Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

Jambret Keok Sama Ibu Rumah Tangga

Dua pelaku jambret yang beraksi disekitar SLG Kediri
KEDIRI - Dua orang jambret mampu dikalahkan seorang ibu rumah tangga di Kediri, Jawa Timur. Dua penjambret apes itu yakni  Edy Utama dan Satriya Kumbara. Keduanya berasal dari Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Blitar. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri, karena terluka parah. Dua jambret yang masih berusia remaja itu mengalami patah tulang kaki

Awalnya, Satria Editama dan Kumbara melakukan aksi penjambretan kepada korbannya, Dety yang saat itu membonceng kedua buah hatinya. Sukro (5) dan Nisa (7) untuk jalan-jalan naik sepeda motor. Tak disangka belum jauh keluar dari rumahnya, sepeda motor Honda Beat AG 6669 GX yang dikendarainya dipepet oleh Sepeda Motor Satria hitam tanpa no polisi yang dikendarai oleh pelaku, dan mengambil dompet yang berada di jok kecil depan sepeda motornya.


Merasa menjadi korban kejahatan, Dety membuntuti pelaku hingga 3 kilometer, saat tiba di perempatan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dety berteriak "copet-copet tolong pak itu copet", mengetahui ada pelaku jambret, warga berusaha menangkap pelaku yang berakibat motor satria yang dikendarai pelaku seli dan jatuh hingga mengakibatkan kaki kanan kedua orang pelaku terluka cukup parah.

Kendati pelaku terluka, namun warga sempat menghadiahi pelaku dengan bogem mentah. "Jadi anak saya cuman jalan-jalan mas sama cucu, lha koq dijambret yaa dikejar sama Dety dan akhirnya karena tahu dikejar, pelakunya jatuh dan terluka sperti itu" kata Tomo (65), ayah Dety saat berada di Pos Polisi Ngasem, Kabupaten Kediri. Selasa, (31/12/2013).


Korban juga meneriaki pelaku ‘jambret’ serta meminta pertolongan warga agar ikut mengejar. Ditengarai panik, pelaku kemudian terjatuh dari sepeda motornya. Petugas kepolisian yang sedang mengamkan perayaan pesta tahun baru di SLG datang ke lokasi. Petugas kemudian membawa pelaku ke RS Bhayangkara Kota Kediri.


Ipda Didik, selaku Kepala Pos pengamanan tahun baru di SLG mengatakan, kedua pelaku sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihak kepolisian mengamankan barang bukti dompet milik korban. Sedangkan proses lebih lanjut akan dilakukan setelah pelaku keluar dari rumah sakit.


Sementara itu, hingga kini kepolisian dari Polsek Gampengrejo kabupaten masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi di lapangan. Sedangkan untuk kedua pemuda pelaku penjambretan, terpaksa harus menghabiskan malam pergantian tahun di rumah sakit, dan terancam hukuman penjara. (*)

Monday, December 9, 2013

Seorang Mahasiswi dan Pasangannya Nekat Gugurkan Kandungan



KEDIRI - Antonius Muda (26) Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang kost di Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa Timur harus menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota, karena diduga telah melakukan aborsi dengan sengaja, yang mengakibatkan janin di dalam kandungan pasangannya meninggal dunia.

Pengungkapan kejadian itu, saat petugas mendapatkan laporan jika di RSUD Gambiran ada pasien bernama Marisca Berek telah melahirkan seorang bayi yang sudah meninggal di dalam kandungan yang diantar oleh Antonius Muda pasangannya. Karena mencurigakan, petugas lalu mengamankan Antonius ke Polres Kediri Kota. Petugas juga mengamankan 1 bungkus berbahan plastik flip bekas bungkus obat sitotek 4 buah celana dalam yang terdapat bercak darah, sepasang sarung tangan plastic, dan tisu bekas belepotan darah sebagai barang bukti.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan petugas masih memeriksa pelaku, dan mengumpulkan bukti bukti. “Keduanya sudah kita amankan guna proses hokum lebih lanjut,” ungkapnya.

Siswandi menambahkan, petugas juga memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Jika terbukti bersalah, pelaku akan menjalani proses hukum yang berlaku.

Tembak Anak Kecil, Seorang Mahasiswa PTN Surabaya Diamankan Polisi



KEDIRI - Mahardika (20) mahasiswa PTN Surabaya asal Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri, diamankan Polisi, karena tanpa sengaja menembak seorang bocah dan terluka di bagian pipi sebelah kirinya.

Peristiwa yang terjadi Sabtu (7/12) itu, saat Mahardika latihan menembak dengan sasaran tutup lem tacol yang mengarah ke jalan raya tepatnya Jalan Sunan Giri Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri. Karena asyik berlatih menembak, oknum Mahasiswa PTN itu diduga tidak memperhatikan kondisi sekitar.

 Padahal Melani Arista (11) pelajar warga Kelurahan setempat sedang melintas dan akhirnya tertembak mengenai pipi sebelah kiri. Korban, akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk operasi pengeluaran peluru.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pelaku telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. “Karena kelalaiannya menyebabkan orang lain terluka, pelaku kita amankan dan dijerat pasal 360 KUHP,” ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut telah dilaporkan Siti Kholifah (45) ibu korban warga Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri ke Polsek Kediri Kota. Sementara itu, pihak kepolisian juga telah menyita barang bukti satu senapan angin berikut 17 butir amunisinya.

