KEDIRI – Puluhan hektar lahan hutan lindung di lereng Gunung Wilis, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terbakar. Titik api mulai terlihat sejak Kamis (22/9) malam. Bahkan Hingga Jumat (23/9) titik api makin bertambah dan terus melebar.
Pihak Perhutani hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan terkuat penyebab kebakaan tersebut adalah faktor kekeringan yang saat ini tengah melanda kawasan hutan tersebut, sedangkan kerugian materi akibat kebakaran itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Mengingat dalam kawasan hutan lindung tersebut terdapat ribuan pohon pinus yang mudah terbakar. Angin yang bertiup kencang semakin memperparah dan semakin memperluas area hutan lindung yang terbakar tersebut. Semula titik api hanya terlihat satu titik, namun kemudian dengan cepat merembet dan meluas.
Wakil Kepala Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri Erik Alberto mengatakan, hingga kini, pihaknya belum bisa menaksir jumlah area hutan yang terbakar. “Kami masih mengirimkan petugas untuk meninjau lokasi hutan lindung yang terbakar,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi hutan yang terbakar itu adalah kawasan hutan lindung. Selain beragam tanaman di hutan lindung, ada sejumlah tanaman pinus yang juga ikut terbakar. Namun, ia mengaku belum mengetahui dengan pasti luas lahan yang terbakar.
Saat ini, petugas masih terjun ke lapangan, untuk mengetahui kondisi kebakaran hutan dengan pasti. “Kami tidak mungkin menerjunkan petugas pada malam hari, mengingat angin bertiup kencang dari arah gunung menuju lembah, dan itu sangat berbahaya. Kami baru menerjunkan petugas Jum’at (24/9) pagi, karena angin bertiup dari lembah ke gunung, jadi cukup aman,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kebakaran hutan di wilayah KPH Kediri sudah mulai terjadi sejak Juli lalu, yang hanya berselang 3 bulan dari kebakaran Kamis malam kemarin. Dari peristiwa tersebut, terhitung sudah sekitar 90 hektare lahan Perhutani Kediri yang hangus terbakar.
Friday, September 23, 2011
Kentang Ungu Turunkan Tekanan Darah
Kentang selama ini selalu mendapat reputasi buruk, terutama karena makanan berbahan kentang yang terkenal adalah kentang goreng atau keripik kentang yang tinggi kalori. Padahal, jika diolah dengan benar, maka kentang bisa menyehatkan jantung.
Dalam sebuah penelitian berskala kecil, terbukti bahwa kentang (Solanum tuberosum L) bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga berat badan. Efek kentang tersebut diklaim hampir sama seperti jika kita mengonsumsi oatmeal.
Joe Vinson, seorang profesor kimia di University of Scranton, Pennsylvania, menganalisis 18 pasien yang mengonsumsi enam hingga delapan kentang ungu kecil sebanyak dua kali sehari selama satu bulan. Hasil analisis menunjukkan, tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing turun sebesar 3,5 dan 4,3 persen.
Kentang ungu yang dimakan para partisipan studi itu dimasak dengan microwave agar nutrisi penting dalam kentang tidak rusak. Kentang seukuran bola golf itu juga dan tidak diberi topping seperti keju atau krim agar tidak ada tambahan kalori.
Vinson menyebutkan, kentang ungu merupakan salah satu jenis kentang yang memiliki antioksidan paling tinggi. Meski begitu, pada dasarnya kentang yang berkulit merah dan putih juga memiliki antioksidan.
Lona Sandon, juru bicara American Dietetic Association, mengatakan bahwa kentang merupakan bahan pangan yang kaya akan kalium, yang dikenal mampu membantu mengontrol tekanan darah.
"Kentang merupakan makanan pokok yang sehat karena rendah lemak, relatif rendah kalori, dan sarat akan nutrisi, terutama pada bagian kulit," kata Sandon, yang juga seorang asisten profesor gizi di University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas. (KOMPAS.com)
Menilik Kondisi Payudara di Tiap Usia
Payudara wanita adalah salah satu struktur tubuh yang rumit dan luar biasa. Payudara wanita mulai tumbuh pada masa puber dan terus berubah seiring dengan fluktuasi hormonnya. Biasanya payudara mulai kendur pada akhir usia 40-an. Seperti apa kondisi payudara payudara dalam setiap tahapan usia?
Usia 20-an
Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup, payudaranya akan berkembang pesat, membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelenjar, saluran, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan saraf. Secara bersamaan, payudara juga mengembangkan sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara.
Payudara juga lebih cepat terpengaruh gaya gravitasi. Untuk mencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga "aset" Anda ini dengan sempurna.
