Tuesday, December 31, 2013

Jambret Keok Sama Ibu Rumah Tangga

Dua pelaku jambret yang beraksi disekitar SLG Kediri
KEDIRI - Dua orang jambret mampu dikalahkan seorang ibu rumah tangga di Kediri, Jawa Timur. Dua penjambret apes itu yakni  Edy Utama dan Satriya Kumbara. Keduanya berasal dari Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Blitar. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri, karena terluka parah. Dua jambret yang masih berusia remaja itu mengalami patah tulang kaki

Awalnya, Satria Editama dan Kumbara melakukan aksi penjambretan kepada korbannya, Dety yang saat itu membonceng kedua buah hatinya. Sukro (5) dan Nisa (7) untuk jalan-jalan naik sepeda motor. Tak disangka belum jauh keluar dari rumahnya, sepeda motor Honda Beat AG 6669 GX yang dikendarainya dipepet oleh Sepeda Motor Satria hitam tanpa no polisi yang dikendarai oleh pelaku, dan mengambil dompet yang berada di jok kecil depan sepeda motornya.


Merasa menjadi korban kejahatan, Dety membuntuti pelaku hingga 3 kilometer, saat tiba di perempatan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dety berteriak "copet-copet tolong pak itu copet", mengetahui ada pelaku jambret, warga berusaha menangkap pelaku yang berakibat motor satria yang dikendarai pelaku seli dan jatuh hingga mengakibatkan kaki kanan kedua orang pelaku terluka cukup parah.

Kendati pelaku terluka, namun warga sempat menghadiahi pelaku dengan bogem mentah. "Jadi anak saya cuman jalan-jalan mas sama cucu, lha koq dijambret yaa dikejar sama Dety dan akhirnya karena tahu dikejar, pelakunya jatuh dan terluka sperti itu" kata Tomo (65), ayah Dety saat berada di Pos Polisi Ngasem, Kabupaten Kediri. Selasa, (31/12/2013).


Korban juga meneriaki pelaku ‘jambret’ serta meminta pertolongan warga agar ikut mengejar. Ditengarai panik, pelaku kemudian terjatuh dari sepeda motornya. Petugas kepolisian yang sedang mengamkan perayaan pesta tahun baru di SLG datang ke lokasi. Petugas kemudian membawa pelaku ke RS Bhayangkara Kota Kediri.


Ipda Didik, selaku Kepala Pos pengamanan tahun baru di SLG mengatakan, kedua pelaku sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihak kepolisian mengamankan barang bukti dompet milik korban. Sedangkan proses lebih lanjut akan dilakukan setelah pelaku keluar dari rumah sakit.


Sementara itu, hingga kini kepolisian dari Polsek Gampengrejo kabupaten masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi di lapangan. Sedangkan untuk kedua pemuda pelaku penjambretan, terpaksa harus menghabiskan malam pergantian tahun di rumah sakit, dan terancam hukuman penjara. (*)

Monday, December 30, 2013

Malam Pergantian Tahun Baru, Kawasal SLG Steril dari Roda Dua dan Empat


Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri, Jawa Timur

KEDIRI - Dinas perhubungan dan satuan lalu lintas bakal melarang semua kendaraan masuk kawasan simpang lima gumul (SLG) Kediri, Jawa Timur pada malam pergantian tahun baru malam nanti.

Untuk kendaraan besar seperti truk dan bus dilarang melintas mulai pukul 16.00 WIB, sementara untuk kendaraan  mobil pribadi dilarang masuk mulai pukul 18.00, dan kendaraan roda dua dilarang masuk mulai pukul 21.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Dino Indra mengatakan, Kebijakan ini sudah dikoordinasikan antar instansi, diharapkan pada malam tahun baru nanti di kawasan SLG steril dari kendaraan. “Papan rambu sudah kita siapkan, jalu-jalur alternative agar kendaraan tidak memasuki kawasan simpang lima gumul,” ujarnya.

Selain itu kepolisian juga mengatur pola parkir di luar kawasan simpang lima gumul berdasarkan zona. Untuk kendaraan yang hendak parkir dari arah Tulungagung, Plosoklaten maupun pare menempati area parkir dengan kartu parker warna tertentu. “Langkah ini dimaksudkan agar para pengendara tidak kebingungan saat memarkirkan kendaraan dan saat mengambilnya kembali,” jelasnya.

Sementara itu / pada perayaan natal dan tahun baru ini, pihak kepolisian bakal mendirikan 5 pos pam yang tersebar masing-masing di kawasan mengkreng / Ringin Budho pare, Wates, SLG dan Kandangan.  Semua pos tersebut diisi oleh 300 petugas gabungan baik dari kepolisian, TNI, maupun elemen masyarakat.