Thursday, December 5, 2013

Hendak Hilangkan Santet, Mahasiswi di Kediri Malah Disetubuhi




KEDIRI - EMS (25) seorang mahasiswi asal Kelurahan Bandar Lor Kota Kediri, Jawa Timur melapor kepolisi setelah diberdayai oleh seorang dukun cabul, dan dipaksa untuk berbuat layaknya suami istri.

Peristiwa bermula,  ketika korban diantar oleh Lina (17) temannya ke Jl. Masuk Area GOR Joyoboyo Kota Kediri untuk bertemu dengan Kusuma Hartanto (34) seorang dukun cabul asal Jl. Penanggungan Kelurahan Lirboyo Kota Kediri ditempat yang gelap.

Kepada korban, pelaku mengaku bisa menghilangkan barang gaib, santet di tubuh korban. Karena tertarik, pelaku kemudian melakukan ritual meminta korban untuk melepaskan celana dalam dan dipaksa untuk melakukan hubungan layaknya suami/istri. Karena takut, dan diduga terhipnotis, korban akhirnya bersedia melayani perbuatan tersebut. Merasa telah diperdaya oleh pelaku, dan tubuhnya merasa lemas tidak enak badan dan langsung melapor kepolisi.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban guna proses penyidikan lebih lanjut. “Pelaku sudah kami amankan dan dimintai keterangan,” ujarnya, Kamis (4/12)

Masih kata Siswandi, pihaknya juga sudah mengamankan hasil visum dan  celana dalam korban sebagai barang bukti

Wednesday, December 4, 2013

Raba Kemaluan Bocah, Guru Les Dilaporkan

KEDIRI - Bocah berusia 8 tahun berinisial NL menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh guru lesnya. Kemaluan korban sering diraba pelaku, sejak 27 Oktober 2013 lalu
 
Orang tua NL merasa tidak terima. Pihak keluarga telah melaporkan sang guru les berinisial RB (55) asal Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur ke Polres Kediri Kota. “Berdasarkan laporan orang tua korban, pelaku telah meraba-raba dan meremas organ tidak senonoh anaknya. Perbuatan asusila itu dilakukan pada saat korban les,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Siswandi, Selasa (3/12)
 
Pihak kepolisian akan memanggil RB untuk dimintai keterangan. Polisi bakal mengcroscek berdasarkan pengakuan korban. Dimana, pada saat mengikuti bimbingan belajar korban digendong dan diciumi.
 
Selanjutnya, korban diajak ke kamar. Setelah mengunci pintu dari dalam, kemudian pelaku mencabuli korban dengan cara meremas dan meraba-raba kemaluan korban.
 
Setelah merasa puas, kemudian pelaku membawa korban keluar kamar. Tetapi pelaku selalu berpesan agar korban tidak bercerita kepada siapapun, termasuk orang tuanya.
 
Perbuatan asusila yang dilakukan pelaku akhirnya diketahui orang tua korban, setelah anaknya bercerita. Akhirnya pihak keluarga melaporkan perbuatan pelaku ke kantor polisi. “Saat ini kasusnya masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota. Kami telah memintai keterangan korban dan orang tuanya, serta membawa korban ke Rumah Sakit untuk dimintakan visum et repertum. Akan tetapi, hasil visum belum kita peroleh,” pungkas AKP Siswandi.

Friday, November 8, 2013

Video Pelajar SMP Dipaksa Mesum Gegerkan Warga

Salah satu adegan yang terekam kamera
KEDIRI - Sebuah video mesum yang diduga diperankan oleh dua orang pelajar SMP di Kediri, Jawa Timur beredar. Video berjudul “Mov 0001" itu menggambarkan adegan asusila pasangan kekasih dibawah paksaan seseorang.

Informasi yang diperoleh dari salah seorang warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, video tersebut telah beredar sejak satu bulan terakhir. Tetapi baru dua hari menghebohkan masyarakat.

Video itu berdurasi 19,35 menit dengan kapasitas file sebesar 16.2 MB. Jika melihat kualitas gambarnya, video diambil menggunakan kamera handphone (HP). Sebab, gambarnya bergerak-gerak dan beresolusi rendah.

Menurut warga, pemeran video tersebut diyakini dua orang pelajar SMP asal Kecamatan Pare. Mereka melakukan perbuatan asusila di hutan yang mirip dengan salah satu kawasan wisata di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Melihat adegan serta suaranya, kedua pemeran melakukan adegan layaknya suami-istri dibawah paksaan, karena sebelumnya mereka kepergok tengah pacaran di hutan. “ Ojo kopitan ae, ayo dang main. Nek mbantah tak bacok. Awas nek nolak tak gowo nang polo kampong (kasun)," suara seseorang yang diduga perekam dengan nada mengacam.

Selama adegan berlangsung, perekam terdengar terus mengintimidasi kedua pelajar SMP itu. Bahkan, keduanya dipaksa membersihkan bekas perbuatan asusila itu secara bergantian. ” Pemeran dipaksa membersihkan bekas sperma di kemaluan menggunakan mulut. Begitu juga sebaliknya yang dilakukan oleh pihak lelaki terhadap pasangannya,” kata warga Desa Gedangsewu, Jumat (8/11).

Warga mendapatkan video mesum pelajar SMP itu dari teman-temannya. Penyebaran itu dilakukan melalui fasilitas bluetooth. Masyarakat meyakini, jika penyebar pertama adalah pelaku perekam. ”Kami berharap pihak Kepolisian segera bisa mengusut pelaku perekam video mesum tersebut. Ada kabar bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Kediri,” kata masih kata warga.

