Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

Tips Mencegah Biar tak Tertular Mata Merah

Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut konjungtivitis adalah salah satu penyakit infeksi pada mata yang sangat menular. Warna merah pada mata terjadi akibat terjadinya peradangan pada selaput bening putih mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata.
Karena menular, perlu kiranya kita mengambil langkah langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut beberapa diantaranya:
  • Jangan bersentuhan dengan seseorang yang sedang menderita konjungtivitis.
  • Jangan menyentuh benda benda atau obyek yang telah digunakan oleh penderita konjungtivitis.
  • Jauhi penderita mata merah yang juga mengalami batuk dan bersin bersin.
  • Jangan berenang dengan penderita konjugtivitis.
  • Ajaklah anak anda tetap di rumah saat mereka menderita mata merah.
  • Cuci tangan dengan baik dan sesering mungkin setiap hari.
    (Sumber :  http://www.blogdokter.net/)

Monday, May 27, 2013

Wawali Dampingi Balita Kelainan



KEDIRI - Kepedulian pemkot kediri  terhadap pasien pra sejahtera benar benar ditunjukkan empatinya oleh Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Ia rela memberikan bantuan dan empatinya terhadap Fadila Oktaviana, balita usia dua tahun asal Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Usai melakukan mediasi dengan direktur RS Gambiran Kota Kediri atas kelanjutan biaya ataupun perawatan Fadila yang mengalami kelainan usus itu, Abdullah Abu Bakar berharap adanya kecepatan dan keramahan dalam pelayanan terhadap para pasien yang ada. “Setelah ini, dan telah di fasilitasi Rumah Sakit Gambiran, saya berharap, dia bisa segera ditangani di Rumah Sakit Dokter Sutomo Surabaya,” ujarnya, Senin (27/5).

Sementara itu Iswanto, ayah Fadila, mengaku senang atas bantuan pemerintah daerah guna penanganan operasi lanjutan dari sakit yang dialami keluarganya. Sebab sudah hampir setahun paska operasi dari rumah sakit dr sutomo Surabaya dirinya mengaku kesulitan biaya dan mengakses kesehatan meski telah memiliki kartu jamkesda. “Kalau disana tidak berlaku Jamkesmas, kalau tidak dapat rekomendasi dari rumah sakit di tempat asal,” ujarnya.

Thursday, May 2, 2013

LKNU Latih 552 Tenaga Penjangkau untuk Bantu Atasi HIV/Aids di Indonesia


KEDIRI - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bekerjasama dengan Global Fund, Geneva, Swiss, menyelenggarakan pelatihan terhadap tenaga penjangkau dalam upaya mengatasi penyebaran HIV/Aids di Indonesia. Peserta pelatihan nantinya akan diterjunkan untuk mempromosikan perubahan perilaku dan merujuk populasi kunci di kelompok masyarakat beresiko tinggi untuk memeriksakan dirinya.

Sekretaris LKNU Anggia Ermarini, mengatakan pelatihan tenaga penjangkau digelar di Hotel Vini Vidi Vici, Surabaya, sejak tanggal 29 April 2013 hingga lima hari ke depan. "Total tenaga penjangkau yang dilatih ada lima ratus lima puluh dua orang, yang nantinya akan disebar di dua puluh satu provinsi. Untuk pelatihan di Surabaya adalah mereka yang berasal dari Indonesia kawasan timur, dengan total peserta 70 orang," ungkap Anggi.

Anggi menjelaskan, kelompok masyarakat beresiko tinggi yang menjadi target dari tenaga penjangkau meliputi Wanita Penjaja Seks (WPS), Waria, Lelaki yang melakukan hubungan Seksual dengan Lelaki lain (LSL), High Risk Man (HRM), dan Pengguna Narkoba Suntik (IDU). "HRM itu adalah lelaki yang memiliki kebiasaan jajan, salah satunya ke lokalisasi," jelasnya.

Pelatihan tenaga penjangkau ini memiliki tujuan umum meningkatkan keterampilan peserta dalam menjalankan program pencegahan penularan Infeksi Menular Seks (IMS) dan HIV melalui hubungan seksual dan penggunaan Napza suntik, efektifitas peran penjangkau lapangan dalam program PMTS (Pencegahan Melalui Transmisi Seksual) dan pengurangan dampak buruk pada narkoba suntik sesuai dengan kurikulum dan modul yang telah ditetapkan.

"Pelatihan ini juga memiliki tujuan khusus, di antaranya meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan mengenai permasalahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, dan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam melakukan perubahan perilaku," jelas Anggi.

