Thursday, April 4, 2013

Diduga Sakit Jantung, Seorang Pria Tewas Dimushola Kampus



KEDIRI - Wijianto (58) seorang satpam kampus Stikes di lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Kota Kediri, Jawa Timur melapor ke polisi setelah ada orang yang meninggal dunia mendadak di Mushola Kampus, Jumat (5/4) pagi.

Kejadian pertama kali diketahui saat Wijianto menjaga malam, melihat Sutrisno mengaku tidak enak badan. Kemudian oleh Wijanto, korban diminta istirahat di Mushola. Sekitar pukul 4.30 WIB, saat Wijianto hendak sholat Subuh mendapati korban sudah terbujur kaku. Mengetahui hal itu saksi melapor ke polisi.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiaayaan pada tubuh korban dan murni meninggal dunia karena sakit. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, dan korban murni meninggal dunia karena sakit,” ungkapnya. (*)

Dipandang Lebih Objektif, Walikota Kediri Lebih Memilih di Polda Jatim


Tim PH Samsul Ashar saat memberikan keterangan

KEDIRI - Ketidak hadiran walikota Kediri, Jawa Timur Samsul Ashar guna memenuhi panggilan penyidik tipikor Polres Kediri kota, Kamis (4/4) pagi. Selain memang ada kegiatan di Jakarta, walikota Samsul Ashar tampaknya juga lebih memilih menjalani pemeriksaan di markas Polda Jawa Timur.

Penasehat hokum walikota Samsul Ashar, Azhar Rahim Rivai mengatakan, tidak hadirnya walikota memenuhi undangan penyidik, karena memang benar ada kegiatan luar kota. “Pak Samsul hari ini memang ada kegiatan di Jakarta, makanya tidak bias memenuhi panggilan,” jelasnya, Kamis (4/4).

Selain itu, pihaknya memandang proses penyidikan yang dilakukan Polres Kediri kota terlalu berlebihan. Antara lain, banyaknya publikasi terkait materi penyidikan yang seharusnya bersifat rahasia tapi dimunculkan ke media, yang menggiring sebuah opini public, seolah-olah perkara ini telah memasuki tahap persidangan terbuka untuk umum. “Ini sangat tidak bagus, opini di masyarakat akan berkembang. Masih proses penyidikan, tapi seolah-olah sudah memasuki tahap persidangan yang terbuka untuk umum,” jelasnya.

Masih kata Azhar, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat kota kediri untuk tidak terprovokasi dan terpancing dengan isu-isu yang sengaja dilakukan oleh pihak lain yang bertujuan mengacaukan situasi kota kediri yang sudah harmonis. (*)