Friday, March 8, 2013

Desak Jembatan Lama Dimasukkan Dalam Cagar Budaya


KEDIRI - Sejumlah pemerhati budaya di Kota Kediri, Jawa Timur mendesak Pemerintah Kota Kediri mendaftarkan jembatan lama sebagai cagar budaya, peninggalan Zaman Belanda. Pasalnya, jembatan pembelah sungai brantas itu, memiliki nilai sejarah tinggi dan merupakan bangunan konstruksi besi pertama kali di pulau jawa.

Pemerhati budaya Kediri, Imam Mubarok mengatakan, pihaknya baru saja menemukan dokumen terkait pembangunan jembatan lama yang hingga kini masih tersimpan di sebuah museum belanda. “Kami baru saja mengetahui tentang dokumen pembangunan jembatan lama itu, dan ternyata usianya sudah ratusan tahun,” ujarnya.

Dari dokumen itu, diketahui jembatan lama mengandung sejarah tinggi, yang harus dilestarikan. “Jembatan lama mempunyai nilai histories yang tinggi. Terutama kehidupan masyarakat Kediri saat itu,” ujarnya.

Untuk melestarikan jembatan lama itu, kata Imam Mubarok, tanggal 17 maret 2013 nanti. Ia dan sejumlah lembaga kebudayaan akan menggelar acara ulang tahun ke 144 jembatan lama. “Rencananya, untuk memperkenalkan nilai histories jembatan lama, kita akan menggelar ulang tahun yang ke 144 jembatan lama,” jelasnya.

Dalam acara itu, nantinya juga akan dipasang prasasti yang menunjukkan sejarah jembatan lama. Untuk menjaga kelestarian jembatan lama, kata Barok, Pemkot Kediri harus mendaftarkan ke balai pelestarian peninggalan purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. “Pemkot harus mendaftarkan jembatan ini ke BP3 agar masuk dalam cagar budaya yang harus dilindungi,” ujarnya.

Selain itu, dengan didaftarkan dalam cagar budaya, nilai histories jembatan lama tidak hilang dan tetap bisa dinikmati masyarakat Kota Kediri. “Agar masyarakat juga tahu sejarah dari jembatan lama,” pungkasnya. (*)

3 Ekor Etawa Dicuri, Rugi Jutaan Rupiah


KEDIRI - sumingan (59) warga Dusun Bakalan Kidul, Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri, Jawa Timur melapor ke polisi setelah menjadi korban pencurian 3 ekor kambing.

Peristiwa tersebut diketahui Sumingan, Jumat (8/3) pagi, saat ia hendak memberi makan kambing ternaknya, dan mengetahui 3 ekor kambing jenis etawa umur 2 tahun telah hilang. Kemudian dilakukan pencarian, hingga ke persawahan dan hanya menemukan tiga buah jerohan kambing. Diduga pelaku mengambil daging dan disembelih di persawahan.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga masuk dengan cara merusak pintu kandang. “Dari hasil olah TKP, pelaku masuk kandang dengan cara merusak pintu,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan guna penyidikan lebih lanjut. “Beberapa saksi dan korban sudah kita mintai keterangan guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Masih kata Surono, pihaknya juga mengamankan 3 buah jeroan (isi perut) kambing sebagai barang bukti. Akibat menjadi korban pencurian, Sumingan menderita kerugian sekitar Rp 4 juta. (*)

Perbaikan 19 Unit Lampu Stadion, Pemkot Butuh Anggaran Ratusan Juta Rupiah


KEDIRI – Terkendalanya pertandingan home Persik Kediri bermain dimalam hari, salah satunya, dikarenakan adanya kerusakan 19 lampu stadion Brawijaya Kediri, Jawa TImur.

Untuk itu, Pemkot kediri akan segera membenahi lampu stadion brawijaya yang mati dan rusak untuk memaksimalkan pertandingan home persik dalam laga divisi utama 2013. Panitia Pelaksana (panpel) Persik sudah berkoordinasi dengan kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) guna membahas masalah ini.

Ketua Panpel Persik Kediri Triyono Kutut mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan lampu stadion cukup besar hampir mencapai setengah milyar. “Anggarannya cukup besar, karena lampu tersebut harganya cukup mahal,” ujarnya.

