Saturday, June 8, 2013

RSBI Dihapus, Dinas Pendidikan Kota Kediri Buka Kelas CIBI



KEDIRI -  Pasca dihapusnya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Dinas Pendidikan Kota Kediri justru bakal membuka program khusus yang diberi nama kelas cerdas istimewa dan bakat istimewa (CIBI).

Rencananya, program tersebut akan mulai dibuka dalam penerimaan peserta didik baru tahun ini. Mekanisme penerimaan siswa dalam program ini berbeda dengan penerimaan jalur regular.

Data yang dihimpun dari dinas pendidikan diketahui, penerimaan siswa baru untuk program CIBI akan berlangsung mulai 12 Juni 2013 mendatang. Sejumlah persyaratan diterapkan pada siswa yang berminat memasuki program tersebut. Salah satunya adalah tingkat kecerdasan (IQ) minimal 130. Persyaratan IQ ini menjadi syarat utama yang harus dipenuhi. Adapun program CIBI untuk tahun ini diselenggarakan di 8 sekolah, yakni SMPN 1, SMPN 3, SMPN 4, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 7 dan SMAN 8.

Sayangnya, proses penerimaan siswa untuk program khusus CIBI ini tidak akan disampaikan secara online. Baru pada saat pengumuman, hasil penerimaan program CIBI disampaikan secara online. Padahal sejumlah tes telah disiapkan bagi pendaftar program ini.  Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait transparansi program dan adanya peluang kongkalikong antara pendaftar dengan pihak sekolah.

Namun kekhawatiran ini dibantah Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan Setyo Budi. Menurutnya, meski tidak prosesnya tidak dikabarkan secara online, namun penerimaan siswa program CIBI berlangsung ketat. Salah satunya dengan menyertakan sertifikat hasil tes psikologi. Ketatnya program ini juga dapat dilihat dari output yang dihasilkan di akhir tahun ajaran mendatang. “Yakinlah, penerimaan program ini akan berlangsung transparan. Kami tidak main – main dalam proses seleksinya,” tandasnya dalam jumpa pers di ruang Kilisuci komplek balaikota Kediri.

Di tempat yang sama, Walikota Kediri, dr Samsul Ashar Sp.PD mengatakan, seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan dilakukan secara fair dan transparan. Menurutnya, program PPDB tahun ini merupakan hasil dari evaluasi dan perbaikan dari tahun sebelumnya. “Kami terus memperbaiki proses PPDB agar berjalan lancar, fair dan transparan. Ini semua demi perbaikan kualitas pendidikan kita,” katanya.(

Wednesday, June 5, 2013

Ratusan Atlet Bertanding Perebutkan Trophy Muspida



KEDIRI - Demi membangkitkan semangat generasi muda yang tangguh dan demi tegaknya NKRI, Kodim Kediri 08/09 mengelar Kejuaraan Tenis Lapangan tingkat Junior se-Jatim. Dalam kejuaraan ini akan diikuti mulai usia 10,12,14,16, dan 21 Tahun Putra dan Putri.

Kejuaraan yang bertajuk Dandim CUP 2013 ini diikuti setidaknya 124 Atlit yaitu Putra 80 peserta dan Putri 44 peserta dengan memanfaatkan 10 lapangan tenis yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri. Masing-masing 2 unit lapangan milik Bank Indonesia, 2 Unit Milik PG Pesantren, 2 unit lapang Pencab Kabupaten Kediri, 2 unit milik Polres Kediri Kota dan 1 unit lapang milik Kodim dan LDII.

Memperebutkan hadiah Rp.16 juta dari dukungan Kodim, Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri, serta seluruh donatur yang membantu kelancaran dan kesuksesa penyelenggaraan maupun prestasi. Kejuaraan Tennis lapangan ini akan membutuhkan waktu tiga hari. Mulai Tanggal 6-9 Juni, dengan memperebutkan trophy Muspida Kediri dengan tema “Kita bangkitkan semangat generasi muda yang tangguh sukses penyelenggaraan dan prestasi”. “Ini sebagai bentuk kepedulian yang dilakukan oleh Kodim dalam mendukung prestasi kaum muda.Dan kegiatan ini sebagai bentuk salah satu ekstra pemanasan terhadap atlit Tenis dalam menghadapi kejuaraan Porprov di Madiun 23-30 Juni 2013 mendatang,” kata Walikota Kediri dr. Samsul Ashar.SP.Pd, usai membuka acara, Kamis (6/6).

