Wednesday, February 5, 2014

Tak Berikan Solusi, Dewan Tunda Rapat Bahas Dua Proyek Mangkrak



KEDIRI - Adanya dua proyek rehab pembangunan gedung PDAM dan Puskesmas Mrican, kalangan komisi C DPRD Kota Kediri menggelar rapat dengar pendapat bersama tim eksekutif. Namun karena tidak dihadiri tiga pejabat pemkot yang bersangkutan. Komisi C akhirnya menunda rapat dengar pendapat itu, mengingat dengan tidak dihadirinya tiga pejabat yang bersangkutan, rapat akan sia-sia.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengagendakan rapat membahas masalah ini dan kala itu merekomendasikan pemkot membentuk tim untuk membahas masalah mangkraknya dua proyek itu. “Tanpa dihadiri kepala dinas yang bersangkutan maupun tim, rapat ini akan sia-sia, karena belum ada solusi,” ujarnya, Rabu (5/2).

Menurut Ayub, rapat ditunda sampai ada solusi terkait masalah dua proyek itu. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada laporan pertanggung jawaban Walikota sebelum berakhirnya masa jabatan. “Ini juga menjadi catatan bagi tim eksekutif, bilamana masih menyisakan beberapa proyek yang belum tuntas, knerja eksekutif bisa dipertanyakan,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak menginginkan, dengan adanya pergantian kepala daerah, beberapa proyek peninggalan kepala daerah lama tidak dilanjutkan dan menjadi mangkrak. “Harus segera dicarikan solusi,” pinta Ayub.

Sementara itu, karena tidak dihadirinya tiga pejabat pemkot yang bersangkutan, akhirnya kalangan komisi C melakukan sidak ke lokasi pembangunan PDAM dan juga Puskesmas Mrican. Beberapa dewan sempat menyayangkan proyek rehab PDAM yang dilaksanakan tahun 2012, sudah satu tahun lebih mandek dan bangunan ditumbuhi alang ilalang.

Untuk diketahui, untuk rehab pembangunan PDAM, telah disiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 milyar. Sementara untuk Puskesmas Mrican, pemkot menganggarkan Rp 1,1 milyar. Nasib puskesmas mrican hampur sama dengan PDAM, belum 100 persen selesai.

Sementara itu, menyikapi mangkraknya dua proyek pembangunan PDAM dan Puskesmas Mrican, Rabu (5/2) pagi Pemkot Kediri langsung membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab mandeknya pembangunan dua proyek yang nilainya sekitar Rp 2 milyar itu.

Kabag Pembangunan Pemkot Kediri Edi Yuwono mengatakan, dalam tim investigasi itu, diketuai langsung oleh Sekkota Kediri Agus Wahyudi. Diharapkan, dengan adanya tim investigasi itu, pihak Pemkot bisa segera mengambil sikap dan melanjutkan proses pembangunan PDAM dan Puskesmas Mrican. Mengingat dua kantor itu sangat penting, khususnya dalam meningkatkan pelayanan masyarakat. “Saat ini masih dibahas dalam tim, tentang tindak lanjut dua proyek itu,” ujarnya.

Masih kata Edi, sesuai dengan audit yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, untuk pembangunan PDAM baru berjalan sekitar 18 persen. Sementara untuk puskesmas Mrican baru 75 persen. Namun demikian, untuk melanjutkan pembangunan dua proyek itu, pihaknya nanti juga akan memintakan audit ke Badan pemeriksa keuangan (BPK).

Saturday, January 18, 2014

Ufo Melintas di Atas Monumen SLG Kediri ?

Sesosok pringan hitam layaknya UFO melintas diatas SLG Kediri
Entah ini rekayasa atau bukan, gambar dengan sesosok UFO melintas diatas Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri beredar luas dikalangan masyarakat.

Tuesday, January 14, 2014

Tiga Mega Proyek Terancam Mangkrak



Jembatan Brawijaya Kediri (14/1/2014)
KEDIRI – Tiga mega proyek multiyears yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri, Jawa Timur terancam mandek dan tidak selesai hingga berakhirnya masa jabatan Walikota Samsul Ashar April mendatang. Pasalnya, hingga saat ini kalangan DPRD Kota Kediri juga belum membentuk panitia khusus (pansus) terkait tindak lanjut 3 mega proyek senilai ratusan milyar itu.

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan, untuk nasib tiga megaproyek, pihaknya masih menunggu pansus yang sejauh ini belum juga terlaksana. “Keputusan dilanjutkan atau tidak, masih menunggu keputusan dalam pansus,” ujarnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (14/1).

Pria yang akrab disapa Ayub ini menyebut, dalam beberapa hari kedepan akan ada agenda badan musyawarah. Diharapkan, dalam Banmus itu muncul penjadwalan agenda pembahasan pansus terkait tiga megaproyek. “Besuk ada agenda banmus dan kemungkinan akan memasukkan agenda pembentukan pansus tiga megaproyek,” ujarnya.

Dengan diadakan pansus itu, nantinya akan mengetahui segala permasalahan molornya pembangunan tiga mega proyek yang seharusnya tuntas akhir 2013. Namun, hingga saat ini belum juga selesai. “Dalam pansus nanti akan kita ketahui, apa penyebab molornya tiga megaproyek itu. Baru kemudian anggota pansus setuju atau tidak dilanjutkan 3 megaproyek itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Kediri Jawadi mengatakan, dalam beberapa hari terakhir memang proses pembangunan tiga megaproyek dihentikan. Pasalnya, sesuai dengan evaluasi Gubernur Jawa Timur, proses lanjutan pembangunan tiga megaproyek tidak boleh diteruskan pada anggaran awal APBD 2014.. “Sesuai hasil evaluasi Gubernur, tiga megaproyek itu tidak boleh dilanjutkan pada awal tahun 2014 ini,” ujarnya.

Untuk itu, kata Jawadi, sejumlah anggaran yang sebelumnya dituangkan untuk lanjutan tiga megaproyek, pihaknya akan menarik dan akan dianggarkan kembali pada Perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2014 nanti. “Ya, anggaran yang sebelumnya kita masukkan, akan kita tarik dan diajukan kembali pada PAK,” terangnya.

