Friday, March 8, 2013

Hamili 4 Gadis, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi


KEDIRI – Sungguh hebat ABG asal Dusun Jengkol Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini, diusianya yang masih menginjak 19 tahun, sudah berani menghamili 4 siswi pelajar SMK sekaligus. Bahkan, dari 4 siswi tersebut kini sudah ada yang melahirkan.

Pemuda bejat tersebut. Yakni, Ayatulloh Feliyanto (19), pelajar SMA warga Dusun Jengkol Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri mengaku telah menghamili 4 siswi SMK. Keempat siswi itu diakuinya juga sebagai pacarnya.

Salah satu pacar Ayatulloh, sebut saja Wulan (17) (bukan nama sebenarnya) salah seorang pelajar SMK warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri saat ini dikabarkan sudah melahirkan jabang bayi yang kini usianya belum genap satu bulan. Akibat ulah nekatnya, kini Ayatulloh harus berurusan dengan pihak Kepolisian atas laporan dari keluarga korban.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya kenal dengan Wulan melalui perantara teman sekolahnya sekitar bulan Juni 2012 lalu. Kemudian setelah saling kenal, korban datang ke rumah tersangka. Karena rumah tersangka saat itu sepi, kedua pasangan kekasih yang lagi dimabuk asmara tersebut melakukan perbuatan layaknya suami istri. “Perbuatan itu saya lakukan dengan korban sudah berulang kali, kalau ditanya jumlahnya saya tidak tahu. Akhirnya hamil hamil melahirkan,” aku tersangka.

Hebohnya lagi, perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan dengan korban. Namun tersangka juga mengakui melakukan hubungan seks dengan tiga cewek lainnya yang juga masih berstatus siswi SMK. Tiga cewek yang menjadi korban keganasan nafsu seksual tersangka, saat ini juga dikabarkan sedang hamil namun tidak berani lapor polisi. “Tiga cewek lainnya adalah anak Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Mipitan Ploso Lor Plosoklaten, dan tetangga saya sendiri Dusun Jengkol Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten. Saya juga siap menikahi semuanya kalau mereka mau,” imbuh tersangka.

Kasubbag Humas AKP Budi Nurtjahjo mengatakan, perbuatan asusila ini dilakukan oleh tersangka tidak hanya di rumahnya, namun tersangka juga mengakui melakukan di tempat kostnya dekat RS Baptis Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. “Tersangka sudah kita amankan dan sekarang masih menjalani proses pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Yang jelas tersangka akan kita jerat UU No.23 tahun 2002 pasal 81 jo 82 tentang perlindungan perempuan dan anak yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Budi Nutjahjo. (*)

7 Pejabat Pemkot Diduga Terima Suap Jembatan Brawijaya


KEDIRI – Guna memuluskan proyek Jembatan Brawijaya (JB), petugas unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Kediri Koa menemukan adanya alirn dana ke sejumlah pejabat Pemkot Kediri, Jawa Tmur. Dari hasil sementara sebanyak 6 hingga 7 orang pejabat Kota Kediri, dengan jumlah uang suap mencapai milyaran rupiah, dari nilai proyek Rp 66 milyar.

“Perkembangan terbaru, kami menuntaskan sebagian pemeriksaan atas dokumen dari kantor PT SGS (Surya Graha Semesta), dari buku dokumen, ada buku kas keluar dan masuknya keuangan dan transaksi serta bukti transfer. Ada pemberian uang kepada sejumlah pihak pejabat di lingkungan pemkot dan DPRD serta pihak lain. Kita ketahui persis dari jumlah angka dan rincian angkanya,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro, Jumat (8/3) petang.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres lulusan FBI itu, temuan yang menonjol di buku itu dikemas sedemikian rupa untuk mengelabuhi penegak hukum. Di dalam buku yang kini dijadikan sebagai barang bukti itu ditulis dengan sandi BESI BETON.

