Saturday, April 27, 2013

Seminggu Roboh, Pohon Makam di Kediri Kembali Berdiri Kokoh

Setelah Seminggu roboh, Pohon makam kembali berdiri
Pohon makam saat roboh seminggu lalu dengan membawa kerangka
KEDIRI - Warga di sekitar dusun Joho Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Jawa Timur digegerkan dengan pohon makam yang seminggu lalu roboh akibat angin kencang, sekarang kembali berdiri kokoh, Minggu (28/4).

Menurut Maliki (30) warga setempat, informasi pohon bulu yang usianya sekitar 300 tahun tersebut diketahui Minggu pagi, saat ia jalan-jalan pagi. "Pagi itu, sudah ramai warga yang berdatangan untuk melihat keanehan tersebut," ujarnya ditemui dilokasi.

Saking banyaknya warga yang berdatanngan, warga setempat berinisiatif membuka tempat parkir dengan biaya seikhlasanya.

Pohon yang sempat roboh dan akarnya sempat membawa puluhan kerangka mayat ini juga menjadi daya pikat masyarakat dari luar desa. Beberapa warga yang jalan-jalan pagi ke Simpang Lima Gumul (SLG) menyempatkan diri untuk melihat lebih dekat dan juga mengabadikan momen tersebut.

Sementara itu, menurut tukang gergaji, berdirinya pohon dengan ukuran besar tersebut diperkirakan terjadi pukul 01.00 WIB dinihari. "Sekitar pukul 01.00 dinihari tadi, karena sampai sore kemarin masih roboh," ujarnya.

Untuk diketahui, pohon Bulu yang usianya sekitar 300 tahun ini roboh pada Senin (15/4) sore saat diterjang angin kencang yang melanda di sejunlah wilayah di Kabupaten Kediri.

Friday, April 26, 2013

Rawan Politis, Dewan Minta Pembagian BLT Usai Pilwali Kota Kediri



KEDIRI - Dinilai rawan politis sebagai pencitraan Walikota Kediri dr. Samsul Ashar yang maju kembali menjadi walikota pada Pilihan Walikota (pilwali) Kota Kediri akhir Agustus mendatang. Kalangan DPRD Kota Kediri meminta agar pemberian program Biaya Langsung Tunai (BLT) diserahkan usai pelaksanaan pilwali mendatang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto mengatakan, pemberian BLT yang rencananya akan diserahkan menjelang Pilwali, akan menimbulkan keresahan bagi calon walikota yang lain. “Jika diserahkan mendekati pilwali, maka akan menimbulkan keresahan bagi calon lain,” ujaarnya, Jumat (26/4).

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan ini menghimbau agar pemberian ditunda, sampai pelaksanaan pilwali. “Memang sesuai dengan amanah anggaran tersebut untuk tahun anggaran 2013, alangkah lebih netralnya jika diberikan usai pilwali,” harapnya.

Masih kata Hadi Sucipto, jika memang terpaksa diberikan sebelum pilwali, pihaknya menghimbau, dalam penyerahan BLT, juga didampingi tokoh partai politik, maupun unsur dewan serta wakil walikota Abdullah Abu Bakar, yang diketahui juga maju menjadi calon walikota. “Kalau memang terpaksa diberikan sekarang, semua unsur harus dilibatkan, mulai tokoh partai politik, unsur DPRD maupun wawali sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Kediri Hariadi mengaku, tidak bisa ditunda penyaluran BLT, karena sudah masuk dalam Rincian Kegiatan Anggaran (RKA). “Sifatnya mendesak, jadi tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ujarnya.

Masih kata Hariadi, pihaknya juga membantah, jika penyaluran BLT tersebut digunakan salah satu kampanye walikota. “Tidak ada unsur politis-politis ini, kegiatannya murni untuk sosial,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemkot Kediri tahun 2013 ini menganggarkan BLT sekitar Rp 3 milyar yang dibagikan untuk 14 ribu kepala keluarga (KK).

Puluhan Siswa di Kediri Pilih Nikah, daripada Ikuti Unas

KEDIRI - Hampir 100 siswa SMP dan sederajat di Kabupaten Kediri, dipastikan tidak lulus sekolah. Mereka memilih menikah usia dini dan bekerja, sehingga tidak mengikuti ujian nasional (UN) kemarin.
 
Kabag Humas Pemkab Kediri, Edhi Purwanto mengatakan, puluhan siswa itu sebetulnya telah tercatat dalam daftar peserta ujian nasional SMP dan sederajat. Tetapi menjelang hari H pelaksanaan unas SMP, mereka mengundurkan diri dengan berbagai alasan. “Awalnya mereka terdata untuk ikut UN, tapi setelah beberapa hari menjelang UN, mereka mengundurkan diri dengan berbagai alasan, ada yang bekerja, menikah atau lain-lain,” ujarnya.
 
