Sunday, March 17, 2013

Used Motorcycle findings in the Brantas


A FEW months ago Motor Type ARIEL was first discovered by one of the existing sand miners at times Brantas Kediri, finished third in a state of broken between engine and frame. this bike was going to go to the site of the Iron OLD, but by one of the fan motor was purchased and antique motorcycle and restyled again like the original color but not polished and left as ... and current living conditions of the machine and was taken to Central Java. condition now as inilahh ..... steady Tens Years Motor submerged in water can still Roads,,,, that's the advantage butane motorcycle Europe .......

An Evening entertainment entrepreneur Threatens Military Using a firearm


KEDIRI - Lutfi Ifantoni (24) Hamlet Village Kendaldoyong Banjarrejo Ngadiluwih Kediri district, Sunday (17/3) night arrested by police. The reason he was caught carrying a firearm at the location where karaoke Kras region of Kediri, East Java.

Arrest Against Lutfi Lutfi started when it comes to the Cafe in the village of Navan kriyan Light District Ngadiluwih Agus Kediri to find his uncle. Arriving at the location, Agus drunk. Seeing his uncle was drunk, angry pelakui directly. Because of the emotions, especially a guide Dwi karaoke, Lutfi then pulled out a gun and threatened a karaoke guide them. Not only that, Lufi also had fired towards the bottle drinks are brought karoke guides. Ngadiluwih police officer on patrol heard a loud pop and immediately secured Lutfi.

Police Public Relations Kasi Ngadiluweh Margono said Aiptu Fortunately, the results of a search of the suspects home, officers seized two pieces of firearms, caliber 22 Made in Germany, and several rounds of ammunition, as well as Air softgun type FN. "At this time the perpetrator was running checks on Maposek Ngadiluweh and will be relegated to Mapolres Kediri for further development," he said.

Still says Fortunately, it also will trace the origins of the perpetrators get firearms. Meanwhile, Lutfi Emergency laws will be subject to the Year 1951, with a maximum penalty of 12 years jail. (*)

POLRI dan TNI Futsal Gunakan Helm dan Tas Ransel


KEDIRI – Berbeda dengan beberapa pertandingan futsal pada umumnya. Kali ini tim petinggi Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 melakukan olah raga bersama dengan memakai hel militer dan juga membawa tas ransel.

Olah raga bersama yang dilakukan di Makodim 0809, Senin (18/3) pagi tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menjalin kebersamaan dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah Kota Kediri. Polres Kediri Kota sebagai tugasnya mengayomi masyarakat, sementara TNI sebagai pengaman wilayah.

Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk kebersamaan antara Polri dan TNI. “Agar tercipta kebersamaan antara kita. Makanya kita adakan olah raga bersama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0809 Letkol infanteri Heriadi mengatakan, kegiatan Olahraga bersama diharapkan akan terus berlanjut. Sehingga, sebagai pelindung masyarakat harus tetap bersama dengan masyarakat. “Ide olah raga ini muncul bersama agar kita selalu menjalin keakraban,” ungkapnya.

Selain melakukan olah raga bersama Polri dan TNI juga bernyanyi bersama serta menyediakan doorprize. Sebagai bentuk kebersamaan, kedua kesatuan tersebut juga bermain voly dan Tenis.

Pemeriksaan Lanjutan Walikota Tunggu Keterangan Dokter


KEDIRI - Jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap Walikota Kediri, dr Samsul Ashar Sp.PD hingga kini belum jelas. Penyidik tipikor Polres Kediri Kota masih menunggu keterangan dari tim medis yang menangani pengobatan Walikota. Keterangan tim medis dibutuhkan untuk memastikan apakah Walikota sudah memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Samsul sempat diperiksa penyidik tipikor terkait dugaan korupsi pada pembangunan proyek Jembatan Brawijaya. Namun pemeriksaan berlangsung singkat dan terpaksa dihentikan, setelah Walikota mengaku tidak enak enak badan. Kesehatan Walikota juga dikabarkan terus menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, turunnya kondisi kesehatan seseorang sangat manusiawi. Untuk itu, penyidik menghormati hak walikota untuk menjalani perawatan medis. Tentang jadwal pemeriksaan lanjutan, kata Kapolresta, akan disusun setelah penyidik menerima keterangan tim medis tentang kondisi Walikota. “Ini manusiawi. Tentunya kami masih menunggu keterangan yang rinci dari dokter yang merawat beliau untuk memutuskan kapan bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan," ujar Kapolresta, Senin (18/3).

Ditanya tentang kemungkinan pemeriksaan terhadap Walikota di rumah sakit, Kapolresta mengatakan, hal tersebut bisa saja dilakukan. Tapi hal itu tentunya tetap harus dilakukan sesuai prosedur dan ijin dari yang bersangkutan. Hal ini terkait status Walikota yang sampai saat ini masih saksi.

Sementara itu, penyik tipikor Polres Kediri Kota melakukan gelar perkaran di Mapolda Jatim. Gelar perkaran ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan penyidikan selama ini. Dari gelar perkara ini diharapkan penyidik bisa menentukan langkah lanjutan untuk segera menuntaskan kasus ini. (*)

Tempatkan Petugas Pantau PKL


KEDIRI – Dalam rangka kedatangan tim penilai Adipura 2013, Satpol PP Kota Kediri menempatkan petugasnya dibeberapa titik untuk memantau para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tetap berjualan diatas trotoar dan juga melakukan patroli rutin. Selain itu, petugas juga mengerahkan dua tim untuk melakukan pembersihan terhadap sarana promosi bodong maupun kadaluwarsa, Senin (18/3).

Dua tim itu bergerak berpencar ke wilayah timur dan barat Sungai Brantas. Mereka menyisir ruas jalan untuk mencari sarana promosi yang menyalahi ketentuan dan merusak keindahan kota. Petugas langsung turun dari truk dan melepaskan sarana promosi dari tempatnya. Misalnya di Jl Mayjen Panjaitan, petugas menurunkan hampir seluruh spanduk yang terpasang di pojok simpang empat RS Baptis. Selain itu, berbagai papan reklame yang dipaku pada batang pohon juga dicabuti. Petugas juga memberikan peringatan dan teguran pada pemilik usaha yang memajang saran promosi melebihi batas badan jalan.

Kasi Trantib Satpol PP Pemkot Kediri, Djati Utomo mengatakan, kegiatan pembersihan dilakukan untuk menjaga kerapian dan keindahan kota. Tidak hanya pada momen penilaian adipuran, kondisi kota yang rapi dan indah dari pemasangan sarana promosi yang menyalahi aturan menjadi prioritas kerja Satpol PP. “Kami sudah sering melakukan sosialisasi tentang pemasangan sarana promosi. Jadi penertiban tidak hanya untuk kepentingan adipura tapi untuk terus menjaga kerapian dan keindahan kota," kata Djati, Senin (18/3).

Seperti diketahui, Kota Kediri kedatangan tim penilai lomba adipura. Tim dari kementerian lingkungan hidup itu akan mulai menjalankan tugasnya pada hari ini. Selain menggencarkan penertiban terhadap sarana produksi, Satpol PP juga meminta para pedagang kaki lima untuk libur berjualan. Para PKL diminta libur sejak hari Minggu kemari. Pasalnya, selama ini para PKL tersebut kebanyakan berjualan di atas trotoar sehingga mengganggu ketertiban dan kenyamanan pejalan kaki. (*)