Sayangnya, terkait laporan beredarnya video mesum tersebut, pihak kepolisian Polres Kediri enggan berkomentar. Mereka menolak memberikan keterangan kepada wartawan.
 
Sementara itu, Cornelius Vrian salah satu warga yang juga sempat melihat video sangat menyayangkan beredarnya video tersebut. Dan pihaknya meminta kepolisian untuk sehera mengusut kasus itu. “Harusnya pihak kepolisian segera bertindak dan tidak harus menunggu laporan terlebih dahulu,” ujarnya.(*)

Friday, June 28, 2013

Polres Kediri Kota akan Tindak Penggunaan Sirine Dan Rotator Dijalanan



KEDIRI – Penggunaan sirine dan rotator dijalanan oleh para pengendara umum dinilai menyalahi undang-undang. Terkait persoalan tersebut, Polres Kediri kota akan bersikap tegas terhadap para pendara tersebut.

Kasub Bag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, penggunaan sirine dan rotator dijalanan oleh para pengendara umum menyalahi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas. jika ditemukan pelanggaran terkai jhal tersebut, menurut Surono dapat diancam dengan hukuman pidana maksimal satu bulan dengan denda sebesar 250 ribu rupiah. “Penggunaan sirine dan rotator dijalanan oleh pengendara umum jelas menyalahi undang – undang. Makanya kita akan tindak tegas, karena penggunaanya semakin marak di Kota Kediri,” ujar Surono, Jum’at, (28/6).

Surono menjelaskan, dalam ketentuan undang-undang tersebut di telah diatur penggunaan sirine dan rotator dijalanan. Sesuai Undang-undang Penggunaan lampu isyarat dan sirene Lampu isyarat warna biru dan sirene, digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sedang lampu isyarat warna merah dan sirene, digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia(TNI), pemadam kebakaran (PMK), ambulans, palang merah,  dan mobil jenazah. Untuk lampu isyarat warna kuning tanpa sirene, digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas, dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, mobil derek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Menurut Surono, pengunaan sirine dan rotator dijalanan di Kota Kediri marak ditenui oleh para pengendara umum, baik kendaraan roda empat maupun roda dua. Surono menambahkan, maraknya penggunaan sirine dan rotator dijalanan dapat ditemui terutama pada malam minggu oleh clup-clup kendaraan bermotor maupun mobil. “Kita lihat saja saatmalam minggu, banyak clup-clup kencaraan bermotor maupun mobil menggunakan sirine dan rotator dijalanan. Tapi jelas kita tidak akan pandang bulu, semua akan kita tindak sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas Surono.

Thursday, June 27, 2013

Basis Mas Abu Diserang, Pelaku Gunakan Sajam

KEDIRI - Situasi politik di Kota Kediri semakin bertambah memanas. Basis salah satu pasangan calon (paselon) walikota dan wakil walikota "diserang". Pelaku beraksi dini hari dengan merobek belasan atribut menggunakan senjata tajam (sajam)

Sesuai pantauan, belasan spanduk yang dirusak milik paselon Abdullah Abu Bakal dan Lilik Muhibah. Pengerusakan terbanyak terjadi di sekitar Kelurahan Banjaran, disekitar posko pemenangan Mas Abu, panggilan akrab Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang juga Kantor DPD PAN Kota Kediri, dan dekat rumah "Mas Abu".

Seperti di perempatan jalan, sebelah timur SMK Dhoho Kediri. Spanduk berukuran besar "Mas Abu" yang bertengger di tepi jalan dirobek. Beberapa spanduk berukuran lebih kecil di sepanjang jalan tersebut juga dalam kondisi yang sama.

Tim Pemenangan Paselon Mas Abu-Ning Lik Reza Darmawan mengatakan pengerusakan atribut paselon Mas Abu-Ning Lik murni bernuansa politik. Pelaku sengaja berupaya menjatuhkan dengan cara licik. "Pasti disengaja, karena jumlah banner dan atribut yang dirusak banyak, tidak mungkin faktor alam. Mereka sepertinya menggunakan alat seperti cuter," ujar Reza Darmawan ditemui di Kantor DPD PAN Kediri, Kamis (27/6/2013) siang.

Pengerusakan atribut paselon Mas Abu-Ning Lik, menurut pria yang juga Anggota DPRD Kota Kediri itu bukti ketidak siapan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dalam mempersiapkan Pilihan Walikota (Pilwali) Kediri 2013. Pihaknya mempertanyakan netralitas dan independen Panwaslu.
"Kami menanyakan panwaslu, bagaimana kesiapan dalam kegiatan besar ini. Kami kecewa atribut kami dirusak, dirobek. Tetapi panwaslu tidak mengetahuinya," ujar Reza, panggilan akrab Reza Darmawan.

Menurut sejumlah relawan Mas Abu, pengerusakan berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Sebab, satu jam sebelumnya, para relawan melihat atribut baik, spanduk maupun banner masih utuh. Selain di sekitar Kantor DPD PAN, pengerusakan juga terjadi di sejumlah titik tersebar di Kota Kediri. "Jam 01.00 WIB kami patroli keliling masih melihat spanduk dan banner dalam kondisi utuh. Tetapi pagi harinya, kami tahu sudah dalam keadaan robek. Sepertinya mereka beraksi sekitar jam 02.00 WIB. Mereka sepertinya menggunakan cuter, dengan irisan melingkar," kata salah seorang relawan Mas Abu

Terpisah, Anggota Panwaslu Kota Kediri Divisi Pengawasan Mansur mengakui telah menerima aduan pengerusakan atribut paselon Mas Abu-Ning Lik. Tetapi, karena panwaslu menganggar ranah pidana, maka menganjurkan melapor ke pihak kepolisian. "Kami menganjurkan mereka melapor ke pihak kepolisian. Sebab, ini sudah ranah pidana," jawab Mansur.

