Thursday, May 2, 2013

LKNU Latih 552 Tenaga Penjangkau untuk Bantu Atasi HIV/Aids di Indonesia


KEDIRI - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bekerjasama dengan Global Fund, Geneva, Swiss, menyelenggarakan pelatihan terhadap tenaga penjangkau dalam upaya mengatasi penyebaran HIV/Aids di Indonesia. Peserta pelatihan nantinya akan diterjunkan untuk mempromosikan perubahan perilaku dan merujuk populasi kunci di kelompok masyarakat beresiko tinggi untuk memeriksakan dirinya.

Sekretaris LKNU Anggia Ermarini, mengatakan pelatihan tenaga penjangkau digelar di Hotel Vini Vidi Vici, Surabaya, sejak tanggal 29 April 2013 hingga lima hari ke depan. "Total tenaga penjangkau yang dilatih ada lima ratus lima puluh dua orang, yang nantinya akan disebar di dua puluh satu provinsi. Untuk pelatihan di Surabaya adalah mereka yang berasal dari Indonesia kawasan timur, dengan total peserta 70 orang," ungkap Anggi.

Anggi menjelaskan, kelompok masyarakat beresiko tinggi yang menjadi target dari tenaga penjangkau meliputi Wanita Penjaja Seks (WPS), Waria, Lelaki yang melakukan hubungan Seksual dengan Lelaki lain (LSL), High Risk Man (HRM), dan Pengguna Narkoba Suntik (IDU). "HRM itu adalah lelaki yang memiliki kebiasaan jajan, salah satunya ke lokalisasi," jelasnya.

Pelatihan tenaga penjangkau ini memiliki tujuan umum meningkatkan keterampilan peserta dalam menjalankan program pencegahan penularan Infeksi Menular Seks (IMS) dan HIV melalui hubungan seksual dan penggunaan Napza suntik, efektifitas peran penjangkau lapangan dalam program PMTS (Pencegahan Melalui Transmisi Seksual) dan pengurangan dampak buruk pada narkoba suntik sesuai dengan kurikulum dan modul yang telah ditetapkan.

"Pelatihan ini juga memiliki tujuan khusus, di antaranya meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan mengenai permasalahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, dan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam melakukan perubahan perilaku," jelas Anggi.

Digelarnya pelatihan tenaga penjangkau untuk membantu mengatasi permasalahan HIV/Aids, masih kata Anggi, merupakan bukti kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap isu-isu kesehatan yang memiliki dampak sosial di masyarakat. "Alhamdulillah, kerjasama antara LKNU dengan Global Fund ini sudah masuk tahun ketiga, dan Insya Allah akan terus berlanjut di waktu mendatang," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment