukung sekali dengan keberadaan UB Kediri, karena secara otomatis akan mengangkat nama Kota Kediri. Namun demikian, segala proses tetap harus dilalui, apalagi kampusnya nanti akan menempati lahan milik Pemkot dengan sistem jula beli berdasarkan harga Nilai jual objek pajak (NJOP). “Jika didasarkan pada NJOP itu nilainya sangat kecil, kami khawatir, setelah aset dijual, hasilnya tidak jelas dan asetnya melayang, maka dari itu, dalam hal ini, kita juga harus berhati-hati,” ujarnya.
Untuk agenda pembahasan UB dalam panitia khusus (pansus), dijelaskan Renny baru akan dilaksanakan pada 17 Juni nanti. Pansus dilakukan, salah satunya, mengingat UB akan berdiri diatas tanah milik Pemkot Kediri.
Saat disinggung rencana pembukaan kuliah perdana UB Kediri, Renny mengaku juga belum mengetahuinya, karena tidak pernah ada koordinasi, apalagi meminta persetujuan. “Saya mengetahui malah dari surat kabar,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, meski masih menjadi polemik, UB Kediri sudah memulai pendaftaran untuk kuliah perdana, dengan menyediakan sembilan program study (Prodi). Prof Harijono selaku ketua tim persiapan pembukaa kampus UB Kediri mengatakan, untuk pendaftarannya, dilakukan secara manual. “Formulir bisa diambil di SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Pare, SMAN 2 Jombang dan SMAN 1 Madiun,” jelasnya.
Wednesday, May 4, 2011
Razia Penambang Pasir, Polisi Tangkap Tersangka
KEDIRI,Petugas reskrim Polres Kediri berhasil mengamankan tersangka dalam razia penambang pasir yang digelar, Rabu (4/5) di Kelurahan Manisrenggo Kota Kediri atau dibelakang kampus Universitas Islam Kediri (Uniska).
Selain mengamankan dua orang tersangka, patugas kepolisian dengan dibantu Satuan Polisi pamong praja (Satpol PP) ini juga menamankan beberapa perangkat penambang pasir dan juga lima unit truk yang siap membawa pasir. “Kami tidak main-main dalam menegakkan aturan, hari ini kami langsung sidak dan berhasil mengamankan dua orang tersangka berikut barang bukti,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Didit Prihantoro ditemui dilokasi.
Menurutnya, penambang pasir sudah sangat merusak lingkungan, banyak terjadi longsor yang diakibatkan maraknya penambang pasir. Untuk sementara dia masih menetapkan Mul dan Pur dalam razia kali ini, karena keduanya terbukti yang memiliki peralatan mesin penambang pasir mekanik ini. “Ada kemungkinan tersangkanya akan bertambah, karena masih ada pemeriksaan lanjutan, siapa-siapa yang terlibat akan kita tetapkan tersangka,” ungkapnya.
Masih dikatakan Didit, pihaknya akan terus melakukan razia, sampai sungai Brantas benar bersih dari aktifitas para penambang pasir mekanik. “Kami mulai dari sini, nanti akan terus bergerak ke utara, jika hari ini tidak cukup waktu, maka akan kami lanjutkan besuk,” tegasnya.
Dalam hal ini, pihak kepolisian akan menetapkan kedua tersangka itu dengan undang-undang lingkungan hidup. Karena keduanya telah berusaha merusak lingkungan. “Ancamannya bervariasi, mulai dari 5 tahun penjara, hingga 10 tahun penjara, tinggal sejauh mana keterlibatannya,” ungkapnya.
Dalam razia yang dilakukan petugas Reskrim Polres Kediri Kota, sempat membuat kaget para pekerja penambang pasir, begitu mengetahui ada ada razia, langsung berlarian meninggalkan lokasi. Namun, dengan kesigapan petugas, akhirnya berhasil mengamankan pemilik peralatan penambang mekanik tersebut.
Selain itu, beberapa truk yang siap angkut dengan penuh pasir juga tak luput dibawa petugas untuk diamankan, beberapa diesel yang berada di pinggir sungai juga diamankan untuk dibawa ke Mapolres Kediri Kota sebagai barang bukti.
