Monday, February 14, 2011

Komunitas Gusdurian Desak Pembubaran MUI


KEDIRI, Sedikitnya Empat puluh tokoh lintas agama yang tergabung dalam komunitas Gusdurian se-wilayah Mataraman menyampaikan sikap keprihatinan atas konflik agama yang terjadi belakangan ini. Mereka meminta pemerintah mencabut SKB tiga menteri dan membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kerap memberikan fatwa ngawur.

Komunitas Gusdurian ini dibentuk oleh para pengagum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Kelompok ini juga berjuang mempertahankan pluralisme yang ditanamkan Gus Dur semasa hidupnya.

Juru bicara Gusdurian, Faizuddin, mengatakan aksi kekerasan yang menimpa jemaah Ahmadiyah di Cikeusit, Pandeglang, Banten, serta pembakaran gereja di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu merupakan tragedi kemanusiaan yang luar biasa.

Pemerintah diminta bertanggungjawab penuh atas insiden tersebut karena tak mampu memberikan perlindungan bagi semua warga negara. “Itu pelanggaran Hak Asasi Manusia berat,” kata Faizuddin dalam pertemuan Gusdurian se-wilayah Mataraman di salah satu stasiun televisi lokal di Kediri.

Faizuddin menyebut biang keladi polemik Ahmadiyah di Indonesia adalah munculnya SKB tiga menteri yang menyudutkan kelompok Ahmadiyah. Menurut Faizuddin, SKB tersebut cenderung menyerang kelompok minoritas seperti Ahmadiyah. Bahkan kekerasan serupa juga kerap terjadi di tempat ibadah umat Kristiani yang dituding tidak memiliki izin. “Kalau mau jujur, berapa banyak musholla atau langgar yang juga tak memiliki izin mendirikan bangunan,” ujarnya.

Gusdurian juga menuding MUI terlalu mudah mengobral fatwa yang bisa menimbulkan konflik antar agama. Lembaga ini bahkan disebut kerap mewakili Tuhan yang dengan mudah menuding sebuah kelompok dan ajaran sesat. Karena itu mereka meminta pemerintah mengevaluasi MUI dan jika perlu membubarkannya.

Kritikan serupa disampaikan Romo Benedictus, perwakilan Gusdurian wilayah Blitar. Dia meminta pemerintah benar-benar memberikan pemahaman yang utuh tentang agama di lingkungan pendidikan dasar. Siswa harus diberitahu bahwa agama yang hidup di Indonesia memang sudah berbeda sejak dulu. “Ini untuk mencegah munculnya fanatisme yang berlebihan,” paparnya.

Selain tokoh agama, pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Kejawen, etnis Tiong Hoa, serta tiga pengurus Ahmadiyah Kediri. Hasil pertemuan akan disampaikan kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur dan pemerintah untuk mendapat tindak lanjut.(tempointeraktif)

Sunday, February 13, 2011

Susu Rendah Lemak Bisa Turunkan Tensi Darah

Jakarta - Usaha yang paling baik dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan minum dan makan makanan yang berkhasiat. Meskipun pelan tetapi zat nutrisinya bisa membuat tensi darah turun secara bertahap. Seperti tiga jenis minuman ini!

Makanan dan minuman punya andil dalam mengendalikan tekanan darah. Jika sudah cenderung meninggi, ada baiknya mulai waspada dan teliti dalam mengatur makanan dan minuman. Tiga jenis minuman ini mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tekanan darah.

Susu Nonfat dan Rendah Lemak
Kandungan potassium dan kalsium diperlukan untuk tekanan darah yang sehat. Tambahan vitamin D pada susu juga sangat baik buat tekanan darah. Mengganti susu fullcream dengan susu rendah lemak atau nonfat  dapat membuat tekanan darahlebih cepat turun. Demikian hasil riset tahun 2009 yang dilakukan British Journal of Nutrition. Pembuluh darah arteri sifatnya elastis, bisa melebar dan menyempit untuk menjaga tekanan darah. Susu fullcream mengandung asam palmitic yang bisa meninggalkan plak dalam pembuluh darah dan membuat tekanan darah naik.

