Wednesday, November 25, 2009

75 Persen Guru di Kediri Tak Berkualitas

KEDIRI - Kualitas guru di Kota Kediri, ternyata masih sangat rendah. Salah satu indikasinya, hanya 25 persen guru atau sekitar 1.750 orang yang memiliki pengetahuan memadai tentang Bahasa Inggris dan menguasai teknologi informasi dengan baik.

Sisanya sebanyak 75 persen atau sekitar 5.250 orang guru di Kota Kediri tidak menguasai Bahasa Inggris dan kurang tanggap terhadap perkembangan teknologi informasi. Rendahnya kualitas guru ini menjadi faktor penghambat pengembangan kualitas pendidikan di Kediri. “Bahasa Inggris dan teknologi informasi merupakan hal dasar. Idealnya seorang pendidik menguasai keduanya, agar mampu menyampaikan pelajaran dengan baik kepada murid-muridnya. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah umum Dinas Pendidikan Kota Kediri, Heri Siswanto, Rabu (25/11).

Heri menambahkan rendahnya kualitas guru ini terkait erat dengan latar belakang pendidikan mereka yang sebagian besar belum menempuh jenjang pendidikan strata satu (sarjana). Masih banyak guru yang hanya mengandalkan pendidikan dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru).

Disisi lain, profesi sebagai guru belum banyak dilirik oleh masyarakkat sehingga keinginan untuk menekuni secara serius masih sangat rendah. Berdasarkan hasil survei dinas pendidikan, motivasi menjadi guru lebih banyak didasari karena tidak ada pekerjaan lain. Hal ini mengakibatkan dorongan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kurang. “Kondisi guru di Kediri saat ini mengalami stagnasi, terutama untuk mereka yang berusia tua. Mereka hanya berkutat pada kegiatan rutin mengajar dan menerima siswa baru, tidak ada upaya penambahan ilmu,” katanya.

Dinas Pendidikan Kota Kediri tengah merintis sejumlah kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas para guru. Diantaranya dengan memberikan pelatihan untuk program teknologi informasi. Sedangkan pelatihan untuk program pengembangan Bahasa Inggris, diimbau untuk dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing.

Sementara itu Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengatakan pemerintah mendukung penuh upaya peningkatan mutu guru. Harapannya, dengan mutu guru yang baik, kualitas pendidikan menjadi lebih bagus.

Adapun implementasi dari upaya peningkatan mutu guru yang saat sedang ditempuh adalah melalui sertifikasi. Pihaknya memfasilitasi guru-guru di Kota Kediri untuk mendapatkan standar mutu yang sesuai dengan kualifikasi Departemen Pendidikan Nasional. “Dengan diperolehnya sertifikasi, otomatis kesejahteraan guru akan lebih baik,” ujarnya. Alasannya, sertifikasi yang diberikan oleh pemerintah pusat membawa konsekuensi pada peningkatan gaji guru, tentunya sesuai dengan jenjang.

Jumlah guru yang sudah memiliki sertifikasi ini di Kota Kediri masih sangat minim. Namun demikian, Samsul menyambut baik mereka yang mau berusaha mendapatkannya. “Sedikit tapi kalau mutu bagus itu lebih baik. Kita tidak menginginkan banyak-banyak tapi mutunya kurang bagus,” katanya.

Samsul Ashar menginginkan adanya keterbukaan, termasuk dalam proses sertifikasi untuk guru. Menurutnya sekarang bukan saatnya lagi membuat kebijakan yang ABS (asal bapak senang), karena hal itu akan menghambat upaya perbaikan yang sesungguhnya.