Sesuai pantauan dilokasi pembangunan tiga megaproyek. Yakni, Jembatan Brawijaya, kampus Polteknik, dan RSUD Gambiran II sudah tak tampak aktivitas para pekerja. Sejumlah alat berat juga sudah dikemasi.

Untuk diketahui, Tiga mega proyek di Kota Kediri itu kini dalam penyidikan dua lembaga penegak hukum.  Jembatan Brawijaya dan Gedung Poltek ditangani Polda Jawa Timur. Sedangkan RSUD Gambiran II ditangani Kejaksaan Negeri Kediri. Dari ketiga proyek besar itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Kediri kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Besar anggaran yang diperlukan untuk mega proyek Jembatan Brawijaya sebesar Rp 66 miliar. Sementara RSUD Gambiran II Rp 234 miliar dan Gedung Poltek Rp 88 miliar. Ketiga proyek besar itu belum sepenuhnya selesai. (*)

Tuesday, January 7, 2014

Berkedok Tukang Las, Pabrik Miras Oplosan Digrebeg


Imro Mahmudi Pemilik home industri Miras Oplosan

KEDIRI - Polres Kediri kembali melakukan penggrebekan terhadap sentra pembuatan minuman keras (miras) diwilayah kabupaten Kediri. Kali ini petugas sat reskrim polres Kediri menggrebek sebuah rumah di Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Dalam menjalankan aksinya pemilik usaha Imron Mahmudi (47) juga membuka usaha jasa las. Penggrebekan pabrik miras milik mahmudi ini berawal dari kecurigaan petugas saat pemilik usaha membeli air mineral isi ulang di rumah Santo tetangganya. Polisi curiga air mineral yang dibawa menggunakan mobil carry itu dinilai sangat janggal dan volumenya terlalu besar. Selanjutnya dilakukan penyelidikan, dan ternyata benar air mineral digunakan sebagai bahan pembuatan miras. Selanjutnya, dilakukan penggeledahan di rumah dan gudang pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati, barang bukti miras berbagai merk.

Dari penggrebekan itu, petugas mengamankan 1 unit mobil carry pick up warna putih nopol N 9204 D, 8 jurigen berisi air mineral, 3 galon berisi air mineral, 9 botol alcohol, 78 botol miras merk mansion house, 55 botol miras merk vodka, 5 botol miras merk kuntul, serta seperangkat pembuat oplosan miras. Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti dua alat hisap sabu-sabu yang baru digunakan pelaku. Bahkan, ketika digelandang petugas Imron masih dalam kondisi terpengaruh narkoba.

 Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Edi Herwiyanto mengatakan, petugas masih memeriksa Imron secara intensif di Polres Kediri/ guna proses hokum lebih lanjut. “Pelaku kita amankan guna menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri,” ungkapnya.

Sementara itu, imron mahmudi mengaku sudah menjalankan aksi pembuat miras oplosan itu sekitar 1 tahun. “Sekitar satu tahun,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pembuatan Mitas itu juga disumbangkan untuk keperluan pembangunan infrastruktur di desanya. “Kalau ada yang minta sumbangan, pasti saya kasih. Sudah berapa ratus juta yang saya sumbang ke desa,” akunya.

Sesuai catatan, akhir-akhir ini, Polres Kediri sudah melakukan penggrebekan di empat titik produksi pembuat miras diwilayah kabupaten kediri. Yakni didesa Payaman Kecamatan Plemahan, di wilayah purwoasri dan di wilayah ngancar serta kali ini di desa senden kecamatan kayen kidul.(*)

Polres Kediri Kota Siapkan Ratusan Personil Amankan Gelaran IIC 2014



KEDIRI – Sebagai tuan rumah gelaran turnamen inter island cup (IIC), Polres Kediri sedianya sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pengamanan maupun koordinasi dengan berbagai pihak. Bahkan, pihak Polres Kediri Kota berencana menyiapkan sekitar 700 personil gabungan dari TNI dan Polri.

Sesuai jadwal, Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur akan menjadi tuan rumah enam pertandingan di group zona 3 jawa. Yakni Minggu (12/1/2013), Senin (13/1/2013) dan Rabu (14/1/2013).

Kasubag Humas POlres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, setiap hari akan ada dua pertandingan. Yakni, pukul 15.30 WIB dan pukul 19.00 WIB. “Kami sudah lakukan koordinasi dan menyiapkan personil untuk menjaga jalannya pertandingan,” ujarnya.

Disinggung rawan terjadi bentrok, mengingat pertandingan di Kota Kediri juga ada club Persebaya Surabaya, Siswandi sudah mengantisipasi segala hal kemungkinan jika terjadi bentrok. “Masing-masing perwakilan suproter sudah kami undang untuk bersama-sama menjaga agar suasana tetap kondusif,” terangnya.

Untuk diketahui, empat klub yang akan berlaga di stadion Brawijaya nanti. Yakni, Persik, Persebaya, Persiba Bantul dan Gresik United. (*)

Untuk jadwal pertandingan di Stadion Brawijaya
Hari                             Kic Off                        Pertandingan
Minggu (12/1) Pukul 15.30 WIB         Persebaya VS Persiba Bantul
                                    Pukul 19.00 WB          Persik Kediri VS Gresik United
Senin (13/1)                 Pukul 15.30 WIB         Gresik United VS Persebaya
                                    Pukul 19.00 WIB         Persiba Bantul VS Persik Kediri
Rabu (15/1)                  Pukul 15.30 WIB         Persik Kediri VS Persebaya
                                    Pukul 19.00 WIB         Gresik United VS Persiba Bantul

Friday, January 3, 2014

Daftar Tablet Populer di Awal Tahun 2014

(Ilustrasi)


Di awal tahun baru 2014, mungkin beberapa dari Anda berencana untuk membeli komputer tablet baru. Saat ini, ada puluhan jenis tablet yang beredar di pasaran. Pilihan yang beragam tentu bisa membuat Anda bingung untuk memilih.

Tenang, kami akan memandu Anda untuk melihat tablet berukuran 7 inci ke atas yang masuk di jajaran tablet terbaik di tahun 2013. Kami berharap panduan ini bisa membantu Anda untuk memutuskan tablet mana yang tepat untuk dibeli.