Sesuai catatan Panpel, jumlah lampu yang mati sebanyak 19 unit. Sedangkan perbaikan untuk satu unit lampu saja mencapai Rp 25 juta. Menurut Triyono Kutut, perbaikan lampu stadion brawijaya direncanakan secara bertahap. “Ya nanti akan kita perbaiki secara bertahap. Jika langsung, dikhawatirkan akan membebani APBD,” jelasnya.

Triyono Kutut menambahkan, jumlah lampu di stadion brawijaya saat ini ada 24. Jika yang rusak hanya bola lampunya, sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar. Tetapi, karena yang rusak termasuk rumah lampunya, biaya yang harus dikeluarkan menjadi cukup besar. (*)

Jumlah Ormas Bertambah, Dana Bansos Naik Rp 3 Milyar


KEDIRI - Dana bantuan sosial (bansos) untuk organisasi masyarakat Kota Kediri, tahun 2013 ini membengkak. Pemkot Kediri tahun ini mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 10, 5 miliar, atau naik Rp 3 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota Kediri, Un Ahmad mengatakan, membengkaknya dana bansos karena jumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) bertambah sebanyak 52 lembaga. “Jika tahun lalu jumlah ormas 190 lembaga, saat ini jumlah mencapai 250-an lembaga organisasi masyarakat,” jelasnya.

Masih kata Un Ahmad, Pemkot Kediri saat ini masih menunggu usulan program dari ratusan organisasi masyarakat, yang akan direalisasikan tahun depan. Usulan paling lambat harus sudah masuk pemkot bulan mei mendatang. (*)

Sistem Pelayanan Pembagian E-KTP Amburadul


KEDIRI – Sistem pelayanan pembagian KTP Elektroni (E-KTP) di tingkat Kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur dinilai beberapa pihak sangat amburadul. Berbagai isu miring menimpa sistim pelayanan masyarakat ini.

Isu pertama adalah adanya pungutan liar terhadap masyarakat yang hendak mengambil E-KTP yang sudah jadi di tingkat kecamatan. Pungutan tersebut terjadi di Desa Sendang, kecamatan Banyakan. Besaran pungutan tersebut berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu. Pengutan itu di kenakan bagi warga yang KTP lamanya hilang.

Jumlah warga masyarakat yang hendak mengambil E-KTP di desa itu sekitar 2 ribu warga. Sedang warga yang mengaku di minta pengutan oleh perangkat desa setempat sebanyak 300 warga. “Yang diminta pungutan warga yang KTPnya hilang. Oleh perangkat desa di mintai 5 ribu hingga 10 ribu rupiah,” tutur Widodo (40) warga yang mengaku di mintai pungutan oleh salah seorang rangkat desa setempat sebesar 10 ribu. Jum’at, (8/3)

Isu kedua adalah kekeliruan nama desa yang menimpa E-KTP milik seluruh masyarakat Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Pada E-KTP yang sudah di cetak tersebut bertuliskan Desa GG. Sewu, sehingga hal tersebut membuat masyarakat Desa Gedangsewu hingga kini belum dapat menerima E-KTP yang sudah jadi. “Saya belum mendapat E-KTP sampai saat ini. Seluruh warga juga mengatakatan belum menerima. Katanya KTP tersebut saat ini sebagian kerbawa di salah satu wilayah di Kalimantan,” tutur Ruki, salah seorang warga desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

Isu ketiga adalah pelayanan E-KTP tidak jelas yang terjadi pada masyarakat dusun Tawangrejo, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul. Salah satu korban kesemrawutan pelayanan pengambilan E-KTP itu adalah Erma dan Ibunya. Untuk mengambil E-KTP miliknya Ema beserta ibunya harus mengantri 12 jam. Erma mengaku telah mengantri dari pukul 08.00 wib hingga pukul 20.00 wib di kantor kecamatan Kayen Kidul. Padahal, dirinya mengaku telah mendapatkan nomor urut pemanggilan 4.

Erma mengaku telah mendapat surat panggilan dari pihak kecamatan untuk mengambil E-KTP miliknya yang telah jadi. Namun setelah 12 jam mengantri, E-KTP miliknya tidak kunjung di berikan. Setelah di tanyakan, E-KTP miliknya tersebut dinyatakan masih terselip dan belum di ketemukan. Saat itu dirinya sempt mengeluh pada petuga stentang pelayanan pengambilan E-KTP itu, namun petugas malah balik memarahinya dengan alasan bahwa tidak hanya dirinya saja yang di layani. “Tidak hanya sampean mbak, saya juga disini dari pagi tadi. Ini surat panggilan sampena. KTPnya masih belum ketemu,” tutur Erma menirukan hujatan petugas.

