Tuesday, February 19, 2013

Hamili anak Tiri, Seorang Bapak Ditahan Polisi


KEDIRI – Karena Dituduh berselingkuh dengan Bunga (21) anak tirinya sendiri hingga hamil 2 bulan, Saiun (64) warga Dusun Joho Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur akhirnya harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Perbuatan Saiun ini dilaporkan oleh istrinya sendiri yang juga ibu kandung Bunga ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Kasus ini terbongkar setelah korban sering merasakan mual. Ibu korban akhirnya membawanya ke puskesmas setempat pada Senin (18/02) siang. Hasil pemeriksaan pihak Puskesmas menyatakan korban sedang hamil degan uusai kandungan sekitar 2 bulan.

Kaget dengan hasli pemeriksaan tim medis puskesmas, ibu korban kemudian bertanya pada korban perihal laki-laki yang telah mennghamilinya. Dari mulut korban yang hanya lulus bangk sekolah dasar ini mngaku bahwa dirinya dihamili oleh ayah irinya sendiri.

Keluarga korban yang juga mendengar pengakuan korbanpun ikut geram dengan ulah Saiun. Tak elak, Saiun yang melihat keluarga istrinya mulai naik pitam dengan ulahnya berusaha mengambil langkah seribu menjauhi rumahnya ke arah Simpang Lima Gumul (SLG). Namun apes, arah pelarian Saiun diketahui oleh paman korban yang kemudian berhasil mengejarnya.

Saiun tidak berdaya saat paman korban menangkap dan membawanya ke Balai Desa Ngasem untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Senin, (18/2). Sekitar pukul 21.00 wib Saiun disidang di Kaontor desa oleh para perangkat desa dan keluarga korban. Dalam pertuemuan itu Saiun mengaku menyetubuhi korban sejak tahun 2012 lalu. Dia mengaku melakukan persetubuhan saat rumah dalam keadaan sepi.

Atas pengakuan Saiun tersebut, iu korban didampingi oleh perangkat desa setempat akhirnya melaporkan perbuatan tersebut pada Unit PPA Polres Kediri pada Selasa, (19/2). Setelah petugas meminta keterangan korban, petugas langsung menjemput pelaku, yang sebelunya sudah diamankan pihak keluarga dan perangkat desa setempat.


Kasubbag Humas, AKP Budi Nurtjahjo mengatakan kasus tersebut saat ini sedang dalam penanganan Unit PPA Polres Kediri. Menurut Budi, hingga saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan intensif pada pelaku dan korban serta keluarganya. “Jika nantinya memenuhi unsur sebagaimana undang-undang, kita akan jerat pelaku denganpasal pasal 294 KUH Pidana tentang perbuatan cabul, dengan ancaman penjara maksimal selama 7 tahun penjara,” pungkas Budi. (*)

6 Tahun Mangkrak, Pasar Digunakan Hunian


KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur tampaknya sia-sia menghambur-hamburkan uang rakyat hanyak untuk membangun pasar. Namun dalam perjalanan, pasar tersebut tidak difungsikan sebagai sarana jual beli, malah digunakan hunian atau tempat tinggal warga.

Seperti yang terjadi di Pasar Pagi Manisrenggo Kota Kediri, sejak dibangun tahun 2007 lalu, pasar tersebut hanya digungsikan sekitar satu bulan, dan sampai sekarang sudah tidak lagi dijumpai aktifitas jual beli. “Dulu dibangun sekitar tahun 2007, dan hanya digunakan sekitar 1 bulan. Sejak itu, sudah tidak digunakan lagi,” ujar Kasian penunggu pasar pagi Manisrenggo, Selasa (19/2).

Karena tidak digunakan, untuk sementara waktu pasar tersebut ia gunakan tempat tinggal sekaligus beternak ayam. “Untuk tempat tidurnya saya menempati ruang kantor pasar, sementara belakang yang digunakan los pasar, saya gunakan ternak ayam, daripada tidak digunakan,” ujarnya.

Apalagi, saat era Walikota Kediri H.A Maschut, dijelaskan Kasian yang juga membuka waeung ini mengaku mengantongi surat ijin menempati pasar. “Dulu Pak Maschut memberi saya surat untuk menempati pasar ini, daripada mangkrak terus rusak. Bahkan, beberapa waktu lalu Walikota Samsul juga pernah datang kesini menanyakan surat menempati pasar ini, dan saya juga diijinkan,” jelasnya.

Masih kata Kasian, selain Pasar pagi Manisrenggo, ada beberapa pasar pagi lagi yang beralih fungsi. Diantaranya, Pasar Tempurejo, Pasar Grogol, Pasar Tamanan. “Bersamaan Pasar ini dulu, juga ada beberapa pasar lain, yang saat ini nasibnya sama,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Hariadi mengaku akan mengundang beberapa pihak terkait untuk menghidupkan kembali pasar tradisional tersebut. “Kami tetap akan terus berupaya menghidupkan pasar tersebut. Salah satunya dengan mengundang satker terkait dan juga PD Pasar agar pasar pagi ini difungsikan seperti semula,” ujarnya.

Salah satu upaya-nya, dijelaskan Hariadi mencari solusi agar pasar tersebut kembali berfungsi, dengan mengadakan serap aspirasi dari masyarakat tingkat kelurahan. “Masukan-masukan dari masyarakat akan kita tampung, dan harapannya bisa menghidukan pasar tersebut,” ujarnya.