Sebelum membeli komputer tablet, tentu yang harus diperhatikan adalah spesifikasi, sistem operasi, ukuran, dan harganya. Anda harus benar-benar mengenal perangkat tablet yang akan dibeli sesuai kebutuhan.

Berikut lima tablet terbaik yang bisa Anda bawa pulang ke rumah untuk menunjang aktivitas, seperti dilansir laman Business Day, Jumat 3 Januari 2014.

1. Apple iPad Air

iPad Air merupakan iPad generasi kelima yang diluncurkan Apple pada bulan November 2013 lalu. Gen baru iPad ini hadir dengan ukuran lebih tipis, ringan, dan lebih powerful dari iPad sebelumnya.

iPad Air mengusung layar lebar 9,7 inchi multitouch Retina Display dengan versi layar yang lebih baik. Secara desain, iPad Air hadir dengan bodi lebih ramping, hanya 7,5 mm dan bobot hampir setengah kilo (453 gram).

Dari sisi dapur pacu, Apple menanamkan prosesor terbaru chip A7 dengan 64 arsitektur. Prosesor ini membawa performa tablet ini makin cepat. Dengan modal prosesor ini, untuk membuka file, iPad Air diklaim dua kali lebih cepat dari iPad-iPad sebelumnya.

Apple juga membubuhkan fitur Wi-Fi yang dua kali lebih cepat dengan fitur MIMO. Dari sisi kamera, iPad Air hadir dengan kamera 5 MP iSight dengan resolusi 1080 piksel. Sedangkan kapasitas baterai disebutkan bisa memasok daya hingga 10 jam.

Apple membanderol iPad Air dengan harga US$499 setara Rp5,6 juta untuk versi 16 GB, hanya selisih sekitar US$100 dengan iPad 2 16 GB, yang dijual seharga US$399, atau Rp4,5 juta.

2. Samsung Note 10.1 Edisi 2014

Samsung baru saja merilis tablet seri terbarunya di Indonesia, Galaxy Note 10.1 Edisi 2014, pada 5 Desember 2013 lalu.

Tablet berukuran 10,1 inci ini muncul dengan peningkatan dari berbagai sisi, layar, desain sampai fitur S Pen. Pensil pintar pendukung layar sentuh ini makin responsif, mampu menjalankan fungsi Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, dan S Finder.

Menilik dari layar, Note 10.1 Edisi 2014 dibalut dengan layar Super Clear LCD WQXGA dengan resolusi 2560x1600 piksel. Kualitasnya disebutkan dua kali lebih baik dari generasi Note 10.1 versi orisinal.

Dimensi tablet ini berukuran lebar 24,3 cm, tinggi 17,1 cm, tebal 0,7 cm serta bobot 535 gram.

Note 10.1 2014 Edition berjalan dengan sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean. Untuk di tablet ini, Samsung telah memasang kamera 8 MP pada bagian belakang dan 2 MP pada bagian depan.

Guna mendukung kinerja, tablet ini diperkuat prosesor 1,9 Ghz octacore. Untuk Indonseia, akan hadir versi 3G dan Wi-Fi dengan opsi penyimpanan 32 GB, termasuk microSD hingga 64 GB.

Galaxy Note 10.1 Edisi 2014 tersedia dalam dua warna hitam jet dan putih klasik. Asyiknya lagi, tablet ini bisa diintegrasikan dengan jam tangan. Samsung membanderolnya dengan harga Rp7,999 juta.

3. Sony Xperia Tablet Z
Sony terus menambah lini Xperia. Baru-baru ini, vendor Jepang itu merilis Xperia Tablet Z. Perangkat mobile ini hadir dengan ukuran layar 10,1 inchi beresolusi 1920 x 1200 pixel Full HD, prosesor quad-core 1,5 GHz, RAM 2 GB, dan penyimpanan internal 32 GB.

Tablet ini dibekali kamera belakang 8,1 MP dan mengadopsi sistem operasi Android Jelly Bean. Sony juga membenamkan teknologi khasnya, yaitu Engine Mobile Bravia 2 serta sensor Exmor R pada kamera bagian belakang.

Tablet setebal 0,69 cm ini menyuguhkan beberapa fitur teknologi, mulai dari teknologi berbagi NFC, koneski LTE sampai slot micro SD. Teknologi lain yang membuatnya menarik adalah mampu bertahan di air pada kedalaman satu meter selama 30 menit.

Sony membanderol Xperia Tablet Z dengan harga US$499, atau setara Rp6,1 juta untuk versi 16 GB. Sedangkan, untuk versi 32 GB, harganya US$599, atau setara Rp7,3 juta. Sayang, kedua tablet ini cuma punya konektivitas Wi-Fi, tidak ada 3G apalagi 4G.

4. Google Nexus 7

Google bersama Asus telah meluncurkan tablet Nexus 7 pada bulan Juli silam. Performa tablet ini ditingkatkan dari pendahulunya, namun dengan harga yang relatif tetap miring.

Nexus 7 memiliki layar 7 inci dengan resolusi 1.920 x 1.200 piksel dan kepadatan 323 pixel per inci (ppi). Layar IPS sudah mendukung anti gores, anti sidik jari, dan anti noda.

Desain dari tablet ini cikup ringan dan tipis. Ketebalannya 7,9 mm dan bobot cukup ringan: 317,5 gram.

Nexus 7 sudah dipersenjatai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro quad-core 1,5GHz Krait, RAM 2GB, grafis Adreno 320, sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean.

Selain itu, pada tablet ini juga disematkan kamera belakang 5 MP dan kamera depan 1,2 MP.

Untuk harga, Nexus 7 32 GB yang memiliki jaringan Wi-Fi dan 3G itu dibanderol dengan harga US$349, setara Rp4,2 juta.

Sedangkan untuk model 'Wi-Fi only' 16 GB dijual dengan harga US$230, atau Rp2,8 juta, dan untuk 32 GB dihargai US$270, atau Rp3,3 juta.

