Sunday, April 4, 2010
Anugrah Prapanca 2010
Surabaya, 25/3 (Antara/FINROLL News) - Wartawan portal beritajatim.com, Oryza Ardyansyah, berhasil meraih Piala Prapanca 2010 setelah menyisihkan belasan jurnalis lainnya.
Piala Prapanca untuk kategori tulisan terbaik itu diserahkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam resepsi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun ke-64 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surabaya, Kamis malam.
Tulisan Oryza berjudul "Hikayat Bank Jatim" itu menyisihkan sejumlah tulisan lainnya. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada lima wartawan lainnya karena berhasil menjadi nominator di ajang itu.
Kelima wartawan tersebut adalah M. Irfan Ilmie dari LKBN ANTARA dengan judul tulisan "Aksi Maut Pemburu Teripang", Arif Kurniawan (Surabaya Post/"Sebuah Semangka Berdaun Penjara"), Edy M. Yakub (LKBN ANTARA/"Lulut Sri Yuliani Mengabdi pada Batik Mangrove"), Achmad Supardi (Surabaya Post/"Melongok Etnis Madura Hindu"), dan Dzurriah Nisa (kabarbisnis.com/"Nasib Peternak Sapi Perah Tak Selezat Susu").
Untuk kategori karya foto jurnalistik, Piala Prapanca diraih fotografer Surabaya Post, Suswantoro, dengan judul "Nasib Pengadil yang Tidak Adil".
Sedangkan lima pewarta foto lainnya mendapatkan penghargaan sebagai nominator, yakni Erik Ireng dari LKBN ANTARA dengan foto berjudul "Cepat Sembuh, Nak", Trisnadi (Duta Masyarakat/"Selamat Jalan, Gus" dan "Keluar Arena"), Beki Subeki (Jawa Pos/"Aksi ala Nasabah Century"), dan Dite Surendra (Jawa Pos/"Sama-sama Dagang").
Dalam acara itu, PWI Jatim juga memberikan penghargaan di bidang ekonomi kepada Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto, Dirut PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrif, dan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Machmud Mattalitti.
Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Ma`arif (bidang sosial), Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (bidang pariwisata), dan Wakil Direktur Jawa Pos Azrul Ananda (bidang kreatif).
Panitia HPN Jatim, Rusdi Amral, juga memberikan penghargaan kepada para anumerta jurnalistik, yakni Peck Diyono (tokoh pers), Yunani Prawira Negara (mantan Pemred Surabaya Post), Agil H. Ali (mantan Pemred Memorandum), dan Trimarjono (mantan Wakil Gubernur Jatim sekaligus pendiri Harian Karya Dharma).
Penghargaan itu diberikan Ketua Panitia HPN Jatim, Rusdi Amral yang juga Pemred Harian Surya kepada istri dan keluarga para anumerta pers tersebut.
Acara resepsi HPN juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada atlet dan pelatih terbaik hasil survei PWI Jatim, yakni Popo Aryo (balap sepeda), Novia Nuraini (panahan), Gunawan (wushu), dan Denny Tristiyanto (pelatih renang), serta tim bola voli indoor putra Jatim.
Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jatim juga memberikan penghargaan kepada Soekarno Marsaid (Ketua Harian KONI Jatim), Peni Suparto (Ketua Umum Persema Malang), Bambang Dwi Hartono (Wali Kota Surabaya), Saleh Ismail Mukadar (Ketua Umum Persebaya), Ketut Jaya (tokoh golf), Pengcab PSSI Bangkalan, KONI Kota Surabaya, PT Pertamina, PT Petrokimia Gresik, dan PT Semen Gresik.
Penghargaan atas dedikasinya terhadap olahraga sepanjang massa juga diberikan Siwo PWI Jatim kepada pendiri Arema Malang, Lucky Acub Zainal.
Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Soekarwo menyampaikan terima kasih kepada insan pers di Jatim yang telah menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sehingga situasi dan kondisi di daerah itu sangat kondusif.
