Tuesday, April 16, 2013

Ancaman Konflik Pilkada, Polisi Gelar Ikrar Damai



KEDIRI - Guna mengantisipasi terjadinya konflik gesekan antar partai politik (parpol) dalam pelaksanaan pemilihan walikota kediri, pemilihan gubernur, maupun Pemilihan legislatif. Polres Kediri Kota siap menerjunkan 700 personil dari berbagai unsur satuan untuk melakukan pengamanan mulai tahapan hingga penetapan pilkada.

Kapolres kediri kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, selain menyiapkan pasukan, Selasa (16/4) pagi, pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa pihak terkait untuk menandatangani perjanjian bersama tentang deklarasi damai pilkada maupun pilleg. Selain ditandatangai unsur Muspida, dalam penandatanganan perjanjian tersebut juga diikuti KPU, Panwas dan juga peserta partai politik, dari kota dan kabupaten kediri. “Gesekan-gesekan antar partai politik bisa saja terjadi. Makanya, kami ajak mereka untuk deklarasi damai,” ujarnya, Selasa (16/4).

Ratno Kuncoro menambahkan, usai menggelar deklarasi damai, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan apel kesiapan pasukan dalam pengamanan pilkada dan Pemilihan legislatif.

Sementara itu, Pihak KPUD saat ini tengah melakukan verifikasi faktual kepada sejumlah bakal calon walikota dari jalur perseorangan. Bentuk verifikasi tersebut yakni bekerjasama kelurahan dan tim KPU mendatangi langsung ke rumah penduduk yang memberikan dukungan KTP kepada calonnya. (*)

Hujan Disertai Angin Kencang Porandakan Wilayah Kabupaten Kediri

Banyak Pohon Ukuran besar di Obyek Wisata Sumber Gundi roboh
Kediri – Hujan deras disertai angin yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Senin (15/04) sore memporak porandakan sebagian wilayah di Kabupaten Kediri. Wilayah yang dalam kondisi cukup parah terjadi di Kecamatan Gurah, Kecamatan Pagu, Kecamatan Kayen Kidul, Kecamatan Plemahan dan Kecamatan Kunjang.

Pada wilayah tersebut, ribuan pohon tumbang dan atap rumah warga juga beterbangan disapu kencangnya angin. Di Desa Menang, Kecamatan pagu, khusunya dilokasi sekitar jalur Kediri menuju Kecamatan Pagu, sempat mengalami macet total. Pasalnya sejumlah pohon yang berada disepanjang jalur tersebut tumbang diterjang angin. Disamping itu, pohon yang bertumbangan tersebut juga memutuskan kabel jaringan listrik. Sehingga aliran listrik di wilayah tersebut padam total hingga malam hari.

Selasa (16/4) pagi warga dibantu TNI secara bergotong royong mememotong pohon yag tumbang menghalangi jalan tersebut dengan alat yang mereka datangkan sendiri.

Menurut Keterangan Sayudi (57) salah seorang warga Desa Menang, hujan deras disertai angin kencang itu terjadi sekitar pukul 15.00 wib. hujan disertai angin itu menurutnya berlangsung sekitar satu jam. Menurut warga tersebut angin kencang yang melanda wilayahnya berasal dari tenggara berhembus menerjang pepohonan dan pemukina warga.

Tiupan angin itu berlangsung tiga kali selama satu jam. “Hujan dan angin itu berlangsung cukup lama, sekitar satu jam. Tapi angin yang bertiup kencang terjadi hingga 3 kali, agak reda kemudian kencang lagi. Sehingga banyak pohon yang tumbang dan atap rumah rusak parah,” jelasnya, Selasa (16/4) pagi.

Warga mengaku sempat panik dengan kondisi tersebut, namun beruntung, banyaknya pohon yang tumbang tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Akan tetapi kencangnya tiupan angin tersebut membuat banyak pemukiman warga yang atapnya mengalami rusak parah. "Semuanya panik dan kawatir, namun sampai sekarang belum ada kabar ada yang mendai korban,” tambahnya.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, banyak wilayah yang terkena bencana tersebut. Salah satunya obyek wisata sumber gundi yang pohon-pohon berusia ratusan tahun tumbang. (*)

Sebuah Pohon diMakam di Kediri Roboh, Puluhan Kerangka Keluar

Sebuah mori tersangkut keluar setelah pohon ambruk
KEDIRI  - Hujan disertai angin kencang yang terjadi Senin (15/4) sore membuat puluhan kerangka manusia terangkat keluar dari liang kubur, setelah pohon jenis Bulu yang sudah berusia ratusan tahun tumbang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

”Pohon Bulu ini ambruk bersamaan dengan hujan angin, sore kemarin. Saya kesini kerangka mayat sudah terangka bersama akar pohon," ujar Rozi (38) warga setempat, Selasa (16/4).

Diceritakan Rozi, hujan deras turun sejak pukul 15.00 WIB. Hujan disertai angin kencang itu menyapu kawasan Dusun Joho. Tiba-tiba, dia mendengar suara gemeretek keras dari kawasan TPU. Saat dia keluar melihat pohon yang telah berusia sekitar 200 tahun itu tumbang.

Setelah hujan reda, warga berdatangan ke TPU. Mereka melihat Pohon Bulu sudah roboh ke arah barat daya. Pohon yang memiliki tinggi lebih dari 20 meter itu menimpa pagar TPU dan menghancurkan tanaman milik warga.

Warga terkejut saat melihat diantara sela-sela akar pohon terdapat sejumlah kerangka mayat, hingga kain kafan. Selain itu, lubang bekas 'rumah' akar serabut itu menyisakan beberapa tulang belulang manusia. “Termasuk kerangka paman saya pak Darmaji juga ikut keluar tersangkut akar. Mungkin jumlahnya mencapai puluhan kerangka,” terang Rozi sambil menunjuk tengkorak kepala yang tersangkut diantara akar.

Sejak pagi, warga setempat mengerumuni TPU. Diantara mereka memotong pohon tumbang yang melintang di tengah jalan makam. Sementara warga lain hanya melihat-lihat puluhan kerangka mayat yang terangkat keluar dari liang lahat. (*)