Erma merasa diperlakukan tidak adil dan semena-mena saat pengambilan E-KTP. Menurut Erma hingga kini dirinya belum mendapat kejelasan kapan E-KTPnya bisa diambil. “sudah menunggu, hingga kini saya belum dikasih tahu kapan KTP saya bisa di ambil.” Ujarnya.

Sementara itu, Plt Kabag Humas pamkab Kediri Edhi Purwanto mengatakan, issue terkait dengan pelayanan E-KTP memang diakuinya ada keterbatasan jumlah petugas yang membidangi hal tersebut. sehingga menurut Edhi potensi terjadinya human error sangat mungkin terjadi. “Kaitannya dengan issue pungutan liar saat pengambilan E-KTP, yang jelas pemkab tidak memungut sepeserpun biaya untuk itu, karena sudah di tanggung dngan biaya APBN. Jika ada perangkat desa atau petugas yang meminta pungutan, maka yang bersangkuta harus bisa mempertanggungjawabkan pungutan itu. Terkait kesalahan cetak dan pelayanan yang tidak masimal, kita akan melakukan evaluasi. E-KTP warga yang salah cetak akan kita koordiasikan pada pemerintah pusat untuk diperbaiki,”ujar Edhi. (*)


Ikat Kontrak Dengan PKS, Walikota Diminta Tertibkan Tempat Hiburan Malam


KEDITRI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Kediri akhirnya memutuskan mendukung dan mengusung Walikota Samsul Ashar sebagai calon walikota pada akhir agustus mendatang. Hal itu disampaikan, saat DPD PKS Kota Kediri melakukan penandatanganan kontrak politik antara PKS dan Walikota Samsul Ashar, Jumat (8/3) siang.

Dalam kontrak politik yang terdapat 4 poin penting, diantaranya, walikota Samsul Ashar diminta untuk menertibkan tempat hiburan malam maupun tindakan penyakit masyarakat (pekat), seperti judi dan narkoba.

Ketua DPW PKS Jawa Timur Hami Wahyudiyanto menyatakan mendukung Walikota Samsul dalam Pilwali nanti, karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya adanya kesamaan visi dan misi memerangi perbuatan maksiat di kota kediri dan juga berdasarkan hasil survey internal PKS. “Pak Samsul memang bukan orang PKS, tapi kemiripannya sudah luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, kata Hami, berdasarkan survey internal Partai, hanya Samsul Ashar yang mempunyai elektabilitas paling tinggi diantaranya calon lain. “Kami punya survey sendiri, dan hanya beliau yang mempunyai suara paling banyak,” ujarnya.

Terpisah, Samsul Ashar sesumbar, dukungan dari PKS hanyalah langkah awal. Kedepan akan ada kejutan-kejutan dari sejumlah partai membentuk suatu koalisi untuk mendukung pencalonannya. Tetapi, dirinya tetap selektif, hanya akan menerima partai yang membuat kontrak politik sesuai dengan visi dan misinya saja. “Untuk bisa mencalonkan diri melalui jalur partai politik, syarat minimalnya harus diusung partai dengan jumlah kursinya lima. Salah satu yang sudah deklarasi dari PKS, yang lain akan menyusul. Pokoknya supaya ada kejutan-kejutan itu, kita tunggu saja,” tegas Samsul

Samsul mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Selain itu, dia juga mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok dan golongan. Namun demikian, Samsul hanya akan mengakomodir mereka yang memiliki satu visi dan misi.

Deklarasi dukungan PKS kepada Samsul Ashar maju sebagai Calon Walikota Kediri dihadiri oleh pengurus DPW PKS Jawa Timur dan DPD PKS Kota Kediri. Selain itu, kader dan simpatisan PKS juga tampak hadir memenuhi ruangan.

Sebelum penyerahan rekomendasi, sempat dibacakan empat kontrak politik antara PKS dengan Samsul Ashar. Antara lain, konsisten dalam perubahan pemerintahan daerah yang bersih sebagai jargon PKS, melanjutkan reformasi birokrasi dalam mensejahterakan masyarakat madani, optimalisasi kekayaan daerah, dan peningkatan moralitas kehidupan berbangsa dan bernegara yang Islami. (*)

Hamili 4 Gadis, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi


KEDIRI – Sungguh hebat ABG asal Dusun Jengkol Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini, diusianya yang masih menginjak 19 tahun, sudah berani menghamili 4 siswi pelajar SMK sekaligus. Bahkan, dari 4 siswi tersebut kini sudah ada yang melahirkan.

