Thursday, February 28, 2013

Telusuri Nama-nama Penerima Aliran Dana


KEDIRI - Pemeriksaan kasus dugaan korupsi jembatan brawijaya, terus dilakukan secara maraton oleh pihak kepolisian. Kali ini tim unit tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Kediri Kota kembali meneliti sejumlah pembukuan dan bukti pembayaran milik PT. Surya Graha Semesta (SGS) dengan didampingi langsung oleh pegawai subkontrak tersebut.

Tak hanya itu, pendalaman ke arah penerima aliran dana tersebut juga bakal dikross check dengan keterangan bos PT. SGS Cayho alias Ayong.

Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno kuncoro mengatakan, pihaknya telah melakukan asistensi dan mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur. Sehingga penyelesaian kasus ini akan lebih mudah. “Polda Jatim, sudah memberikan asistensi pada kami untuk mendukung penyelesaian kasus ini,” ujarnya, Jumat (1/3/2013).

Untuk arah aliran dana, polisi tidak bisa menyandarkan dari penyidikan keterangan sepihak, indikasi itu harus diperkuat dengan bukti-bukti lain. “Kita masih telusuri, tidak hanya memintai keterangan sepihak, namun juga dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat polisi bakal memeriksa petinggi PT. Fajar parahyangan untuk melengkapi keterangan. Surat pemeriksaan telah dilayangkan ke Bandung lokasi alamat rekanan tersebut. Selain itu, kepolisian juga siap memeriksa anggota DPRD sambil menunggu keluarnya ijin dari Gubernur Jawa Timur. (*)


Penuhi Stadion, Walikota Himbau Perusahaan Ajak Karyawannya


KEDIRI - Walikota Kediri meminta seluruh perusahaan di Kota Kediri membeli tiket pertandingan Persik Kediri. Walikota juga menganjurkan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk berbuat hal yang sama.

"Seluruh elemen masyarakat, perbankan untuk turut mendukung Persik Kediri. Perusahaan agar menganjurkan karyawannya menonton dengan membeli tiket pertandingan," ujar Walikota Samsul Ashari, Jumat (01/03/2013).

Persik Kediri telah menjadi klub profesional tanpa asupan APBD. Sebagai pembina, Walikota sangat mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan perusahaan untuk ikut membesarkan. "Perusahaan-perusahaan selama ini mengais rejekinya di Kota Kediri. Mari kita sama ikut mendukung dan tidak hanya memebankan pada pemerintah daerah," terang Samsul Ashar.

Prestasi tim Macan Putih, imbuh Samsul, tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Kini, tim tiga kali juara Liga Indonesia itu sudah memuncaki grup 5 kompetisi Divisi Utama LI.

Persik sudah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga yang sudah dilakoni. Antara lain, menang dari PSIM Yogyakarta, menahan imbang PPSM Magelang dan menang tipis 1-0 dari tamunya PSMP Mojokerto di Stadion Brawijaya Kota Kediri, 26 Februari kemarin. (*)

Seorang Petani Setubuhi Gadis


KEDIRI - Sungguh bejat yang dilakukan seorang petani di Kediri, Jawa Timur. ia harus berurusan dengan pihak yang berwajib karena menyetubuhi gadis dibawah umur. Dia Purnomo (23) kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di penjara.

Pria beristri itu dibekuk dari rumahnya di Dusun Suweru, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Kini tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Polsek Mojo.

Kapolsek Mojo AKP Mansur mengatakan, penangkapan Purnomo bermula dari laporan dari Istianah (43) ibu korban, yang tidak terima anak gadisnya berinisial IM (16) dinodahi tersangka. "Bermula dari laporan orang tua korban, kemudian kita lakukan penyelidikan. Setelah itu, anggota mengamankan terlapor dari rumahnya. Terlapor selanjutnya dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan," kata AKP Mansur, Kamis (28/02/2013).

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, persetubuhan terhadap gadis dibawah umur itu bermula, saat korban keluar rumah dalam rangka merayakan acara tahun baru bersama teman temannya, pada 1 Januari lalu.

Hingga sore hari, korban tidak pulang. Orang tuanya pun cemas. Mereka mencari keberadaan anak perempuannya, tetapi tidak berhasil menemukan. Bahkan, hingga beberapa hari kemudian, korban tidak memberikan kabar keberadaannya.

Tiga hari setelahnya, Riyadi tetangga Istianah memberitahu, jika anaknya pergi bersama dengan Purnomo. Betapa terkejutnya Istianah. Kemudian dia berusaha mencari keberadaan anaknya.

Istianah akhirnya menemukan anak gadisnya di rumah tersangka. Dia langsung membawa pulang paksa. Saat didesak, korban mengaku sudah disetubuhi oleh tersangka sebanyak empat kali.