"Terima kasih wartawan, terima kasih PWI Jatim, dan terima kasih atas kedewasaan berpikir sehingga membuat situasi di Jatim sangat kondusif," katanya.
Saturday, March 27, 2010
Sebuah Semangka Berdaun Penjara
SURABAYA POST -- Basar Suyanto (36) dan Kholil (51) tak menyangka, sebuah semangka yang diambilnya di kebun tetangga untuk menghilangkan haus ternyata mengantarkannya ke penjara.
Basar dan Kholil kini merenungi nasib di tahanan. Buruh tani dari Dusun Wonosari, Kelurahan Bujel, Kec. Mojoroto, Kota Kediri itu sudah dua setengah bulan ini hidupnya berpindah-pindah sel bui.
Pertama kali mereka ditahan di penjara Polsek Mojoroto selama tiga hari. Kemudian meringkuk di sel Mapolresta Kediri selama sebulan, terus dipindah menjadi tahanan jaksa di LP Kediri hingga kini.
Gara-garanya sepele, mereka mengambil sebuah semangka di ladang Darwati di Desa Ngampel karena kehausan setelah bersepeda keliling desa untuk silaturahim Lebaran.
Keduanya berharap sidang kedua yang digelar Selasa (1/12) ini bisa mengabulkan permintaan penangguhan tahanan dan sidang cepat selesai sehingga masalah sepele ini tidak membelit hidupnya dan keluarganya.
Ditemui di LP Kediri kemarin sore, Basar dan Kholil sangat gembira ada yang membezuknya. Saat bercerita kasusnya ini, keduanya masih bisa membayangkan peristiwa yang menyeretnya ke persidangan.
Basar bercerita, kejadian itu pas Hari Raya Idul Fitri, September lalu. Dia bersama Kholil, tetangganya, pergi ke rumah sanak saudaranya di desa tetangga naik sepeda. Dalam perjalanan pulang, udara panas membuat mereka berteduh istirahat sebentar di makam Kelurahan Bujel.
Di depan makam, terhampar ladang semangka yang buahnya bertebaran merona. Ladang itu milik Darwati, juragan semangka dimana dia pernah bekerja menjadi buruh tani di situ. Semangka yang terasa segar di tengah panas terik matahari itu menodorngnya memetik sebuah untuk menghilangkan haus usai bersepeda jauh.
”Demi Allah saya tidak ada niatan mencuri, karena kami haus, terus mengambil semangka itu,” kata Basar mengingat-ingat peristiwa memalukan itu.
Dalam pikiran Basar yang pernah bekerja menjaga ladang semangka itu, biasanya mengambil satu semangka pasti dibolehkan, asal dimakan di situ. ”Saya dulu kan juga pernah kerja di situ, tiap ada orang yang ingin mencicipi, pasti direlakan sama pemiliknya, sudah bertahun-tahun lahan itu selalu ditanami semangka,” paparnya.
Setelah mengambil sebuah semangka, kemudian dibawa ke makam tempatnya berteduh. Namun belum sempat menikmati segarnya buah semangka itu, ada seseorang dari makam menegurnya dan langsung memukuli wajah mereka.
”Semangkanya baru saja mau saya pecah dengan membantingnya ke batu, ternyata ada yang memergoki. Gak jadi makan malah dihajar,” ujar Basar sambil menelan ludah mengingat rasa semangka yang batal dilahap itu.
Ternyata yang memergoki mereka adalah Marwanto, adik Darwati, pemilik kebun semangka yang saat itu sedang nyekar. Basar dan Kholil oleh Marwanto yang polisi Polda Jatim itu disuruh melepas baju, berjongkok dan sempat dipukul masing-masing tiga kali di kepala. ”Saya dipukul kepala belakang dua kali, dan mulut satu kali,” kata Basar sambil menunjukkan kepala bagian belakangnya.
