Showing posts with label pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label pengetahuan. Show all posts

Tuesday, April 23, 2013

Konsumsi Ikan Masih Rendah, Pemkot Kediri Gelar Lomba Menu Gemarikan


Walikota Samsul Ashar saat mencicipi olahan masakan ikan
KEDIRI – Masih rendahnya tingkat konsumsi ikan dikalangan masyarakat Kota Kediri sesuai dengan anjuran, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar lomba Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan.

“Di negara Asia, orang makan ikan perkapitanya melebihi kapasitas itu adalah Jepang. Dianjurkan 50 kilogram per kapita per tahun. Indonesia masih 35 kilogram, di Jawa Timur 34 kilogram dan di Kota Kediri baru 20 kilogram. Sedangkan di  Jepang sudah mencapai 80 kilogram per kapita per tahun,” ujar Walikota Kediri Samsul Ashar saat lomba Gemarikan di salah satu Mall di Kota Kediri, Selasa (23/4).

Pak Dokter juga mengajak masyarakatnya untuk melihat dan belajar perkembangan anak-anak di Negara Jepang. Mereka menjadi superior di bidang teknologi dan berbagai bidang ilmu pengetahuan lain karena kebutuhan nutrisi otaknya terpenuhi dengan sempurna, salah satunya karena faktor konsumsi ikan tinggi.

Ikan sebagai sumber protein, karena omega 3 dan omega 6 nya seimbang. Jelas Walikota, komponen-komponen tersebut yang dapat masuk ke sel, kemudian memperbanyak diri. Apabila komponen tersebut masuk ke otak, lalu sel otak menjadi bertambah banyak, maka anak-anak bisa cerdas dan pola pikirannya menjadi luas.

Menurut Pak Dokter, masih rendahnya konsumsi ikan karena kesadaran masyarakat masih rendah. Padahal, kata Walikota, ketersediaan ikan di Kota Kediri cukup melimpah. Bahkan, sejumlah daerah sudah membudidayakan ikan sebagai mata pencaharian masyarakat. Selain itu, harga ikan cukup terjangkau, dibanding harga daging ayam maupun sapi. “Ikan tersedia banyak seperti lele, kutuk, bawal. Di Kelurahan Banaran sudah dikembangkan budidaya ikan. Harga ikan jauh lebih murah, daripada daging sapi,” terang Walikota.

Dalam kegiatan tersebut, diadakan lomba melukis ikan oleh anak-anak sekolah dasar dan kreasi masakan berbahan dasar ikan. Lomba kreasi masakan ikan tersebut diikuti oleh sebanyak 46 kelurahan di Kota Kediri. Walikota bersama pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mencicipi berbagai aneka kreasi masakan yang dilombakan tersebut.

Wednesday, February 13, 2013

Ambil Berkas Layaknya Penyidik KPK


KEDIRI - Seperti halnya yang dilakukan di Balai Kota Kediri saat pengambilan berkas, aksi petugas tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Kediri Kota juga melakukan pengembilan berkas di kantor sekretariatan DPRD, Rabu (13/2).

Informasi yang dihimpun dari kalangan sekretariatan DPRD, sebelum melakukan aksinya, petugas tipikor terlebih dahulu menghubungi sekretariatan DPRD untuk mempersiapkan berkas. “Ya memang benar, barusan pihak kepolisian menghubungi kami untuk menyiapkan berkas,” ujar salah satu sumber di kalangan sekretariatan.

Setelah berkas terkumpul, rombongan penyidik tipikor Polres Kediri Kota, seolah seperti penyidik KPK, satu demi satu ruangan arsip yang ada di kantor dewan tersebut digeledah oleh petugas. Dalam tindakan tersebut, pihak kepolisian melakoni dengan cara tertutup, dan awak media hanya boleh mengambil gambar dari kejauhan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan pihaknya telah menyita sejumlah dokumen sebagai tambahan alat bukti. “Seperti yang kami lakukan di Pemkot, kami melakukan penyitaan beberapa dokumen untuk dipelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Tindakan penggeledahan dan pengambilan berkas, dikatakan Ratno sudah ada persetujuan dari pihak pengadilan. Pihaknya akan menyambungkan keterkaitan antara dokumen dengan keterangan para saksi. “Kami sudah mendapat ijin dari pengadilan atas tindakan ini, kedepan kami bakal mengevaluasi tindakan guna menuntaskan korupsi,” ujarnya.

Sementara itu, Rabu (13/2) kemarin, penyidik Polres Kediri kota terus melanjutkan pemeriksaan salah satunya Budi Siswantoro selaku asisten I Sekretaris Kota Kediri. Selain itu, pihak kepolisian juga tengah mengundang sejumlah mantan penyidik KPK masing-masing Kapolres Bangkalan dan Wakapolres Tulungagung untuk berdiskusi masalah ini.

Sebelumnya diberitakan, Polres Kediri Kota tengah melakukan pengusutan dugaan korupsi proyek multi years (tahun jamak) pembangunan jembatan senilai Rp 66 miliar dengan pendanaan dari APBD. Status hukum pemeriksaan itu sudah pada tahap penyidikan dan dua orang sudah menjadi tersangka, yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Ketua Lelang Tender. (*)

Friday, September 23, 2011

Atur Durasi Tidur Anak, Jika Ingin Berprestasi



Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.

Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.

Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.

"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.

Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.

Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja. (TRIBUNNEWS.COM)