Digelarnya pelatihan tenaga penjangkau untuk membantu mengatasi permasalahan HIV/Aids, masih kata Anggi, merupakan bukti kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap isu-isu kesehatan yang memiliki dampak sosial di masyarakat. "Alhamdulillah, kerjasama antara LKNU dengan Global Fund ini sudah masuk tahun ketiga, dan Insya Allah akan terus berlanjut di waktu mendatang," pungkasnya.

Monday, April 29, 2013

Usai Pesta Miras, Pegawai Koperasi di Kediri Tewas di Kamar

KEDIRI – Diduga over dosis (OD) minuman keras (Miras), Andi Hottua (34), pegawai koperasi asal Medan ditemukan tewas di kamar rumahnya di Dusun Purwoharjo, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (28/4/2013) siang.
 
Jenasah bapak satu anak itu kali pertama ditemukan oleh Anik Purwanti (27). Saat itu, korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa terlentang tidak memakai baju. Sementara dari mulutnya keluar busa berwarna putih.
 
Menurut keterangan saksi, sebelum meninggal dunia, korban meminta ditemani minum miras oplosan jenis Sifas. Korban juga sempat mengeluh sakit dan meminta tolong diantar berobat.
 
“ Kemarin dia minta supaya diantar ke rumah sakit. Pagi ini, saya datang dengan niat untuk mengantar berobat. Tetapi saat saya datang, dia sudah meninggal dunia,” ujar Anik Purwanti.
 
Saksi memberitahukan kejadian itu kepada para tetangga korban. Kemudian oleh para tetangga dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngadiluwih. Setelah itu, anggota polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
Petugas menemukan tiba botol bekas minuman keras, yang diduga sempat diminum korban. Untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi membawa jenasah korban ke Puskesmas Ngadiluwih. Tetapi, akhirnya jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk dioutopsi.
 
Kasi Humas Polsek Ngadiluwih Aiptu Untung Margono mengatakan, tiga botol bekas miras yang ditemukan di TKP diamankan ke Polsek Ngadiluwih sebagai barang bukti. Sementara Anik Dwi Purwanti dan sejumlah tetangga korban dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
 
“ Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena overdosis minuman keras. Untuk lebih pastinya, kami masih menunggu hasil outopsi dari pihak rumah sakit,” kata Untung Margono. (*)

Tuesday, April 23, 2013

Konsumsi Ikan Masih Rendah, Pemkot Kediri Gelar Lomba Menu Gemarikan


Walikota Samsul Ashar saat mencicipi olahan masakan ikan
KEDIRI – Masih rendahnya tingkat konsumsi ikan dikalangan masyarakat Kota Kediri sesuai dengan anjuran, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar lomba Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan.

“Di negara Asia, orang makan ikan perkapitanya melebihi kapasitas itu adalah Jepang. Dianjurkan 50 kilogram per kapita per tahun. Indonesia masih 35 kilogram, di Jawa Timur 34 kilogram dan di Kota Kediri baru 20 kilogram. Sedangkan di  Jepang sudah mencapai 80 kilogram per kapita per tahun,” ujar Walikota Kediri Samsul Ashar saat lomba Gemarikan di salah satu Mall di Kota Kediri, Selasa (23/4).

Pak Dokter juga mengajak masyarakatnya untuk melihat dan belajar perkembangan anak-anak di Negara Jepang. Mereka menjadi superior di bidang teknologi dan berbagai bidang ilmu pengetahuan lain karena kebutuhan nutrisi otaknya terpenuhi dengan sempurna, salah satunya karena faktor konsumsi ikan tinggi.

Ikan sebagai sumber protein, karena omega 3 dan omega 6 nya seimbang. Jelas Walikota, komponen-komponen tersebut yang dapat masuk ke sel, kemudian memperbanyak diri. Apabila komponen tersebut masuk ke otak, lalu sel otak menjadi bertambah banyak, maka anak-anak bisa cerdas dan pola pikirannya menjadi luas.

Menurut Pak Dokter, masih rendahnya konsumsi ikan karena kesadaran masyarakat masih rendah. Padahal, kata Walikota, ketersediaan ikan di Kota Kediri cukup melimpah. Bahkan, sejumlah daerah sudah membudidayakan ikan sebagai mata pencaharian masyarakat. Selain itu, harga ikan cukup terjangkau, dibanding harga daging ayam maupun sapi. “Ikan tersedia banyak seperti lele, kutuk, bawal. Di Kelurahan Banaran sudah dikembangkan budidaya ikan. Harga ikan jauh lebih murah, daripada daging sapi,” terang Walikota.