Kholil yang bapak dua anak ini membenarkan terjadinya pemukulan itu. Dia mengaku dipukul pada kepala bagian belakang dan pada wajah bagian depan. ”Bukan hanya pukulan, Pak Marwan juga mengacungkan pistol di wajah,” imbuhnya.
Setelah itu Marwanto menghubungi Polsek Mojoroto. Tak lama Basar dan Kholil dimasukkan ke dalam mobil patroli Polsek, diperiksa dan ditahan. ”Saya sudah meminta maaf, dengan menyembah dia, tapi maaf kami tidak diterima, keluarga kami juga telah meminta maaf kepada keluarga Bu Darwati, tetapi itu sia-sia,” cerita dengan nelangsa.
Sekarang di LP Kediri, Basar maupun Kholil sangat rajin salat untuk menentramkan hati dan pikiran. Bukan saja salat lima waktu, salat sunat di antaranya salat hajat selalu dijalankan. ”Tiap malam saya selalu salat hajat, berharap biar bisa cepat-cepat keluar,” katanya.
Basar maupun Kholil mengakui, mengambil semangka tanpa izin itu tetap pencurian meskipun nilainya sangat kecil. ”Saya mengaku bersalah, tapi saya benar-benar khilaf dan tidak akan mengulangi lagi, meskipun yang saya curi hanyalah seharga Rp 5 ribu,” ungkapnya.
Sambil matanya berkaca-kaca, Basar terbayang kehidupan kedua anak dan istrinya di rumah. Dia tidak tahu bagaimana istrinya mencari uang untuk hidup sebab selama ini hanya dia yang bekerja. ”Saya sudah capek mikir, saya bingung, gimana anak-anak dan istri saya bisa makan setiap hari,” ujarnya.
Sekarang istri dan anaknya menjadi makin miskin karena tidak ada yang bekerja. Padahal anak-anaknya masih berumur 15 dan 13 tahun. ”Anak saya masih kecil, masih sekolah semua, gimana dengan makan mereka, uang sekolahnya,” kata Basar sesenggukan.
Di tempat terpisah, Darwati, pemilik kebun semangka, mengatakan, dia kasihan dengan dua orang itu. Menurut dia, sebenarnya dia sudah maafkan dan berniat mencabut laporan. ”Semua yang ngurusi masalah ini kan adik saya yang jadi polisi itu, jadi sebenarnya saya tidak tahu apa-apa,” akunya polos.
Ketika dia mencoba mencabut laporan itu dari kepolisian, petugas Polsek menjawab tidak bisa dicabut karena proses perkaranya sudah berjalan. ”Proses hukumnya sudah telanjur berjalan, jadi tidak bisa dilanjut,” katanya menirukan ucapan petugas Polsek.
Dia menceritakan asal muasal kasus itu bisa menjadi begini karena beberapa hari sebelum ditangkapnya Basar dan Kholil, kebun semangkanya dirusak oleh orang. Maka dia meminta bantuan adiknya yang polisi untuk ikut menjaga. Tak disangka dipergoki Basar dan Kholil sedang mengambil semangka. ”Kami juga kasihan pada mereka, tapi gimana lagi, laporannya saja saya cabut tidak bisa,” tuturnya.
Kapolsekta Mojoroto, Iptu Budi Naryanto, mengaku tidak ada satu pun orang yang mengajukan penangguhan penahanan maupun mencabut laporan kasus ini. ”Tidak ada yang mencabut laporan dalam masalah Basar dan Kholil, semua tetap berjalan sesuai prosedur hukum,” ujarnya singkat.
Kini Basar dan Kholil menerima nasib. Tapi dia berharap ada keadilan. Dua setengah bulan menjadi tahanan, menurutnya tidak setimpal dengan harga sebuah semangka.