Pemuda bejat tersebut. Yakni, Ayatulloh Feliyanto (19), pelajar SMA warga Dusun Jengkol Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri mengaku telah menghamili 4 siswi SMK. Keempat siswi itu diakuinya juga sebagai pacarnya.

Salah satu pacar Ayatulloh, sebut saja Wulan (17) (bukan nama sebenarnya) salah seorang pelajar SMK warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri saat ini dikabarkan sudah melahirkan jabang bayi yang kini usianya belum genap satu bulan. Akibat ulah nekatnya, kini Ayatulloh harus berurusan dengan pihak Kepolisian atas laporan dari keluarga korban.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya kenal dengan Wulan melalui perantara teman sekolahnya sekitar bulan Juni 2012 lalu. Kemudian setelah saling kenal, korban datang ke rumah tersangka. Karena rumah tersangka saat itu sepi, kedua pasangan kekasih yang lagi dimabuk asmara tersebut melakukan perbuatan layaknya suami istri. “Perbuatan itu saya lakukan dengan korban sudah berulang kali, kalau ditanya jumlahnya saya tidak tahu. Akhirnya hamil hamil melahirkan,” aku tersangka.

Hebohnya lagi, perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan dengan korban. Namun tersangka juga mengakui melakukan hubungan seks dengan tiga cewek lainnya yang juga masih berstatus siswi SMK. Tiga cewek yang menjadi korban keganasan nafsu seksual tersangka, saat ini juga dikabarkan sedang hamil namun tidak berani lapor polisi. “Tiga cewek lainnya adalah anak Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Mipitan Ploso Lor Plosoklaten, dan tetangga saya sendiri Dusun Jengkol Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten. Saya juga siap menikahi semuanya kalau mereka mau,” imbuh tersangka.

Kasubbag Humas AKP Budi Nurtjahjo mengatakan, perbuatan asusila ini dilakukan oleh tersangka tidak hanya di rumahnya, namun tersangka juga mengakui melakukan di tempat kostnya dekat RS Baptis Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri. “Tersangka sudah kita amankan dan sekarang masih menjalani proses pemeriksaan di unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Yang jelas tersangka akan kita jerat UU No.23 tahun 2002 pasal 81 jo 82 tentang perlindungan perempuan dan anak yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Budi Nutjahjo. (*)

7 Pejabat Pemkot Diduga Terima Suap Jembatan Brawijaya


KEDIRI – Guna memuluskan proyek Jembatan Brawijaya (JB), petugas unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Kediri Koa menemukan adanya alirn dana ke sejumlah pejabat Pemkot Kediri, Jawa Tmur. Dari hasil sementara sebanyak 6 hingga 7 orang pejabat Kota Kediri, dengan jumlah uang suap mencapai milyaran rupiah, dari nilai proyek Rp 66 milyar.

“Perkembangan terbaru, kami menuntaskan sebagian pemeriksaan atas dokumen dari kantor PT SGS (Surya Graha Semesta), dari buku dokumen, ada buku kas keluar dan masuknya keuangan dan transaksi serta bukti transfer. Ada pemberian uang kepada sejumlah pihak pejabat di lingkungan pemkot dan DPRD serta pihak lain. Kita ketahui persis dari jumlah angka dan rincian angkanya,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro, Jumat (8/3) petang.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres lulusan FBI itu, temuan yang menonjol di buku itu dikemas sedemikian rupa untuk mengelabuhi penegak hukum. Di dalam buku yang kini dijadikan sebagai barang bukti itu ditulis dengan sandi BESI BETON.

Sandi tertentu itu menjelaskan mengenai aliran dana proyek ke sejumlah orang. Tetapi, ia belum bersedia buka mulut nama-namanya. Kapolres berbasic Intelkam itu hanya menyebut, sebagian dari mereka adalah para pejabat yang sudah pernah dimintai keterangan oleh penyidik.