5. Apple iPad Mini with Retina Display

Pada bulan Oktober 2013 lalu, Apple meluncurkan perangkat terbarunya di sebuah acara yang digelar di Yerba Buena Center, Art Theater, San Francisco, AS. Produk baru itu adalah iPad Mini with Retina Display.

iPad Mini with Retina Display menggunakan layar 7,9 inci, namun memiliki resolusi empat kali lebih baik dari produk terdahulu, yaitu menjadi 2048 x 1536 piksel. Tentu saja ini membuat kualitas layar iPad Mini with Retina Display jauh lebih detail dan lebih tajam.

Apple mempersenjatai iPad Mini barunya ini dengan prosesor Apple A7 64-bit yang lebih bertenaga dalam pengoperasiannya. Prosesor itu sama dengan yang digunakan pada iPhone 5S.

iPad Mini with Retina Display juga sudah ditanamkan kamera belakang iSight 5MP HDR dan mampu merekam video berkualitas 1080p. Sementara kamera depannya berkemampuan 1,2MP dan mampu merekam video 720p.

Untuk konektivitas, iPad Mini terbaru ini sudah mendukung jaringan LTE dan Bluetooth 4.0. Tentu jaringan itu didapat dari dua model perangkat, yaitu model Wi-Fi dan model Wi-Fi plus jaringan seluler nano-SIM.

Ketahanan baterai dari iPad Mini with Retina Display cukup lama. Dalam keadaan siaga, perangkat mampu bertahan hingga 10 jam, saat bekerja pada jaringan 3G atau 4G, diklaim bisa bertahan hingga sembilan jam. Relatif lebih tahan lama dari iPad mini generasi pertama.

Berikut harga resmi Apple iPad Mini with Retina Display:
Wi-Fi only
- versi 16 GB: US$519 (setara Rp6,3 juta)
- versi 32 GB: US$649 (setara Rp7,9 juta)
- versi 64 GB: US$779 (setara Rp9,4 juta)
- versi 128 GB: US$909 (setara Rp11 juta)

Wi-Fi + 4G LTE
- versi 16GB US$681 (setara Rp8,2 juta)
- versi 32GB, 64GB, dan 128GB, masing-masing selisih harganya ditambah US$100. (sumber vivanews.com)

*Pembayaran Gaji PNS Telat, DPRD Anggap Walikota tak Tanggung Jawab



Ketua KOmisi B DPRD Kota Kediri Reza Darmawan
KEDIRI - Kalangan DPRD Kota Kediri mendesak Walikota Samsul Ashar segera menandatangani pembayaran gaji para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dewan khawatir keterlambatan pembayaran gaji akan berdampak buruk terhadap kinerja pegawai.

Desakan itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Reza Darmawan. Menurutnya, keterlambatan gaji pegawai, karena walikota ijin cuti pergi umroh ke Mekah, bukan alasan yang bisa dipertanggung jawabkan. “Inikan peristiwa yang terjadi setiap bulan, tanpa harus diajari lagi. Seharusnya, saudara walikota menandatangani pembayaran gaji pegawai, sebelum pergi,” kecam Reza Darmawan, Jumat (3/1)

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PAN (F-PAN) Kota Kediri itu merasa kecewa dengan tindakan walikota. Reza, begitu sapaan akrabnya menilai bahwa orang nomor satu di Kota Kediri itu tidak memiliki rasa tanggung jawab. “Keterlambatan pembayaran gaji PNS ini pasti akan berpengaruh terhadap kinerja para pegawai di pemkot. Gaji sangat diharapkan mereka. Dan harapan saya, ini tidak berpengaruh terlalu panjang," imbuhnya.

Sementara itu, mengenai dampak lain, terjadinya keterlambatan pembayaran rekening listrik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), Reza menuding pemkot ceroboh. Sebab, surat peringatan tunggakan rekening listrik dari PLN, sudah diterima, sejak tiga bulan sebelumnya. “Tunggakan listrik ini sudah tiga bulan lalu, seharusnya dibayar. Dan keuangan itu semestinya ada. Kemarin, karena waktu di PAK, pengajuan terlambat, maka realisasi juga terlambat. Ditambah lagi, belum ada tanda tangan walikota dalam APBD 2014 ini,” kecam Reza.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepergian walikota ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh berdampak buruk terhadap sitem birokrasi. Sebanyak 6.483 PNS belum menerima gaji dan tunggakan listrik PJU Rp 512 juta belum terbayar hingga jatuh tempo. (*)

Wednesday, January 1, 2014

Tips Mencegah Biar tak Tertular Mata Merah

Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut konjungtivitis adalah salah satu penyakit infeksi pada mata yang sangat menular. Warna merah pada mata terjadi akibat terjadinya peradangan pada selaput bening putih mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata.
Karena menular, perlu kiranya kita mengambil langkah langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut beberapa diantaranya:
  • Jangan bersentuhan dengan seseorang yang sedang menderita konjungtivitis.
  • Jangan menyentuh benda benda atau obyek yang telah digunakan oleh penderita konjungtivitis.
  • Jauhi penderita mata merah yang juga mengalami batuk dan bersin bersin.
  • Jangan berenang dengan penderita konjugtivitis.
  • Ajaklah anak anda tetap di rumah saat mereka menderita mata merah.
  • Cuci tangan dengan baik dan sesering mungkin setiap hari.
    (Sumber :  http://www.blogdokter.net/)

Ditingggal Umroh Walikota, Ribuan PNS Pemkot Kediri tak Gajian



KEDIRI - Sebanyak 6483 Pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemkot Kediri tak terima gaji dihari pertama masuk kerja dibulan Januari ini. Guna meredam gejolak dikalangan PNS Pemkot, Sekkota kediri Agus Wahyudi langsung memanggil seluruh kepala Satker untuk diberi penjelasan terkait molornya gaji tersebut, Kamis (2/1/2013).

Menurut Sekkota Kediri molornya pencairan gaji ini dikarenakan belum ditandatanganinya pencairan gaji bulan Januari oleh Walikota Samsul Ashar. Pasalnya, saat ini orang nomor satu di Pemkot Kediri itu sedang menjalani cuti untuk melaksanakan ibadah umroh di mekkah. Praktis gaji senilai 25 milyar untuk ribuan PNS belum bisa dicairkan. “Karena memang belum ditandatanganinya Walikota dan DPRD. Makanya gaji teman-teman PNS telat tidak seperti semestinya,” ujarnya.