Razia Setengah Hati, Satpol PP Hanya Teriaki Penambang Pasir

KEDIRI - Razia tambang pasir liar Sungai Brantas yang digelar petugas gabungan Satpol PP Kota Kediri dan Polres Kediri Kota, Kamis (27/6) terkesan setengah hati. Puluhan personil yang diterjunkan gagal meringkus seorang pun penambang.

"Saat petugas datang, dua orang penambang kabur menggunakan perahu ke arah utara. Tidak ada petugas yang mengejarnya," kata Darmaji, salah seorang warga ditemui di lokasi razia, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, tepatnya di sebelah utara Eks Lokalisasi Semampir.

Dua penambang yang kabur menggunakan perahu kayu ukuran sedang dengan mesin disel. Menurut keterangan sejumlah warga, mereka sebelumnya mengeruk pasir di tengah sungai. Pasir hasil kerukan kemudian ditaruh pada perahu mereka. Keduanya langsung kabur, begitu melihat kedatangan petugas.

Petugas hanya mampu mengamankan sebuah perahu dengan mesin disel yang sudah berada di tepi sungai. Perahu tersebut sepertinya baru digunakan untuk memuat pasir hasil kerukan dari dasar sungai. Sebab, di dalam perahu masih ada sisa pasir yang basah.

Menurut keterangan salah seorang petugas, perahu tambang yang diamankan belum diketahui pemiliknya. Penambang sudah terlebih dahulu kabur, sebelum akhirnya petugas tiba di lokasi.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun Polres Kediri Kota terkait razia gabungan yang digelar kali ini. Petugas masih melakukan penyisiran di tepi sungai, untuk menemukan penambang maupun perahu serta peralatan penyedot pasir.

Razia gabungan tambang pasir liar tersebut disaksikan puluhan warga setempat. Mereka keluar dari rumah untuk melihat secara langsung kegiatan itu.

Sunday, June 2, 2013

Sopir Ditemukan Tewas Di Terminal Kargo

KEDIRI – Seorang Sopir truk trailer ditemukan di tewas didalam truk di terminal kargo kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Minggu, (2/6). Saat ditemukan, kondisi jenasah itu sudah dalam keadaan kaku, sehingga diperkirakan sanga sopir sudah meninggal sejak pagi hari.

Sopir nahas tersebut bernama Ade Juwita (49) Warga kelurahan Rajawani, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten majalengka, Jawa Barat. Jenazah sopir tersebut pertama kali di ketemukan oleh keneknya yang bernama Sobirin (35) yang merupakan tetangga sekampung Ade. Sedang truk tersebut merupakan yang biasa dikemudikan oleh Maman (54) yang juga rekan kerja korban satu kampung.

Menurut Sobirin, dirinya mengetahui korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 11.00 wib. saat itu dirinya mengaku baru saja mandi dan berniat membangunkan sang sopir. Saat mengetok pintu kabin truk, Ade tidak menjawab, Akhirnya Sobirin berusaha membuka pintu kabin itu. Saat berhasil membukanya, Sobirin mengaku sudah menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa. “Yang pertama mengatahui Ade meninggal saya. Biasanya dia duluan yang membangunkan tidur pagi-pagi sekali dan mengajak sarapan. Tapi tadi pagi sampek siang tidak bangun, akhirnya saya mandi dan setelah itu membangunkan Ade di truk. Saya ketok-ketok pintu truk dia tidak bangun dan kemudian saya buka dia sudah tidak bernyawa,” kata Sobirin. Minggu, (2/6).

Sobirin akhirnya melaporkan hal tersebut ke petugas keamanan termiila lkargo dan petugas itu kemudian menghubungi pihak kepolisian. petugas Kepolisian dari tim idetifikasi Polres Kediri Kota yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum akhirnya mengevakuasi jasad koban ke rumah sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum.

Menurut Sobirin dan Maman, korban sering mengeluhkan mual dan perih diperutnya. Hal tersebut menurut mereka sudah lama dan sering mereka dengan dari korban, bahkan sebelum mereka berangkat dari Majalengka menuju Kediri sekitar seminggu lalu. “korban sering mengeluh mual dan perih pada perutnya. Sebenarnya keluhan ini sudah lama, bahkan sebelum berangkat ke Kediri. tapi dia nekat saja berangkat “untuk refresing” katanya,” jelas Maman

Kedatangan mereka ke Kediri adalah untuk mengirim semen ke Gudang induk Tiga Roda yang berada di wilayah Pesantren Kota Kediri. Mereka tiba di Kediri pada hari Senin lalu, dan saat ini sedang mengantri untuk bongkar muatan di gudang tersebut. truk milik Maman sudah selesai bongkar lebih dahulu, sedang truk milik korban sedang menunggu bongkar muatan.

Untuk menunggu giliran bongkar, korban besama sang kenek ikut beristitarahat Maman di terminal kargo tersebut. Menurut Maman dan sobirin, mereka bertiga sempat ngobrol hingga pukul 24.00 wib pada malam hari sebelum korban meninggal. Korban mengatakan, akan tidur didalam truk milik Maman, sementara Maman dan Sobirin tidur disalah satu ruangan di terminal tersebut.