Karena tidak terima dengan perbuatan tersangka, yang tercatat masih suami orang lain, Istianah kemudian melapor ke kantor polisi. Sehingga polisi kemudian meringkusnya.

Polisi telah mengamankan Barang Bukti berupa 1 lembar Visum Et Repertum, 1 buah celana dalam warna merah, 1 buah BH warna putih, 1 buah baju warna putih dan 1 buah celana panjang warna hitam sebagai barang bukti. (*)

Wednesday, February 27, 2013

Persik Sisakan Hutang Miliaran Rupiah


KEDIRI – Persik Kediri masih memiliki tanggungan hutang kepada pihak ketiga kurang lebih Rp 2 miliar. Kendati prestasinya kini mulai naik, tetapi tim tiga kali juara Liga Indonesia itu masih dibayang-bayangi oleh krisis finansial.

“Kita masih upayakan terus mencari solusinya. Alhamdulillah, pihak konsorsium membuat surat pernyataan berisi komitmennya untuk melunasi kekurangan dana yang dijanjikan dahulu,” ujar pengurus Persik Arya Wisnuadhi, Kamis (28/2).

Hutang itu sisa dari kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) 2011/2012 lalu. Persik yang memberanikan diri menjadi bagian klub profesional tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengikat kontra kerjasama dengan pihak konsorsium.

Persik, waktu itu dijanjikan dana segar Rp 8 miliar, sebagai biaya operasional selama mengaruhi kompetisi. Tetapi, kenyataanya Persik gagal kembali naik ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Disisi lain, dana yang dijanjikan tidak dikucurkan sepenuhnya.

Tentunya, manajemen tim bertajuk Macan Putih kelabakan. Pasalnya, mereka sudah menutupi kekurangan biaya dengan menghutang kepada pihak ketiga. Tentunya, dengan perjanjian nilai bunga hutang.

Musim kompetisi ini, Persik kembali hijrah ke PT Liga Indonesia. Prestasi Persik nampaknya mulai naik. Kini, Persik berhasil memimprin grup V, dengan perolehan poin 7 dari tiga laga yang sudah dilakoninya.

Sementara itu, Walikota Kediri Samsul Ashar yang juga selaku pembina Persik Kediri berharap masyarakat punya andil dalam membesarkan tim kebanggaannya dengan cara membeli tiket saat menonton. Pihaknya juga merangsang pemain dengan menjanjikan bonus bila tim macan putih prestasinya terus menanjak dan bisa naik kasta.

* Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya Kediri, Polisi Mulai Bidik Rekanan Proyek


KEDIRI - Dugaan kasus penyidikan mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri mulai mengarah ke rekanan. Polres Kediri Kota berhasil menemukan indikasi ketidaktepatan pekerjaan dari proyek bernilai Rp 66 miliar tersebut.

Alat bukti baru itu didapat penyidik Tipikor Polres Kediri Kota dari karyawan dan juga PT Surya Graha Semesta (SGS), rekanan pekerja proyek. Sehingga, tidak menutup kemungkinan, akan ada penambahan tersangka baru dalam waktu terdekat. “Direktur PT SGS berinisial C (Cahyo alias Ayong, red) kita mintai ketrangan. Secara garis besar beliau menyatakan ada hal yang tidak tepat. Kita berikan kesempatan istirahat,” kata Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro, Rabu (27/02/2013) malam.

Dengan adanya hal yang tidak tepat sebagaimana disampaikan Ayong ke penyidik, ada kemungkinan ada tambahan tersangka baru. Tetapi Kapolres mengaku, masih perlu keterangan lebih banyak lagi.

Polres Kediri Kota saat ini mendapat asistensi dari Polda Jatim. Dua pejabat Polda yaitu, Kasubdit Tipikor Direskrim Sus AKBP Edwan Saiful dan Pawasdik Polda Jatim AKBP Joko dan AKBP Herman serta Kompol Suminto membackup penanganan kasus yang sudah menyita perhatian masyarakat Kediri itu. “Kita memang perlu sharing dari Polda Juga menyampaikan apa yang sudah dihasilkan selama ini. Pembicaraan baik, mereka apresiasi tidak terlalu lama sudah banyak mengumpulkan saksi, ada 32 orang, dan fakta limayan banyak," terang Kapolres.

Dari asistensi tersebut, imbuh Kapolres, pihaknya mendapat masukan dan peringatan jika kasus itu besar dan perlu penanganan yang serius. Polres Kediri Kota harus cermat, dan kemudian persoalan penerapan pasal.

Sebelumnya, Komisaris PT SGS Ayong mengaku, pihaknya sangat kooperatif kepada pihak kepolisian. Dia yakin tidak ada persoalan dalam pengerjaan proyek. Selain itu, subkontrak proyek dengan PT Fajar Parahyangan, selaku pemenang tender hanya sekitar 40-60 persen. (*)