Masih kata Sekkota, sesuai jadwal, cuti walikota hingga tanggal 7 Januari, jika langsung ditandatangani, maka tanggal 8 atau maksimal tanggal 9 gaji sudah bisa dicairkan. “Maksimal tanggal 9 gaji sudah bisa dicairkan,” tegasnya.

Sementara itu, dengan molornya gaji ini, muncul rasan-rasan dikalangan PNS, yang menyebut walikota tak bertanggung jawab. Padahal gaji itu digunakan untuk membayar angsuran dan dikhawatirkan telat jaut tempo. (*)

Tuesday, December 31, 2013

Bank Indonesia Serahkan Pengatusan dan Pengawasan Keuangan pada OJK



KEDIRI - Bank Indonesia (BI) Kediri melakukan serah terima pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan bank ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ballroom lantai V Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) BI Kediri Jalan Basuki Rahmat Kota Kediri, Selasa (31/12/2013).

Serah terima ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dokumen Softcopy (format PDF dengan tanda/watermark) periode 1 Januari 2009 sampai 31 Oktober 2013 milik Bank Indonesia, yang disimpan dalam media ekstenal harddisk.

Penandatanganan BAST pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan bank dari BI Kediri ke Kantor Cabang OJK Kediri dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri, Matsisno dan Kepala OJK cabang Kediri Kuswandono.

Seremonial itu disaksikan langsung oleh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, pimpinan perbangkan dan seluru stakeholder KPw BI Kediri. “Dengan ditanda tangani BAST pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan bank dari KPw BI Kediri ke Kantor Cabang OJK Kediri, maka tanggung jawab dan kewajiban terhadap pengamanan, pengelolaan, pemeliharaan dan pemusnahan dokumen yang diserahkan berada pada Kantor Cabang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri,” ungkap Matsisno dalam sambutannya.

Masih katanya, serah terima pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan ban merupakan hari yang bersejarah bagi Republik Indonesia khususnya, di sistem Keuangan Indonesia, sebagaimana amanat UU OJK No.21 tanggal 27 Oktober 2011.

Dimana, fungsi, tugas dan kewenangan pengaturan dan pengawasan mikroprudensial bank yang selama ini berada di BI akan beralih ke OJK.  Sehingga fungsi-fungsi yang ada di Bank Indonesia akan lebih mengarah pada pengendalian, pengelolaan moneter dan sistem pembayaran serta makroprudensial sekaligus pengendalian stabilitas sistem keuangan.

Ditemui usai acara, Matsisno mengatakan, meskipun fungsi pengaturan dan pengawasan bank dialihkan ke OJK, namun wewenang secara umum, tidak ada yang berbeda, sebagaimana telah dilakukan BI. Hanya saja, OJK melakukan pengawasi secara luas, tidak hanya pada perbankan, tetapi juga terhadap pasar modal dan asuransi. “Sebelum adanya UU OJK, pengawasan hanya dilakukan oleh BI, dan terpisah-pisah. Kemudian pada saat krisis ekonomi, koordinasinya agak susah. Karena pengawasan berbeda. Dengan OJK pengawasan bersatu. Sebab, kadang-kadang pemilik bank juga pemilik asuransi,” jelas Matsisno.

Karena terbilang baru, diakuinya, persiapan pengalihan pengawasan dari BI ke OJK masih terkendala oleh Sumberdaya Manusia (SDM). Semua tenaga pengawas OJK berasal dari BI, dan kekurangan SDM akan dipenuhi secara bertahap. Oleh sebab itu, dalam jangka pendek, pengawasan baru bisa dilakukan pada perbankan.

Terpisah, Kuswandono, Kepala OJK Kediri mengakui, adanya kekurangan personil pengawas. Untuk menambah, ia akan mengajukan permintaan personil tambahan ke BI Pusat. Sementara, kantor OJK, tetap berada pada Kantor Perwakilan BI Kediri. “Selain mengawasi perbankkan, juga ada satu lagi, melidungi konsumen dan masyarakat. Terkait masyarakat yang drugikan, kami menjadi mediasi. Jangka pendek, kami konsentrasi di perbankan. Berbeda dengan di pusat,” pungkas Kuswandono.

Pemkot Desak Kemenpera Segera Serahkan Rusunawa


Rusunawa yang berada di Kelurahan Dandangan belum bisa dimanfaatkan

KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mendesak Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk segera menyerahkan Rumah susun sederhana system sewa (Rusunawa). Pasalnya, selain belum juga bisa dimanfaatkan warga, Rusunawa senilai Rp 58 milyar yang berada di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri kini sudah mulai rusak.

“Dari pemkot akan segera memanfaatkan  rusunawana itu, karena bangunan itu memang diperuntukkan untuk masyarakat. Sedangkan untuk bisa dimanfaatkan, kita masih menunggu surat dari Kementerian Perumahan, karena aset ini berasal dari APBN Kementerian Perumahan,” ujar Humas Pemkot Kediri Jawadi, Rabu (1/1).

Diungkapkan mantan Camat Mojoroto itu, selayaknya bangunan yang berumur, sudah barang tentu banyak yang rusak. Tetapi menurutnya, kerusakan itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Pihaknya tidak cemas, karena  pemkot akan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharan. “Bangunan pasti ada yang rusak, tetapi tidak terlalu banyak. Nanti akan ada pemeliharaan lebih lanjut,” imbuh Jawadi.

Diakui Jawadi, selama dua tahun terakhir pemkot telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk pembiayaan rusunawa. Diantaranya, untuk pembayaran rekening listrik, ketersediaan air dan upah tenaga keamanan. Biaya itu selalu teranggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri.

Mengingat beban  anggaran yang cukup besar dan resiko yang ditanggung, pemkot berulang kali mendesak Kemenpera segera mengeluarkan surat penyerahan rusunawa. Sehingga, bangunan yang berdiri diatas asset pemkot seluas 4,5 hektar itu segera bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.

Rusunawa di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri mangkrak selama dua tahun terakhir. Bangunan bernilai Rp 58 milyar itu sudah selesai dikerjakan, pada 2011 lalu, namun tidak berpenghuni dan hanya membebani keuangan Negara.

