Monday, April 15, 2013

Beli Burung Berkicau Lewat Situs Online, Warga Kediri Malah tertipu


KEDIRI - Endro Tri (29) seorang PNS asal kelurahan Mojoroto Kota Kediri melapor ke polisi setelah menjadi korban penipuan.

Pristiwa bermula, saat korban melihat sebuah iklan jual beli burung cucak rowo di situs online di www.tokobagus.com. Selanjutnya, antara korban dan pelaku sepakat jual beli cucak rowo sebesar Rp 4.500.000. Kemudian oleh terlapor, korban diminta mentransfer uang pertama sebesar Rp 1 juta melalui ATM BRI. Keesokan harinya, korban kembali mentransfer Rp 2 juta dan transfer ketiga sebesar Rp 1.500.000. Namun saat ditunggu burung pesanan belum juga dikirim, keesokan harinya terlapor kembali meminta transferan sebesar Rp 7 juta, dengan alasan burungnya tertahan dijasa pengiriman.

Karena curiga dan merasa menjadi korban penipuan akhirnya korban tidak mentransfer Rp 7 juta sesuai permintaan terlapor dan memilih melapor ke polisi.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, sudah memeriksa korban guna proses penyidikan lebih lanjut. “Kita sudah memeriksa korban untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Masih kata Surono, pihaknya juga mengamankan 2 lembar slip transaksi pengiriman uang sebagai barang bukti. Akibat menjadi korban penipuan, Endro menderita kerugian sebesar Rp 4.500.000. (*)

Usai Kerjakan Unas, Puluhan Siswa di Kediri Nongkrong di Taman Sekartaji

Dengan masih mengenakan seragam
KEDIRI - Dengan masih mengenakan seragam sekolah, Puluhan pelajar SMA sederajat usai mengikuti Ujian nasional (unas) dihari pertama, lebih memilih nongkrong di Taman Sekartaji Kota Kediri.

Mereka mengaku, nongkrong bersama teman, untuk menghilangkan kepenatan setelah mengerjakan soal unas dihari pertama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Danang, salah satu siswa SMA Negri di kota Kediri mengaku, lebih memilih nongkrong bersama teman-temannya untuk menghilangkan ketegangan setelah mengerjakan soal Unas. Menurutnya, Unas tahun ini lebih sulit dan lebih rumit jika dibandingkan tahun lalu. Selain materi soal yang tidak sama dalam satu ruangan, jam masuk dimulainya Unas juga lebih pagi. “Sulit mas, apalagi model soalnya banyak, jadi tidak bisa contekan,” ujarnya.

Masih kata Danang, waktu mengerjakan soal ujian nasional juga belum bisa maksimal. Waktu 120 menit dirasa masih kurang untuk mengerjakan soal sebanyak 50, dengan model pilihan ganda. Namun demikian, dia optimis bisa lulus dalam menempuh ujian nasional tahun ini. Untuk diketahui, ujian nasional tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Diantaranya, jam masuk dimulainya Unas, jika tahun lalu pukul 8.00 WIB, sekarang pukul 7.30 WIB. Serta model soal, jika dulu hanya 5 model, sekarang ada 20 model. (*)

Takut Ganggu Konsentrasi, walikota Monitorisng Unas dari Balik Pintu


Walikota Samsul Ashar saat sidak di SMAN 1 Kediri
KEDIRI - Walikota Kediri Samsul Ashar melakukan monitoring pelaksanaan ujian nasional (Unas) hari pertama di beberapa sekolah di Kota Kediri, Senin (15/4) pagi.

Dengan sejumlah pejabat Dinas Pendidikan, Walikota tidak memasuki ruangan ujian atau berinteraksi dengan para siswa peserta Unas dan hanya memantau dari balik pintu tempat berlangsungnya ujian.

Ditemui disela-sela sidak, Walikota Samsul Ashar berharap, tahun ini tingkat kelulusan di Kota Kediri bisa mencapai 100 persen. Untuk itu, dia meminta semua pihak, baik guru, orangtua maupun siswa benar - benar maksimal mendukung suksesnya Unas tahun ini. “Semua harus maksimal mendukung Unas agar sukses dan bisa lulus 100 persen,” ujarnya.

Selain itu, Walikota juga mengingatkan para peserta untuk menggunakan pensil yang standar untuk mengisi lembar jawaban. Pasalnya, seringkali siswa tidak lulus karena pensil yang digunakan tidak terbaca oleh scanner.Untuk itu, pihak sekolah telah membagikan pensil standar agar siswa terlindungi dari kemungkinan kesalahan tersebut. “Seperti keponakan saya dulu, hanya gara-gara pensilnya palsu, salah semua karena tidak bisa terbaca saat discaner,” ujarnya.

Untuk diketahui, walikota melakukan sidak di empat sekolah. Yakni, SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMK Negeri 1 dan SMAK Agustinus. Unas di Kota Kediri tahun ini diikuti 10.017 siswa setingkat SMA/SMK/MA. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Unas kali ini memiliki lebih banyak paket soal dengan bobot kesulitan yang sama. (*)

Jasa Laundry Milik PR III UNP Kediri Ludes Dilalap Sijago Merah

Jasa Laundry milik PR III UNP Ludes terbakar
KEDIRI – Quick Clean Laundry yang merupakan jasa laundry milik  Pembantu Rektor III Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Setyo ludes setelah dilalap Si Jago Merah, Senin (15/4) siang. Diduga kebakaran akibat mesin pengering laundry yang berada didalam rumah bermasalah.
 
Kebakaran yang menimpa rumah di Jalan Penanggungan gang Kolam Renang Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pertama kali diketahui Ina, salah seorang karyawan Quick Clean Laundry. Saat itu, perempuan asal Kelurahan Lirboyo sedang menyetrika baju, tiba-tiba ada kepulan asap yang keluar dari mesin pengering laundry. “Saat menyetrika, tiba-tiba ada kepulan asap dari mesin pengering,” ujarnya.
 
Belum sempat meminta pertolongan tetangga sekitar, api langsung membesar dan menghabiskan isi didalam rumah. “Kejadiannya begitu cepat, baru keluar asap langsung api keluar dan menyambar kemana-mana,” jelasnya.
 
Mengetahui api semakin membesar, Ina dibantu warga mengemasi barang-barang yang bisa diselamatkan. Seperti beberapa mesin cuci, baju milik konsumen dan juga seperangkat laundry. “Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, hanya jempol kaki saya sedikit luka, mungkin karena kesandung saat mengemasi barang-barang,” ujarnya.
 
Selain membantu mengemasi barang yang bisa diselamatkan, warga juga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Api baru bisa dipadamkan setelah 2 pemadam kebakaran dari PT Gudang Garam dan juga Pemkot Kediri.

sementara itu, akibat kebakaran itu, juga sempat membakar sedikit atap rumah milik anggota KPU Kota Kediri Masrukin. "Alhamdulillah, rumah saya hanya atapnya sedikit terbakar," kata Masrukin ditemui dilokasi