KEDIRI - Hanya dikarenakan kehabisanpulsa dan untuk makan di warung, tiga pemuda lulusan SMA dan SMK di Kota Kediri, Jawa Timur nekat mencuri Play Station (PS).
Ketiga pemuda, masing-masing Handy Mahatma Pradana (18) Warga Kelurahan, Kecamtan Pesantren Kota Kediri dan Belita Veronta Putra Krisnata (18) Warga Kelurahan Bangsal Kecamtan Pesantren serta Dhimas Agung Wicaksono (18) Warga Desa Tawang Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ketiga pemuda itu berhasil ditangkap Satuan Unit Reserse Kriminal Polsek Kota Pesantren di sebuah warung depan Balai Kelurahan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. “Pelaku kami amankan saat menikmati uang hasil penjualan PS tersebut,” ungkap Aiptu Supeni Kasihumas Polsek Pesantren Kota Kediri, Selasa (5/10).
Aiptu Supeni mengatakan, aksi pertama kali dilakukan Handy yang masuk kelokasi rental PS kemudian melihat situasi sepi dan hanya ada pejaga satu, pelaku berpura-pura pesan mie goreng . Disaat penjaga berada dibelakang ruang dapur pelaku mengontak kedua rekannya langsung membawa kabur 1 unit PS seharga Rp. 2,7 Juta kemudian dijual dengan harga Rp 80 ribu.
Curiga aksi itu dilakukan oleh para penyewa PS, selanjutnya korban berusa mengejar pelaku dan melapor ke polisi. Akhirnya polisi mencari keberadaan pelaku dan menangkapnya. “Pelaku nekat mencuri karena butuh uang untuk membeli jajan. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan. Korban sendiri mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 juta,” pungkas Aiptu Supeni
Guna mempertangung jawabkan perbuatannya ketiganya kini mendekam dijeruji mapolsek Kota Pesantren dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun.
Tuesday, October 4, 2011
Monday, October 3, 2011
Butuh Bayar Buku, Pelajar Nekat Curi HP
KEDIRI – Hanya dikarenakan membutuhkan biaya untuk membayar buku pelajaran, seorang pelajar tingkat SMP di Kediri nekat membobol konter handphone (HP). Tetapi aksinya gagal. Karena pemilik konter memergokinya. Akibatnya, Yn (15), siswa kelas 3 salah satu SMP di Kota Kediri, Jawa Timur itu kini berurusan dengan pihak yang berwajib.
Meski Yn sempat dibawa ke kantor Polres Kediri Kota. Dia hanya menjalani serangkaian pemeriksaan. Namun Irwan, selaku pemilik konter Mbah Jo Cell di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang sudah dibobol pelaku merasa iba.
Irwan memilih untuk mencabut laporan yang sudah dibuatnya. Sehingga Anak Baru Gede (ABG) asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu tidak jadi dijebloskan bui. Dia hanya diwajibkan absen setiap senin dan kamis sampai batas yang belum ditentukan.
Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Kediri Kota Iptu Pinoari mengatakan, antara pelaku dan korban sudah membuat surat pernyataan berdamai. Keinginan damai datang dari korban yang melihat kondisi keluarga pelaku serba minim. “Setelah laporannya dicabut oleh korban, pelaku kami berikan surat pernyataan, dan wajib lapor,” ungkapnya.
Menurut Pinoari, pelaku merupakan enam bersaudara yang hidup dalam kondisi ekonomi lemah. Dia mencuri lantaran butuh uang untuk keperluan sekolah. Pelaku ingin sekali membayar buku yang sudah dibelinya, tetapi tidak punya uang. “Dari pengakuan dan juga hasil pemeriksaan, dia nekat mencuri HP, karena terdesak untuk membeli buku pelajaran,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Polres Kediri Kota, peristiwa pencurian itu terjadi, pada Minggu (2/10) dini hari. Pelaku memanjat kounter dengan tangga. Kemudian menjebol plafon dan masuk ke dalam kounter. Kebetulan pemilik konter Irwan berada di dalam.
Mudah saja, Irwan menangkap pelaku tanpa perlawanan. Kemudian menyerahkannya ke kantor polisi. Di hadapan petugas yang memeriksanya, pelaku menceritakan kronologis kejadian itu. Dia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Saturday, October 1, 2011
Warga Nganjuk Temukan Gua Bersuara Gong
Nganjuk - Sebuah goa ditemukan warga di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Nganjuk, Jawa Timur. Gua di tengah hutan itu banyak ditumbuhi batu stalaktit dan stalakmit bermotif menyerupai bunga melati. Uniknya saat dipukul mengeluarkan suara menggaung seperti gong.