Dalam kegiatan tersebut, diadakan lomba melukis ikan oleh anak-anak sekolah dasar dan kreasi masakan berbahan dasar ikan. Lomba kreasi masakan ikan tersebut diikuti oleh sebanyak 46 kelurahan di Kota Kediri. Walikota bersama pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mencicipi berbagai aneka kreasi masakan yang dilombakan tersebut.

Edarkan Ganja, Residivisi Kasus Pengeroyokan Dibekuk

Tersangka saat diamankan di Mapolres Kediri Kota
KEDIRI -  Asrul (35) dibekuk petugas Satuan Narkoba Polres Kediri Kota. Pasalnya, residivis kasus pengeroyokan itu terbukti menjadi pengedar narkoba jenis ganja.

Asrul diringkus di belakang salah satu hotel di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Dari tangan warga Kelurahan Banjaran itu polisi mengamankan daun ganja kering seberat 2,5 ons, timbangan, tas ransel, 14 bungkus kertas fefer dan sebuah HP. “Itu bukan barang saya (baca: daun ganja), tetapi milik Miko. Barang bukti itu sudah lama disita polisi," bantah Asrul saat berada di Mapolres Kediri Kota, Selasa (23/4).

Miko adalah tersangka kasus kepemilikan narkotika yang sudah diamankan polisi. Asrul mengakui, menjadi pemasoknya. Barang terlarang itu, ia dapat dari seseorang temannya bernama Didik asal Kota Kediri. “Saya beli dari Didik seharga Rp 1,6 juta. Kemudian saya jual ke Miko. Keuntungan yang saya dapat hanya Rp 100 ribu per gramnya,” terang pria yang tangan dan kakinya penuh tatto itu.

Transaksi antara Asrul dan Miko berlangsung via pesan SMS. Itu dilakukan agar tidak terendus polisi. Tetapi akhirnya petugas berhasil membongkar jaringan mereka dan meringkus Miko, warga Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri

Setelah mendengar Miko tertangkap polisi, Asrul langsung kabur. Pria yang pernah dipenjaran selama 10 bulan karena kasus perkelahian itu lari ke wilayah Mojokerto. Selama menjadi buronan, Asrul bekerja sebagai kuli bangunan di sejumlah proyek.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus penyalahgunaan narkoba tersebut. Surono masih mengejar seseorang yang disebut tersangka Asrul sebagai pemasoknya. “Kasus ini masih kita kembangkan. Ada nama-nama yang disebut sebagai pemasok, tetapi masih dalam pengejaran," ujarnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 112 undang-undang Narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Kini tersangka harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (*)

Sunday, April 21, 2013

Manfaat Sarapan Telur

Untuk kepraktisan, seringkali kita menangkupkan selembar roti dengan telur sebagai sarapan. Ini merupakan perpaduan protein dan karbohidrat yang dapat mencukupi kebutuhan tubuh hingga siang. Namun bagaimana dengan Anda yang tidak menyukai atau malah anti telur?

Kandungan telur sebenarnya tidak hanya protein yang dikatakan dapat mengurangi berat badan. Banyak alasan yang akan menjawab mengapa Anda harus mulai memasukkan telur dalam menu diet. 
 
Kesehatan mata
Telur juga mengandung zat besi, asam lemak omega 3, dan lutein yang bersifat menyerap antioksidan dengan baik. Konsumsi telur secara rutin dapat meningkatkan fokus mata dan mencegah katarak. 

Tingkatkan kognisi
Menghidangkan satu butir telur untuk sarapan adalah pilihan tepat. Kandungan kolin di dalamnya berfungsi membantu sistem otak dan meningkatkan koneksi saraf. Kedua manfaat ini akan mempertajam kognisi.  
 
Anti kanker payudara
Khususnya wanita, telur merupakan produk makanan tinggi vitamin D tanpa kalsium, yang wajib dikonsumsi. Vitamin D pada telur lebih mudah diserap tubuh untuk memperkuat tulang dan pencegahan kanker payudara. 

Jantung sehat
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health mengatakan bahwa jika Anda mengkonsumsi telur  secara seimbang, ini akan membantu membuat jantung  tetap sehat. Telur mencegah pembekuan darah yang menyebabkan penyumbatan di bagian pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung menjadi lancar. (umber : vivanew.com)

Wednesday, April 10, 2013

Manfaat dan Khasiat Temulawak

Banyak masyarakat Indonesia yang meninggal oleh penyakit hepatitis A/B/C serta terjangkit penyakit hepar / liver. Bila sdh terjangkit penyakit itu barulah kita kebingungan mencari obat kesana - sini demi kesembuhan. Sebenarnya sangatlah mudah diatasi utk mengantisipasi agar penyakit berbahaya itu masuk ke dalam organ dalam tubuh kita yang sangat vital (hepar/hati), dengan cara mengkonsumsi "temulawak" setiap hari.

