Sunday, March 3, 2013

* Jelang Laga Persik Vs Persewangi, Walikota Periksa Menu Makan Tim 'Macan Putih'


KEDIRI – Jelang laga pertandingan Persik Kediri Vs Persiwangi Banyuwani, Walikota Kediri Samsul Ashar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Mess Pemain Persik Kediri di Jalan PK Bangsa Kota Kediri. Pria yang juga ketua Dewan Pembina Persik itu memeriksa menu makan para punggawa 'Macan Putih' yang akan bertanding kontra Persiwangi Banyuwangi di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Selasa (5/3) sore.

”Inspeksi ini bertujuan untuk melihat menu makanannya harus terjaga kalori. Sebab, kalori seorang atlet harus tercukupi. Juga harus cukup air, karena kebutuhan tubuh kita. Kalau cairannya kurang, maka mudah terkena infeksi,” ujar Samsul Ashar usai sidak.

Samsul Ashar yang juga seorang dokter ini, mengingatkan agar para pemain agar tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, satu hari sebelum laga. Sebab, apabila mereka makan-makanan berlemak, akan membuat tubuh mereka menjadi loyo saat bertanding. “Jangan makan makanan berlemak satu hari menjelang pertandingan. Sebab, lemak akan membuat penumpukan asam laktat menjadi cepat. Lemak juga sulit diproses dan membutuhkan banyak oksigen. Kalau cadangan oksigen minim, maka gampang loyo,” pesan Samsul Ashar.

Dalam sidak tersebut, Samsul Ashar memeriksa seluruh ruang kamar pemain dan menu makanan para pemain. Samsul Ashar juga memberikan pesan moral kepada para pemain dan janji bonus kepada mereka. “Masalah bonus kepada pamain, itu pasti. Akan kita berikan bonus kepada mereka. Mari kita sama-sama mendukung Persik agar prestasinya terus naik dan bisa kembali ke Indonesia Super League (ISL) tahun mendatang,” tambahnya.

Selain itu, dalam kesempatan itu, Pak Dokter – sapaan Samsul Ashar – juga menyempatkan diri melakukan pengecekan pada lutut kapten Persik, Harianto yang mengalami cedera. Dengan keahliannya, Pak Dokter melihat kondisi cedera yang dialami Harianto. “Ini tidak terlalu parah, 7 hari kedepan sudah bisa normal kembali,” ujarnya.

Disinggung kesiapan Harianto saat pertandingan melawan Persewangi nanti, Samsul menegaskan, tetap bisa bermain. Hanya saja tidak boleh sampai full time. Karena dikhawatirkan akan terjadi benturan lagi. “Bisa main, tapi jangan full time,” jelasnya.

Untuk diketahui, Persik kini menjadi juara grup V kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Persik sudah mengoleksi 7 poin dari 3 laga yang sudah dilakoninya.

Pejabat Masih Status Plt, Warga Kesulitan Perpanjang Jamkesmas


KEDIRI - Sejumlah masyarakat miskin yang tinggal di Kota Kediri, Jawa TImur kesulitan memperpanjang kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Padahal, kartu berobat gratis itu sangat mereka perlukan secara mendesak.

Banyak warga miskin yang gagal memperpanjang. Akhirnya mereka harus menghutang kesana-kemari untuk biaya berobat ke rumah sakit. Mereka berharap pemerintah mempermudah proses perpanjangan kartu Jamkesmas.

Walikota Kediri Samsul Ashar memaklumi kesulitan yang dialami warganya. Sebab, proses perpanjangan kartu Jamkesmas terkendala jabatan Kepala Dinas Kesehatan yang baru yaitu, dr Fauzan Adhima.

Mantan dokter kesehatan Persik Kediri itu masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Sehingga tidak memiliki kewenangan untuk mengesahkan. “Memang waktu ini masih Plt (Kepala Dinas Kesehatan, red), tidak ada kewenangan itu. Maka akan kita limpahkan ke asisten. Sudah kita buatkan SK-nya,” ujar Walikota Samsul Ashar, Senin (4/3).

Masih kata walikota dari kalangan medis itu, dr Fauzan Adhima masih berstatus Plt, karena golongan kepegawaiannya belum mencukupi. Sehingga belum bisa didefinitifkan. Walikota sudah memerintahkan asisten satu bidang pemerintahan untuk menyelesaikan persoalan itu.