Teh Hibiscus
Teh bunga sepatu atau hibiscus ini sangat berkhasiat menurunkan tekanan darah. Demikian hasil riset yang dilakukan tahun 2010 di Journal of Nutrition. Diane L. McKay, Ph.D yang melakukan riset percaya bahwa anthocyanin dan antioksidan lain dalam the hibiscus bekerja sama menjaga pembukluh darah tetap bagus. Sebaiknya minum 3 cangkir per hari. Saat menyeduh, diamkan selama 6 menit agar hasilnya bagus. Bisa diminum panas atau dingin.

Jus Cranberry
Jus cranberry ini sama khasiatnya dengan red wine untuk menurunkan tekanan darah. Inilah yang diungkap dalam riset tahun 2010 di Journal of Agricultural Food Chemistry. Kedua minuman tersebut juga jus apel dan cokelat punya antioksidan yang disebut  proanthocyanidin yang dikenal dengan nama ET-1 yang berperan dalam memelihara pembuluh darah. (detik)

Friday, February 11, 2011

Pukul Pelajar, Guru SMK Dipolisikan

KEDIRI - Mahardi (42), salah seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI I Kota Kediri harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia itu dilaporkankan siswanya sendiri, Putut Wijanarko (19) karena diduga telah melakukan penganiayaan.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas Reskrim Polres Kediri Kota, terlapor telah memukul korban dengan tangah kosong, kemudian menendang kakinya. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada kepala sebelah kiri dan lengannya.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, penganiayaan itu terjadi pada Senin (7/2) lalu. Awalnya, terlapor memberi mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 1 Teknik Tenaga Listrik (TTL).

Pada saat terlapor menerangkan, korban malah membuat suara gaduh, dan tidak memperhatikan. Karena kesal, terlapor mendatangi korban dan memukul dengan tangan kosong kemudian menendangnya. Karena tidak terima, korban melapor ke kantor polisi. “Kami sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para saksi-saksi. Apabila memang ada unsur kesengajaan maka terlapor akan kita jerat dengan pasal 352 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan ringan,” kata Surono, Jumat (11/2).

Kepala SMK PGRI I Kediri Rojiun Sunarto saat dikonfirmasi mengakui bahwa salah seorang guru memukul siswanya (korban, red). Namun, kata Rojuin, pemukulan itu karena ada alasannya. “Berdasarkan keterangan dari teman - teman, guru sudah memperingatkan hingga dua kali, tetapi korban tidak mempedulikan. Bahkan korban terus mengganggu dan bermain - main di jendela,” kata Rojiun.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban memang dikenal mempunyai kebiasaan bandel, dan sering mengganggu teman - temannya. “Pak Mahardi terkenal sangat sabar. Saya sampai kaget jika ia tega memukul,” imbuhnya.

Pihak sekolah, kata Rojiun berniat memanggil orangtua korban, sehingga permasalahan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara itu, hingga kini korban belum masuk sekolah.

Sekolah juga akan berupaya mendatangi rumah korban di Dusun Kebonagung, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Sebab, orang tua korban bekerja sebagai karyawan Pabrik Rokok PT. Gudang Garam Tbk, dan aktifitasnya sangat sibuk.

Sunday, January 30, 2011

Penderita Penyakit ‘Raja Singa’ Sukup Tinggi


KEDIRI,Angka Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kota Kediri cukup tinggi. Berdasarkan pantauan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri di Klinik Seroja. Pada tahun 2010 yang lalu, sedikitnya terdapat kasus penyakit yang biasa dikenal dengan  Raja Singa ini terdeteksi hampir setiap bulannnya.

IMS merupakan salah satu penyakit terbesar di dunia, dan memberikan dampak terbesar bagi kesehatan. Penyakit ini juga sudah menyerang sebagian masyarakat Kota Kediri. Data KPAD, jumlah warga yang terkena IMS, khususnya di lokalisasi Semampir sebesar 943 penderita.