Laporan: Arif Kurniawan
Sunday, February 28, 2010
Susu Unta Lebih Bergizi Dibandingkan Susu Sapi

Susu unta lebih bergizi dibandingkan dengan susu sapi karena susu itu lebih rendah lemak dan kolesterol, namun lebih kaya potassium, zat besi dan mineral seperti sodium dan magnesium.
Kesimpulan adalah isi dokumen Konferensi Kelima Keselamatan Makanan Internasional di Dubai, yang diselenggarakan 22-25 Februari di Dubai International Convention and Exhibition Center.
Dokumen itu menyebutkan, "Unta adalah bagian penting dalam tradisi dan kebudayaan Arab dan susunya adalah komponen makanan penting di Emirat dan negara lain Arab."
Dokumen berjudul "Standrds for Camel Milk" ini diajukan oleh Fatima AbdulRahman, pemimpin Ahli Mikrobiologi Makanan di Laboratorium Pusat Dubai di Kotapraja Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).
"Sekarang, susu unta sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia di banyak negara lain," kata Fatima dalam dokumen itu.
"Terdapat 18 juta unta di dunia yang mendukung kelangsungan hidup manusia di daerah setengah tandus," demikian antara lain isi dokumen itu sebagaimana dikutip Kantor Berita Uni Emirat Arab, WAM.
Fatima mengatakan rasa susu unta biasanya manis dan tajam, tapi kadangkala terasa asin dan pada saat lain terasa berair.
"Kualitas susu dipengaruhi oleh jumlah anak unta, usia hewan tersebut, kadar hewan itu menyusui anak, kualitas dan jumlah makanan, serta jumlah air yang tersedia," kata Fatima.
Ketika berbicara mengenai manfaat susu unta, Fatima mengatakan susu unta adalah sumber protein yang berlimpah dengan kegiatan perlindungan dan potensi antimikroba.
"Sebagian protein itu tak ditemukan pada susu sapi, kalaupun ditemukan hanya sedikit. Susu unta tak perlu dimasak sampai mendidih seperti susu sapi atau kambing. Susu unta, yang kaya akan rasa, harus diminum secara perlahan untuk memungkinkan perut mencernanya," kata Fatima.
Ia mengatakan beberapa studi telah dilakukan sehubungan dengan komposisi susu unta.
"Semua studi tersebut menunjukkan bahwa kandungan lemak per unit susu unta adalah 1,8 persen-3,8 persen. Vitamin C dan Niacin jauh lebih tinggi pada susu unta. Kandungan vitamin dan protein berbeda pada susu unta. Namun jumlah laktosa pada susu unta sama dengan laktosa pada susu sapi," papar Fatima.
Dia melanjutkan, "Susu unta berisi lebih sedikit vitamin A, B2, folic acid dan panthonthenic acid dibandingkan dengan pada susu sapi, yang dapat dipandang tak menguntungkan pada susunan susu unta."
Mengenai meminum susu unta mentah-mentah, ia mengatakan susu unta yang tak dimasak dapat menciptakan "brucellosis".
"Bakteri `brucellosis` menular ke manusia melalui produk susu yang tak diolah. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan pencemaran lingkungan melalui darah hewan itu dan jaringan yang terinfeksi juga dapat mengakibatkan `brucellosis`," katanya.
Susu unta juga memiliki berumur lebih lama dibandingkan jenis susu lain karena adanya beberapa susunan khusus dan kuat.
"Temuan ini memiliki kepentingan besar bagi manusia yang hidup di daerah gurun, tempat instlasi pendingin tak tersedia. Nilai Lactoferrin dan immunoglobulin diperkirakan agak lebih tinggi pada susu unta dibandingkan dengan yang dilaporkan pada susu sapi," kata Fatima.
Spesifikasi bagi susu unta itu disiapkan oleh Kotapraja Dubai setelah bekerjasama dengan Emirates Standards and Metrological Authority (ESMA), Emirates Industry for Camel Milk & Products dan Central Veterinary Research Laboratory di Dubai.