Kasi humas Polsek Pesantren AIPTU Supeni saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Supeni mengaku pihaknya sedang meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk Kenek dan rekan kerja korban. sedang jenazah korban saat ini dibawa petugas ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum. “kasus ini masih dalam penyelidikan kami, sehingga belum diketahui secara pasti peyebab kematian korban. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Dan jenasah korban saat ini kita bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan Visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” jelas Supeni.(*)

Saturday, May 11, 2013

Seorang Ibu di Kediri Tega Bunuh Anaknya Sendiri



Jenazah korban saat diperiksa ti identifikasi Polres Kediri
KEDIRI – Paini (46) seorang ibu rumah tangga asal Dusun Brumbung, Desa Sumberejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur nekat membunuh Surani (29) anak kandungnya dengan cara meracuninya menggunakan potassium, Sabtu, (11/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, tepatnya disiang harinya kedua ibu dan anak ini terdengar bertengkar. Pertengkaran itu lantaran Surani meminta uang sebesar Rp 50 ribu kepada ibunya.  Namun janda 3 orang anak yang hidup tanpa penghasilan tetap ini mengaku tidak memiliki uang.  Dirinya sangat ketakutan dengan anaknya yang marah karena tidak dikasih uang.

Sebelumnya, Surani juga pernah mengamuk gara-gara tidak diberi uang. Ibu dan tetangganya mengakui hal tersebut. ibunya pernah di hajar hingga terluka parah. Dan yang membuat ibu dan para tetangganya takut, Sunari terlihat membawa pisau.  “Surani itu seperti punya kelainan jiwa, itu sepertinya sejak lahir. Ibu dan keluarganyapun adik-adiknyapun juga demikian. Sebagaimana kejadian sebelumnya, acapkalitidak diberi uang oleh ibunya, Surani senantiasa mengamuk, bahkan berkali-kali menghajar ibu kandungnya itu. dan yang mengerikan dia selalu membawa isau,” ujar Kepala Dusun Brumbung Bambang Sutikno (40).

Akibat jengkel dan ketakutan dengan ulah anaknya, sang ibu akhirnya nekat menghabisi anaknya dengan memberinya minum kopi susu yang dia campur dengan potassium. Menurut pengakuan sang ibu, pembunuhan itu sudah dia rencanakan sejak lama sebelum hal tersebut terjadi. Potassium itu dia sembunyikan disebuat tumpukan genting yang terletak di samping rumah.

Potassium itu menurut pengakuan ibunya, dibelinya sehari sebelum kejadian itu dari sebuah toko milik tetangganya seharga 3.500 rupiah. Setelah pertengkaran siang itu, sore harinya sekitar pukul 18.00 wib, tersangka menjalankan niatnya. Diambilnya potas yang telah dia beli, kemudian dia sedu dengan kopi susu dan diletakan dimeja makan yang terletak diujung ruang tamu.

Tidak berapa lama, korban yang tidak curiga langsung meminumnya. Selang beberapa waktu, korban muntah dan tak sadarkan diri. Tersangka kemudian menghubungi perangkat desa setempat. Pada perangkat desa, awalnya tersangka mengatakan anaknya bunuh diri dengan meminum potassium. Perangkat desa itupun kemudin segea mendatangi lokasi dan menghubungi Mapolsek Wates. “Saya datang korban sudah tergelatak diruang tamu dengan posisi tengkrap. Mulutnya mengeluarkan busa,” tambah Bambang.

Saat dikonfirmasi, tersangka mengapa tega mengjhabisi nyawa korban, ibu itu menjawab, bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi hidup dengan anak sulungnya tersebut. ibu itu juga mengaku telah merencanakan sejak lama pembunuhan terhadap anak kandungnya itu. “Dia itu, kemana-mana slalu membawa pisau dan sering mengamuk. Saya beberapa kali dihajar oleh dia, terakhir saya diusir dari rumah karena dia membawa perempuan iyang saya juga tidak kenal sampai sekarang. Makanya saya takut dan kemudaian saya racun saja,” jelas paini.

Kapolsek Wates AKP Edy Subandrio mengatakan, modus pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kandung pada anaknya ini adalah dengan cara member minum kopi susu yang dicampur dengan kopi susu. Kapolsek menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan trsebut. Namun Kapolsek mengatakan pihaknya telah mengamankan tersangka berikut barang bukti, diantaranya gelas yang didga digunakan untuk mecampur racun potassium dan bekas muntahan korban .

Untuk mengetahui penyeban pasti kematian korban, jasad korban di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan otopsi. Sementara tersangka berikut barang buktinya dibaawa ke Mapolres Kediri. “Dugaan sementara, pelku pembunuhan ini tunggal, yakni ibu kandungnya sendiri. Hal ini dipicu dari rasa jengkel tersangka pada korban yang sering menaamuk dan memukuli tersangka. Kini jasad korban sedang kiita otopsi di RS Bhayangkara  Kediri. sedang tersangka berikt baharang bukti sudah kita amankan di Mapolres Kediri,” tegasnya. (*)

Friday, May 10, 2013

Dendam Antar Dusun di Kediri, Seorang Luka Bacok Serius Di Punggung Dan Kepala

KEDIRI – Gara-gara tersinggung dengang kata-kata kotor saat melintas bersepeda motor, seorang pemuda terpakasa harus dilarikan ke Unit Darurat Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri. Pasalnya pemuda tersebut menderita luka bacok cukup parah dibagian punggung dan kepalanya.
 