Kendati demikian, Walikota Samsul Ashar menjamin, seluruh masyarakat miskin Kota Kediri tercover kartu jaminan kesehatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kini telah mengeluarkan sebanyak 40.000 kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), tujuannya untuk menanggulangi masyarakat miskin yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas

Kartu Jamkesmas bisa dimanfaatkan untuk berobat ke tiga rumah sakit yaitu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Kusta. Sedangkan Kartu Jamkesda hanya untuk dua rumah sakit yaitu, RSUD Gambiran dan RS Bhayangkara.

PT SGS Akui Nge-sub Proyek Jembatan Brawijaya


KEDIRI – Dari hasil penyidikan lanjutan dugaan kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kediri, Jawa Timur mulai sedikit ada perkembangan. Kali ini, dari hasil pemeriksaan terhadap Komisaris PT Surya Graha Semeseta (SGS) Cahyo Didjoyo alias Ayong mengakui telah meminjam nama PT Fajar Parahiyangan (FP) Bandung alias nge-sub proyek jembatan Brawijaya.

Kasubag Humas AKP Surono menyatakan, Ayong mengakui meminjam nama PT Fajar Parahiyangan Bandung alias nge-sub proyek jembatan Brawijaya. “Ini dilakukan karena PT SGS perusahaan milik Ayong ini tidak sesuai great yang ada. Sehingga pihaknya perlu kerja sama dengan pihak lain. Malah Ayong mengakui memberikan fee senilai 0,9 % dari nilai kontrak kepada PT FB. Sementara terus masih ada dan sampai sejauh ini di PT SGS Sidoarjo,” jelasnya, Minggu (3/3).

Penyidikan terhadap Cahyo Didjoyo alias Ayong selaku komisaris PT Surya Graha Semesta (SGS) yang dilakukan tipikor Polres Kediri Kota terus berkembang. Pemeriksaan lanjutan pada tiga hari terakhir berdasar juga pada dokumen yang dipilah petugas tipikor selama beberapa hari ini.

Masih menurut Surono, Ayong juga diperiksa bareng bersama dua karyawan lainya. Malah Jumat (1/3) malam, Ayong bersama dua karyawan dan petugas penyidik Polres Kediri Kota melakukan cek adanya data yang terbaru terkait proyek mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri. “Sebagian data memang masih ada yang di PT SGS Sidoarjo sehingga petugas kembali ke kantor PT SGS Sidoarjo untuk mendapatkan data tambahan yang lebih kuat. Ini dilakukan bersamaan pemeriksaan terhadap dua karyawan lainya yang lebih maximal. Data tersebut untuk penyidik dan yang lebih penting lagi Ayong juga menyerahkan pasport” imbuhnya. (*)

Musancab Demokrat Diminta Dibubarkan


KEDIRI – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Partai Demokrat yang dipusatkan di Hotel Surya Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (03/3) di demo oleh pendukungnya sendiri dan diminta untuk dibubarkan. Upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan musancab yang seharusnya dilaksanakan di masing-masing anak cabang tetap berlangsung meskipun menyalahi prosedur partai.

“Kami datang kesini ingin membubarkan Musancab karena tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan partai. Kami ingin tahu siapa penyelenggaranya dan dasarnya apa” ujarnya Nur Rokhib yang dikenal sebagai Kubu DPC Koesjanto, SP.

Para pendemo yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut, berangkat dari kantor DPC Partai Demokrat Doko dan berkumpul di Masjid Annur, tepat depan hotel Surya lokasi Musancab.
Para pendemo tidak bisa masuk ke lokasi hotel, karena dihadang pihak petugas dari Polres Kediri yang menjaga pintu masuk. Sempat muncul kebingungan karena di lokasi hotel sedang berlangsung resepsi pernikahan. Di Depan hotel para pendemo melakukan orasi beberapa saat menyampaikan tuntutannya yang menganggap musancab itu tidak benar.

Untuk menghindari bentrokan antar massa pihak petugas hanya mengiizinkan 3 wakil pendemo untuk ketemu dengan panitia penyelenggara Musancab. Dari pihak pendemo dipimpin oleh Nur Rokhib sedangkan dari pihak Panitia ditemua pengurus DPC Kubu Soemantri, Joko Riono dan Pusoko.

Sempat terjadi adu argumen yang memanas diantaranya keduanya tentang keabsahan penyelenggaraan Musancab. Nyaris terjadi baku hantam diantara kedua kubu, namun ketegangan bisa diredam oleh pihak petugas. Namun pihak pendemo tetap ngotot minta ketemu DPD yang hadir dan dianggap sebagai biang kekisruan partai.