Sandi tertentu itu menjelaskan mengenai aliran dana proyek ke sejumlah orang. Tetapi, ia belum bersedia buka mulut nama-namanya. Kapolres berbasic Intelkam itu hanya menyebut, sebagian dari mereka adalah para pejabat yang sudah pernah dimintai keterangan oleh penyidik.

Buku itu secara detail mencatat mulai dari rincian hingga tanggal kucuran anggaran suap dari PT SGS itu kepada sejumlah orang yang jumlah mencapai milyaran. Ironisnya, dana itu mengalir sejak tahun 2008 silam, sebelum Jembatan Brawijaya dibangun. “Kami juga mendapatkan keterangan dari saksi yaitu bagian keuangan PT SGS. Kemudian pemeriksaan terhadap orang yang diduga mengantarkan uang milyaran tersebut. Mereka berinisial RW dan WD. Uang itu ada yang ditransfer dan ada yang diberikan secara langsung. Ada yang melalui rekening kerabat dan rekening orang lain. Lalu ada yang diserahkan ke rumah, adapula yang diserahkan di kantor,” jelas Kapolres

Kapolres menyimpan catatan dari setiap orang yang menerima kucuran dana itu. Jumlahnya, kata Kapolres, bervariasi. Ada yang ratusan juta, dan ada yang milyaran. Tetapi, kata Kapolres, di dalam buku catatan itu, tidak dijelaskan secara spesifik, melainkan dari tiga mega proyek yaitu, RSUD Gambiran II, Poltek II dan Jembatan Brawijaya. Hanya saja, sebanyak 14 kali penyaluran

Penyidik Tipikor Polres Kediri Kota masih perlu penjelasan lebih lanjut mengenai temuan itu dengan mengkonfrontir pihak-pihak penerima kucuran dana. Kapolres menjadwalkan, mereka akan diperiksa, Minggu depan. Sebab, penyidik masih harus memintai keterangan dari pimpin DPRD Kota Kediri dan para anggota Panitia Khusus (Pansus) Jembatan Brawijaya

Jika, unsur suap atau gratifikasi itu terbukti, Kapolres berjanji akan segera melakukan penyita terhadap aset-aset milik terduga suap. Kerugian Negara dari praktek korupsi tersebut harus dikembalikan. Dirinya akan menerapkan pasal-pasal KUHAP untuk menarik kembali aliran dana itu

Sebagaimana diberitakan, Polres Kediri Kota sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya. Mereka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kasenan dan Ketua Panitia Lelang Wiyanto. Tetapi, keduanya tidak ada yang ditahan. (*)


Ikat Kontrak Dengan PKS, Walikota Diminta Tertibkan Tempat Hiburan Malam


KEDITRI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Kediri akhirnya memutuskan mendukung dan mengusung Walikota Samsul Ashar sebagai calon walikota pada akhir agustus mendatang. Hal itu disampaikan, saat DPD PKS Kota Kediri melakukan penandatanganan kontrak politik antara PKS dan Walikota Samsul Ashar, Jumat (8/3) siang.

Dalam kontrak politik yang terdapat 4 poin penting, diantaranya, walikota Samsul Ashar diminta untuk menertibkan tempat hiburan malam maupun tindakan penyakit masyarakat (pekat), seperti judi dan narkoba.

Ketua DPW PKS Jawa Timur Hami Wahyudiyanto menyatakan mendukung Walikota Samsul dalam Pilwali nanti, karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya adanya kesamaan visi dan misi memerangi perbuatan maksiat di kota kediri dan juga berdasarkan hasil survey internal PKS. “Pak Samsul memang bukan orang PKS, tapi kemiripannya sudah luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, kata Hami, berdasarkan survey internal Partai, hanya Samsul Ashar yang mempunyai elektabilitas paling tinggi diantaranya calon lain. “Kami punya survey sendiri, dan hanya beliau yang mempunyai suara paling banyak,” ujarnya.

