Wednesday, April 24, 2013

Beredarnya Kunci Jawaban Unas SMA di Kediri, Dewan Akan Panggil Disdik dan DPKK



KEDIRI – Beredarnya kunci jawaban ujian nasional (UN) tingkat SMA beberapa waktu lalu, kalangan DPRD Kota Kediri akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK). Dewan meminta bakal meminta pertanggung jawaban dari para pihak terkait tersebut.

“Kita akan konfirmasi terkait temuan yang kita temukan ini ke Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan dan pengawas lain. Terkait bocornya pelaksanaan Unas ini dan bukan sekedar isu, tetapi kenyataan,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan, Rabu (24/4).

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, rencana pemanggilan para pihak terkait masih dalam proses penjadwalan. Komisi yang membidangi Pendidikan, Pembangunan serta Sarana dan Prasarana menyikapi persoalan tersebut secara serius karena dampaknya terhadap citra pendidikan di Kota Kediri.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Agus DS bersikukuh, bahwa pelaksanaan Unas SMA berjalan dengan baik dan terjamin kerahasiaanya. Pihaknya beranggapan bahwa kunci jawaban yang beredar tersebut tidak lebih dari sekedar isu atau rumor. “Kami menjamin bahwa pelaksanaan Unas SMA sudah sesuai prosedur dan ketentuan. Tidak ada kebocoran Unas. Mengenai temuan kunci jawaban tersebut sangat tidak benar. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah, dan para guru-guru telah memberitahu murid-muridnya,” bantah Agus DS.

Variasi soal Unas hingga 20 jenis, tegas Agus, menjadi jaminan bahwa pelaksanaan Unas terhindar dari kebocoran. Selain itu, pengawasan Unas dilaksanakan secara ketat serta melibatkan pihak keamanan dari kepolisian.

Sebagaimana diberitakan, Unas tingkat SMA, MA dan sederajat di Kota Kediri meninggalkan persoalan. DPRD setempat menemukan kunci jawaban dari sejumlah sekolah penyelenggara.

Ironisnya, peredaran kunci jawaban tersebut menggunakan modus yang bervariatif. Bahkan, disinyalir dilakukan oleh jaringan yang tersetruktural. Sedangkan harga satu paket kunci jawaban dibandrol Rp 120-150 ribu per siswa.

Banyak modus yang digunakan dalam praktek kecurangan Unas tersebut. Diantaranya, masing masing sekolah berbeda kunci jawabannya. Ada yang berbentuk lajur dari atas ke bawah. Ada yang berbentuk kolom menyamping. Hal itu menandakan paket kunci masing-masing sekolah yang berbeda

Kunci jawaban tersebut ditemukan di sejumlah sekolah SMA penyelenggara Unas. Setiap satu sekolahan, ada koordinatornya. Kemudian dari sekolah tersebut ada siswa yang memiliki peran sebagai pengepul menyodorkan kunci jawaban itu ke sesama temannya.

Tidak hanya sampai disitu. Selain ada koordinatornya, juga ada penanggung jawabnya. Dan diatasnya lagi dengan istilah pemegang wilayah Kota atau Kabupaten Kediri. Harga kunci jawaban tersebut dibandrol 120-150 ribu per paket per siswa. Sementara untuk lingkup satu sekolahan mencapai harga Rp 30 juta.(*)

No comments:

Post a Comment