Saturday, March 23, 2013

Mayor's aide examination agendakan


KEDIRI - Investigators Police Corruption unit Kediri City, East Java continue to complete the investigation of alleged corruption UB Bridge mega project. After examining the members and chairman of the board and city government officials including Mayor dr Kediri Sp.PD Samsul Ashar, this time investigating the mayor aide scheduled examination. The letter calls for the examination of the mayor's aide will be delivered and scheduled examinations will begin to take place in the span of 2-3 to come.

Kediri City Police, Chief Ratno Kuncoro said the mayor's aide examination done about the flow of funds from PT Surya Graha Universe (SGS) to a number of officials. One of the suspects in the case, said the police chief, calls never leave a sum of money allegedly part of the flow of funds to the aide of the mayor. It was announced by the suspect Dawn Full Wijaya, Mayor Samsul Ashar relatives who had raided because the account into a transfer of funds from PT SGS. "The letter was immediately sent. Examination of the mayor's aides related information from Dawn on fund flows. According to the Dawn that he delivered some of the flow of funds through the aide. For the amount I have not been able to deliver, but investigators said a summons had been launched, "said the police chief, on Saturday (23/3).

Related further examinations Samsul Ashar Mayor, police chief says it will be done right after the mayor health conditions - have recovered completely. According to the police chief, he had visited the mayor who had returned from medical treatment in hospital. But until now, said the police chief, the mayor still looks weak condition. Therefore, the police chief asked the mayor to concentrate recuperate first. On the other hand, investigators will continue to communicate with staff and aides to monitor health developments mayor. (*)

Arkeolog BP3 Mulai Teliti Situs di Pemandian Air


KEDIRI - Tim arkeolog dari balai pelestarian peninggalan purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto terus melakukan penelitian di sumber Dadapan Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Sabtu (23/3). Tindakan ekskavasi (penggalian) ini menyusul ditemukannya beberapa buah material batu bata berukuran raksasa peninggalan zaman kerajaan Kediri.

Menurut Nugroho, arkeolog dari BP3 Trowulan pihaknya telah memetakan keberadaan material batu bata raksasa, untuk mengetahui lebih jelas bangunan yang ada diareal sumber Dadapan tersebut. “Kami akan lakukan ekskavasi lanjutan, untuk mengetahui detail gambaran situs ini,” ujarnya, Sabtu (23/3).

Dari perkiraan sementara, bangunan yang ada diareal sumber merupakan tempat pengatur air pada jaman kerajaan. “Jika dilihat dari struktur bangunan didekat sumber air, ada kemungkinan bangunan ini merupakan saluran irigasi pada masa lalu,” ujarnya.

Sementara itu Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Kediri Nur Muhyar masih menunggu hasil dari penelitian. Bila benar itu merupakan situs, tidak menutup kemungkinan, kawasan itu bisa dikembangkan menjadi tempat wisata budaya. “Ya kalau memang benar itu merupakan situs, maka akan kita alokasikan anggarannya,” ujarnya.

Untuk diketahui. sesuai kesaksian warga setempat, munculnya situs purbakala di sumber Dadapan setelah warga bersama Pemerintah Kota Kediri berniat menormalisasi aliran air sumber. Saat dilakukan penggalian disekitar sumber mata air, ditemukan material batu bata berukuran raksasa. Dengan temuan itu, kegiatan normalisasi sumber terpaksa dihentikan/ sampai menunggu hasil penelitian tim ahli dari BP3 Trowulan. (rif)

Pesta Sabu, Digrebeg Polisi


KEDIRI - Petugas Satuan Reskoba Polres Kediri, Jawa Timur menggrebeg pesta Sabu-sabu di sebuah showroom di Desa Dadapan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Jumat (22/3).

Mereka Rohmansyah (28) warga Desa Sukorejo Kecamatan Gurah, Kukuh Wikarno (43) warga Desa Brenggolo Kecamatan Plosoklaten dan Bambang Suhartono (48) warga Dusun Pilangbangu Desa Tarokan Kabupaten Kediri.

Penggrebegan ketiga tersangka ini berdasarkan informasi dari masyarakat jika disebuh showroom tersebut sering digunakan pesta narkoba. Kemudian dilakukan penyidikan dan berhasil mnggrebeg ketiganya saat pesta narkoba.