Sementara itu Komandan Kodim 08/09 Kediri Letkol Infantri Heryadi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk mengolahragakan olahraga dan memasyarakatkan olah raga dari para atlit yang ikut ambil bagian. “Ini juga sebagai ajang pemanasan bagi atlit tenis untuk menghadapi kejuaraan PORPROV IV Madiun,” tambahnya usai mengikuti pembukaan kegiatan akan dimulai Dandim Cup se-Jatim di Makodim Jalan Ahmad Yani Kota Kediri.

NU Berjaya Saat Presiden Gus Dur



KEDIRI  - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai masa kejayaan saat Indonesia dipimpin KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ungkapan itulah yang disampaikan Khofifah dihadapan ribuan muslimat se-Kabupaten Kediri, Rabu (5/6).

Selain itu, ketua PP Muslimat NU ini juga menceritakan peran yang saat vital dirinya ketika Gus Dur mencalonkan diri sebagai Presiden RI keempat. Kala itu, Khofifah masih menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI. Dialah satu-satunya orang yang mengetik surat-menyurat berkas pencalonan Gus Dur. Dia pula yang mengantarkan berkas pendaftaran itu di hari terakhir, sebelum penutupan. “Ada surat keterangan tidak sedang pailit yang seharusnya dari Pengadilan Tata Niaga, ada surat keterangan berkelakuan baik dari Kapolres, kemudian ada surat tidak dipidana dari Pengadilan Negeri dan surat keterangan sehat. Tetapi, semuanya itu kita bikin sendiri. Dan Gus Dur yang menandatangani,” ujar Khofifah dihadapan ribuan muslimat NU, dalam acara peringatan harlah Muslimat NU ke-67 di Stadion Chanda Bhirawa Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (5/6).

Keempat surat itu tidak berasal dari instansi terkait, melainkan hasil ketikan Khofifah. Semua surat itu ditanda tangani oleh Gus Dur, hari terakhir pencalonan, pada pukul 04.00 WIB. Dan anehnya, hasil sidang MPR RI menyatakan bahwa, berkas sudah lengkap dan Gus Dur memenuhi syarat pencalonan. “Sidang dibuka pada pukul 10.00 WIB. Kemudian ditunda 30 menit untuk verifikasi berkas. Saya meminta tolong agar semua surat itu diurus dari masing-masing instansi terkait. Saya tunggu hingga pukul 10.00 WIB. Ternyata, hingga batas waktu itu, surat belum ada. Namun, hasil sidang, Sekjen MPR RI menyatakan bahwa calon presiden Gus Dur berkasnya dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat,” beber mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu disambut tepuk tangan oleh ribuan muslimat dari berbagai daerah se-Kabupaten Kediri.

Setelah terpilih, lanjut Khofifah, Gus Dur memintanya untuk membuatkan lima surat calon wakil presiden. Dia pula yang mengetiknya. Kemudian, esok harinya sekitar pukul 04.00 WIB, Gus Dur memberitahu bahwa nama calon wakil presiden itu adalah ibu Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. “Saya menghubungi seluruh teman-teman dari PDI. Saya meminta kelengkapan berkas ibu Megawati. Tetapi tidak ada satupun yang mengasihkan ke saya. Ketika saya daftar, tidak ada satupun orang yang mau mengantarkan. Jadi, yang mengetik saya sendiri, dan yang mengantar juga saya sendiri," terus Khofifah.

