Monday, February 11, 2013

Walikota Samsul Datangi Tasyakuran Warga Mrican



KEDIRI – Walikota Kediri Samsul Ashar melakukan aksi mencukur gundul rambut milik sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur yang tergabung dalam Tim 11. Aksi cukur gundul tersebut sebagai bentuk rasa syukur sudah disetujuinya Universitas Brawijaya (UB) Cabang Kediri berdiri di wilayah Kelurahan Mrican oleh DPRD setempat.

Ritual pangkas rambut tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan setempat, pada Minggu (10/2) malam. Ratusan warga masyarakat tumplek blek untuk menyaksikan secara langsung bagaimana kepala para tokoh mereka diplontos oleh orang nomor satu di Kota Kediri itu.

Masing-masing, Kepala Kelurahan Haryono, sebagai ketua Tim 11 dan sejumah anggotanya antara lain, Dwitanto, Suwarno, Nuriman, Sumaji, Nurali, Tejo, Jaenuri, H. Parno, Andreas serta Kusno. “Masyarakat Kelurahan Mrican, khususnya Tim 11 sudah memberikan kontribusi, membantu Pemerintah Kota Kediri dalam mendapatkan rekomendasi dari DPRD. Itu merupakan syarat utama dibangunnya UB di Kota Kediri,” ujar Walikota Kediri Samsul Ashar sesudah menggunduli para tokoh masyarakat.

Masih kata Walikota Samsul Ashar, ada kekuatan yang luar biasa dari masyarakat. Warga mengetahui betapa pentingnya UB berdiri di Kota Kediri. Sebab, hal itu akan menjadi masa depan bagi masyarakat Kota Kediri. Pemkot Kediri sudah memfasilitasi keinginan masyarakat tersebut, sampai akhirnya rekomendasi dari DPRD turun. “Masyarakat sudah berjuang keras. Mereka sudah berupaya mengawal rekomendasi itu sejak dari eksekutif, kemudian dibahas ke DPRD. Bagaimana pun juga, apabila masyaraat sudah apatis, kita tidak bisa apa-apa. Banyak kepentingan yang tidak bisa dijangkau. Tetapi dengan perjuangan masyarakat akhirnya terwujud,” terang Samsul Ashar

Dengan turunnya rekomendasi pendirian UB Cabang Kota Kediri dari DPRD, kata Samsul Ashar, langkah selanjutnya adalah menagih janji UB pusat yang ada di Malang. Pemkot Kediri akan mendesak UB agar segera membangun fasilitas perkuliahan di Kelurahan Mrican, sebagaimana rekomendasi dari kalangan wakil rakyat

Terpisah, Wakil Ketua Tim 11 Jaenuri mengatakan, ritual cukur gundul tersebut merupakan nadzar yang idenya datang dari salah seorang anggota tim 11 yang sudah meninggal dunia. Sehingga, anggota yang lain memiliki kewajiban untuk memenuhi nadzar tersebut. “Kebetulan ide tersebut dari almarhum Ir Edi Kusyanto, kebetulan beliau sudah meninggal kira-kira 3-4 bulan lalu. Dia itu bernadzar, apabila nantinya UB secara legal formal telah disetujui, kita akan lakukan gundul bersama dan meminta yang gunduli adalah bapak walikota Kediri, sehingga pada hari ini dilakukan bersama tasyakuran, kita ritual cukur gundul,” ujar Jaenuri

Masih kata Jaenuri, meskipun rekomendasi dari DPRD sudah turun, tetapi Tim 11 masih memiliki tugas untuk mengawal berdirinya UB. Tim baru akan dibubarkan, setelah UB benar-benar sudah berdiri di Kelurahan Mrican dan bisa dinikmati oleh masyarakat umum. “Komitmen kami dalam rangka mengawal UB, kita sepakat pra dan paska. Sehingga sampai detik ini terus kita kawal, sampai nantinya sudah betul betul berdiri dengan baik dan riil di Kelurahan Mrican, nantinya tim 11 akan dibubarkan,” katanya menambahkan.

Selain ritual cukur gundul, sebagai wujud rasa syukur masyarakat Kelurahan Mrican atas ijin pendirian UB di wilayah mereka, warga menggelar tasyakuran bersama. Warga membuat gunungan tumpeng berukuran besar dan aneka hidangan makanan untuk dinikmati bersama. (*)

Eggi Sudjana Cari Simpati Galang Dukungan Kaum Nahdliyin



KEDIRI - Eggi Sudjana, calon Gubernur Jawa Timur dari jalur independen optimis mencuri suara kaum nahdiyin. Kepercayaan diri dari kuasa hukum Mantan Bupati Garut Aceng Fikri itu disampaikan saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri.

”Kedatangan saya kemari sebagai satu cek shoun. Alhamdulillah, saya diterima di pesantren ini, yang merupakan basis NU (Nahdatul Ulama). Saudara-saudara NU memberikan peluang kepada siapa saja, termasuk saya,” ujar Eggi Sudjana kepada sejumlah wartawan, Senin (11/2).

Masih kata pria yang berprofesi sebagai advokat itu, sikap terbuka dari Ponpes Lirboyo merupakan satu entri point untuknya agar dapat mencapai target 1,2 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebagai syarat ketentuan mendaftar sebagai calon Gubernur Jatim dari jalur independen, Agustus mendatang.

Untuk mendongkrak dukungan terhadapnya, Eggi terus melakukan road show ke sejumlah daerah. Eggi mendatangi beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemahasiswaan, dan elemen masyarakat paling bawah atau gress road.

Dalam kesempatan di Lirboyo, Eggi menyampaikan Kediri memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertambangan dan pertanian. Apabila dikelola dengan bijak, dirinya yakin, Kediri sebagai lumbung padi Nasional dan mampu mengekspor hasil tambang pasir ke Luar Negeri. “Ini makanya, jika saya jadi Gubernur sistem birokrasi yang akan kita rombak. Indonesia sangat kaya akan sumberdaya alamnya. Di Kediri ini, ada tambang pasir juga terkenal dengan pertaniannya. Seperti Batam, sangat hebat bisa mengekspor pasirnya ke Singapura. Kemudian sektor pertanian, kenapa tidak dicanangkan menjadi lumbung padi Nasional, agar menjadi suplay Jawa Timur,” pungkasnya. (rif)

*Skandal Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, Petugas Unit Tipikor Periksa Sekkota Kediri



KEDIRI – Setelah sebelumnya memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Kediri, kali ini Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kediri Kota, Jawa Timur memeriksa Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri Agus Wahyudi terkait dugaan kasus korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya, Kota Kediri, Senin (11/02). Mantan Sekretaris DPRD setempat itu diperiksa dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Anggaran Pemkot Kediri.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, penyidik memerlukan keterangan dari pihak terkait guna mengusut dugaan korupsi Jembatan Brawijaya. Sedangan materi pemeriksaan seputar proses penganggaran maupun lelang proyek. “Yang bersangkutan ( Agus Wahyudi, red) kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemkot Kediri. Dia dimintai keterangan penyidik seputar proses penganggaran proyek,” ujar AKP Siswandi, Senin (11/2).

Sesuai informasi, Agus sebetulnya diperiksa bersama Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Suprapto. Tetapi, Suprapto tidak bisa datang karena alasan tertentu

Agus datang ke Mapolres Kediri Kota sekitar pukul 09.00 WIB, hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Agus masih menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor Polres Kediri Kota.

Agus hanya terlihat sekali keluar ruangan saat hendak menunaikan sholat dhuhur di Masjid Mapolres Kediri Kota. Tetapi, saat dikonfirmasi wartawan, dia menolak berkomentar. Agus hanya tersenyum sambil ngeloyor menuju masjid didampingi penyidik. “Tidak-tidak, silahkan konfirmasi ke pak Bambang (penyidik, red) saja,” ujar Agus, sambil melambaikan tangannya dan ngeloyor pergi meninggalkan wartawan yang sudah mencegatnya.

Sebelumnya Polres Kediri Kota telah menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kasenan dan Ketua Panitia lelang Wijanto, sebagai tersangka korupsi mega proyek Jembatan Brawijaya. Meski sempat ditangkap, polisi kemudian melepaskan Kasenan, sementara Wijanto di jebloskan ke sel tahanan Mapolres Kediri Kota. (*)

Saturday, February 9, 2013

PT LI Doakan Persik Naik ISL 2014



KEDIRI - CEO PT Liga Indonesia (LI) Joko Driyono berharap Persik Kediri kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia Indonesia Super League (ISL) tahun 2014 mendatang. PT LI merasa sedih telah ditinggalkan "Macan Putih" selama satu tahun.

”Saya tidak berkata terlalu panjang. Disini saya datang untuk menyambut Persik ke Liga Indonesia. Setahun kami kehilangan Persik Kediri, berharap tahun depan ke ISL," ujar Joko Driyono dalam sambutannya di acara Launching Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Sabtu (09/02/2013) malam

”Tangan kita melambai, di tahun 2014 saya ingin datang ke Kediri, melihat Persik sudah menjadi bagian kasta tertinggi sepakbola Indonesia,” imbuh Joko Driyono.