"Pentingnya spesifikasi ini menjadi pengejawantahan dari perawatan yang diberikan oleh negara dan disajikan oleh para tetuanya, bagi unta yang menjadi warisan kebudayaan negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)," kata Fatima.
Dia mengatakan, produk susu unta berbeda dari yang lain karena banyak ciri khas luar biasa yang menjadikannya produk yang kaya dan kemudian dikembangkan melalui penelitian ilmiah secara luas.
"Spesifikasi ini dipandang unik oleh negara ini (UEA) sehingga perlu dilindung melalui jejak kebudayaan. Negara ini memiliki instalasi pengolahan susu unta di Dubai dan al Ain," kata Fatima.
UAE telah melaksanakan tugas mempersiapkan spesifikasi bagi susu unta melalui ESMA dan badan lain yang mengkhususkan diri dalam menyetujui spesifikasi internasional.
"Pertemuan regional Codex Middle East memberi persetujuan mengenai spesifikasi susu unta ini," demikian Fatiman. (antara)
Saturday, February 13, 2010
Wartawan Kediri Peduli Sesama
Berbagai kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari lalu. Menariknya, kegiatan ini bukan saja ditujukan untuk insan pers tetapi untuk masyarakat namun juga menggelar bhakti sosial (baksos) sebagai wujud peduli sesama.
Dalam upaya preventif dan pengendalian dampak sosial yang dilakukan sejumlah masyarakat berupa pendirian panti asuhan di Kota dan Kabupaten Kediri hingga kini sudah cukup banyak. Para pengelola panti yang rata-rata mendapat sumbangan dari donatur tetap dan ada juga yang biaya sendiri untuk mencuki biaya operasional sehari-hari. Namun hingga kini masih ada sejumlah panti asuhan yang masih kesulitan untuk mencukupi kebutuhan operasional anak asuhnya. “Untuk operasional kami dalam sebulan mencapai Rp 5 juta,” kata pengasuh Panti asuhan Ar-Risalah Kota Kediri, Hairudin ketika ditemui dikediamannya, Sabtu (13/2).
Seperti halnya Satu panti asuhan dengan asumsi jumlah anak asuh 25 orang membutuhkan biaya operasional hingga 5 juta rupiah per bulannya tersebut membuat PWI Kediri memberikan kontribusi sosial berupa sumbangan beras sebanyak 3 setengah kwintal kepada para pengelola dan anak yatim di panti asuhan Kota dan Kabupaten Kediri. “Ini merupakan wujud kepedulian kita kepada sesama, agar mereka juga bisa meresakan kebahagiaan, dan juga mempererat tali persaudaraan,” kata sekretaris panitia HPN Faiq Nur Aini.
Menurut Faiq, beras menjadi permasalahan pelik dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari di panti asuhan. Mereka terkadang harus meminta sumbangan ke semua kalangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka PWI Kediri berupaya membantu sekitar 10 Panti asuhan dengan memberikan bantuan beras. “Mudah-mudahan beras yang kami berikan inimemberi manfaat bagi mereka semua,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panitia HPN 2010 PWI Kediri Yoga Pamungkas mengatakan, peringatan HPN ke-64 ini, ada 4 kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti Donor darah yang telah dilaksanakan pada Jumat (12/2), pembagian sembako kepada panti asuhan, Sabtu (13/2) pertandingan turnamen Futsal yang rencananya pada Jumat (19/2) nanti, ngobrol santai (ngobras) bersama kandidat Bupati Kediri dan puncak acaranya akan idadakan sarasehan dengan tema Pers dan tanggung jawab publik. “Untuk ngobras para kandidat Bupati akan dilaksanakan pada 20 februari 2010 mendatang,“ kata Yoga.