Terpisah, Samsul Ashar sesumbar, dukungan dari PKS hanyalah langkah awal. Kedepan akan ada kejutan-kejutan dari sejumlah partai membentuk suatu koalisi untuk mendukung pencalonannya. Tetapi, dirinya tetap selektif, hanya akan menerima partai yang membuat kontrak politik sesuai dengan visi dan misinya saja. “Untuk bisa mencalonkan diri melalui jalur partai politik, syarat minimalnya harus diusung partai dengan jumlah kursinya lima. Salah satu yang sudah deklarasi dari PKS, yang lain akan menyusul. Pokoknya supaya ada kejutan-kejutan itu, kita tunggu saja,” tegas Samsul

Samsul mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Selain itu, dia juga mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok dan golongan. Namun demikian, Samsul hanya akan mengakomodir mereka yang memiliki satu visi dan misi.

Deklarasi dukungan PKS kepada Samsul Ashar maju sebagai Calon Walikota Kediri dihadiri oleh pengurus DPW PKS Jawa Timur dan DPD PKS Kota Kediri. Selain itu, kader dan simpatisan PKS juga tampak hadir memenuhi ruangan.

Sebelum penyerahan rekomendasi, sempat dibacakan empat kontrak politik antara PKS dengan Samsul Ashar. Antara lain, konsisten dalam perubahan pemerintahan daerah yang bersih sebagai jargon PKS, melanjutkan reformasi birokrasi dalam mensejahterakan masyarakat madani, optimalisasi kekayaan daerah, dan peningkatan moralitas kehidupan berbangsa dan bernegara yang Islami. (*)

Minim SDM, Laporan Administrasi Tingkat Kelureahan Sering Terlambat


KEDIRI - Seluruh pegawai administrasi kelurahan di Kota Kediri dinilai belum memiliki kemampuan yang cukup dalam bidang accounting. Ini tampak seluruh laporan keuangan yang masuk ke satuan kerja terkait, selalu terlambat.

Terkait hal itu, Pemkot Kediri bakal memberlakukan sistem outsourching atau tenaga kontrak bekerjasama dengan Poltek Kota Kediri. Pertimbangannya, untuk menutup kekurangan SDM dan memberdayakan lulusan dari Poltek Kediri.

Walikota Kediri, Samsul Ashar mengatakan, hingga saat ini semua kelurahan terlambat dalam laporan keuangan. Untuk itu Pemkot telah menjalin komunikasi dengan Poltek Kediri, untuk menjaring lulusannya agar bisa membantu sistem accounting yang ada di kelurahan. “Kita kekurangan tenaga accounting di tingkat kelurahan, makanya nanti kita berencana mencari tenaga outshorcing,” ujarnya, Jumat (8/3).

Kata Samsul Pihaknya akan memberlakukan sistem outsourching bidang administrasi dengan membutuhkan tenaga sebanyak 46 orang. “Masing-masing kelurahan akan kita tempatkan satu tenaga accounting,” ujarnya.

Sejauh ini Pemkot sebenarnya telah merangsang prestasi sejumlah kelurahan untuk tertib adminstrasi dengan pemberian reward atau penghargaan, namun masih terkendala SDM> Untuk diketahui di Kota Kediri, ada 46 kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan masing-masing kecamatan Mojoroto, Pesantren dan Kota. (*)

Antisipasi Kebrutalan Suporter, Polisi Akan Kawal Konvoi Persikmania


KEDIRI - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang kebrutalan oknum persikmania usai pertandingan sepak bola yang selalu mengganggu pengguna jalan lainnya. Polres Kediri selalu melakukan langkah pencegahan dengan melakukan berbagai pengawalan untuk konvoi persikmania, usai pertandingan.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan semua jajaran untuk melakukan pengamanan agar Oknum Persikmania yang membuat ricuh dapat ditindak. “Kami siap menindak ulah oknum sporter yang anarkis dengan mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Surono juga menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas terhadap Persikmania yang kedapatan membawa pentungan dan alat berbahaya saat konvoi. Surono juga berharap semua Persikmania tertib saat usai mendukung tim kesayangannya. (*)