Terpisah CEO Persik Sunardi mengatakan, skuad Persik musim kompetisi Divisi Utama PT LI 2013 akan dihuni sebanyak 24 pemain. Dimana, dari jumlah itu sebanyak 50 persen berasal dari Kediri, 80 persen pemain berusia dibawah 25 tahun dan sisanya 20 persen pemain senior yang dipandegani Haryanto. “Manajemen baru, tahun baru. Mohon doa restu, muspida, sesepuh persik, kota Kediri ini kedepannya kembali seperti dahulu,” kata bos perusahaan benih di Kediri itu.

Launching Persik Kediri berlangsung tidak begitu meriah. Kendati mengundang Orkes Monata dan pesta kembang api, tetapi penonton yang datang hanya sedikit. Terlihat, hanya menggerombol didepan panggung pentas.

Pada acara launching tampak mantan manajer Persik Iwan Budianto dan mantan Walikota Kediri H. Achmad Maschut. Selain itu juga sejumlah pengurus baru Persik Kediri

Ratusan Muslimat NU Doakan Khofifah jadi Gubernur



KEDIRI - Ratusan Muslimat Nahdhatul Ulama (NU) mendoakan Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjadi Gubernur Jawa Timur dalam Pilgub bulan Agustus mendatang.

Dukungan tersebut diungkapkan Rois Suriah PC NU KH. Nasir Badrus Sholeh saat mengisi tausiyahnya dalam Pengajian akbar dan doa bersama dalam rangka peringatan maulid nabi muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan PC NU Kabupaten Kediri, Sabtu (9/2).

Dihadapan ratusan pengurus Muslimat NU, dia mengajak muslimat mendoakan Khofifah bisa menjadi pemimpin (Gubernur Jawa Timur) yang barokah. “Saya doakan bisa menjadi pemimpin Jawa Timur yang barokah,” ujar KH Nasir dalam sambutannya sambil diamini ratusan muslimat dan juga fatayat NU yang hadir.

Hal senada juga diungkapkan ketua PCNU KH. Sulaiman Lubis, untuk menunjukkan dukungan kaum Nahdhiyin di Kabupaten Kediri. Menurutnya, selaras dengan program PBNU yang menginstruksikan ppembuatan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu). Dengan Kartanu akan mempermudah jumlah riil dukungan jika Khofifah maju. “Makanya kami meminta agar Kartanu ini sukses, dan bisa membuat database warga Nahdhiyin secara kongkrit. Jadi jika Bu Khofifah benar maju menjadi Calon Gubernur Jatim, bisa mudah melakukan pemetaan dukungan dari muslimat,” ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri Hj. Ida Fauziyah, dalam awal sambutannya, menyebut Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga calon gubernur Jawa Timur. "Insya Allah akan dicalonkan PKB," ujarnya.

Menurut perempuan yang juga menjabat Ketua bidang Desk Pilkada DPP PKB ini, dukungan PKB sudah mutlak diserahkan pada Khofifah. “Sejak awal, kami mendukung NU bisa maju menjadi Gubernur, karena Saifullah Yusuf sudah digandeng Karwo, maka otomatis dukungan kita ke Khofifah. Hanya saja surat resminya belum keluar,” ujarnya.

Usai mengisi ceramah ilmiah, Khofifah menyatakan sudah bulat untuk maju menjadi calon Gubernur Jatim. Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang akan maju pilgub Jatim 2013, hanya saja ia mengaku tidak ingin terburu-buru menggelar deklarasi pencalonannya. Pasalnya, hingga saat ini Khofifah belum mau mengumumkan siapa pasangannya sebagai cawagub. “Saya yang penting berjalan slowly but sure (perlahan-lahan tapi pasti, red). Tahapan pendaftaran kan masih jauh. Saya tidak tahu waktunya mepet atau tidak. Airnya di Jatim itu masih panas, saya mau lihat dulu pilgub di Jawa Tengah seperti apa,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, tahapan pendaftaran pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) Jatim masih sekitar Mei 2013. Berbeda dengan pilgub Jawa Tengah yang pendaftaran pasangan cagub-cawagubnya 19 Februari 2013, namun sampai sekarang belum ada pasangan yang mendeklarasikan pencalonannya. “Pendaftaran di Jatim pada Mei, sekarang sudah mulai ribut dan umek. Banyune (airnya) Jateng sedikit lebih tenang, kalau Jatim panas terus,” ujarnya.

Ketika ditanya dukungan parpol selain PKB dalam pilgub Jatim untuk dirinya, Khofifah tidak menjawab pasti. "Ini masih melengkapi perahu-perahu. Pokoknya, beri kesempatan untuk berproseslah," imbuhnya.

Khofifah mengaku akan mendaftar juga di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), seperti yang dilakukannya ke DPP PDIP. Dan sudah dikembalikan formulirnya pada 27 Januari lalu. (rif)