Usia 30-an
Selama kehamilan, payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setengah kilogram. Peregangan kulit di sekitar payudara akibat kenaikan berat badan juga bisa mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur, terutama setelah persalinan.
Lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan. Jika ibu atau saudari Anda memiliki riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.
Usia 40-an
Walaupun Anda belum pernah hamil dan melahirkan, di usia ini kelenjar penghasil susu (lobule) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur. Penurunan berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak pada payudara menyusut. Push up bra bisa menyiasati hal tersebut. Mamografi disarankan setahun sekali.
Usia 50-an
Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasanya terjadi selama siklus haid tidak terjadi lagi. Namun, risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan setelah menopause. (KOMPAS.com)
Usia 20-an
Pada masa pubertas ketika tubuh seorang gadis remaja pertama menghasilkan estrogen dalam jumlah cukup, payudaranya akan berkembang pesat, membentuk dua kerangka jaringan ikat serta sistem kelenjar, saluran, pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan saraf. Secara bersamaan, payudara juga mengembangkan sel-sel lemak yang membentuk gumpalan kelenjar payudara.
Payudara juga lebih cepat terpengaruh gaya gravitasi. Untuk mencegahnya, kenakan bra yang mampu menyangga "aset" Anda ini dengan sempurna.
Usia 30-an
Selama kehamilan, payudara secara bertahap akan membesar. Boleh jadi bobot kedua payudara akan bertambah sebanyak setengah kilogram. Peregangan kulit di sekitar payudara akibat kenaikan berat badan juga bisa mengganggu produksi kolagen sehingga membuat kulit di sekitar payudara menjadi kendur, terutama setelah persalinan.
Lakukan pemeriksaan payudara sendiri sekali setiap bulan. Jika ibu atau saudari Anda memiliki riwayat kanker, lakukan mamografi di usia 35 tahun.
Usia 40-an
Walaupun Anda belum pernah hamil dan melahirkan, di usia ini kelenjar penghasil susu (lobule) akan mengecil sehingga payudara terlihat kendur. Penurunan berat badan yang drastis juga bisa membuat payudara terlihat kendur akibat lapisan lemak pada payudara menyusut. Push up bra bisa menyiasati hal tersebut. Mamografi disarankan setahun sekali.
Usia 50-an
Pada saat menopause, perubahan pada payudara yang biasanya terjadi selama siklus haid tidak terjadi lagi. Namun, risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeriksaan payudara menjadi lebih penting lagi dilakukan setelah menopause. (KOMPAS.com)
Hobi Makan Lemak Saat Hamil, Bayi akan Gemuk dengan Hati Kecil
Jakarta - Ibu hamil sebaiknya menjaga asupan makanannya selama masa kehamilan sebab nutrisi yang dikonsumsi selama kehamilan berpengaruh terhadap kondisi anak yang dilahirkan. Ibu hamil yang banyak makan lemak sebelum dan selama kehamilan akan melahirkan bayi yang gemuk dan memiliki hati yang kecil.
Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapat asupan gizi terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam rahim akan mengalami perubahan yang mendalam dan permanen dalam perkembangannya.
Perubahan tersebut meliputi perubahan struktur otak, hati dan pankreas. Kesemuanya meningkatkan kerentanan terhadap risiko berbagai penyakit di kemudian hari, termasuk obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) melansir hampir separuh perempuan usia subur di Amerika memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk menginformasikan perempuan dan penyedia layanan kesehatan mengenai bahaya ibu yang makan terlalu banyak terhadap perkembangan kesehatan dan risiko penyakit kronis anak mereka di masa depan.
"Salah satu temuan kunci di sini adalah bahwa keturunan yang dilahirkan mengalami pergeseran komposisi tubuhnya, yaitu jauh dari massa tubuh ramping dan lebih cenderung ke massa tubuh gemuk, bahkan sebelum anak mendapat asupan gizi dari makanannya sendiri," kata peneliti Stephanie M. Krasnow, PhD, ilmuwan di Pape Pediatric Research Institute di Rumah Sakit Anak Doernbecher OHSU seperti dikutip Eurekalert, Selasa (20/9/2011).
Krasnow dan rekan-rekannya di Daniel Marks Lab menggunakan tikus untuk meneliti konsumsi makanan kaya lemak selama kehamilan dan pengaruhnya pada bayi yang baru lahir. Tikus betina diberi makan makanan rendah lemak maupun kaya lemak selama enam bulan.
Tikus yang makan makanan tinggi lemak, berat badannya naik dan memiliki jumlah lemak lebih tinggi daripada yang mengonsumsi makanan rendah lemak. Ketika melahirkan, tikus dengan konsumsi tinggi lemak melahirkan bayi tikus yang tubuhnya mengandung banyak lemak, kurang ramping dan livernya lebih kecil daripada bayi tikus yang dilahirkan tikus dengan konsumsi makanan rendah lemak. (detik.com)
Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapat asupan gizi terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam rahim akan mengalami perubahan yang mendalam dan permanen dalam perkembangannya.