Untuk diketahui, saat perayaan tahun baru 2014, kawasan SLG akan menggelar car free night dengan menggelar berbagai rangkaian acara, seperti live musik, beberapa atraksi dan tentunya pesta kembang api diatas monument SLG. (*)  

Perayaan Tahun Baru, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Kediri Ditutup Total


Jembatan Lama Kota Kediri


KEDIRI - Guna mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Kediri, Polres Kediri kota, Jawa Timur akan memberlakukan system buka dan tutup, terutama di jalan Dhoho dan jalan Panglima Sudirman.

Pengalihan arus akan diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB. Seperti, Jembatan Lama, akan diberlakukan system satu arah, yakni hanya diperbolehkan kendaraan dari timur ke barat. Sementara dari barat, hanya diperbolehkan melalui jembatan semampir dan jembatan Bandar Ngalim.

Kasubag humas polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pemberlakukan rekayasan lalu lintas ini akan diberlakukan sore hari, dengan melibatkan sekitar 430 personil yang ditempatkan di beberapa titik rawan kemacetan. Petugas kepolisian akan mengarahkan kendaraan roda empat dari arah Tulungagung, akan dialihkan jembatan Bandar ngalim ke barat. Sementara dari arah Blitar akan diarahkan menuju ke timur lewat simpang tiga depan RS Baptis. Adapun dari arah Nganjuk, Tarokan, Grogol yang ingin menuju Simpang Lima Gumul (SLG) akan diarahkan melalui jembatan Semampir lurus ke Timur. “Untuk Jalan Dhoho sifatnya situasional, jika memang padat, maka akan ditutup total untuk pengendara kendaraan roda dua dan empat,” ujarnya. (*)

Tindak Tegas Mobil Angkutan Barang untuk Angkutan Massal


ilustrasi

KEDIRI - Tidak ingin terulang kejadian kecalakaan yang menewaskan 18 orang di  jalan raya tongas Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/12) kemarin. Polres Kediri kota akan bersikap tegas, jika saat perayaan tahun baru mendatang mendapati mobil angkutan barang untuk angkutan massal masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Kasat lantas Polres Kediri Kota AKP Eko Prasetyo mengatakan, aturan ini sesuai dengan arahan dari kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang melarang mobil angkutan barang untuk angkutan massal. Untuk itu, jika saat perayaan tahun baru mendatang menemui hal itu, pihaknya tidak segan melakukan penindakan hingga memberinya surat tilang. “Kami akan tindak tegas hingga memberikan surat tilang jika ada mobil barang untuk angkutan massal,” ujarnya, Selasa (31/12).

Masih kata Eko Praseto, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali ditemui mobil barang digunakan angkutan massal untuk merayakan pergantian tahun. Untuk itu, pihaknya menghimbau, agar saat perayaan pergantian tahun mendatang, masyarakat tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk kepentingan angkutan massal. (*)

Sunday, December 29, 2013

Perbanyak Sholaawat di Malam Tahun Baru di Rabu Wekasan

Pesta kembang Api di SLG Kediri tahun lalu
Tahun Baru 2014 tepat jatuh pada bulan Safar. Telah menjadi kepercayaan banyak orang bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh musibah.
Mitos ini semakin diperparah dengan beredarnya broadcast melalui jejaring Blackberry Messenger (BBM) yang menyebutkan, malam tahun baru ini bertepatan dengan Rabu Wekasan. Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir di bulan Safar. Di hari itu, Allah akan menurunkan ribuan malapetaka kepada manusia.
Ada tradisi yang dilakukan sebagian orang, khususnya warga Nahdliyin, di hari Rabu Wekasan melakukan shalawat Nabi. Selain itu, di hari Rabu terakhir bulan Safar, warga Nahdliyin akan mengisinya dengan doa-doa tolak bala.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Saleh Hayat, Senin 30 Desember 2013, mengakui masyarakat Nahdliyin memang mengenal Rabu Wekasan.

"Kalangan Sunni memang akrab dengan Rabu Wekasan. Di Indonesia biasanya warga Nahdliyin menggunakan hari itu untuk memperbanyak shalawat dan membaca doa tolak bala," kata Saleh Hayat.

Namun, soal mitos akan banyak malapetaka di hari itu, Saleh menepisnya. Menurut Saleh, setiap orang yang tertimpa musibah bukan karena pengaruh hari apa atau bulan apa. Di Islam sendiri tidak ada hari atau bulan sial.

"Tidak peduli hari Rabu Wekasan, jika seseorang waktunya celaka ya celaka juga," katanya.

Hubungannya dengan tahun baru yang jatuh pada hari Rabu Wekasan, Saleh menuturkan, perayaan malam pergantian tahun kerap dirayakan dengan pesta dan larut dalam hura-hura. Sehingga, jika musibah datang, itu karena orang-orang menjadi kurang waspada. Atau manusia melakukan perbuatan mungkar.

"Biasanya pergantian tahun selalu diisi dengan berbuatan maksiat. Kemungkinan ini yang membuat celaka. Jika kaitannya Rabu Wekasan membawa celaka hanyalah mitos saja," tutur Saleh. (sumber vivanews.com)