Buku itu secara detail mencatat mulai dari rincian hingga tanggal kucuran anggaran suap dari PT SGS itu kepada sejumlah orang yang jumlah mencapai milyaran. Ironisnya, dana itu mengalir sejak tahun 2008 silam, sebelum Jembatan Brawijaya dibangun. “Kami juga mendapatkan keterangan dari saksi yaitu bagian keuangan PT SGS. Kemudian pemeriksaan terhadap orang yang diduga mengantarkan uang milyaran tersebut. Mereka berinisial RW dan WD. Uang itu ada yang ditransfer dan ada yang diberikan secara langsung. Ada yang melalui rekening kerabat dan rekening orang lain. Lalu ada yang diserahkan ke rumah, adapula yang diserahkan di kantor,” jelas Kapolres

Kapolres menyimpan catatan dari setiap orang yang menerima kucuran dana itu. Jumlahnya, kata Kapolres, bervariasi. Ada yang ratusan juta, dan ada yang milyaran. Tetapi, kata Kapolres, di dalam buku catatan itu, tidak dijelaskan secara spesifik, melainkan dari tiga mega proyek yaitu, RSUD Gambiran II, Poltek II dan Jembatan Brawijaya. Hanya saja, sebanyak 14 kali penyaluran

Penyidik Tipikor Polres Kediri Kota masih perlu penjelasan lebih lanjut mengenai temuan itu dengan mengkonfrontir pihak-pihak penerima kucuran dana. Kapolres menjadwalkan, mereka akan diperiksa, Minggu depan. Sebab, penyidik masih harus memintai keterangan dari pimpin DPRD Kota Kediri dan para anggota Panitia Khusus (Pansus) Jembatan Brawijaya

Jika, unsur suap atau gratifikasi itu terbukti, Kapolres berjanji akan segera melakukan penyita terhadap aset-aset milik terduga suap. Kerugian Negara dari praktek korupsi tersebut harus dikembalikan. Dirinya akan menerapkan pasal-pasal KUHAP untuk menarik kembali aliran dana itu

Sebagaimana diberitakan, Polres Kediri Kota sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya. Mereka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kasenan dan Ketua Panitia Lelang Wiyanto. Tetapi, keduanya tidak ada yang ditahan. (*)


Ikat Kontrak Dengan PKS, Walikota Diminta Tertibkan Tempat Hiburan Malam


KEDITRI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Kediri akhirnya memutuskan mendukung dan mengusung Walikota Samsul Ashar sebagai calon walikota pada akhir agustus mendatang. Hal itu disampaikan, saat DPD PKS Kota Kediri melakukan penandatanganan kontrak politik antara PKS dan Walikota Samsul Ashar, Jumat (8/3) siang.

Dalam kontrak politik yang terdapat 4 poin penting, diantaranya, walikota Samsul Ashar diminta untuk menertibkan tempat hiburan malam maupun tindakan penyakit masyarakat (pekat), seperti judi dan narkoba.

Ketua DPW PKS Jawa Timur Hami Wahyudiyanto menyatakan mendukung Walikota Samsul dalam Pilwali nanti, karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya adanya kesamaan visi dan misi memerangi perbuatan maksiat di kota kediri dan juga berdasarkan hasil survey internal PKS. “Pak Samsul memang bukan orang PKS, tapi kemiripannya sudah luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, kata Hami, berdasarkan survey internal Partai, hanya Samsul Ashar yang mempunyai elektabilitas paling tinggi diantaranya calon lain. “Kami punya survey sendiri, dan hanya beliau yang mempunyai suara paling banyak,” ujarnya.

Terpisah, Samsul Ashar sesumbar, dukungan dari PKS hanyalah langkah awal. Kedepan akan ada kejutan-kejutan dari sejumlah partai membentuk suatu koalisi untuk mendukung pencalonannya. Tetapi, dirinya tetap selektif, hanya akan menerima partai yang membuat kontrak politik sesuai dengan visi dan misinya saja. “Untuk bisa mencalonkan diri melalui jalur partai politik, syarat minimalnya harus diusung partai dengan jumlah kursinya lima. Salah satu yang sudah deklarasi dari PKS, yang lain akan menyusul. Pokoknya supaya ada kejutan-kejutan itu, kita tunggu saja,” tegas Samsul

Samsul mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Selain itu, dia juga mendapatkan dukungan dari berbagai kelompok dan golongan. Namun demikian, Samsul hanya akan mengakomodir mereka yang memiliki satu visi dan misi.

Deklarasi dukungan PKS kepada Samsul Ashar maju sebagai Calon Walikota Kediri dihadiri oleh pengurus DPW PKS Jawa Timur dan DPD PKS Kota Kediri. Selain itu, kader dan simpatisan PKS juga tampak hadir memenuhi ruangan.