Ada berbagai kasiat dari "temulawak" yang sdh diketahui namun bnyk masyarakat saat ini jarang mengetahuinya. Silahkan simak beberapa artikel dibawah ini, semoga bermanfaat :
Kasiat "temulawak" Diantaranya :

a. Sebagai detox alami untuk liver atau hati,
b. Sebagai antiseptik dan antibakteri alami terutama berguna untuk mengobati luka bakar,
c. Karena khasiatnya sebagai anti-peradangan alami, dapat mengatasi gejala peradangan sendi (rematik) & serangan asam urat,
d. Meningkatkan kualitas juga jumlah ASI.
Penawar rasa sakit alami, terutama ketika masa menstruasi pada wanita,
e. Dapat membantu kontrol metabolisme lemak dalam tubuh dan kadar kolesterol,
f. Memperbaiki metabolisme sistem pencernaan tubuh,
g. Meningkatkan vitalitas tubuh,

*. Khasiat temulawak lainnya adalah :
1. sebagai pengencer darah dapat membantu mencegah serangan jantung atau stroke
Kandungan xanthorrhizolnya dapat berfungsi sebagai anti kariogenik yaitu pencegah berkembangnya bakteri perusak gigi,
2. Mengatasi maag, sakit kepala, masuk angin, sembelit juga jerawat di wajah,
3. Minyak atsirinya mampu meningkatkan produksi cairan empedu dan menekan terjadinya pembengkakan dalam jaringan tubuh,
4. Dipercaya sebagai penambah nafsu makan untuk segala usia. (berbagai sumber)

Monday, April 8, 2013

Ribuan Penderita TBC, Dinas Kesehatan Hanya Mampu Deteksi Separonya

KEDIRI - Penderita TBC (tuberkulosin) di Kabupaten Kediri tergolong cukup tinggi. Sesuai data, penderita TBC di Kabupaten Kediri menduduki nomor urut kedua di Jawa Timur, setelah Kabupaten Blitar. Namun demikian, dari sekian banyak penderita TBC yang mencapai 1600-an penderita dalam setahun. Dinas kesehatan Kabupaten kediri, hanya mampu mendeteksi separonya atau sekitar 800an penderita.
 
Kasi pemberatasan penyakit menular langsung (P2ML) Dinkes kabupaten Kediri Nur Munawaroh mengatakan, banyaknya penderita TBC yang tidak terdata oleh dinas kesehatan, karena ada beberapa factor. Diantaranya, masyarakat yang enggan berobat ke puskemas terdekat atau lebih memilih ke rumah sakit swasta. “Ada kemungkinan, mereka berobat ke rumah sakit swasta, makanya tidak bisa kami deteksi,” ujarnya.
 
Untuk itu, pihaknya bekerja sama  dengan lembaga kesehatan Nahdhatul Ulama (LKNU) untuk mendeteksi penderita TBC dimasing-masing kecamatan. “Makanya dengan adanya LKNU ini, bisa membantu kami untuk mendeteksi TBC hingga pelosok desa,” ujarnya.
 
Menurutnya, dengan adanya pengawasan oleh LKNU hingga tingkat kecamatan maupun pelosok desa. Pihaknya berharap, LKNU bisa melakukan pengawasan bagi para penderita TBC teriutama saat menjalani perawatan dengan minum obat secara teratur. Mengingat virus TBC sangat berbahaya, karena mudah tertular. Bagi para penderita TBC, harus menjalani perawatan dengan minum obat selama enam bulan berturut-turut. Bila penderita TBC berhenti minum obat sebelum habis batas waktunya, bisa terjadi multy drug resistance (MDR) atau kekebalan terhadap seluruh jenis obat pembasmi bakteri tuberkolosis. “Jika sudah terjadi MDR, penderita harus dirujuk ke rumah sakit dokter sutomo/ karena tidak bisa diobati di rumah sakit kabupaten kediri,” ujarnya. 
 
Sekretaris LKNU Anggia Ermarini, mengatakan Kediri dipilih sebagai lokasi peluncuran dan pelaksanaan program Cepat LKNU karena memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur. Catatan ini menjadikan Kediri memiliki potensi yang lebih tinggi untuk penyebaran Tuberculosis. “Tuberculosis itu penularannya lebih mudah dibandingkan dengan HIV/Aids, karena hanya dengan berhadap-hadapan seperti ini saja sudah bisa menular. Sehingga daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, kemungkinan Tuberculosis menyebar juga tinggi," kata Anggi setelah acara peluncuran program di salah satu Hotel di Kota Kediri, Senin (8/4).

