Wednesday, March 27, 2013

Laga Uji Coba, Panpel Gratiskan Tiket



KEDIRI - Sebelum melawat ke Stadion Wilis melawan tim Madiun Putra FC, tim Macan Putih – julukan Persik Kediri - berencana melakukan laga uji coba melawan tim Indonesia Muda (IM) di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (28/3) sore.

Manajemen Persik Kediri Anang Kurniawan mengatakan, laga uji coba ini untuk mengetahui komposisi pasti permainan persik sebelum melawan Madiun Putra. Selain itu, untuk memberikan hiburan bagi pecinta Persik Kediri, pihaknya akan menggratiskan pertandingan Kamis sore besuk. “Kami gratiskan tiketnya. Jadi kami menghimbau agar Persik mania berbondong-bondong mendatangi Stadion Brawijaya untuk melihat laga uji coba ini,” harapnya.

Masih kata Anang, dengan melawan para pemain junior, diharapkan para pemain persik bisa menunjukkan kemampuan maksimalnya. “Kami harap, para pemain bisa optimal menunjukkan kemampuan melawan juniornya, agar komposisi permainan bisa terbentuk,” ujarnya. (*)

Simpan Puluhan Pil Narkoba, Seorang Mekanik Ditangkap Polisi



KEDIRI - Hendrika Agus Setya Salim (25) seorang mekanik sepeda motor asal desa Gondang Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur diamankan polisi karena menyimpan puluhan butir narkoba jenis Xanax.

Penangkapan pelaku bermula berdasarkan laporan dari masyarakat jika diwilayah Gondang masih marak peredaran narkoba. Kemudian dilakukan penyidikan dan berhasil mengamankan Hendrika dirumahnya. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan  24 butir pil narkoba jenis Xanax yang disimpan di pekarangan rumahnya.

Kasat Reskoba Polres Kediri AKP Siswanto mengatakan, tersangka merupakan target operasi (TO) lama dari Polres Kediri, dan merupakan residivis pengedar pil koplo. “Dia ini merupakan residivis kasus pengedar pil koplo, dan kemarin kita tangkap karena menyimpan narkotika jenis Xanax,” ujarnya.

Sementara itu, Hendrika mengaku konsumsi Xanax dicampur dengan beberapa butir pil generic agar bisa tidur nyenyak. “Agar bisa tidur nyenyak saja pak,” akunya singkat.

Akibat perbuatannya, Hendrika akan dijerat undang-undang kesehatan tentang psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

Lawan Madiun Putra, Persik Targetkan Poin Penuh



KEDIRI - Persik Kediri mematok target poin penuh saat melawat ke kota Madiun melawan Madiun Putra FC, Senin (1/4) mendatang dalam lanjutan laga devisi utama PT Liga Indonesia.

Manajemen Persik Kediri Anang Kurniawan mengatakan, target poin penuh melawan Madiun Putra karena untuk mengamankan posisi klasemen Persik yang saat ini masih berada di puncak dengan nilai 13 poin. Jika hanya mendapatkan 1 poin atau kalah, dikhawatirkan posisi Persik akan tergeser oleh posisi klasemen dibawahnya. Yakni, PSIM Yogyakarta yang saat ini mengoleksi 10 poin. “Sesuai recovery para pemain, saat melawan Madiun Putra kita targetkan tiga poin,” kata Anang, Rabu (27/3).

Masih kata Anang, target poin penuh juga tidak terlalu berlebihan, mengingat wilayah Madiun yang berdekatan dengan Kota Kediri, membuat Persikmania juga tidak keberatan untuk memberikan dukungan untuk mendatangi stadion Wilis Madiun. “Kami kira untuk dukungan penuh Persikmania juga akan menjadi factor tersendiri untuk mengamankan poin di Madiun. Karena jarak Kediri-Madiun yang dekat, Persikmania pasti tet-tet-tet ke Madiun,” ujarnya.

Untuk kebarangkatan para pemain, kata Anang, hingga saat ini belum ada kepastian, karena manajemen dan official belum melakukan meeting. “Mungkin akan berangkat Minggu pagi, tapi kepastiannya masih menunggu rapat manejemn dan official,” ujarnya. (*)

Tuesday, March 26, 2013

Dinilai salah prosedur, Walikota Kediri Abaikan Panggilan Polisi


Tim Kuasa Hukum Walikota Samsul Ashar memberikan keterangan

KEDIRI - Tim kuasa hukum walikota Kediri, Jawa Timur bakal melawan jika polisi memaksa memeriksa walikota terkait kasus dugaan korupsi jembatan brawijaya. Walikota juga bakal mengabaikan panggilan polisi, karena dinilai menyalahi prosedur.

Walikota samsul ashar tidak bakal memenuhi panggilan polisi, untuk memberikan keterangan terkait kasus Jembatan Brawijaya. Pernyataan itu disampaikan tim kuasa hukum walikota kediri, dihadapan sejumlah wartawan.

Menurut kuasa hukum Walikota Kediri, Ahmad Suryono, surat panggilan dari kepolisian yang dikirimkan ke balaikota menyalahi prosedur, karena hanya memberikan tenggang waktu selama dua hari. “Padahal sesuai prosedur, seharusnya polisi memberikan tenggang waktu selama tiga hari untuk jadwal pemeriksaan saksi, setelah surat panggilan dilayangkan,” ujarnya.


Lebih lanjut Ahmad Suryono mengatakan, pihaknya akan melakukan perlawanan hukum jika nanti polisi melakukan upaya jemput paksa terhadap walikota, pasca walikota tidak memenuhi panggilan kedua. Bahkan tim kuasa hukum bakal menuntut pihak kepolisian, melalui jalur pra peradilan, bila polisi tetap memaksa memeriksa walikota. “Kalau polisi melakukan upaya jemput paksa, akan kita lawan dengan pra peradilan,” tegasnya.

Sesuai keterangan tim kuasa hukum walikota kediri, penyidik Polres Kediri kota telah melayangkan surat panggilan kedua usai walikota dirawat dirumah sakit. Surat panggilan sudah diterima walikota tanggal 25 Maret, untuk menghadap dan memberikan keterangan sebagai saksi di polres kediri kota tanggal 27 Maret. (*)

Maju Pilwali Kembali, Samsul Ashar Minta Restu Para Kyai

Ratusan santri saat mengikuti silaturrohim dan do'a bersama para kyai Kediri
KEDIRI - Beberapa tokoh kyai Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar Silaturohim dan doa bersama untuk kemaslahatan bersama dikediaman Walikota Samsul Ashar Jalan Sriwijaya Kota Kediri, Selasa (26/3) malam.

Dalam silatrrohim tersebut, tampak pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Bandar Kidul KH. Qowimuddin, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Idris Marzuki, KH. Anwar Mansyur, KH. Ilham Nadzir, KH. Khafabihi Machrus dan beberapa tokoh kyai yang lain.

Dalam acara yang juga menggelar pembacaaan surat Yasin, Tahlil dan Istighosah tersebut, secara bergantian para kyai mendoakan agar Kota Kediri tetap kondusif dan mendoakan Walikota selalu dilindungi dan diridhoi Allah SWT.

Dalam sambutannya, Walikota Samsul Ashar, mengucapkan terima kasih atas kehadiran acara doa bersama. Silaturrohim dengan para kyai merupakan sebagai bentuk tasyakuran, setelah dirinya sehat dari sakit dan dirawat di rumah sakit selama 5 hari. "Saya sangat bahagia, atas doa masyarakat, kondisi kesehatan semakin membaik," ujarnya.

Lebih jauh, Pak Dokter juga meminta dukungan kepada para kyai terkait pembangunan rumah sakit, karena kondisi rumah sakit yang sudah over kapasitas. "Makanya Pemkot Kediri perlu melakukan pengembangan rumah sakit. Yakni rumah sakit gambiran II. Untuk itu kami memohon dukungan para kyai agar lancar dalam proses pembangunan rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, terkait pembangunan jembatan brawijaya, mengingat jembatan lama sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan para pengguna jalan. "Kami juga memohon dukungan agar proses pembangunan jembatan brawijaya cepat tuntas, karena sangat dibutuhkan masyarakat. Saya telah perintahkan pejabat yang menangani agar terus berjalan proses pembangunannya," jelasnya. (*)