Perubahan tersebut meliputi perubahan struktur otak, hati dan pankreas. Kesemuanya meningkatkan kerentanan terhadap risiko berbagai penyakit di kemudian hari, termasuk obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) melansir hampir separuh perempuan usia subur di Amerika memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.
Oleh sebab itu, ada kebutuhan mendesak untuk menginformasikan perempuan dan penyedia layanan kesehatan mengenai bahaya ibu yang makan terlalu banyak terhadap perkembangan kesehatan dan risiko penyakit kronis anak mereka di masa depan.
"Salah satu temuan kunci di sini adalah bahwa keturunan yang dilahirkan mengalami pergeseran komposisi tubuhnya, yaitu jauh dari massa tubuh ramping dan lebih cenderung ke massa tubuh gemuk, bahkan sebelum anak mendapat asupan gizi dari makanannya sendiri," kata peneliti Stephanie M. Krasnow, PhD, ilmuwan di Pape Pediatric Research Institute di Rumah Sakit Anak Doernbecher OHSU seperti dikutip Eurekalert, Selasa (20/9/2011).
Krasnow dan rekan-rekannya di Daniel Marks Lab menggunakan tikus untuk meneliti konsumsi makanan kaya lemak selama kehamilan dan pengaruhnya pada bayi yang baru lahir. Tikus betina diberi makan makanan rendah lemak maupun kaya lemak selama enam bulan.
Tikus yang makan makanan tinggi lemak, berat badannya naik dan memiliki jumlah lemak lebih tinggi daripada yang mengonsumsi makanan rendah lemak. Ketika melahirkan, tikus dengan konsumsi tinggi lemak melahirkan bayi tikus yang tubuhnya mengandung banyak lemak, kurang ramping dan livernya lebih kecil daripada bayi tikus yang dilahirkan tikus dengan konsumsi makanan rendah lemak. (detik.com)
Wednesday, June 8, 2011
Perkuliahan Perdana UB Kediri Tanpa Persetujuan DPRD
KEDIRI – Rencana perkuliahan perdana Universitas Brawijaya (UB) Kediri, Jawa Timur membuat kalangan DPRD Kota Kediri bereaksi. Pasalnya, selama ini para wakil rakyat ini tidak pernah dilibatkan dalam pembukaan kuliah perdana kampus yang bermarkas di Malang ini.
“Seharusnya, segala sesuatu yang masuk di Kota Kediri, seperti UB ini tetap harus diketahui DPRD,” kata anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Reza Darmawan.
Menurutnya, selama ini DPRD terkesan tidak dilibatkan dalam proses pembukaan UB di Kediri. Pasahal, berdasarkan aturan, segala kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta harus diketahui dan mendapatkan persetujuan DPRD. “Lembaga legislatif ini ada sebagai lembaga kontrol, salah jika ada kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta tidak melibatkan DPRD,” ujarnya.
Pria yang juga sekretaris Komisi C ini juga sangat menyayangkan dengan sikap Pemkot dengan langsung menyodorkan draf kerjasama antara UB dan Pemkot Kediri. “Harusnya, dalam penyusunannya draf maupun kerjasama tersebut juga melibatkan DPRD, jangan langsung menyodorkan draf MoU untuk kita setujui,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa Muzer Zaidib, menurutnya, UB maupun Pemkot terlalu percaya diri dengan telah menunjuk lokasi di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Pansus-nya saja belum mulai, kok tiba-tiba sudah ramai, jika UB akan di Mrican,” ujarnya.
Dalam pansus nanti, menurut Muzer, belum tentu kampus UB di Mrican, masih ada kemungkinan berpindah tempat. “Menurut saya, kampus UB mau ditempatkan dimana itu, tergantung dari pansus nanti, apalah di Mrican atau tempat lain,” ujarnya.
Ketua DPRD Wara S. Renny Pramana mengatakan, untuk pansus UB nanti, diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu singkat. Pasalnya, untuk agenda pansus juga akan mendatangkan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Kediri. “Semua akan kami mintai pendapat, dari hasil masukan-masukan itulah, kami bisa mengambil sikap,” ujarnya.