Catatan yang didapatkan petugas lapangan LKNU menunjukkan, di awal tahun 2013 sudah ditemukan 3 penderita Tuberculosis di Kabupaten Kediri yang meninggal dunia. Sementara penderita yang berstatus DO (Drop Out), yaitu memilih berhenti mengkonsumsi obat sebanyak 1 orang. Penderita kambuh sebanyak 2 orang, dan 3 lainnya masih tercatat menjalani perawatan. “Selain di Kediri, program Cepat LKNU juga akan dijalankan di Blitar," tambah Anggi.
(*)

Saturday, April 6, 2013

Pramono Anung Ikuti Nggowes Bareng PDI Perjuangan Kediri

Pramono Anung (tengah) usai nggowes
Sudah menjadi tradisi nggowes bareng pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Kediri, Jawa Timur tiap hari Minggu pagi, kali ini giliran wakil ketua DPR RI Pramono Anung mengikuti kegiatan nggowes bareng ratusan simpatisan PDI Perjuangan Kota Kediri, Minggu (7/4) pagi.

Dengan menempuh jarak sekitar 15 kilometer, para simpatisan PDI Perjuangan ini, mengenakan seragam merah, dengan nomor punggung 4, yang merupakan nomor urut PDI Perjuangan dalam peserta partai politik.

Ketua DPC PDI Perjuangan Wara S. Renny Pramana mengatakan, kegiatan nggowes ini selalu rutin dilakukan setiap Minggu pagi. Selain menjalin silaturrahmi antar pengurus PDI Perjuangan, juga mensosialisasikan nomor urut 4. “Dengan nggowes, selain tubuh sehat, juga memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Kediri tentang nomor urut PDI Perjuangan dalam pemilu mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Pramono Anung mengatakan, kegiatan nggowes baginya sudah tidak lah asing, mengingat selama ini saat ada waktu luang, dia selalu nggowes. “Hampir setiap seminggu sekali selalu memanfaatkan waktu luang untuk bersepeda,” ujarnya.  

Menurutnya, aktifitas nggowes sangat bermanfaat, terutama untuk menjaga stamina, sekaligus membuang kepenatan rutinitas kerja. Bersepeda bagi Pramono Anung, bukan cuma untuk jaga stamina, namun bisa jadi alat transport bebas polusi, dari rumah ke kantor.

Selain itu, kata wakil ketua DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan ini, kegiatan bersepeda lumayan menjaga kualitas kesehatannya. Disamping itu gowes, jadi cara jitu untuk membuang sumpek karena terus berhadapan dengan rutinitas pekerjaan, “Ya lumayan untuk membuang penat, sekaligus kembalikan energi agar bisa fresh lagi,” ujarnya.

Seperti kegiatan nggowes sebelumnya, DPC PDI Perjuangan selalu menyediakan puluhan doorprize yang dibagikan. Selain itu, juga diberikan hiburan untuk menghilangkan rasa lelah setelah mengayuh sepeda sekitar 2 jam. (arif)

Wednesday, April 3, 2013

Tips Atasi Demam Berdarah


Demam berdarah dangue (DBD) masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia.

Ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti, virus dangue dengan mudah bisa masuk ke dalam tubuh. Namun tak perlu panik, DBD akan sembuh tanpa perlu dirawat. “Sebenarnya, DBD itu bisa sembuh dengan sendiri. Semua penyakit yang diakibatkan oleh virus atau bakteri akan mati dengan sendiri. Kecuali kasus HIV,” jelas dr. Gustan Syahri A. M, Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta.

Lantas, mengapa DBD bisa menyebabkan kematian?

Menurut dr. Gustan, kematian akibat DBD bukan disebabkan oleh virus, tetapi komplikasi virus. Virus DBD terdiri dari 4 serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 (paling ganas) dan DEN-4. “Virus tertentu dapat menyebabkan komplikasi, termasuk virus dangue ini. Misalnya, ketika seseorang terkena DEN-1, maka dirinya masih bisa terkena DEN-2. Bahkan, infeksinya bisa lebih parah dari yang pertama," jelasnya saat ditemui Ghiboo (3/4).

Dari komplikasi ini, kemudian dapat menyebabkan pendarahan menyeluruh dan syok pada penderita. Pada akhirnya, menyebabkan kematian.