Betapa tidak, tagihan listrik rusunawa mencapai Rp 15 juta perbulannya, atau sebesar Rp 180 juta dalam satu tahunnya dan Rp 360 juta (selama dua tahun mangkrak). Biaya penggunaan sumberdaya listrik tersebut harus ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. (*)

Polres Kediri Kota Bidik Dugaan Korupsi Kambing



AKBP Budhi Herdi Susianto
KEDIRI – Petugas unit tindak pidana korupsi Polres Kediri Kota, Jawa Timur kini tengah membidik dugaan korupsi pengadaan kambing untuk 460 petani se-Kota Kediri. Bantuan sosial (bansos) tersebut ditengarai telah dipotong oleh oknum pejabat hingga 50 persen lebih setiap ekornya.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, kasus dugaan korupsi bansos kambing kini masih dalam taraf penyelidikan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan segera ditingkatkan menjadi penyidikan. “Kami sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Namun, masih banyak yang perlu kita panggil untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada,” kata AKBP Budhi Herdi Susianto, Senin (30/12).

Kapolres menambahkan, penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kambing bermula dari berita salah satu media massa. Penyidik Unit Tipikor Polres Kediri Kota, kemudian meminta klarifikasi beberapa pihak.

Sementara informasi yang didapat menyebutkan, bansos kambing digelontorkan ke seluruh kelurahan di Kota Kediri (46 kelurahan). Masing-masing kelurahan menerima jatah 10 petani miskin. Sedangkan nilai satu ekor kambing sebesar Rp 1 juta.

Tetapi bantuan itu, dipotong sekitar Rp 500 ribu. Seperti yang disampaikan oleh Sumani, warga Kelurahan Balowerti, Kota Kediri nilai kambing tidak sampai Rp 1 juta, melainkan hanya Rp 500 ribu. "Aaa tetangga yang menawarkan kambing bantuan ka  pasar hewan, ternyata hanya ditawar Rp 400 ribu," ujarnya. (*)

Jambret Keok Sama Ibu Rumah Tangga

Dua pelaku jambret yang beraksi disekitar SLG Kediri
KEDIRI - Dua orang jambret mampu dikalahkan seorang ibu rumah tangga di Kediri, Jawa Timur. Dua penjambret apes itu yakni  Edy Utama dan Satriya Kumbara. Keduanya berasal dari Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Blitar. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri, karena terluka parah. Dua jambret yang masih berusia remaja itu mengalami patah tulang kaki

Awalnya, Satria Editama dan Kumbara melakukan aksi penjambretan kepada korbannya, Dety yang saat itu membonceng kedua buah hatinya. Sukro (5) dan Nisa (7) untuk jalan-jalan naik sepeda motor. Tak disangka belum jauh keluar dari rumahnya, sepeda motor Honda Beat AG 6669 GX yang dikendarainya dipepet oleh Sepeda Motor Satria hitam tanpa no polisi yang dikendarai oleh pelaku, dan mengambil dompet yang berada di jok kecil depan sepeda motornya.


Merasa menjadi korban kejahatan, Dety membuntuti pelaku hingga 3 kilometer, saat tiba di perempatan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dety berteriak "copet-copet tolong pak itu copet", mengetahui ada pelaku jambret, warga berusaha menangkap pelaku yang berakibat motor satria yang dikendarai pelaku seli dan jatuh hingga mengakibatkan kaki kanan kedua orang pelaku terluka cukup parah.

Kendati pelaku terluka, namun warga sempat menghadiahi pelaku dengan bogem mentah. "Jadi anak saya cuman jalan-jalan mas sama cucu, lha koq dijambret yaa dikejar sama Dety dan akhirnya karena tahu dikejar, pelakunya jatuh dan terluka sperti itu" kata Tomo (65), ayah Dety saat berada di Pos Polisi Ngasem, Kabupaten Kediri. Selasa, (31/12/2013).


Korban juga meneriaki pelaku ‘jambret’ serta meminta pertolongan warga agar ikut mengejar. Ditengarai panik, pelaku kemudian terjatuh dari sepeda motornya. Petugas kepolisian yang sedang mengamkan perayaan pesta tahun baru di SLG datang ke lokasi. Petugas kemudian membawa pelaku ke RS Bhayangkara Kota Kediri.


Ipda Didik, selaku Kepala Pos pengamanan tahun baru di SLG mengatakan, kedua pelaku sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihak kepolisian mengamankan barang bukti dompet milik korban. Sedangkan proses lebih lanjut akan dilakukan setelah pelaku keluar dari rumah sakit.


Sementara itu, hingga kini kepolisian dari Polsek Gampengrejo kabupaten masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi di lapangan. Sedangkan untuk kedua pemuda pelaku penjambretan, terpaksa harus menghabiskan malam pergantian tahun di rumah sakit, dan terancam hukuman penjara. (*)

Monday, December 30, 2013

Malam Pergantian Tahun Baru, Kawasal SLG Steril dari Roda Dua dan Empat


Kawasan Simpang Lima Gumul Kediri, Jawa Timur

KEDIRI - Dinas perhubungan dan satuan lalu lintas bakal melarang semua kendaraan masuk kawasan simpang lima gumul (SLG) Kediri, Jawa Timur pada malam pergantian tahun baru malam nanti.

Untuk kendaraan besar seperti truk dan bus dilarang melintas mulai pukul 16.00 WIB, sementara untuk kendaraan  mobil pribadi dilarang masuk mulai pukul 18.00, dan kendaraan roda dua dilarang masuk mulai pukul 21.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Dino Indra mengatakan, Kebijakan ini sudah dikoordinasikan antar instansi, diharapkan pada malam tahun baru nanti di kawasan SLG steril dari kendaraan. “Papan rambu sudah kita siapkan, jalu-jalur alternative agar kendaraan tidak memasuki kawasan simpang lima gumul,” ujarnya.

Selain itu kepolisian juga mengatur pola parkir di luar kawasan simpang lima gumul berdasarkan zona. Untuk kendaraan yang hendak parkir dari arah Tulungagung, Plosoklaten maupun pare menempati area parkir dengan kartu parker warna tertentu. “Langkah ini dimaksudkan agar para pengendara tidak kebingungan saat memarkirkan kendaraan dan saat mengambilnya kembali,” jelasnya.