Goa alam tersebut ditemukan warga setempat saat penggalian mencari batu. Goa itu berada di tengah hutan Gunung Lengko pada petak 147 rph balo KPH Nganjuk.
Goa ini memiliki kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan tanah, panjang sekitar 20 meter dari rongga mulut goa dengan diameter 2 meter persegi dan rongga goa bagian dalam sekitar 6 x 12 meter persegi.
Dan dengan luas rongga bagian dalam itu diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 lebih manusia. Warga memperkirakan bebatuan dalam gua itu masih hidup, sebab
bentuknya terus memanjang dan mengeluarkan air dari mulut batu stalaktit dan stalakmit.
Menurut Nyamad, penemu goa mengatakan, goa ini pertama kali ditemukan seminggu lalu, Kamis 29 September 2011. Saat itu dirinya menggali batu untuk bahan bangunan.
"Tanpa saya sadari saat menggali mengenai dinding goa, setelah terus saya gali ternyata terdapat ruangan yang menyerupai goa," kata Nyamad penemua goa alam, Sabtu (1/10).
Setelah diketahui terdapat goa, kemudian Nyamad dan temannya langsung melaporkan temuan tersebut ke kepala desa setempat. Kabar ditemukan goa tersebut membuat warga sekitar penasaran dan mendatangi goa untuk melihat dari jarak dekat.
Menurut Kepala Desa setempat, Agus Johandoko, pihaknya sudah melaporkan penemuan tersebut ke pihak perhutani setempat.
"Kami masih belum bisa memastikan gua itu termasuk cagar budaya atau peninggalan jaman kerajaan, sebab masih menunggu penelitian dari dinas pariwisata," ungkap Agus Johandoko Kades Sambikerep.
Diperkirakan goa tersebut masih memiliki kedalaman lebih dalam, karena warga masih menemukan 4 lorong yang menjorong ke dalam dan belum diketahui berapa panjang lorong tersebut. "Warga tidak berani masuk lebih dalam," pungkas Agus Johandoko. (detik.com)
Wednesday, September 28, 2011
Puluhan SD di Kota Kediri Bakal Diregrouping
KEDIRI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri berencana melakukan penggabungan atau Regrouping terhadap puluhan unit Sekolah Dasar (SD). Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, efisiensi dan efektivitas pengendalian terhadap satuan pendidikan di tingkat dasar.
Program Regrouping sekolah memang dianjurkan. Bahkan pemerintah melalui Mendagri telah mengeluarkan surat Nomor 421.2/2501/Bangda/1998 tentang Pedoman Pelaksanaan Regrouping SD. Tetapi, Dewan Pendidikan (DP) setempat meminta agar ada kajian secara mendalam. Sebab, bisa jadi kebijakan tersebut akan menimbulkan dampak psikologis baik, guru, maupun siswa.
Kepala Dinas pendidikan Kota Kediri Abdul Wachid Ansori mengungkapkan, Regrouping akan diterapkan terhadap seluruh SD yang berada dalam satu komplek. Disdik bakal meluncurkan program tersebut pada tahun ajaran baru 2012 mendatang
Di Kota Kediri ini ada lima komplek SD tersebar di tiga Kecamatan, Pesantren, Kota dan Mojoroto. Antara lain, komplek SD Jagalan, SD Banjaran, SD Kampungdalem, SD Setonopande, dan SD Ngronggo. Diantara kelimananya, komplek SD Banjaran yang didalamnya adalah SDN Banjaran III dan VI menjadi pilot project.
Alasannya, siswa kelas II SDN Banjaran III Kediri terpaksa masuk sekolah siang hari. Masalahnya, gedung SDN Banjaran III Kediri minim. SDN Banjaran III hanya memiliki empat lokal ruangan. Padahal, SDN Banjaran VI, di komplek itu pula memiliki ruangan lebih serta tidak dimanfaatkan. Harapannya, kebijakan Regrouping bisa mengakomodir semua siswa di komplek SD Banjaran supaya dapat masuk pagi
" Satu komplek SD nantinya kita tempatkan satu kepala sekolah dan satu wakil. Jadi, tidak ada lagi rivalitas tidak sehat seperti di SDN Banjaran III dengan VI itu. Pengambilan kebijakan serta pengawasan menjadi efektif. Kedepan, seluruh SD yang berada di dalam satu komplek kita perlakukan sama," tegas Wachid Ansori.