"Biasanya penderita akan demam tinggi setelah 4-5 hari digigit nyamuk selama 2-7 hari. Segera ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan darah dan tes laboratorium," tegas dr. Gustan. (sumber : giboo.com)

Protes Fogging Lamban, Warga Swadaya Fogging Sendiri

Petugas saat melakukan fogging di depan SDN Kwadungan
KEDIRI - Sejumlah warga di Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem Kabupaten kediri, Jawa Timur malakukan aksi swadaya fogging untuk memberantas nyamuk demam berdarah, Rabu (3/4).
 
Aksi ini dilakukan oleh warga untuk memprotes pemerintah, karena belum ada tindakan setelah beberapa 6 orang warga terkena penyakit demam berdarah. Selain membawa alat pengasapan, warga yang malakukan aksi ini juga memasang poster yang berisi meminta segera dinas kesehatan dan pemerintah terkait segera melakukan fogging.
 
Abdul Hamid warga setempat mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali melaporkan kepada pemerintah. Namun, dinas kesehatan kabupaten kediri belum juga bertindak mengenai kasus tersebut. “Berkali-kali kami lapor agar segera di fogging, namun tak juga defogging, akhirnya kami inisiatid sendiri dengan urunan semua warga agar difoging,” ujarnya.

Menanggapi aksi itu, Kabag Humas Pemkab Kediri Edi Purwanto mengatakan, pihaknya berjanji akan meninjau lokasi desa kwandungan, untuk menjadwalkan penyemprotan. “Nanti akan kami perintahkan petugas Dinas Kesehatan untuk segera melakukan fogging,” ujarnya.
 
Sementara itu, dari 6 warga yang dirawat, 3 diantaranya berstatus pelajar dibawah umur. Selain itu, akibat lain terkait lambanya penanganan Dinas kesehatan setempat, warga secara swadaya terpaksa harus patungan merogoh menggunakan uang  pribadi Rp 10 ribu per kepala keluarga, digunakan untuk membeli obat seharga 350 ribu.

Tuesday, April 2, 2013

Enam Anggota DPRD tak Ikut Tes Urin



KEDIRI - Sebanyak enam dari total 50 anggota DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur tidak mengikuti tes urine yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat, Senin (2/4) pagi.

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP  Abi Sutomo mengatakan, tes itu dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkotika yang sudah merambah semua kalangan baik pelajar, pejabat pemerintah, sampai kalangan DPRD. “Bagi anggota DPRD yang belum melakukan tes urin nanti pihaknya kembali melakukan pemanggilan dan memberikan kesempatan untuk melakukan tes urin,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Erjik Bintoro mengatakan sudah memastikan data anggota DPRD yang tidak mengikuti tes itu, dan meminta, agar mereka dihubungi dan mengikuti tes dilain waktu. “Kita akan panggil mereka kembali agar mengikuti tes urin di BNN,” ujarnya



Masih kata Erjik, tes itu adalah bentuk komitmen dari anggota DPRD bahwa mereka juga tidak takut mengikuti tes.  Jika terdapat anggota DPRD yang diketahui positif terjerat narkotika, ia menyerahkan sepenuhnya pada BNN untuk proses selanjutnya. “Kalau memang ada yang positif, kita serahkan ke BNN untuk tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, hasil tes urine anggota DPRD Kabupaten Kediri itu ternyata terdapat satu urine yang hasilnya meragukan. Pihak tim medis juga berencana melakukan tes ulang lagi pada anggota DPRD yang urinenya meragukan, agar diketahui hasil pastinya. (*)

Monday, April 1, 2013

Tips Sehat Bersama dr. Samsul Ashar, Sp.PD

Jalan kaki selama 30 menit 2-3 kali per minggu, dapat mengurangi gejala dpresi.

Monday, March 25, 2013

Tips Sehat Bersama dr. Samsul Ashar, Sp.PD

dr. Samsul Ashar, Sp.PD
Mengkonsumsi makanan kurang serat akan menyebabkan konstipasi atau susah BAB. Solusi paling mudah adalah perbanyak minum air putih hangat menjelang tidur malam dan pagi setelah bangun tidur. Setelah BAB lancar, imbangi makanan anda dengan sayur dan buah untuk menghindar konstipasi lagi.

Sunday, March 24, 2013

Tips Sehat Bersama dr. Samsul Ashar


Mencuci tangan dengan memkai sabun akan mencegah timbulnya berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh kuman. Seperti tenggorokan, saluran pernafasan, disentri, diare, iritasi kulit, mata merah, tipus, dan lain-lain.

Thursday, March 21, 2013

Deteksi Narkoba, Puluhan Jurnalis Kediri Jalani Tes Urine


KEDIRI - Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri melakukan tes urine di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri, Jumat (22/3).

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Abi Sutomo mengatakan, semua kalangan patut diwaspadai sebagai pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), tak terkecuali profesi wartawan. "Apalagi wartawan kan mempunyai jaringan dan koneksi dimana-mana, makanya hari ini kita tes urine kepada mereka," jelasnya.