Kejadian tersebut menimpa Andrianto (25) warga Dusun Bajulan, Desa Ngampel, Kecamatan papar, Kabupaten Kediri pada Kamis, (9/8) malam. saat itu sekitar pukul 22.30 wib, Andrianto beserta Nugroho (17) hendak pergi kewarung ke dusun Bajulan. Setiba di perempatan dusun Ngemplak, Desa Ngampel dirinya berhenti etelah salah seorang pemuda dari kawanan pemuda dusun tersebut berkata-kata kotor padanya. Tanpa sadar akan mendapat penganiayaan, Andrianto turun dari sepeda motor.
 
Setelah turun sekawanan pemuda tersebut langsung menghajarnya, sementara Nugroho yang ketakutan langsung tancap gas melarikan diri. Andrianto yang sendiri terus saja dihajar kawanan pemuda tersebut, setelah tidak berdaya, bukannya dibiarkan, Andrianto malah mendapat sabetan celurit dibagian punggung dan kepala sebelah kanan.
 
Mellihat korbannya terkapar, kawanan pemuda itu baru meninggalkan Andrianto. Anekhnya, kejadian penegrooyokan ersebut berada beberapa puluh meter dari rumah mertua Andrianto. Namun keberingasan kawanan pemuda itu membuat warga tidak berani menolongnya. Baru setelah kawanan pemuda itu kabur, warga sekitar memberikan pertolongan padanya.
 
Andrianto kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Kediri, malam itu juga guna mendapatkan perawatan medis. Tim doter RSUD baru mengoperasi luka Andrianto sekitar pukul 10.00 hingga pukul 13.00 wib. hingga kini Andrianto masih diruangan operasi karena kondisinya belum siuman.
 
Eka Sulistiani (24) Istri Andrianto mengatakan, kajdian pengeroyokan yang menimpa suaminya itu diketahui oleh keluarganya setelah kawanan pemuda dusun yang mengeroyoknya kabur. Istri Andrianto mengatakan, Andrianto dengan pemuda dusun itu sebenarnya tidak pernah ada permasalahan. Pasalnya, andrianto yang erasal dari dusun… menikah dengan dirinya yang berada didusun itu.
 
Namun menurut cerita Eka, kedua dusun itu memang sering terliat pertengkaran. Namun pengakuannya, suainya tidak pernah terlibat dalam pertengkaran antar pemuda dua dusun itu. “Setahu saya suami saya tidak pernah terlibat tawuran dengan pemuda dusun Ngemplak Kalau perkelahian antar dua dusun itu memang sering terjadi, tapi suami saya tidak pernah ikut-ikutan,” jelasnya. Jum’at, (10/5)
 
Sementara Kapolsek Papar AKP Imam Suroso mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan pihak Kepolisian. Kapolsek menyatakan, dikedua dusun tersebut memang sering terjadi perkelahian. Menurut Kapolsek, acapkali pemuda kedua dusun itu didamaikan, tidak lama berselang terulang kembali kejadian tawuran.
 
Kapolsek menyatakan, pihaknya akan menangani dengan serius persoalan itu. Kapolsek menyatakan akan mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat kedua dusun tersebut untuk menyelesaikan persoalan tersebut. namun pihaknya kan tetap memproses secara hukun tindak penganiayaan yang dilakukan sekawanan pemuda salah satu dusun tersebut. “Dikedua dusun itu memang sering terjadi perkelahian antar pemuda, kami sdauh berkali-kali mendamaikannya. Namun setelah didamaikan, terulang lagi. Kami akan mencoba mengumpulkan tokoh masyarakat di kedua dusun tersebut untuk menyelesaikan persoalan ini. akan tetapi kasus penganiayaan yang telah dilakukan sekawanan pemuda di salah satu dusun it akan tetap kita proses secara hukum. Saat ini kami sedang memburu kawanan pemuda tersebut, identitas mereka sudah kita ketahui, sampai kapanpun kami akan tetap memburunya,” tegas Kapolsek. (*)

Sunday, May 5, 2013

Terjatuh dari Area PG Mritjan Kediri, Tewas

KEDIRI – Naas menimpa Agus Erdiyanto (47). Dia menjemput ajal usai terjatuh dari ketinggian 5 meter area Pabrik Gula (PG) Mritjan Kota Kediri.

Jenasah Agus kini berada di kamar jenasah Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Kota Kediri. Kasus kecelakaan kerja tersebut dalam penanganan Polres Kediri Kota.

Data yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tragis itu berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB. Sesuai keterangan Hari kepada polisi, awalnya Agus sebelumnya mengecek tegangan listri yang ada di salah satu tiang listrik PG Mritjan.

Setelah itu, pria asal Watuddakon Desa Kendal Dayak Rt 8 Rw 6 Kecamatan Pakis Haji, Kabupaten Malang tersebut melepas sabuk pengaman. Setelah itu dia berniat turun

Namun pada saat akan turun kaki korban terpeleset dan terjatuh dari ketinggian sekitar 5 meter. Oleh teman-temannya, langsung dibawa ke RS Muhammadiyah.

Tetapi karena lukanya parah, akhirnya korban meninnggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis disebutkan, korban mengalami luka pada bagian kepala belakang sebelah kiri, pipi memar, dan paha kiri patah.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya masih menyelidiki dengan memeriksa saksi-saksi.