Namun demikian, Renny juga sangat mendukung sekali dengan keberadaan UB Kediri, karena secara otomatis akan mengangkat nama Kota Kediri. Namun demikian, segala proses tetap harus dilalui, apalagi kampusnya nanti akan menempati lahan milik Pemkot dengan sistem jula beli berdasarkan harga Nilai jual objek pajak (NJOP). “Jika didasarkan pada NJOP itu nilainya sangat kecil, kami khawatir, setelah aset dijual, hasilnya tidak jelas dan asetnya melayang, maka dari itu, dalam hal ini, kita juga harus berhati-hati,” ujarnya.
Untuk agenda pembahasan UB dalam panitia khusus (pansus), dijelaskan Renny baru akan dilaksanakan pada 17 Juni nanti. Pansus dilakukan, salah satunya, mengingat UB akan berdiri diatas tanah milik Pemkot Kediri.
Saat disinggung rencana pembukaan kuliah perdana UB Kediri, Renny mengaku juga belum mengetahuinya, karena tidak pernah ada koordinasi, apalagi meminta persetujuan. “Saya mengetahui malah dari surat kabar,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, meski masih menjadi polemik, UB Kediri sudah memulai pendaftaran untuk kuliah perdana, dengan menyediakan sembilan program study (Prodi). Prof Harijono selaku ketua tim persiapan pembukaa kampus UB Kediri mengatakan, untuk pendaftarannya, dilakukan secara manual. “Formulir bisa diambil di SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Pare, SMAN 2 Jombang dan SMAN 1 Madiun,” jelasnya.
“Seharusnya, segala sesuatu yang masuk di Kota Kediri, seperti UB ini tetap harus diketahui DPRD,” kata anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Reza Darmawan.
Menurutnya, selama ini DPRD terkesan tidak dilibatkan dalam proses pembukaan UB di Kediri. Pasahal, berdasarkan aturan, segala kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta harus diketahui dan mendapatkan persetujuan DPRD. “Lembaga legislatif ini ada sebagai lembaga kontrol, salah jika ada kerjasama antara Pemkot dengan pihak swasta tidak melibatkan DPRD,” ujarnya.
Pria yang juga sekretaris Komisi C ini juga sangat menyayangkan dengan sikap Pemkot dengan langsung menyodorkan draf kerjasama antara UB dan Pemkot Kediri. “Harusnya, dalam penyusunannya draf maupun kerjasama tersebut juga melibatkan DPRD, jangan langsung menyodorkan draf MoU untuk kita setujui,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua fraksi Kebangkitan Bangsa Muzer Zaidib, menurutnya, UB maupun Pemkot terlalu percaya diri dengan telah menunjuk lokasi di Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Pansus-nya saja belum mulai, kok tiba-tiba sudah ramai, jika UB akan di Mrican,” ujarnya.
Dalam pansus nanti, menurut Muzer, belum tentu kampus UB di Mrican, masih ada kemungkinan berpindah tempat. “Menurut saya, kampus UB mau ditempatkan dimana itu, tergantung dari pansus nanti, apalah di Mrican atau tempat lain,” ujarnya.
Ketua DPRD Wara S. Renny Pramana mengatakan, untuk pansus UB nanti, diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu singkat. Pasalnya, untuk agenda pansus juga akan mendatangkan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Kediri. “Semua akan kami mintai pendapat, dari hasil masukan-masukan itulah, kami bisa mengambil sikap,” ujarnya.
Namun demikian, Renny juga sangat mendukung sekali dengan keberadaan UB Kediri, karena secara otomatis akan mengangkat nama Kota Kediri. Namun demikian, segala proses tetap harus dilalui, apalagi kampusnya nanti akan menempati lahan milik Pemkot dengan sistem jula beli berdasarkan harga Nilai jual objek pajak (NJOP). “Jika didasarkan pada NJOP itu nilainya sangat kecil, kami khawatir, setelah aset dijual, hasilnya tidak jelas dan asetnya melayang, maka dari itu, dalam hal ini, kita juga harus berhati-hati,” ujarnya.
Untuk agenda pembahasan UB dalam panitia khusus (pansus), dijelaskan Renny baru akan dilaksanakan pada 17 Juni nanti. Pansus dilakukan, salah satunya, mengingat UB akan berdiri diatas tanah milik Pemkot Kediri.
Saat disinggung rencana pembukaan kuliah perdana UB Kediri, Renny mengaku juga belum mengetahuinya, karena tidak pernah ada koordinasi, apalagi meminta persetujuan. “Saya mengetahui malah dari surat kabar,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, meski masih menjadi polemik, UB Kediri sudah memulai pendaftaran untuk kuliah perdana, dengan menyediakan sembilan program study (Prodi). Prof Harijono selaku ketua tim persiapan pembukaa kampus UB Kediri mengatakan, untuk pendaftarannya, dilakukan secara manual. “Formulir bisa diambil di SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Pare, SMAN 2 Jombang dan SMAN 1 Madiun,” jelasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