Meskipun dalam tes nantinya, ada yang positif, dikatakan Abi, akan dijaga kerahasiaannya, dan tidak mungkin bisa dijerat dengan hukum. "Hasil tes tidak bisa digunakan untuk menjerat seseorang dalam proses hukum. Jadi, masyarakat tidak perlu takut tes urine," jelasnya.

Ketua AJI Kediri Yusuf Saputra mengatakan, saat ini jurnalis yang selalu mengkritik seseorang melalui tulisan, namun juga siap dikritik. "Saat ini eranya sudah berubah, dan wartawan siap dikritik. Apalagi jika di tes urin, kami siap," ujarnya.

Selain dihadiri ketua AJI Kediri, dalam agenda advokasi implementasi inpres No 12 Tahun 2011 tentang kebijakan strategi nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Bagi Swasta / Masyarakat (P4GN) PWI dan AJI juga dihadiri Kasat Narkoba Polres Kediri AKP Siswanto dan juga Ketua PWI Kediri Imam Subawi serta wakil ketua PWI Kediri Zaenal Arifin. (*)

Masuk Populasi Kunci, Puluhan Tukang Becak Jalani VCT


KEDIRI - Guna mendeteksi peredaran HIV/Aids di kalangan tukang becak dan juga pegawai stasiun Kediri, Jawa Timur, serta warga setempat, Komisi Perlindungan Aids Daerah (KPAD) melakukan pengambilan sample darah kepada sekitar 50 tukang becak, Kamis (21/3).

Sekretaris KPAD Kota Kediri Heri Nurdianto mengatakan, saat ini tren peredaran HIV/Aids menyebar pada kaum laki-laki. “Saat ini tren penyebaran HIV/Aids pada laki-laki resiko tinggi,” ujarnya.

Tes VCT ini dilakukan KPAD bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri, satu per satu para abang becak ini diambil darahnya untuk dicek ada tidaknya virus HIV/Aids atau penyakit kelamin lainnya.

Selain menjalani tes urin, para tukang becak juga diberi pembelajaran tentang seputar penyebaran HIV/Aids dan beberapa resiko yang rawan tertular.

Untuk itu, Heri Nurdianto meminta agar tidak tertular HIV/Aids agar setia pada istri. Karena salah satu resiko tinggi tertular HIV/Aids karena berhubungan seks yang berganti-ganti. “Kalau hanya kencing di toilet itu, tidak akan tertular HIV/Aids,” pungkasnya.

Bila dalam test VCT nantinya ditemukan ada yang positif maka pihak KPAD akan memberikan konseling, pendampingan serta dijaga kerahasiannya Untuk diketahui, jumlah komulatif penderita HIV/ Aids di Kota Kediri hingga akhir tahun 2013 mencapai 241 orang, 29 diantaranya meninggal dunia.

Sunday, March 3, 2013

Pejabat Masih Status Plt, Warga Kesulitan Perpanjang Jamkesmas


KEDIRI - Sejumlah masyarakat miskin yang tinggal di Kota Kediri, Jawa TImur kesulitan memperpanjang kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Padahal, kartu berobat gratis itu sangat mereka perlukan secara mendesak.

Banyak warga miskin yang gagal memperpanjang. Akhirnya mereka harus menghutang kesana-kemari untuk biaya berobat ke rumah sakit. Mereka berharap pemerintah mempermudah proses perpanjangan kartu Jamkesmas.

Walikota Kediri Samsul Ashar memaklumi kesulitan yang dialami warganya. Sebab, proses perpanjangan kartu Jamkesmas terkendala jabatan Kepala Dinas Kesehatan yang baru yaitu, dr Fauzan Adhima.

Mantan dokter kesehatan Persik Kediri itu masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Sehingga tidak memiliki kewenangan untuk mengesahkan. “Memang waktu ini masih Plt (Kepala Dinas Kesehatan, red), tidak ada kewenangan itu. Maka akan kita limpahkan ke asisten. Sudah kita buatkan SK-nya,” ujar Walikota Samsul Ashar, Senin (4/3).

Masih kata walikota dari kalangan medis itu, dr Fauzan Adhima masih berstatus Plt, karena golongan kepegawaiannya belum mencukupi. Sehingga belum bisa didefinitifkan. Walikota sudah memerintahkan asisten satu bidang pemerintahan untuk menyelesaikan persoalan itu.