Dengan program Regrouping, Wachid Ansori mengakui, pihaknya bakal melakukan rolling terhadap kepala SD. Ada sejumlah kepala SD yang akan dirolling. Ada pula yang 'dikantorkan' alias ditarik ke Kantor Disdik.
Hadi Sekti Mukti, anggota Komisi C DPRD meminta, kedepan tidak ada lagi siswa khususnya tingkat SD yang masuk siang seperti murid kelas II SDN Banjaran III Kediri. Pasalnya, 'sekolah sundulan' seperti yang terjadi di SDN Banjaran III Kediri bisa mempengaruhi prsikologis anak. Pihaknya setuju program Regrouping apabila memang dapat menghapuskan sistem 'sundulan'.
Terpisah, Wakil Ketua DP Heri Nurdianto mengultimatum kepada Disdik supaya melakukan pengkajian secara mendalam terhadap rencana Regrouping. Dia khawatir Regrouping justru menimbulkan dampak psikologis terhadap murid atau guru.
Sementara Tika, orang tua Tia, salah satu siswa kelas II SDN Banjaran III Kediri mengaku senang apabila siswa kelas II masuk pagi. Pasalnya, sekolah siang hari yakni masuk pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB membuat putranya kurang nyaman. Apalagi kondisi kelasnya dalam keadaan rusak.
Monday, September 26, 2011
29 September, Nuruddin Hasan Lengser dari Pimpinan DPRD
KEDIRI – Setelah menunggu hingga beberapa bulan, akhirnya agenda sidang paripurna pemberhentian Nurudin Hasan dari wakil ketua DPRD Kota Kediri, Jawa Timur akhirnya akan dilaksanakan, Kamis (29/9) nanti.
“Dalam Banmus beberapa sudah diagendakan sidang paripurna pemberhentian wakil ketua DPRD dilakukan tanggal 29 September nanti,” ujar Ketua DPRD Kota Kediri Wara S. Renny Pramana.
Menurut Renny, sidang paripurna pemberhentian Nuruddin Hasan dari wakil ketua DPRD tersebut merupakan permintaan dari fraksi PAN. “Ini sesuai dengan permintaan dari fraksi PAN, yang akan melakukan pergantian wakil ketua,” jelasnya.
Untuk diketahui, sesuai dengan amanat partai, dewan perwakilan daerah (DPD) PAN Kota Kediri mengajukan pergantian unsure pimpinan. Yakni, Kholifi Yunon selaku ketua DPD Pan Kota Kediri akan menggantikan Nurudin Hasan.
Terpisah, Ketua fraksi PAN Kholifi Yunon, mengatakan meski telah diagendakan dalam banmus, kemungkinan akan adanya kegagalan masih ada. Yakni, jika anggota DPRD yang hadir tidak bisa memenuhi kuorum seperti yang terjadi saat paripurna Pemandangan Akhir (PA) Perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2011 beberapa waktu lalu, yang akhirnya yang gagal. “Kemungkinan-kemungkinan masih ada, namun kami terus melakukan komunikasi dengan beberapa anggota DPRD yang lain, agar paripurna nanti berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya, Senin (26/9).
Selain itu, dia juga menghimbau, agar para anggota DPRD nanti bias hadir semua, kecuali jika memang ada halangan yang sifatnya tidak bisa ditinggalkan. Bahkan, pihak PAN juga telah melayangkan surat agar Nuruddin Hasan juga hadir dalam paripurna nanti. Meskipun, tanpa Nuruddin agenda paripurna tetap bisa berjalan. “Kami juga berharap, Pak Nuruddin juga hadir,” harapnya.
Seperti diketahui, agenda sidang paripurna pemandangan akhir PAK APBD 2011 beberapa waktu lalu batal dilaksanakan. Pasalnya, anggota DPRD tidak kuorum. Bahkan, hingga kini pihak DPRD juga belum menentukan kapan akan kembali menggelar sidang paripurna pemandangan akhir.
Subscribe to:
Posts (Atom)

