Saturday, April 6, 2013

Sejumlah Sekolah Diduga Lakukan Pungli

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto
KEDIRI - Kalangan DPRD Kota Kediri, Jawa Timur mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) disejumlah lembaga sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Kota Kediri.

Hal itu diketahui, setelah adanya sejumlah wali murid yang mengadu ke Komisi C tentang keberatan adanya pungutan liar tersebut.

Dalam pengaduan tersebut, tak tanggung-tanggung pungutan yang berdalih pembelian buku atau untuk kegiatan sekolah besarannya berkisar Rp.700 Ribu yang kesemuanya dikoordinir melalui komiter sekolah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto mengatakan, akan meminta klarifikasi lembaga sekolah yang bersangkutan dan Dinas Pendidikan. "Kami akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas ataupun pihak sekolah yang diadukan oleh sejumlah walimurid ke DPRD Kota Kediri. Sesuai jadwal pertengahan April mendatang kami akan melakukan dengar pendapat secara langsung atas kondisi itu,apalagi pengaduan dugaan pungli itu terkordinir melalui komite," tegasnya, Sabtu (6/4).

Masih kata politisi dari PDI Perjuangan ini, pengaduan yang dilakukan sejumlah walimurid itu terdiri mulai dari semua tingkatan. Dan pihaknya akan juga menghadirkan sejumlah walimurid sebagai perwakilan atas kondisi itu.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri Hariadi mengatakan, tidak ada namanya pungli, karena setiap sekolah kebutuhannya masing-masing sehingga hal itu merupakan kebijakan yang dibuat sekolahan itu biasanya telah disepakati dengan walimurid. "Kalau memang tidak setuju dari awal seharusnya walimurid berani melakukan penolakkan dan tidak terus mengadu-mengadu, sebab setiap sekolah yang ada memiliki kebutuhan masing-mnasing dan biasanya telah dibicarakan sebelumnya," jelasnya.(*)

10 Ribu Pelajar Ikuti Doa Bersama UN


KEDIRI - Lebih dari 10 ribu pelajar di Kota Kediri, Jawa Timur mengikuti doa bersama di halaman Balai Kota Kediri, Sabtu (6/4) pagi.

Doa bersamma ini dilakukan dengan harapan para pelajar di Kota Kediri sukses menghadapi Ujian Nasional (UN)  yang akan berlangsung pada 15-18 April 2013 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Gunawan mengatakan, doa bersama hanya salah satu sarana agar UN sukses. Selain itu, para pelajar harus tetap belajar, mengingat soal yang berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. "Pada ujian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Setiap anak soalnya berbeda," kata Gunawan ditemui di sela-sela doa bersama menjelang UN di Balai Kota Kediri.

Keseriusan untuk menghadapi UN, menurutnya sangat diajurkan, namun anak-anak harus tenang. Jika mereka tidak tenang dalam mengerjakan soal, dikhawatirkan justru tidak bisa mengerjakan soal-soal dengan lancar.

Pihaknya menyebut, dalam UN tingkat SMA/MA atau yang sederajat pada 15-18 April akan diikuti oleh 10.562 pelajar yang tersebar di seluruh sekolah yang ada di Kediri. Ia juga mengatakan, dinas sudah berusaha semaksimal mungkin untuk persiapan ujian nasional ini, di antaranya dengan menyelenggarakan "try out" yang diselenggarakan dua kali. "Kami mengadakan 'try out' dua kali. Selain itu, masing-masing lembaga sekolah juga sudah menyelenggarakan 'try out' sendiri, jadi kami yakin ini sudah cukup," tegasnya.

Pihaknya berharap, pada UN tahun ini seluruh peserta bisa lulus. Pada UN 2012 lalu, terdapat sejumlah pelajar yang tidak lulus, sehingga mereka harus mengikuti ujian kesetaraan.

Untuk diketahui, dalam doa bersama itu, diikuti lebih dari 10.000 pelajar tingkat SMA/MA dan yang sederajat. Mereka menggunakan pakaian seragam sekolah dan datang ramai-ramai dengan rekan mereka dari sekolah.

Mereka dengan khusyuk berdoa, bahkan terdapat sejumlah pelajar yang meneteskan air mata. Mereka berharap, dalam UN nantinya bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan lancar dan nantinya bisa lulus.

Selain diikuti pelajar, sejumlah guru juga datang dalam doa bersama itu. Hadir juga sejumlah muspida serta Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Kota Kediri.

Ernisa, salah seorang pelajar dari sebuah SMK swasta di Kediri mengaku sudah berusaha dengan serius untuk belajar. Ia juga mengikuti les di sekolah, dan berharap nantinya bisa lulus. ”Saya mencoba belajar terus. Saya berharap, agar nantinya bisa lulus," harapnya. (*)

Friday, April 5, 2013

Ditinggal ke Sawah, Sepada Motor Diembat Maling

KEDIRI - Damin (29) petani asal Dusun Tegal Rejo Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo melapor kepolisi setelah kehilangan sepeda motor.
 
Peristiwa bermula saat korban pergi ke ladang mengendarai sepeda motornya satria FU AG 2860 GS. Kemudian korban menggarap ladang dan memarkir sepeda motornya di pinggir ladang dalam keadaan dikunci stir. Selang beberapa menit kemudian, saat korban hendak pulang mendapati sepeda motornya telah hilang.
 
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban untuk mengungkap pelaku pencurian. “Kami sudah melakukan olah TKP dan juga mengumpulkan barang bukti guna mengungkap pelaku pencurian,” ungkapnya.
 
Sementara itu,/ pihak kepolisian juga mengamankan foto copy STNK dan foto copy BPKB sebagai barang bukti. Akibat menjadi korban pencurian, Damin menderita kerugian sekitar Rp 23 juta. (*)

Judi Ceki, Seorang petani Ditangkap Polisi


KEDIRI - Mujilan (55) warga Cogong Ngetrep Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri ditangkap polisi karena terlibat judi ceki. Penangkapan pelaku bermula atas laporan dari masyarakat, jika diwilayah Cogong Ngetrep ada perjudian ceki, kemudian dilakukan penyidikan dan berhasil menangkap pelaku bersama barang bukti 1 set kartu ceki dan uang tunai Rp 451 ribu
 
Kasubag humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Mojo untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Pelaku sudah kami amankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Mujilan akan dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

Waktu Pendaftaran Calon Walikota Dibatasi



KEDIRI – Guna menghindari pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Kediri, Jawa Timur hingga tengah malam dan dibuka selama 24 jam. Maka tahun ini, pembukaan pendaftaran pasangan calon walikota hanya berlaku pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri Agus Rofik mengatakan, sesuai aturan dalam KPU RI, pendaftaran pasalon cawali hanya diterima pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. “Lewat pukul 16.00 kami tidak bisa melayani," ujarnya dihadapan anggota Komisi A DPRD Kota Kediri, Jumat (5/4).

Masih kata Agus Rofik, seperti pengalaman sebeumnya, terkadang ada pasalon cawali Kota Kediri yang mendaftar tepat pukul 12 malam, dengan aturan tersebut, maka nantinya sudah tidak berlaku lagi. “Paling terakhir kedatangan harus pukul 16.00 WIB di kantor KPUD," jelasnya.

Sesuai jadwal yang disusun KPUD Kota Kediri, pendaftaran pasalon cawali jalur perseorangan akan dimulai tanggal 11 April mendatang. Sementara jalur partai politik, baru dimulai pada 19 Mei. (*)