Pihak Kubu DPC Partai Demokrat Sumantri, bersikukuh bahwa pelaksanaan Musancab sudah sesuai prosedur dan benar. “Musancab ini sudah benar dan sesuai dengan AD/ART partai. Kalau Mereka datang dan dan meminta membubarkan acara ini berarti mereka mengakui kepengurusan kami. Soal jalur hukum kita selsaikan di Pengadilan besok, soal politik biarkan kami menyelenggarakan Musancab” ujar Sumantri dalam kesempatan terpisah.

Rayakan Ulang Tahun Berujung Maut


KEDIRI – Perayaan ulang tahun Linda, bocah asal Dusun Sidodadi, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri berujung duka. Pasalnya, usai merayakan ulang tahun yang ke 9 itu, 2 teman Linda meninggal tenggelam di sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

Peristiwa duka yang terjadi sekitar pukul 08.00 itu bermula saat Linda dan teman sekolahnya merayakan hari ulang tahunnya. Perayaan ulang tahun yang berlangsung dirumah Linda di hadiri oleh seluruh teman sekolahnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dusun Sidodadi. Sebagaimana umumnya perayaan ulang tahun, Linda dan teman-temannya saling melumuri muka dengan kue ulang tahun hingga semua anak-anak yang ikut merayakan belepotan kue.

Usia perayaan, Linda dan teman-temannya berniat bermain disungai yang berada di sebelah rumahnya. Kondisi semua anak-anak yang belepotan kue membuat sebagian anak-anak tersebut berniat mandi disungai tersebut utuk membersihkan belepotan kue yang ada di tubuhnya. Namun sesampai do lokasi tidak semua anak mandi, hanya sekitar 6 anak yang kemudian mandi di sungai tersebut. Mmereka adalah Nazila (10) warga Dusun Bloran, Desa Canggu, Yolanda (11) Linda (9), Aprilia (11), Amelia (11), Nadia (10) kesemuanya warga Dusun Sidodadi, Desa Canggu.

Saat mandi, tiga anak berniat berenang ketengah sungai mendekati dam yang berada di sungai itu ketiganya adalah Nazila, Yolanda, dan Linda namun ketiga anak yang masih duduk di kelas 4 MI itu tidak mengetahui jika sungai tersebut memiliki kedalaman sekitar 4 hingga 5 meter dan berbahaya bagi dirinya mereka.

Ketiganya kemudian tenggelam di tengah sungai. Melihat temanannya tenggelam, teman-teman Linda berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Adi (13) yang sedang mencari batu segera berlari dan memberikan pertolongan.

Andi yang sudah terbiasa berenang mencari batu di sungai tersebut langsung berenag menyelamatkan ketiga anak itu. Linda yang berada lebih kepinggir bisa diselamatkannya. Namun kedua teman Linda, yakni Nazila dan Yolanda tidak bisa dia selamatkan karena masuk ke pusaran air yang berada di permukaan bendungan.

Hingga akhirnya warga sekitar datang dan berusaha mencari keduanya. Setelah beberapa saat mencari akhirnya warga berhasil menemukan keduanya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Warga sekitar berhasil menemukan keduanya setelah sekitar 1 jam mencari di pusaran dam tersebut, yaitu sekitar pukul 09.00 wib. “Tadi anak-anak itu beru saja merayakan ulang tahun di Rumah Linda, kemduian bemain dan mandi di sungai dekat dam disebelah barat rumah Linda. Dam itu dalamnya sekitar 4 hingga 5 meter, karena tidak mampu berenag akhirnya 3 anak tenggelam. Melihat ada temannya tenggelam anak-anak yang lain berteriak minta tolong. Adi yang berada disekitar lokasi langsung datang menolong Linda. Tapi dua emannya tidak bisa ditolong karena masuk pusaran,” jelas Santoso ( 40) warga sekitar.

Petugas Identifikasi dari Polres Kediri dan Polsek Pare yang datang berserta petugas medis dari puskesmas setempat saat datang dilokasi kejadian setelah semua korban berhasil di temukan warga. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan petugas kesehatan menunjukan tudak ada unsure kesengajaan dalan kejadian tersebut. kedua korban meningggal karena terlalu lama tenggelam hingga akhirnya tidak bisa bernafas dan akhirnya meninggal dunia.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurdtahjo juga menyatakan hal yang sama. Menurut Budi peristiwa yang terjadi adalah murni musibah yang tidak ada unsure kesengajaan. Budi berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi warga masyarakat agar senantiasa mengawasi anak-anak mereka dalam bermain. “Kejadian ini murni musibah, jadi tidak didapatkan unsur kesengajaan. Saat ini seluruh korban sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk segera di makamkan,” jelas Budi. (kdr-1/rif)