Friday, March 22, 2013

Sebuah Situs Diduga Peninggalan Kerajaan Kediri Ditemukan Warga


KEDIRI - Sebuah situs yang diduga peninggalan kerajaan Kediri ditemukan warga lingkungan Dadapan Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.

Penemuan patahan batu bata kuno tersebut awalnya saat warga setempat melakukan penggalian tanah untuk menggali sumber mata air, saat melakukan penggalian dikedalaman kurang lebih 3 meter, mereka menemukan banyaknya bongkahan batu bata ukuran besar. Mengetahui hal itu, warga melaporkan penemuan ini ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olah raga (Disbudparpora) Kota Kediri.

Suharno, salah satu warga mengatakan, begitu mengetahui banyaknya bonggahan batu bata, proses penggalian dihentikan sementara. “Saat itu kami melakukan penggalian untuk mencari sumber mata air, tiba-tiba menemukan pecahan batu bata,” ujarnya, Jumat (22/3).

Sementara itu, Nugroho tim dari BP3 Trowulan mengatakan belum bisa memastikan bentuk dari situs tersebut, karena harus membutuhkan beberapa data dan keterangan dari berbagai pihak. “Kita belum bisa memastikan bagamana konstruksi situs ini, karena kami perlu kajian yang lebih mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan mendukung upaya BP3 Trowulan untuk melakukan kajian mendalam atas temuan ini. “Jika memang ini merupakan sebuah situs, kami mendukung upaya BP 3 Trowulan untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” ujarnya.

Masih kata Nur Muhyar, jika memang nantinya benar bangunan tersebut merupakan situs peninggalan kerajaan kediri, maka pihaknya akan mendukung untuk melakukan penggalian lebih mendalam

DPRD Pending Proyek Lapangan Tenis Senilai Belasan Milyar


KEDIRI – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk mendirikan lapangan tenis di komplek Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya Kediri harus bersabar. Pasalnya, DPRD setempat merekomendasikan agar usulan dana sebesar Rp 12,7 miliar untuk pendanaan proyek fisik tersebut dipending.

”Kita menanyakan pembangunan lapangan tenis anggarannya, waktu kita tanyakan sesuai DED. Namun menjadi evaluasi, lebih lanjut. Karena alokasi anggaran miliaran," ujar Ketua Komisi C DPRD Hadi Sucipto, Jumat (22/03)

Politisi PDI Perjuangan Kota Kediri itu menambahkan, DPRD memandang jika proyek tersebut belum begitu diperlukan. Selain itu, dewan khawatir justru akan menuai persoalan hukum di kemudian hari. Sebab, nilai proyek yang diusulkan terlalu besar dan tidak relevan. “Perlu adanya evaluasi kembali. Kami akan mengklarifikasi lebih lanjut ke pihak Pemkot Kediri, kenapa besar anggaran yang diusulkan sampai puluhan miliar. Lebih baik untuk program yang langsung menyentuh ke masyarakat," kata Hadi Sucipto memberikan saran

Perlu diketahui bahwa, proyek pembangunan lapangan tenis tersebut merupakan bagian dari sarana dan prasaranan di area GOR Jayabaya. Proyek tersebut sudah digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri sejak tahun 2010 lalu.

Saat itu, Pemkot Kediri berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp 31 miliar untuk pembangunan seluruh sarana dan prasarana GOR Jayabay. Pembangunan kolam renang dan lapangan tenis tersebut diharapkan bisa selesai dalam satu tahun.

Kasenan, Kepala Dinas PU dalam pernyataan sebelumnya, proyek sarana dan prasaranan akan menempati lahan di sebelah barat bangunan GOR Jayabaya atau lebih dekat dengan bangunan ruko sebelah selatan.

Dia berharap pengajuan anggaran untuk sarana dan prasarana GOR Jayabaya berupa kolam renang dan lapangan tenis ini disetujui oleh badan anggaran DPRD. Sehingga proyek dapat segera dikerjakan. (*)