Thursday, April 25, 2013

Peringati Harlah Kesatuan Gerak PKK, KIM Kota Kediri Gelar Ketoprak

Salah satu pertunjukan Ketoprak yang diperankan para PNS
KEDIRI – Sebagai pemerintaah yang peduli dengan tradisi budaya, humas dan protokol Pemkot Kediri menggelar pagelaran ketoprak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kesatuan gerak PKK yang ke 41 oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (24/4) malam.
 
Daalam pegalaran ketoprak dengan laakon Joko Gendil tersebut, uniknya lagi, para pemerannya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun anggota PKK Kota Kediri. Meski baru latihan sekitar 2 bulan, para pemeran ketoprak sudah bisa menjiwai dengan alur cerita dengan tutur bahasa jawa.
 
Dalam sambutannya, ketua tim penggerak PKK Kota Kediri Dahlia Ishaq mengatakan, pagelaran ketoprak ini merupakan sebuah kegiatan yang fenomenal. Selain menghargai budaya jawa, juga baru kali ini, peringatan HUT PKK menggelar kesenian ketoprak yang diperankan oleh para PNS dan juga anggota PKK. “Malam ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT PKK ke 41 yang fenomenal, karena menyuguhkan kesenian ketoprak,” ujaarnya.
 
Selain itu, istri dari Walikota Kediri Samsul Ashar itu juga berpesan, usia PKK yang mencapai 41 menjadikan motivaasi dan semangat bekerja dan terus berusaha mensejahterakan keluarga. “Tugas PKK sangat berat, selain memberikan dukungan suami bekerja, juga menjadi pembimbing untuk mensejahterakan keluarga. Jika keluarga sejahtera, maka bangsa juga akan sejehtara,” pesan Dahlia.
 
PKK sebagai mitra kerja pemerintah, Dahlia juga berpesan agar para anggota PKK bisa menjadi pembimbing serta terus maju dan mandiri, guna hari esok yang lebih baik. “Mari kita wujudkan keluarga yang mandiri menuju hari esok yang lebih baik,” ajak Dahlia dihadapan anggota PKK se-Kota Kediri.
 
Sementara itu, Walikota Samsul Ashar mengaku, peringatan HUT PKK ke-41 dan hari Kartini sangat spesial. Karena salah satu rangkaian kegiatannya menggelar pagelaran ketoprak. “Baru pertama kali ini, group ketoprak yang dinamakan Ketoprak Dewi Kilisuci, kita patut bangga dan memberikan apresiasi kepada PKK yang sanggup membina hingga mampu melestarikan salah satu kesenian budaya jawa ini,” ujarnya.
 
Selain itu, Pak Dokter – sapaan walikota Samsul Ashar – juga memberikan apresiasi terhadap program PKK, salsh satunya penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Mari kita wujudkan keluarga mandiri sejahtera, dengan menenkan angka KDRT di Kota Kediri,” ujarnya.
 
Pak Dokter juga berpesan, agar para Kepala SKPD juga memberikan kesempatan kepada pengurus PKK dalam segala kegiatan. “Para kepala SKPD harus memberi kesempatan karena PKK sebagai mitra kerja, harus diberi kesempatan untuk bersama-sama dengan pemerintah membangun Kota Kediri,” pinta Samsul.

Judi Sepakbola Liga Champions, Warga Kediri Ditangkap Polisi



KEDIRI - Petugas Sat Reskrim Polres Polres Kediri Kota menangkap dua pelaku tindak pidana perjudian bursa bola liga Champions Eropa di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Mereka AN (37) warga Lingkungan Klothok Kelurahan Pojok  Kota Kediri dan Ayyidil Kusnaini (33) warga  Desa Gondang Legi kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Penangkapan kedua pelaku bermula saat petugas  mendapat informasi bahwa di Lingkungan Klotok ada kegiatan perjudian bursa bola liga champion.  selanjutnya petugas mendatangi TKP dan melakukan serangkaian penyeldiikan.

Setelah dipastikan bahwa para pelaku sedang merekap hasil judi bursa bola, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku. Bersama barang bukti 2  unit HP, 1 buku tabungan BCA, 1 unit ATM BCA dan uang tunai lebih dari Rp 1.500.000, pelaku digelandang ke Mapolres Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, saat ini kedua pelaku sudah diamankan guna proses pengembangan lebih lanjut. “Keduanya sudah kita amankan guna proses pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, akibat perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman huuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

Kesal, Warga Kota Kediri, Hajar Seorang Pelajar



KEDIRI - Suparnti (48) warga Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Jawa Timur melapor ke polisi setelah Jafar Sodikin (15) anaknya menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa bermula, saat korban yang masih pelajar ini berada diluar rumah. Kemudian datang Mochamad Kurnia Yahya (31) yang juga masih tetangganya langsung memukuli korban dengan tangan kosong. Karena takut, korban lari dan sembunyi dalam rumah. Pelaku yang belum puas melampiaskan kemarahan pada korban, langsung mendobrak pintu rumah korban dan kembali melakukan pemukulan terhadap korban dan ibunya menggunakan pigora. Pelaku baru menghentikan penganiayaan, setelah petugas kepolisian datang dan langsung melakukan penangkapan. Akibatnya peristiwa itu, korban mengalami luka dibagian kepala belakang, punggung dan tangan kanan keluar darah.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan guna proses hukum lebih lanjut. “Pelaku sudah kita amankan untuk proses hokum lebih lanjut,” ujarnya.

Masih kata Surono, dari hasil keterangan pelaku, ia nekat melakukan penganiayaan pada korban karena kesal terhadap orang tua korban yang tidak merespon saat diajak curhat. Sementara itu, pihak kepolisian juga mengamankan 4 biji kayu pigora dan pecahan kaca sebagai barang bukti. (*)