Kasat reskoba polres kediri AKP Siswanto mengatakan, ketiga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan di mapolres kediri guna penyidikan lebih lanjut. “Ketiganya masih dilakukan penyidikan guna pengembangan lebih lanjut. Mereka juga sudah di tes urin, hasilnya positif,” ungkapnya, Sabtu (23/3).

Masih kata Siswanto, dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti sabu seberat 0,1 gram dan seperangkat alat hisap. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat pasal pasal 112 undang-undang tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. (*)

Friday, March 22, 2013

Sebuah Situs Diduga Peninggalan Kerajaan Kediri Ditemukan Warga


KEDIRI - Sebuah situs yang diduga peninggalan kerajaan Kediri ditemukan warga lingkungan Dadapan Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.

Penemuan patahan batu bata kuno tersebut awalnya saat warga setempat melakukan penggalian tanah untuk menggali sumber mata air, saat melakukan penggalian dikedalaman kurang lebih 3 meter, mereka menemukan banyaknya bongkahan batu bata ukuran besar. Mengetahui hal itu, warga melaporkan penemuan ini ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olah raga (Disbudparpora) Kota Kediri.

Suharno, salah satu warga mengatakan, begitu mengetahui banyaknya bonggahan batu bata, proses penggalian dihentikan sementara. “Saat itu kami melakukan penggalian untuk mencari sumber mata air, tiba-tiba menemukan pecahan batu bata,” ujarnya, Jumat (22/3).

Sementara itu, Nugroho tim dari BP3 Trowulan mengatakan belum bisa memastikan bentuk dari situs tersebut, karena harus membutuhkan beberapa data dan keterangan dari berbagai pihak. “Kita belum bisa memastikan bagamana konstruksi situs ini, karena kami perlu kajian yang lebih mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan mendukung upaya BP3 Trowulan untuk melakukan kajian mendalam atas temuan ini. “Jika memang ini merupakan sebuah situs, kami mendukung upaya BP 3 Trowulan untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” ujarnya.

Masih kata Nur Muhyar, jika memang nantinya benar bangunan tersebut merupakan situs peninggalan kerajaan kediri, maka pihaknya akan mendukung untuk melakukan penggalian lebih mendalam

DPRD Pending Proyek Lapangan Tenis Senilai Belasan Milyar


KEDIRI – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk mendirikan lapangan tenis di komplek Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya Kediri harus bersabar. Pasalnya, DPRD setempat merekomendasikan agar usulan dana sebesar Rp 12,7 miliar untuk pendanaan proyek fisik tersebut dipending.

”Kita menanyakan pembangunan lapangan tenis anggarannya, waktu kita tanyakan sesuai DED. Namun menjadi evaluasi, lebih lanjut. Karena alokasi anggaran miliaran," ujar Ketua Komisi C DPRD Hadi Sucipto, Jumat (22/03)

Politisi PDI Perjuangan Kota Kediri itu menambahkan, DPRD memandang jika proyek tersebut belum begitu diperlukan. Selain itu, dewan khawatir justru akan menuai persoalan hukum di kemudian hari. Sebab, nilai proyek yang diusulkan terlalu besar dan tidak relevan. “Perlu adanya evaluasi kembali. Kami akan mengklarifikasi lebih lanjut ke pihak Pemkot Kediri, kenapa besar anggaran yang diusulkan sampai puluhan miliar. Lebih baik untuk program yang langsung menyentuh ke masyarakat," kata Hadi Sucipto memberikan saran

Perlu diketahui bahwa, proyek pembangunan lapangan tenis tersebut merupakan bagian dari sarana dan prasaranan di area GOR Jayabaya. Proyek tersebut sudah digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri sejak tahun 2010 lalu.

Saat itu, Pemkot Kediri berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp 31 miliar untuk pembangunan seluruh sarana dan prasarana GOR Jayabay. Pembangunan kolam renang dan lapangan tenis tersebut diharapkan bisa selesai dalam satu tahun.

Kasenan, Kepala Dinas PU dalam pernyataan sebelumnya, proyek sarana dan prasaranan akan menempati lahan di sebelah barat bangunan GOR Jayabaya atau lebih dekat dengan bangunan ruko sebelah selatan.

Dia berharap pengajuan anggaran untuk sarana dan prasarana GOR Jayabaya berupa kolam renang dan lapangan tenis ini disetujui oleh badan anggaran DPRD. Sehingga proyek dapat segera dikerjakan. (*)