Wednesday, May 8, 2013

Terancam Bentrok, Walikota Kediri Minta Mubes Persikmania Diundur



KEDIRI - Walikota Kediri meminta rencana musyawarah besar (mubes) memilih ketua suporter Persik Kediri, pada 12 Mei 2013 diundur. Sebagai pembina persikmania, walikota akan mengumpulkan pengurus Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) dan seluruh koordinator wilayah (korwil).

“ Perlu duduk bersama-sama, Namanya persikmania, adalah organisasi masyarakat, kalau bentrok yang jangan.  Bagaimana persikmania bersatu, jangan terpecah-pecah. Sebaiknya diundur dulu. Saya akan mengumpulkannya,” ujar  Samsul Ashar, Rabu (08/5)

Walikota berjanji akan segera mengumpulkan pengurus FKSP dan seluruh korwil persikmania, termasuk Tim 9 yang ngotot akan menggelar mubes pada 12 Mei besok. Orang nomor satu di ‘Kota Tahu’ itu berharap tidak ada kelompok tertentu yang sengaja menumpangkan kepentingan pada tubuh suporter.

“ Sudah bukan jamannya lagi ada kepentingan tertentu yang menumpang pada suporter. Malam ini saya ke Surabaya. Mungkin besok atau lusa, akan kita kumpulkan seluruhnya,” imbuh Samsul Ashar.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengaku, telah menerima surat dari FKSP. Pihaknya menyerahkan penyelesaian konflik diantara soporter Persik kepada Walikota. Kapolres berharap, perpecahan antar sesama pendukung tim Macan Putih segera menemukan solusi.

“ Saya sarankan, agar Walikota sebagai pembina Persik melakukan pertemuan dengan semua pihak. Di dalam pertemuan itu, semuanya diajak bicara, bagaimana solusi baiknya. Jangan sampai terjadi konflik,” ungkap AKBP Ratno Kuncoro.

Sebagaimana diberitakan, sekelompok korwil persikmania yang menyebut Tim 9 berencana menggelar mubes pemilihan ketua persikmania, pada 12 Mei mendatang. Mereka beralasan, jabatan Ketua FKSP Mohammad Hanif sudah habis sejak Desember 2012 lalu.

Rencana Tim 9 ini menuai protes dari pengurus FKSP. Mereka merasa telah dilangkahi. FKSP meminta agar rencana itu dibatalkan. Pasalnya, selain menyalahi prosedur pemilihan, juga ditengarai bernuansa politis menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Kediri Agustus mendatang.

FKSP telah menyurati Kapolres Kediri Kota dan Komandan Kodim 0809 Kediri. Isi dari surat itu adalah pernyataan sikap FKSP serta keberatan-keberatan atas rencana terselenggaranya mubes persikmaniapada 12 Mei mendatang. FKSP juga menyampaikan bahwa, jika mubes tetap digelar pada waktu itu, pihaknya tidak menjamin terjadi kericuhan yang berujung pada bentrok fisik.

Ditanya mengenai kemungkinan tetap terselenggaranya mubes persikmania dan kekhawatiran terjadinya bentrok fisik, Kapolres mengaku, sebagai pihak keamanan pihaknya akan berusaha mencegah terjadinya konflik. Kapolres terus mewanti-wanti agar kedua belah pihak dan seluruh elemen yang terlibat mengedepankan komunikasi. (*)