Thursday, April 14, 2011
Tuntut Mundur Ketua, Sembelih Kambing dan Bebek
KEDIRI, Mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur kembali berlangsung, Kamis (15/4) di kampusnya sendiri Jalan Sunan Ampel Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Dalam aksinya, mereka mengusung kambing dan bebek ke kampus untuk disembelih. Dalam tuntutannya, mereka tetap menuntut Achmad Subakir mengundurkan diri jabatan Ketua.
Sebelum melakukan orasi, para mahasiswa dan dosen keliling kampus sambil menggelandang seekor kambing yang dipasangi spanduk bergambarkan foto Ahmad Subakir. Massa demonstran juga membawa 4 ekor bebek dan sejumlah poster bertuliskan kecaman dan tuntutan agar Ahmad Subakir mengundurkan diri.
Untuk aksi yang ketiga kalinya ini massa demonstran juga mendapatkan dukungan moril dari dosen senior, diantaranya Mahdil Mawahib, Ketua Program study Ahwal Al-Syakhsiyah atau ilmu hukum, jurusan Syariah, dosen jurusan Usluhudin Sardjuningsih dan beberapa anggota Senat Kampus, Muhammad Irfan Burhani. “Ayo mahasiswaku semua, yang merasa peduli dengan kebaikan kampus ini, ayo ikut aksi bersama kami,” teriak Mahdil melalui pengeras suara.
Dalam orasinya Mahdil juga menegaskan adanya sejumlah kesalahan Ahmad Subakir, diantaranya penerbitan ijazah palsu yang merupakan pelanggaran tertinggi di kampus, serta tidak memiliki kecakapana menjadi seorang pemimpin. “Di statuta kampus jelas disebutkan pimpinan civitas akademika harus jujur dan bertanggung jawab. Pimpinan kita tidak, dia selalu berjalan tanpa koordinasi, berjalan tanpa didahului rapat,” lanjut Mahdil disambut teriakan pembenaran demonstran.
Sementara salah satu koordinator aksi Nasihudin mengatakan, diusungnya kambing dan itik dalam aksi tersebut sebagai sindiran terhadap Ahmad Subakir, yang dalam beberapa kesempatan menyebut dosen dan mahasiswa dengan sebutan hewan tersebut. “Sehari sebelum kami demo dulu, dia mengatakan akan menyambut bebek-bebek dan wedhus (kambing) yang akan berdemo. Kami ingin buktikan, siapa yang sebenarnya wedhus dan siapa yang sebenarnya bebek,” tegas Nasihudin.
M. Yasin dosen Tarbiyah mengatakan, dalam aksi kali ini, pihaknya meminta para anggota senat untuk segera melakukan rapat senat terbuka untuk menurunkan Achmad Subakir. “Kami meminta kepada para senat untuk segera menggelar rapat senat terbuka untuk menurunkan Subakir,” tegasnya.
Menurutnya, surat persetujuan untuk menggelar rapat senat sudah dikirimkan ke beberapa anggota senat. Dari 12 anggota senat, sudah delapan yang menyatakan setuju menggelar rapat senat. “Hanya kurang empat yang belum menerima surat kami, salah satu diantaranya Subakir,” jelasnya.
Secara terpisah Ketua STAIN Ahmad Subakir, dikonfirmasi melalui telepon selulernya masih enggan banyak bicara. Dia juga menolak memberikan tanggapan atas tuntutan mundur oleh dosen dan mahasiswanya. “Di kampus segala keputusan diambil oleh Senat, termasuk saya dilengserkan apa tidak. Saya persilahkan Senat menggelar rapat, biar mereka yang melihat dan mengambil keputusan,” tandas Subakir.
Sementara itu, Pembantu Ketua III Dimyati Huda mengaku, jika pihaknya belum bias memastikan rapat senat seperti yang menjadi tuntutan mereka, karena untuk mengumpulkan para anggota senat membutuhkan waktu lama. “Tapi kalau memang kondisinya seperti ini, akan kami usahakan minggu depan akan menggelar rapat senat,” jelasnya.
Saat disinggung terkait permintaan massa untuk menggelar rapat senat terbuka, Dimyati yang juga anggota senat ini belum bisa memutuskannya. “Saya masih mencari aturannnya dulu, apa boleh rapat senat itu digelar terbuka, kecuali saat menggelar wisuda,” ujarnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)