Seandainya Megawati tidak pernah menjadi wapresnya Gus Dur, kata Khofifah, maka beliau tidak pernah menjadi presiden. Dalam perjalanan, Gus Dur diturunkan, kemudian Megawati naik untuk menggantikannya. “Andai bu Mega tidak pernah menjadi wapresnya Gusdur, maka beliau tidak menjadi presiden. Dan yang mengusulkan bu Mega adalah satu satunya Fraksi PKB. Mungkin saudara PDI P yang belum tahu cerita ini. Karena saya tidak pernah menulis di artikel atau surat kabar manapun," jelas Khofifah.

Setelah sampai pendaftaran, kata Khofifah, dirinya sempat ditanya, kenapa hanya satu lembar berkas ibu Megawati?. Khofifah menjawab, lampirannya sama dengan milik Gus Dur. Syarat-syarat yang diajukan persis. Dan yang membuatnya terkegum, persyaratan itu diterima dan dinyatakan lengkap. “Maunah Allah kadang-kadang datangnya injuri time. Diantara dzohiron wa batinan, syarit sudah dilakukan. Mudah-mudahan maunah Allah datang disaat doa terus kita panjatkan. Semoga 29 Agustus mendatang, Jawa Timur akan memperoleh Gubernur dari NU," doa sekaligus harapan Khofifah kepada seluruh muslimat NU yang datang.

Dalam acara Harlah Muslimat NU di Stadion Chanda Bhirawa Pare, Kediri, Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar turut hadir. Selain itu, hadir pula pengurus PKB Kabupaten Kediri, dan jajaran pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Kediri.

Bagikan BLSM, Walikota Sembari Minta Restu


Walikota Kediri Samsul Ashar saat memberikan amplop berisi uang Rp 250 ribu

KEDIRI  - Sempat dipending karena validasi data dianggap amburadul, akhirnya program Bantuan Langsung Sementara Miskin (BLSM) Kota Kediri 2013 terealisasi. Walikota turun langsung untuk membagikan kepada masyarakat pra sejahtera.

“Semoga bantuan ini bisa lebih meningkatkan kesejahteraan panjenengan semuanya. Dan jangan khawatir karena setelah ni, bapak (Walikota, red) juga akan memberikan bantuan kambing bergulir. Bukan bergilir ya. Tetapi setelah kambing itu beranak, ganti dipelihara oleh yang lainnya,” ujar Walikota Kediri Samsul Ashar saat membagi BLSM di salah satu rumah warga di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (6/6).

Pak Dokter, begitu sapaannya, juga memohon doa restu dalam pencalonannya sebagai walikota Kediri pereode 2014-2019. Dia meminta penerima BLSM 'mendukungnya' pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Kediri, 29 Agustus 2013 mendatang. “Mohon doa serta restunya," kata Walikota sembari membagikan amplop berisi uang BLSM serta bersalaman dengan para penerima. Satu per satu penerima dipanggil oleh petugas secara bergiliran. Setelah menerima, kemudian mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing.

Sesuai pantauan, di Kelurahan Banjarmlati sendiri ada tiga titik tempat pembagian BLSM. Diantaranya, di rumah Ponimin di Lingkungan Gondak. Disini penerima BLSM sebanyak 77 orang. Kemudian di Lingkungan Pulosari sebanyak 133 orang. Dan terakhir di Lingkungan Banjarmlati sebanyak 101 orang. 

Walikota Kediri datang ke setiap titik bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) setempat. Proses pembagian BLSM dipantau langsung oleh petugas kepolisian dan TNI. 

Sebagaimana telah diberikan, kalangan DPRD Kota Kediri meminta agar distribusi program BLSM 2013 ditunda. Sebab, selain bernuansa politis untuk kepentingan calon incumbent. Sebab, Walikota Samsul Ashar kembali mencalonkan diri sebagai Cawali Kediri bergandengan dengan Sunardi, CEO Persik Kediri. Wakil rakyat khawatir program tersebut dibelokkan untuk kampanye.

Selain itu, sejumlah anggota DPRD menemukan data penerima BLSM yang amburadul. Banyak kesalahan dalam pendataan. Seperti temuan Fraksi PDI Perjuangan, di Kelurahan Ketami ada orang yang sudah pindah tempat, tetapi masih masuk penerima BLSM. Selain itu, ada yang hidupnya mampu tetapi juga masuk data.