Tuesday, April 30, 2013

Teler, 4 Pemuda di Kediri Ditangkap Polisi

KEDIRI - Polisi Sektor Pare Kota Mengamankan “Gerombolan” kelompok muda mudi mengenakan atribut ala punk dalam kondisi teler berat dan diduga over dosis narkoba. Satu orang harus dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami kondisi yang sangat memprihatikan, Selasa (30/4).

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurtjahya mengatakan, keempat pemuda tersebut, awalnya tidur didepan rumah warga di Desa Tulungrejo dan hendak diangkut untuk dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Kediri.  Namun, karena kondisi teler dan di salah satu saki pemuda ditemukan 33 butir pil xanax, akhirnya mereka digelandang ke Mapolres Kediri. "Hingga kini keempatnya masih belum dapat dimintai keterangan baik identitas ataupun tempat tinggal asal, karena masih teler," ungkapnya.

Sementara untuk seorang temannya perempuan juga masih belum sadar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem Kecamatan Pare. "Yang dirumah sakit juga belum bisa dimintai identitas. Kondisinya masih mabuk alias fly dan kalaupun jawab masih ngelantur," ujar Budi.

Dibawa Kabur Polisi Gadungan, Warga di Kediri Rugi Puluhan Juta Rupiah




KEDIRI - Wina sugiarto (29) warga Desa Tertek Kecamatan Pare melapor ke Polisi setelah menjadi korban penipuan dan penggelapan.

Peristiwa bermula, saat korban didatangi seseorang yang mengaku anggota polisi dengan mengggunakan seragam lengkap hendak membeli sepeda motor Yamaha V-ixion. Keduanya akhirnya ketemuan di Jalan Mayor Bismo Kota Kediri. Saat menemui korban, pelaku meminjam sepeda motor Honda Revo milik karyawan sebuah dealer. Wina Sugiarto pun sepakat, jika Yamaha V-ixion AG 5647 FR dibeli korban seharga Rp 19.500.000. Setelah itu pelaku mencoba sepeda motor tersebut ke arah utara dan sampai sekarang belum juga kembali. Merasa menjadi korban penipuan, Wina melapor ke polisi.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa saksi dan korban guna mengetahui ciri-ciri pelaku. “Kami sudah memeriksa saksi dan korban guna mengejar pelaku dengan ciri-ciri yang kita ketahui dari saksi,” ungkapnya.

Masih kata Surono, pihaknya juga sudah mengamankan foto copy BPKB sepeda motor sebagai barang bukti. Akibat menjadi korban penipuan, Wina menderita kerugian sebesar Rp 20 juta.

Monday, April 29, 2013

Usai Pesta Miras, Pegawai Koperasi di Kediri Tewas di Kamar

KEDIRI – Diduga over dosis (OD) minuman keras (Miras), Andi Hottua (34), pegawai koperasi asal Medan ditemukan tewas di kamar rumahnya di Dusun Purwoharjo, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (28/4/2013) siang.
 
Jenasah bapak satu anak itu kali pertama ditemukan oleh Anik Purwanti (27). Saat itu, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa terlentang tidak memakai baju. Sementara dari mulutnya keluar busa berwarna putih.
 
Menurut keterangan saksi, sebelum meninggal dunia, korban meminta ditemani minum miras oplosan jenis Sifas. Korban juga sempat mengeluh sakit dan meminta tolong diantar berobat.
 
“ Kemarin dia minta supaya diantar ke rumah sakit. Pagi ini, saya datang dengan niat untuk mengantar berobat. Tetapi saat saya datang, dia sudah meninggal dunia,” ujar Anik Purwanti.
 
Saksi memberitahukan kejadian itu kepada para tetangga korban. Kemudian oleh para tetangga dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngadiluwih. Setelah itu, anggota polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
Petugas menemukan tiba botol bekas minuman keras, yang diduga sempat diminum korban. Untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi membawa jenasah korban ke Puskesmas Ngadiluwih. Tetapi, akhirnya jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk dioutopsi.
 
Kasi Humas Polsek Ngadiluwih Aiptu Untung Margono mengatakan, tiga botol bekas miras yang ditemukan di TKP diamankan ke Polsek Ngadiluwih sebagai barang bukti. Sementara Anik Dwi Purwanti dan sejumlah tetangga korban dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
 
“ Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena overdosis minuman keras. Untuk lebih pastinya, kami masih menunggu hasil outopsi dari pihak rumah sakit,” kata Untung Margono. (*)

Saturday, April 27, 2013

Seminggu Roboh, Pohon Makam di Kediri Kembali Berdiri Kokoh

Setelah Seminggu roboh, Pohon makam kembali berdiri
Pohon makam saat roboh seminggu lalu dengan membawa kerangka
KEDIRI - Warga di sekitar dusun Joho Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Jawa Timur digegerkan dengan pohon makam yang seminggu lalu roboh akibat angin kencang, sekarang kembali berdiri kokoh, Minggu (28/4).

Menurut Maliki (30) warga setempat, informasi pohon bulu yang usianya sekitar 300 tahun tersebut diketahui Minggu pagi, saat ia jalan-jalan pagi. "Pagi itu, sudah ramai warga yang berdatangan untuk melihat keanehan tersebut," ujarnya ditemui dilokasi.

Saking banyaknya warga yang berdatanngan, warga setempat berinisiatif membuka tempat parkir dengan biaya seikhlasanya.

Pohon yang sempat roboh dan akarnya sempat membawa puluhan kerangka mayat ini juga menjadi daya pikat masyarakat dari luar desa. Beberapa warga yang jalan-jalan pagi ke Simpang Lima Gumul (SLG) menyempatkan diri untuk melihat lebih dekat dan juga mengabadikan momen tersebut.