Sementara itu / pada perayaan natal dan tahun baru ini, pihak kepolisian bakal mendirikan 5 pos pam yang tersebar masing-masing di kawasan mengkreng / Ringin Budho pare, Wates, SLG dan Kandangan.  Semua pos tersebut diisi oleh 300 petugas gabungan baik dari kepolisian, TNI, maupun elemen masyarakat.

Untuk diketahui, saat perayaan tahun baru 2014, kawasan SLG akan menggelar car free night dengan menggelar berbagai rangkaian acara, seperti live musik, beberapa atraksi dan tentunya pesta kembang api diatas monument SLG. (*)  

Perayaan Tahun Baru, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Kediri Ditutup Total


Jembatan Lama Kota Kediri


KEDIRI - Guna mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Kediri, Polres Kediri kota, Jawa Timur akan memberlakukan system buka dan tutup, terutama di jalan Dhoho dan jalan Panglima Sudirman.

Pengalihan arus akan diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB. Seperti, Jembatan Lama, akan diberlakukan system satu arah, yakni hanya diperbolehkan kendaraan dari timur ke barat. Sementara dari barat, hanya diperbolehkan melalui jembatan semampir dan jembatan Bandar Ngalim.

Kasubag humas polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pemberlakukan rekayasan lalu lintas ini akan diberlakukan sore hari, dengan melibatkan sekitar 430 personil yang ditempatkan di beberapa titik rawan kemacetan. Petugas kepolisian akan mengarahkan kendaraan roda empat dari arah Tulungagung, akan dialihkan jembatan Bandar ngalim ke barat. Sementara dari arah Blitar akan diarahkan menuju ke timur lewat simpang tiga depan RS Baptis. Adapun dari arah Nganjuk, Tarokan, Grogol yang ingin menuju Simpang Lima Gumul (SLG) akan diarahkan melalui jembatan Semampir lurus ke Timur. “Untuk Jalan Dhoho sifatnya situasional, jika memang padat, maka akan ditutup total untuk pengendara kendaraan roda dua dan empat,” ujarnya. (*)

Tindak Tegas Mobil Angkutan Barang untuk Angkutan Massal


ilustrasi

KEDIRI - Tidak ingin terulang kejadian kecalakaan yang menewaskan 18 orang di  jalan raya tongas Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/12) kemarin. Polres Kediri kota akan bersikap tegas, jika saat perayaan tahun baru mendatang mendapati mobil angkutan barang untuk angkutan massal masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Kasat lantas Polres Kediri Kota AKP Eko Prasetyo mengatakan, aturan ini sesuai dengan arahan dari kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang melarang mobil angkutan barang untuk angkutan massal. Untuk itu, jika saat perayaan tahun baru mendatang menemui hal itu, pihaknya tidak segan melakukan penindakan hingga memberinya surat tilang. “Kami akan tindak tegas hingga memberikan surat tilang jika ada mobil barang untuk angkutan massal,” ujarnya, Selasa (31/12).

Masih kata Eko Praseto, sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali ditemui mobil barang digunakan angkutan massal untuk merayakan pergantian tahun. Untuk itu, pihaknya menghimbau, agar saat perayaan pergantian tahun mendatang, masyarakat tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk kepentingan angkutan massal. (*)

Sunday, December 29, 2013

Perbanyak Sholaawat di Malam Tahun Baru di Rabu Wekasan

Pesta kembang Api di SLG Kediri tahun lalu
Tahun Baru 2014 tepat jatuh pada bulan Safar. Telah menjadi kepercayaan banyak orang bahwa bulan Safar adalah bulan yang penuh musibah.
Mitos ini semakin diperparah dengan beredarnya broadcast melalui jejaring Blackberry Messenger (BBM) yang menyebutkan, malam tahun baru ini bertepatan dengan Rabu Wekasan. Rabu Wekasan adalah Rabu terakhir di bulan Safar. Di hari itu, Allah akan menurunkan ribuan malapetaka kepada manusia.
Ada tradisi yang dilakukan sebagian orang, khususnya warga Nahdliyin, di hari Rabu Wekasan melakukan shalawat Nabi. Selain itu, di hari Rabu terakhir bulan Safar, warga Nahdliyin akan mengisinya dengan doa-doa tolak bala.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Saleh Hayat, Senin 30 Desember 2013, mengakui masyarakat Nahdliyin memang mengenal Rabu Wekasan.

"Kalangan Sunni memang akrab dengan Rabu Wekasan. Di Indonesia biasanya warga Nahdliyin menggunakan hari itu untuk memperbanyak shalawat dan membaca doa tolak bala," kata Saleh Hayat.

Namun, soal mitos akan banyak malapetaka di hari itu, Saleh menepisnya. Menurut Saleh, setiap orang yang tertimpa musibah bukan karena pengaruh hari apa atau bulan apa. Di Islam sendiri tidak ada hari atau bulan sial.

"Tidak peduli hari Rabu Wekasan, jika seseorang waktunya celaka ya celaka juga," katanya.

Hubungannya dengan tahun baru yang jatuh pada hari Rabu Wekasan, Saleh menuturkan, perayaan malam pergantian tahun kerap dirayakan dengan pesta dan larut dalam hura-hura. Sehingga, jika musibah datang, itu karena orang-orang menjadi kurang waspada. Atau manusia melakukan perbuatan mungkar.

"Biasanya pergantian tahun selalu diisi dengan berbuatan maksiat. Kemungkinan ini yang membuat celaka. Jika kaitannya Rabu Wekasan membawa celaka hanyalah mitos saja," tutur Saleh. (sumber vivanews.com)

Monday, December 9, 2013

Seorang Mahasiswi dan Pasangannya Nekat Gugurkan Kandungan



KEDIRI - Antonius Muda (26) Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang kost di Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa Timur harus menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota, karena diduga telah melakukan aborsi dengan sengaja, yang mengakibatkan janin di dalam kandungan pasangannya meninggal dunia.