Honor RT/RW Dijanjikan Naik


KEDIRI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam waktu dekat akan memberikan insentif (honor) tambahan kepada pengurus di tingat RT/RW di setiap kelurahan. Seperti yang diungkapkan Walikota Kediri, Jawa Timur Samsul Ashar saat menjaring aspirasi masyarakat di Kecamatan Pesantren.

”Pemerintah daerah terus berusaha dalam peningkatan intensif atau honor terhadap para pengurus RT yang ada. Dananya akan diambilkan dari pos keuangan kelurahan yang nilainya terus meningkat. Yakni, dari Rp 50 ribu menjadi Rp 150 ribu,” ujar Walikota Samsul Ashar.

Masih kata Walikota Samsul Ashar, Pemkot Kediri juga akan merelokasi Pasar Santren yang berada dekat dengan jalur jalan raya. Masyarakat setempat sangat menghendaki keberadaan pasar. “Rencana perpindahan pasar sebagaimana telah disetujui oleh warga. Dalam waktu dekat akan kita lakukan penantaan ditempat baru. Sehingga masyarakat bisa menikmatinya,” janji Walikota Samsul Ashar.

Walikota dari kalangan medis ini berjanji akan menampung seluruh aspirasi masyarakat. Ia sendiri mengaku, sangat senang melihat animor warganya dalam berperan serta membangun Kota Kediri.

Dalam kegiatan Tilik Kelurahan Pesantren, ratusan warga berbondong-bondong hadir. Hiburan musik dangdut menambah maraknya suasana tersebut. Selain itu, warga masyarakat juga mengambil kesempatan dengan mengadakan pasar malam.

Hampir seluruh Kepala Satuan Kerja di lingkungan Pemkot Kediri, Camat, Kepala Kelurahan, Kepala Bagian juga turut hadir. Mereka berinteraksi secara langsung dengan masyarakat guna penyelesaian sejumlah persoalan dan aduan dari warga. (rif)

Tegur Seorang Pelajar Minta Uang, Seorang Pedagang Malah Dikeroyok


KEDIRI – Apes menimpa seorang pedagang kelontong saat minum kopi diwarung. Pasalnya, niat hati ingin menasehati seorang yang meminta uang pada pembeli lain, dia malah menjadi korban pengeroyokan sejumlah ‘preman’ yang masih mengenakan seragam abu-abu putih.

Nasib kurang beruntung itu dialami Sunyoto (42) warga Kelurahan Reomulyo, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur Akibat pengeroyokan itu korban menderita luka memar di kepala dan merasa pusing

Karena tidak terima Sunyoto melapor ke Polres Kediri Kota. Saat ini polisi sedang mencari kawanan preman yang sudah melukai korban.

Pengeroyokan itu bermula saat korban berniat menegur salah satu pelaku yang sedang memalak meminta uang secara paksa kepada salah seorang pembeli di warung milik Misiah di kawasan Sumber Jiput Kelurahan Rejomulyo

Tiba-tiba dari belakang, ada seorang pria mengampirinya, kemudian langsung memukul menggunakan tangan kosong. Bukan hanya itu, korban juga dikeroyok para pelaku lain yang masih mengenakan seragam abu-abu putih. “Saya tidak ingat betul wajahnya, yang jelas masih menggunakan seragam sekolah,” ujar Sunyoto.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, sudah membawa korban ke rumah sakit untuk dimintakan visum et repertum. "Laporan korban sudah kita terima. Kita juga telah membawa korban ke rumah sakit untuk dimintakan visum. Saat ini, kasusnya dalam penyelidikan," ujar AKP Surono, Selasa (19/2).

Sementara itu, polisi juga mengamankan potongan kayu, potongan tebu, palu dan pecahan kaca sebagai barang bukti.

Persik Tunggu Rekom Penambahan Pemain Asing


KEDIRI – Keinginan Persik menambah amunisi dilini depan, tampaknya masih menunggu rekomendasi penambahan quota pemain asing dari PT Liga Indonesia, selaku penyelenggara kompetisi.

Manajer Persik Anang Kurniawan mengatakan, surat permohonan rekomendasi sudah dikirimkan ke PT LI. Tetapi, sampai sekarang ini balasannya belum turun.

Kendati demikian, dikatakan Kabag Umum Pemerintah Kota Kediri itu, ada satu pemain asing yang sudah mengikuti sesi latihan di Stadion Brawijaya. “Kita belum mendapat jawaban dari PT LI mengenai permohonan penambahan quota pemain asing. Memang seharusnya maksimal quota pemain asing sebanyak tiga orang," katanya, Selasa (19/02/2013)

Anang berharap, PT LI mengijinkan Persik menambah quota pemain asing. Saat ini, tim bertajuk Macan Putih itu sedang membutuhkan seorang pemain dengan posisi striker yang memiliki naluri pencetak gol atau golgeter

Sebab, dari hasil evaluasi dua pertandingan tandang ke Jawa Tengah, manajemen melihat kelemahan tim ada pada lini depan dan faktor fisik. “Buruknya penyelesaian akhir oleh pemain depan membuat,banyak peluang yang terbuang percuma. Disamping itu kondisi fisik yang tidak prima membuat pemain acap kali kedodoran terutama saat pertengan babak," pungkasnya. (*)