Sementara itu, menurut tukang gergaji, berdirinya pohon dengan ukuran besar tersebut diperkirakan terjadi pukul 01.00 WIB dinihari. "Sekitar pukul 01.00 dinihari tadi, karena sampai sore kemarin masih roboh," ujarnya.

Untuk diketahui, pohon Bulu yang usianya sekitar 300 tahun ini roboh pada Senin (15/4) sore saat diterjang angin kencang yang melanda di sejunlah wilayah di Kabupaten Kediri.

Friday, April 26, 2013

Menjadi Korban Perampokan, Janda Kaya Kediri Rugi Ratusan Juta

KEDIRI -  Mutmainah (75) seorang janda kaya asal Dusun Joho desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Jawa Timur menjadi korban perampokan, Kamis (25/4) petang.
 
Pperistiwa bermula saat korban usai sholat Mahgrib dari masjid masuk ke rumah lalu ke dapur untuk minum kopi. Tiba-tiba dari arah belakang, korban disekap 2 orang tidak dikenal dengan satu memaakai cadar lainnya tidak. Selain menyekap korban, pelaku yang memakai cadar mengancam korban dengan sabit daan mengikat kedua tangan korban dengan kain kerudung yang dibawanya. Kemudian kedua pelaku berhaasil menggasak beberapa perhiasan emas  dan 8 keris pusaka.
 
Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcaahyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan korban guna mengungkap pelaku pencurian. “Petugas reskrim sudah melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan korban guna mengejar paara pelaku,” ungkapnya.
 
Sementara itu, akibat peristiwa pencurian tersebut, Mutmainah menderita kerugian mencapai Rp 200 juta. (*)

Thursday, April 25, 2013

Kesal, Warga Kota Kediri, Hajar Seorang Pelajar



KEDIRI - Suparnti (48) warga Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Jawa Timur melapor ke polisi setelah Jafar Sodikin (15) anaknya menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa bermula, saat korban yang masih pelajar ini berada diluar rumah. Kemudian datang Mochamad Kurnia Yahya (31) yang juga masih tetangganya langsung memukuli korban dengan tangan kosong. Karena takut, korban lari dan sembunyi dalam rumah. Pelaku yang belum puas melampiaskan kemarahan pada korban, langsung mendobrak pintu rumah korban dan kembali melakukan pemukulan terhadap korban dan ibunya menggunakan pigora. Pelaku baru menghentikan penganiayaan, setelah petugas kepolisian datang dan langsung melakukan penangkapan. Akibatnya peristiwa itu, korban mengalami luka dibagian kepala belakang, punggung dan tangan kanan keluar darah.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan guna proses hukum lebih lanjut. “Pelaku sudah kita amankan untuk proses hokum lebih lanjut,” ujarnya.

Masih kata Surono, dari hasil keterangan pelaku, ia nekat melakukan penganiayaan pada korban karena kesal terhadap orang tua korban yang tidak merespon saat diajak curhat. Sementara itu, pihak kepolisian juga mengamankan 4 biji kayu pigora dan pecahan kaca sebagai barang bukti. (*)

Wednesday, April 24, 2013

Sesosok Mayat Ditemukan di Bendungan Waruturi Kediri



KEDIRI – Sesosok mayat laki-laki diketemukan mengambang di bendungan sungai Brantas Waruturi, Desa / Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Rabu, (24/4). Saat diketemukan, jasad tersebut dalam keadaan telungkup dan hanya mengenakan kaus warna biru, tanpa celana.

Jasad tersebut pertama kali diketemukan oleh Sugianto (37) warga Desa Gampengrejo, yang kesehariannya mencari sampah plstik di loksi bendungan tersebut sekitar pukul 10.00 wib. melihat sesosok mayat terapung di bendungan, Sugito kemudian melaporkan ke putugas jaga bendungan. Petugas kemudain melaporkan ke Polsek Gampengrejo.

Menurut Keterangan Basuki (54) petugas yang mendapat laporan dari Sugianto mengatakan, setelah medapat laporan dari Sugianto, dirinya menuju lokasi tempat diketemukannya jasad tersebut. Basuki menjelaskan, jasad laki-laki itu diperkirakan berusia sekitar 56 tahu. Jasad tersebut mengambang di pintu saluran nomor 9 bendungan Waruturi dalam kendisi telungkup.

Basuki beserta petugas lainnya kemudian meminggirkan jasad yang terapung itu hingga bisa di angkat dari permukaan air. Petugas Kepolisian yang datang kemudian, juga ikut membantu mengangkat jadas yang sudah dipinggirkan ke daratan sebelum akhirnya membawa jasad tersebut ke rumah sakir umum daerah kabupaten Kediri.

Kapolsek Gampengrejo AKP Heru Judho saat dikonfirmasi mengatakan, identitas korban hingga saat ini belum dapata di ketahu oleh petugas. Pasalnya, saat diketemukan pada jasad korban tidak ada satupun indenitas yang tertinggal. Kapolsek mengatakan, cirri yang mungkin bisa di kenali pada jasad tersebut diantaranya, tinggi sekitar 156 centi meter, hanya mengenakan kaus warna biru dan usia di perkirakan sekitar 56 tahun. “Kami belum dapat menemukan identitas korban. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitasnya. Bila ada yang mengenail cir-ciri tersebut, kami berharap memberitahukan pada pihak kepolisian,” ungkapnya. (*)