Sesuai data, siswa SMP dan sederajat yang tidak mengikuti Unas tahun ini sebanyak 98 anak. Tiga diantaranya harus ikut Unas susulan karena sakit, sedangkan sisanya mundur karena menikah, bekerja dan tanpa keterangan. Unas SMP di Kabupaten Kediri tahun ini diikuti 20 ribu lebih siswa SMP dan Mts Negeri maupun Swasta. (*)

Menjadi Korban Perampokan, Janda Kaya Kediri Rugi Ratusan Juta

KEDIRI -  Mutmainah (75) seorang janda kaya asal Dusun Joho desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Jawa Timur menjadi korban perampokan, Kamis (25/4) petang.
 
Pperistiwa bermula saat korban usai sholat Mahgrib dari masjid masuk ke rumah lalu ke dapur untuk minum kopi. Tiba-tiba dari arah belakang, korban disekap 2 orang tidak dikenal dengan satu memaakai cadar lainnya tidak. Selain menyekap korban, pelaku yang memakai cadar mengancam korban dengan sabit daan mengikat kedua tangan korban dengan kain kerudung yang dibawanya. Kemudian kedua pelaku berhaasil menggasak beberapa perhiasan emas  dan 8 keris pusaka.
 
Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcaahyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan korban guna mengungkap pelaku pencurian. “Petugas reskrim sudah melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan korban guna mengejar paara pelaku,” ungkapnya.
 
Sementara itu, akibat peristiwa pencurian tersebut, Mutmainah menderita kerugian mencapai Rp 200 juta. (*)

Thursday, April 25, 2013

Peringati Harlah Kesatuan Gerak PKK, KIM Kota Kediri Gelar Ketoprak

Salah satu pertunjukan Ketoprak yang diperankan para PNS
KEDIRI – Sebagai pemerintaah yang peduli dengan tradisi budaya, humas dan protokol Pemkot Kediri menggelar pagelaran ketoprak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kesatuan gerak PKK yang ke 41 oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (24/4) malam.
 
Daalam pegalaran ketoprak dengan laakon Joko Gendil tersebut, uniknya lagi, para pemerannya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun anggota PKK Kota Kediri. Meski baru latihan sekitar 2 bulan, para pemeran ketoprak sudah bisa menjiwai dengan alur cerita dengan tutur bahasa jawa.
 
Dalam sambutannya, ketua tim penggerak PKK Kota Kediri Dahlia Ishaq mengatakan, pagelaran ketoprak ini merupakan sebuah kegiatan yang fenomenal. Selain menghargai budaya jawa, juga baru kali ini, peringatan HUT PKK menggelar kesenian ketoprak yang diperankan oleh para PNS dan juga anggota PKK. “Malam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT PKK ke 41 yang fenomenal, karena menyuguhkan kesenian ketoprak,” ujaarnya.
 
Selain itu, istri dari Walikota Kediri Samsul Ashar itu juga berpesan, usia PKK yang mencapai 41 menjadikan motivaasi dan semangat bekerja dan terus berusaha mensejahterakan keluarga. “Tugas PKK sangat berat, selain memberikan dukungan suami bekerja, juga menjadi pembimbing untuk mensejahterakan keluarga. Jika keluarga sejahtera, maka bangsa juga akan sejehtara,” pesan Dahlia.
 
PKK sebagai mitra kerja pemerintah, Dahlia juga berpesan agar para anggota PKK bisa menjadi pembimbing serta terus maju dan mandiri, guna hari esok yang lebih baik. “Mari kita wujudkan keluarga yang mandiri menuju hari esok yang lebih baik,” ajak Dahlia dihadapan anggota PKK se-Kota Kediri.
 
Sementara itu, Walikota Samsul Ashar mengaku, peringatan HUT PKK ke-41 dan hari Kartini sangat spesial. Karena salah satu rangkaian kegiatannya menggelar pagelaran ketoprak. “Baru pertama kali ini, group ketoprak yang dinamakan Ketoprak Dewi Kilisuci, kita patut bangga dan memberikan apresiasi kepada PKK yang sanggup membina hingga mampu melestarikan salah satu kesenian budaya jawa ini,” ujarnya.
 
Selain itu, Pak Dokter – sapaan walikota Samsul Ashar – juga memberikan apresiasi terhadap program PKK, salsh satunya penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Mari kita wujudkan keluarga mandiri sejahtera, dengan menenkan angka KDRT di Kota Kediri,” ujarnya.
 
Pak Dokter juga berpesan, agar para Kepala SKPD juga memberikan kesempatan kepada pengurus PKK dalam segala kegiatan. “Para kepala SKPD harus memberi kesempatan karena PKK sebagai mitra kerja, harus diberi kesempatan untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun Kota Kediri,” pinta Samsul.