Pengungkapan kejadian itu, saat petugas mendapatkan laporan jika di RSUD Gambiran ada pasien bernama Marisca Berek telah melahirkan seorang bayi yang sudah meninggal di dalam kandungan yang diantar oleh Antonius Muda pasangannya. Karena mencurigakan, petugas lalu mengamankan Antonius ke Polres Kediri Kota. Petugas juga mengamankan 1 bungkus berbahan plastik flip bekas bungkus obat sitotek 4 buah celana dalam yang terdapat bercak darah, sepasang sarung tangan plastic, dan tisu bekas belepotan darah sebagai barang bukti.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan petugas masih memeriksa pelaku, dan mengumpulkan bukti bukti. “Keduanya sudah kita amankan guna proses hokum lebih lanjut,” ungkapnya.

Siswandi menambahkan, petugas juga memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Jika terbukti bersalah, pelaku akan menjalani proses hukum yang berlaku.

Tembak Anak Kecil, Seorang Mahasiswa PTN Surabaya Diamankan Polisi



KEDIRI - Mahardika (20) mahasiswa PTN Surabaya asal Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri, diamankan Polisi, karena tanpa sengaja menembak seorang bocah dan terluka di bagian pipi sebelah kirinya.

Peristiwa yang terjadi Sabtu (7/12) itu, saat Mahardika latihan menembak dengan sasaran tutup lem tacol yang mengarah ke jalan raya tepatnya Jalan Sunan Giri Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri. Karena asyik berlatih menembak, oknum Mahasiswa PTN itu diduga tidak memperhatikan kondisi sekitar.

 Padahal Melani Arista (11) pelajar warga Kelurahan setempat sedang melintas dan akhirnya tertembak mengenai pipi sebelah kiri. Korban, akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk operasi pengeluaran peluru.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pelaku telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. “Karena kelalaiannya menyebabkan orang lain terluka, pelaku kita amankan dan dijerat pasal 360 KUHP,” ungkapnya.

Sebelumnya, peristiwa tersebut telah dilaporkan Siti Kholifah (45) ibu korban warga Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri ke Polsek Kediri Kota. Sementara itu, pihak kepolisian juga telah menyita barang bukti satu senapan angin berikut 17 butir amunisinya.

Rapat Dengar Pendapat UB Dibubarkan Pendemo




KEDIRI - Agenda rapat dengar pendapat membahas Pembangunan kampus Universitas Brawijaya (UB) Kediri antara Pemkot, DPRD, perwakilan rektor serta Mahasiswa UB Kediri di ruang sidang lantai dua kantor DPRD Kota Kediri, Senin (9/12) akhirnya Gagal.

Dalam rapat yang sedianya mendengarkan pemaparan dari berbagai pihak itu gagal mengambil keputusan, setelah adanya aksi unjuk rasa dari ratusan warga kelurahan Mrican Kota Kediri. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa yang juga melakukan sweeping dan menekan para wakil rakyat untuk menyetujui proses hibah lahan milik pemkot untuk pembangunan kampus. Hasilnya, rapat terpaksa dihentikan setelah perwakilan massa memasuki ruang sidang. “Karena suasana yang kurang kondusif, rapat kami tutup,” kata pimpinan sidang Tamam Mustofa sambil mengetuk palu.

Samari Salah satu perwakilan Rektor perguruan tinggi Kediri mengaku, dirinya menyetujui adanya pembangunan dan berdirinya universitas brawijaya di kediri. Namun pembangunannya harus memenuhi perijinan yang lengkap sesuai perundang undangan yang berlaku. “Sejak awal saya setuju pendirian kampus UB di Kediri, tapi mekanisme harus dilalui,” ujarnya.

Menurut Samari, ada aturan diperbolehkannya kampus membuka program studi diluar domisili. Yakni sesuai dengan peraturan pemerintah 20/2011. Didalamnya ada mekanisme pendirian prodi diluar domisili. Diantaranya,  kampus harus akreditasi A, Prodi tidak boleh yg ada di Kediri, Harus ada ijin  dari pemerintah daerah, dan UB menyediakan lahan sendiri. “Jadi, mekanisme itu harus dilalui terlebih dulu,” ujarnya.

Sementara itu, usai menggelar aksi unjuk rasa dan menggagalkan rapat dengar pendapat di kantor DPRD, ratusan massa yang mengendarai kereta kelinci ini menuju balai kota kediri untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Masyarakat Mrican menghendaki dewan dan pemkot segera duduk bersama membahas pelepasan tanah aset yang ada di sekitar permukiman mereka melalui Panitia Khusus (Pansus). Lambatnya realisasi pendirian Kampus UB, menurut warga, karena DPRD dan Pemkot tidak saling koordinasi. “Dengan berdirinya UB, tentunya akan mendongkrak perekonomian masyarakat. Kedua kita tidak perlu menguliahkan anak kita ke luar. Sehingga pendapat akan masuk,” ujar Hadi, salah satu koordinator aksi di gedung DPRD Jalan Mayor Bismo Kota Kediri.

Sementara di Pemkot Kediri masyarakat ditemui oleh Wakil Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Sekretaris Kota Kediri Agus Wahyudi dan beberapa pejabat pemkot. Pertemuan diantara mereka melahirkan sepekapatan diantaranya, menyetujui Pansus UB, pada 13 Desember 2013 besok. “Pansus UB akan dilaksanakan, pada Desember (13/12) besok. Masyarakat harus mengawasi, bahwa mekanisme pansus harus melalui Badan Musyawarah. Kemudian, materi yang dibahas di pansus harus jelas. Dan terakhir, siapa saja yang diundang, juga harus jelas," tegas Agus Wahyudi.

Setelah mendengar penjelesan Wawali dan Sekkota Kediri, masyarakat mengaku menjadi tenang. Mereka kemudia membubarkan diri meninggalkan Balaikota Kediri.

Untuk diketahui, kalangan DPRD sejak awal menyetujui pembangunan kampus UB di Kediri. Saat itu, dalam agenda panitia khusus (pansus), kalangan dewan menyetujui proses pengalihan lahan milik pemkot dengan system jual beli. Namun, pertengahan bulan Oktober 2013 turun surat rekomendasi dari Badan Pengawasan keuangan Dan Pembangunan (BPKP) yang menyebutkan, lahan senilai Rp 25 milyar itu harus melalui mekanisme hibah, tidak boleh dijual kepada pihak UB.