Sekretaris KPAD Kota Kediri Heri Nurdiantoro mengatakan, jumlah orang yang terkena IMS sudah sangat tinggi, maka dari itu perlu diadakan sosialisasi me­ngenai penanggulangan IMS. Salah satunya dengan menggunakan kondom. “Kalau ditemukan, masih ada pengunjung yang tidak memakai kondom, pihak pengelola lokalisasi harus memberikan sanksi,” katanya.

Menurutnya, kasus ini hampir ditemukan dalam setiap bulannnya pada tahun 2010 kemarin, angka tertinggi ditemukan pada bulan November. Yakni sebanyak 126 penderita. “Untuk itu kami benar-benar mengimbau agar selalu menggunakan kondom, baik pengunjung lokalisasi maupun wanita pekerja seks (WPS) sendiri dengan menggunakan female kondom,” pintanya.

Selain itu, dikatakan Heri, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti Pokja Semampir, Dinas Kesehatan dan juga dengan LSM agar bersama-sama meningkatkan kepada pengunjung lokalisasi untuk selalu memekai kondom. “Kita terus melakukan sosialisasi ini,” ungkapnya.

Saturday, January 29, 2011

Ribuan Atet Porprop ‘Terancam’ Tak Dapat Hotel

Ketua Umum KONI Jatim Saifullah Yusuf dengan didampingi Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror saat menggelar rapat persiapan Porprop
KEDIRI - Ribuan atlet yang akan mengikuti Pekan olah raga Propinsi (Porprop) pada 15-22 Juli nanti terancam tak akan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Pasalnya berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri, beberapa hotel yang ada di Kota/Kabupaten Kediri tidak akan mencukupi untuk digunakan persinggahan saat Porprop nanti.

Seperti yang diungkapkan Ketua Biro pengembangan usaha, budaya dan pariwisata PHRI Kediri Agung Kartika, setelah dilakukan pendataan, di sejumlah hotel, penginapan maupun losmen, Kediri hanya mampu menampung sekitar 2500 orang. “Angka itu diasumsikan jika setiap kamar dihuni 2 orang,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kota-kota yang ada di sekitar Kediri. Seperti Nganjuk, Tulungagung, Blitar dan juga Trenggalek. “Salah satunya dengan menempati hotel yang berada di sekitar Kediri,” jelasnya.

Sementara itu, untuk hotel yang berada di sekitar Kediri, tampaknya juga belum bisa mencukupi kekurangan tempat singgah untuk para atlit. Untuk Blitar hanya cukup menampung 659 orang, Tulungagung 1747 orang, Ngajnjuk 275 kamar, dan Trenggalek 208 orang. “Namun kendalanya, jika ditempatkan di luar Kediri, atlet akan sedikit kecapekan, jika lokasi pertandingannya di Kediri,” kata Agung.

Asumusi kamar yang digunakan untuk para atlet Porprop tersebut, dikatakan Agung sudah diambilkan dari 20 persen untuk pelanggan atau tamu hotel. “Kami menghitung sudah dikurangi, jika ada pelanggan hotel yang menempati,” jelasnya.

Terpisah, Ketua harian KONI Jatim Dhimam Abror saat berada di Kota Kediri, Kamis (27/1) lalu mengatakan, jika jumlah atlet yang ikut di Porprop ketiga di Kediri nanti mencapai 6545 atlet, belum termasuk official maupun wasit. “Makanya dengan jumlah atlet sebanyak itu, dan hotelnya belum mencukupi. Dengan masih adanya sisa waktu ini, agar KONI Kediri maupun panitia Porprop untuk secepatnya mencari solusi,” pintanya.

Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf yang juga hadir dalam pertemuan malam itu, meminta, bulan Maret nanti, panitia harus sudah menyerahkan keseluruhan jumlah tempat tinggal atlet. “Data harus terperinci, dengan kejelasan hotel AC dan non AC,” pintanya.

Hal tersebut dilakukan, lanjut wakil gubernur Jatim ini, belajar dari kejadian Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Nganjuk beberapa waktu yang lalu, ada kejadian atlet yang tidak nyaman karena tidak ada AC, hingga akhirnya dipindah. “Jangan ada kesalahan lagi dalam masalah tempat singgah, harus benar-benar dipikirkan mulai sekarang,” ungkapnya.