Untuk kegiatan pertandingan Futsal nanti juga akan menghadirkan tim-tim hebat dari kalangan pejabat pemkot maupun pemkab, TNI, Polri, GG, dan juga tim-tim lain. “Undangannya sudah kami serahkan, tinggal pelaksanaannya, mudah-mudahan tidak ada kendala dan bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Monday, February 8, 2010
Demam Berdarah Membludak

Pasien demam berdarah (DB) setelah beberapa hari yang lalu sempat dirawat hingga menempati lorong-lorong, Senin (8/2) penyakit yang diakibatkan dari nyamuk aides aigepty in kembali mengalami peningkatan khusunya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, hingga pihak RSUD mengalami kewalahan dalam menanganinya. Akibatnya sebagian dari mereka ditempatkan di salah satu ruang kantor RSUD Gambiran.
Hal tersebut diketahui saat Wali Kota Kediri Samsul Ashar melakukan inspeksi mendadak (sidak) k eRSUD Gambiran, setelah melihat ruang anak yang sudah penuh sesak, hingga 3 pasiennya terpaksa dirawat di luar, Samsul Ashar juga melihat lokasi kantor yang digunakan untuk merawat pasien DB.
Didalam ruang kantor yang sudah terlihat penuh tersebut, didalamnya terdapat pasien tidak hanya anak-anak, melainkan juga ibu-ibu yang terkena demam berdarah. “Lihat saja kan, demam berdarah itu tidak hanya mengenai anak-anak, tapi juga orang-orang dewasa,” kata Samsul ditemui saat sidak di RSUD Gambiran Kota Kediri, Senin (8/2).
Untuk itu wali kota yang juga dokter ini tidak henti-hentinya berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. “Kalau digigit nyamuk, segera dicablek (dipukul red.) biar nyamuknya mati tidak menyebar kemana-mana,” ujarnya.
Sementara itu data yang berhasil dihimpun dari dinas kesehatan Kota Kediri, Januari 2010 ini mengalami tren peningkatan jumlah penderita DB jika dibandingkan pada Januari 2009 yang lalu. Jika Bulan Januari 2009 yang lalu hanya 41 penderita, namun pada Januari 2010 ini sudah ditemukan 53 penderita. Atau setidaknya 12 penderita lebih baanyak jika dibandingkan Januari 2009.
Menanggapi temuan tersebut, Samsul Ashar mengaku, jika penyakit DB merupakan penyakit siklus tahunan, jadi terkadang tahun ini menurun, bisa juga naik. “Biasanya siklus 3 tahunan,dan tahun ini atau bulan ini merupakan puncak-puncaknya penyakit ini,” ungkapnya.
Saat disinggung pemindahan pasien DB ini ke Paviliun Wijaya Kusuma, Samsul mengaku jika Paviliun tersebut masih terkendala belum ada sarana dan prasarana. “Airnya belum ada ditempat itu, baru Jumat nanti akan kita launching,” ujarnya.
Hingga saat ini jumlah penderita DB yang dirawat di RSUD Gambiran terus bertambah, khusunya tiga bulan terakhir ini. Pada bulan Desember 2009 terdapat 20 pasien, Januari 2010 terdapat 30 pasien, dan hingga bulan Februari tanggal 8 ini sudah terdapat 18 pasien. “Kami terpaksa menggunakan kantor ini, karena memang sudah tidak ada tempat lagi,” kata Direktur RSUD Gambiran Sentot Imam Suprapto.
Namun demikian saat ini ruang yang mempunyai kapasitas 18 orang ini sudah penuh sesak, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit swasta untuk menampung pasien ini jika nantinya masih akan bertambah. “Sebenarnya kami tidak bisa menolak, tapi gimana lagi tempatnya sudah tidak ada,” kata Sentot.
Sementara itu, Sri Suciani (45) warga Mojoroto ini mengaku positif penderita DB dan langsung menjalani perawatan ditempatkan di ruang kantor bersama 17 pasien lainnya sejak Minggu (7/2) sore. “Saya masuk kemarin sore, dan langsung ditempattkan disini,” katanya singkat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