Kendati demikian, Walikota Samsul Ashar menjamin, seluruh masyarakat miskin Kota Kediri tercover kartu jaminan kesehatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kini telah mengeluarkan sebanyak 40.000 kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), tujuannya untuk menanggulangi masyarakat miskin yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas

Kartu Jamkesmas bisa dimanfaatkan untuk berobat ke tiga rumah sakit yaitu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Kusta. Sedangkan Kartu Jamkesda hanya untuk dua rumah sakit yaitu, RSUD Gambiran dan RS Bhayangkara.

Tuesday, February 19, 2013

Puluhan Ribu Warga Miskin Belum kantongi Kartu Jamkesmas


KEDIRI – Sedikinya terdapat 30 ribu warga miskin di Kabupaten Kediri, Jawa Timur belum mendapatkan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Pasalnya, kartu jaminan kesehatan bagi warga miskin ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menyebutkan, jumlah warga miskin yang mendapatkan jatah kartu jamkesmas sebanyak kurang lebih 564.476 jiwa pada tahun 2013 ini. jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 12 persen jika disbanding dengan tahun 2012 lalu yang jumlahnya hanya 519.939 jiwa. Dari jumlah ini, mereka yang sudah mendapatkan kartu Jamkems hanya sekitar 480 ribu jiwa.

Sehingga jika dihitung mereka yang belum mendapatkan kartu tersebut sekitar 30 ribu jiwa lebih. Namun dari kekurangan tersebut, pihak Dinkes Kabupaten Kediri menyatakan tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, penentuan jatah kuoa hingga pemberian kartu Jamkesmas ini semuanya ditentukan dan di cetak oleh pemerintah pusat. Nammun menurut Budi untuk pemenuhan kekurangan kartu dari daftar jetah penerima hamkesmas itu, pemerintah pusat akan memenuhinya secara bertahap. "Untuk jamkesmas semuanya ditentukan oleh pemerintah pusat, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk ppemberian kartu Jamkesmas, semuanya ditentukan oleh pemerintah pusat,” ujar Budi Santoso, Koordinator Jaminan Pemeliharaan Kesejahteraan Masyarakat (JPKM) Dinkes Kabupaten Kediri. Selasa, (19/2)

Menurut budi kartu itu akan didistribusikan oleh Dinkes melalui petugas kesehatan ditingkat desa yang bekerjsama dengan peangkat desa setempat. Menurut Budi mekanisme yang akan dilakukan dalam pendistribusian kartu Jamkesmas ini adalah peugas kesehatan di desa, yakni Bidan Desa akan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Dari jumlah penduduk yang sudah terdaftar menerima kartu Jamkesmas akan diumumkan melalui desa, yang selanjutnya dapat mengambil kartu Jamkesmas melalui bidan desa tersebut. "Disitu sudah tercantum by name dan by address, sehingga setelah diumumkan, kartu jamkesmas tersebut dapat langsung diambil melalui bidan desa setempat," imbuhnya.

Berkait dengan jumlah anggaran Jamkesmas yang akan dikucurkan tahun ini, Budi mengatakan pihak Dinkes Kabupaten Kediri belum mengetahui secara pasti. Hall tersebut menurut Budi lagi-lagi semua akan ditentukan oleh pemerintah pusat. "Untuk tahun ini besarnya berapa kita belum tahu. Jika berdasarkan pengalaman ditahun 2012 lalu kita mendapatkan anggaan sebesar 9,8 milyar rupiah. Dari anggaran tersebut kita mampu menyerap sekitar 9 milyar dan sisanya kembali ke kas Negara," tutur Budi.

Saat dikonfirmasi berkaitan banyaknya jumlah warga mampu yang juga endapatkan jatah Jamkesmas, Budi lagi-lagi beralibi semua ditentukan oleh pemerintah pusat. Namun menurutnya, biarpun terdapat kekeliruan sasaran pada daftar penerima Jamkesmas, menurut Budi Kartu tersebut hanya dapat digunakan berobat pada puskesmas ataupun rumah sakit dengan perawatan di kamar kelas 3. Sehingga jika ada warga mampu yang mendapat jatah jamkesmas, warga yang bersangkutan juga harus menggunakan fasilitas tersebut kalau ingin menggunakan jatah kartu jamkesmasnya. "Memang terdapat banyak kekeliruan. Tapi kita tidak bisa bernbuat apa-apa terhadap kekeliruan tersebut, karena semua ditentukan dari pusat. Namun jatah kartu jamksemas hanya bisa digunakan dipuskesmas ataaupun rumah sakit dengan perawatan di kamar kelas 3. Saya yakin warga mampu tidak mau dirawat di kelas 3. Kalau mereka mau dirawat di vip kartu itu tidak dapat berlaku," pungkasnya. (**)