Sebelum penyerahan rekomendasi, sempat dibacakan empat kontrak politik antara PKS dengan Samsul Ashar. Antara lain, konsisten dalam perubahan pemerintahan daerah yang bersih sebagai jargon PKS, melanjutkan reformasi birokrasi dalam mensejahterakan masyarakat madani, optimalisasi kekayaan daerah, dan peningkatan moralitas kehidupan berbangsa dan bernegara yang Islami. (*)

Minim SDM, Laporan Administrasi Tingkat Kelureahan Sering Terlambat


KEDIRI - Seluruh pegawai administrasi kelurahan di Kota Kediri dinilai belum memiliki kemampuan yang cukup dalam bidang accounting. Ini tampak seluruh laporan keuangan yang masuk ke satuan kerja terkait, selalu terlambat.

Terkait hal itu, Pemkot Kediri bakal memberlakukan sistem outsourching atau tenaga kontrak bekerjasama dengan Poltek Kota Kediri. Pertimbangannya, untuk menutup kekurangan SDM dan memberdayakan lulusan dari Poltek Kediri.

Walikota Kediri, Samsul Ashar mengatakan, hingga saat ini semua kelurahan terlambat dalam laporan keuangan. Untuk itu Pemkot telah menjalin komunikasi dengan Poltek Kediri, untuk menjaring lulusannya agar bisa membantu sistem accounting yang ada di kelurahan. “Kita kekurangan tenaga accounting di tingkat kelurahan, makanya nanti kita berencana mencari tenaga outshorcing,” ujarnya, Jumat (8/3).

Kata Samsul Pihaknya akan memberlakukan sistem outsourching bidang administrasi dengan membutuhkan tenaga sebanyak 46 orang. “Masing-masing kelurahan akan kita tempatkan satu tenaga accounting,” ujarnya.

Sejauh ini Pemkot sebenarnya telah merangsang prestasi sejumlah kelurahan untuk tertib adminstrasi dengan pemberian reward atau penghargaan, namun masih terkendala SDM> Untuk diketahui di Kota Kediri, ada 46 kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan masing-masing kecamatan Mojoroto, Pesantren dan Kota. (*)

Antisipasi Kebrutalan Suporter, Polisi Akan Kawal Konvoi Persikmania


KEDIRI - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang kebrutalan oknum persikmania usai pertandingan sepak bola yang selalu mengganggu pengguna jalan lainnya. Polres Kediri selalu melakukan langkah pencegahan dengan melakukan berbagai pengawalan untuk konvoi persikmania, usai pertandingan.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan semua jajaran untuk melakukan pengamanan agar Oknum Persikmania yang membuat ricuh dapat ditindak. “Kami siap menindak ulah oknum sporter yang anarkis dengan mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Surono juga menambahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas terhadap Persikmania yang kedapatan membawa pentungan dan alat berbahaya saat konvoi. Surono juga berharap semua Persikmania tertib saat usai mendukung tim kesayangannya. (*)

Setubuhi Gadis Hingga Hamil, Pemuda Ditangkap Polisi


KEDIRI - Ayatulloh Felayanto (19) pemuda asal Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, Jawa Timur ditangkap polisi, Kamis (7/3) sore. Ia ditangkap polisi atas dugaan melakukan persetubuhan terhadap DM (18) gadis asal Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri hingga melahirkan.

Peristiwa pertama kali dilakukan Ayatulloh pada sekitar bulan Juni sampai bulan Oktober 2012 dirumah pelaku. Bukan hanya itu, pelaku juga melakukan persetubuhan di kost-kostan korban di daerah Bangsal Kota Kediri.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcahyo mengatakan, awalnya kedua belah pihak sepakat damai dan akan dinikahi. Namun, karena pelaku selalu berkelit, akhirnya melaporkan pelaku ke polisi. “Awalnya kedua belah pihak sepakat damai. Namun. Karena pihak pelaku ternyata tidak mau menikahi, akhirnya dilaporkan ke polisi,” ungkapnya, Jumat (8/3).

Saat ini pelaku sudah diamankan dan diperiksa di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri. “Kemarin sore, petugas unit reskrim telah menangkap pelaku dan saat ini masihj menjalani pemeriksaan di unit PPA Polres Kediri,” jelasnya.

Masih kata Budi, dari hasil pemeriksaan, pelaku telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 16 kali, dan saat ini korban sudah melahirkan. Akibat perbuatannya, Ayatulloh akan dijerat undang-undang perlindungan anak pasal 81, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)