Sekadar diketahui, jumlah penerima BLSM tahun ini sekitar 12.000 KK.Jatah dana BLSM untuk setiap keluarga sebesar Rp 250 ribu. Jumlah tersebut mengalami lonjakan dibanding penerima BLSM tahun sebelumnya hanya 3.000 KK.

Sunday, June 2, 2013

Sopir Ditemukan Tewas Di Terminal Kargo

KEDIRI – Seorang Sopir truk trailer ditemukan di tewas didalam truk di terminal kargo kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Minggu, (2/6). Saat ditemukan, kondisi jenasah itu sudah dalam keadaan kaku, sehingga diperkirakan sanga sopir sudah meninggal sejak pagi hari.

Sopir nahas tersebut bernama Ade Juwita (49) Warga kelurahan Rajawani, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten majalengka, Jawa Barat. Jenazah sopir tersebut pertama kali di ketemukan oleh keneknya yang bernama Sobirin (35) yang merupakan tetangga sekampung Ade. Sedang truk tersebut merupakan yang biasa dikemudikan oleh Maman (54) yang juga rekan kerja korban satu kampung.

Menurut Sobirin, dirinya mengetahui korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 11.00 wib. saat itu dirinya mengaku baru saja mandi dan berniat membangunkan sang sopir. Saat mengetok pintu kabin truk, Ade tidak menjawab, Akhirnya Sobirin berusaha membuka pintu kabin itu. Saat berhasil membukanya, Sobirin mengaku sudah menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa. “Yang pertama mengatahui Ade meninggal saya. Biasanya dia duluan yang membangunkan tidur pagi-pagi sekali dan mengajak sarapan. Tapi tadi pagi sampek siang tidak bangun, akhirnya saya mandi dan setelah itu membangunkan Ade di truk. Saya ketok-ketok pintu truk dia tidak bangun dan kemudian saya buka dia sudah tidak bernyawa,” kata Sobirin. Minggu, (2/6).

Sobirin akhirnya melaporkan hal tersebut ke petugas keamanan termiila lkargo dan petugas itu kemudian menghubungi pihak kepolisian. petugas Kepolisian dari tim idetifikasi Polres Kediri Kota yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum akhirnya mengevakuasi jasad koban ke rumah sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum.

Menurut Sobirin dan Maman, korban sering mengeluhkan mual dan perih diperutnya. Hal tersebut menurut mereka sudah lama dan sering mereka dengan dari korban, bahkan sebelum mereka berangkat dari Majalengka menuju Kediri sekitar seminggu lalu. “korban sering mengeluh mual dan perih pada perutnya. Sebenarnya keluhan ini sudah lama, bahkan sebelum berangkat ke Kediri. tapi dia nekat saja berangkat “untuk refresing” katanya,” jelas Maman

Kedatangan mereka ke Kediri adalah untuk mengirim semen ke Gudang induk Tiga Roda yang berada di wilayah Pesantren Kota Kediri. Mereka tiba di Kediri pada hari Senin lalu, dan saat ini sedang mengantri untuk bongkar muatan di gudang tersebut. truk milik Maman sudah selesai bongkar lebih dahulu, sedang truk milik korban sedang menunggu bongkar muatan.

Untuk menunggu giliran bongkar, korban besama sang kenek ikut beristitarahat Maman di terminal kargo tersebut. Menurut Maman dan sobirin, mereka bertiga sempat ngobrol hingga pukul 24.00 wib pada malam hari sebelum korban meninggal. Korban mengatakan, akan tidur didalam truk milik Maman, sementara Maman dan Sobirin tidur disalah satu ruangan di terminal tersebut.

Kasi humas Polsek Pesantren AIPTU Supeni saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Supeni mengaku pihaknya sedang meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk Kenek dan rekan kerja korban. sedang jenazah korban saat ini dibawa petugas ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum. “kasus ini masih dalam penyelidikan kami, sehingga belum diketahui secara pasti peyebab kematian korban. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Dan jenasah korban saat ini kita bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan Visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” jelas Supeni.(*)