Tuesday, March 5, 2013

Oprasi Sakauw, Polres Hanya Tangkap Dobel L Dan Miras


KEDIRI – Gelar opreasi Sakauw se Polda Jatim, jajaran Polres Kediri hanya berhasil mengungkap narkoba jenis dobel L dan Miras. Padahal, target operasi tersebut adalah narkotika, psikotrpika dan obat keras. Untuk mengungkap narkotika dan psikotropika, belum satupun jajaran polres Kediri belum satupun berhasil mengungkapnya.

Dalam tempo 12 hari, Jajaran Polres Kediri dalam operasi ini berhasil mengungkap 14 kasus dengan 18 tersangka. Dari 18 tersangka tersebut terdiri dari 16 tersangka laki-laki dan 2 tersangka perempuan. Narkoba jenis dobel L yang berhasil di amankan sebanyak 5.247 butir. Sedang miras yang berhasil 301 botol dan 4 jurigen berisi 30 dengan jumlah tersangka sebanyak 37 orang.

Kasat Rekoba Polres Kediri AKP Siswanto mengatakan, seluruh tersangka narkoba maupun miras yang berhasil terjaring dalam operasi ini masih pada tingkatan pengedar. Untuk mengungkap jaringan yang lebih atas jajarannya membutuhkan waktu lebih lama lagi. “Pada jaringan narkoba yang berhasil kita tangkap rata-rata pada tingkat pengedar, begitu juga pada miras yang berhasil kita tangkap juga rata-rata merupakan penjual. Untuk kasus narkoba biasanya jaringan itu terputus pada tingkat orang ke tiga diatasnya, masalahnya kebanyakan tersanga menyatakan tidak kenal sehingga hingga kini Bandar besarnya susah untuk di tangkap," ungkap Siswanto.

Kasat Reskoba menyatakan saat ini jajarannya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap peredaran narkotika dan psikotropika di Kabupaten Kediri. Untuk bisa mengungkap jaringan itu, pihaknya mengaku membutuhkan metode dan strategi khusus. Salah satu yang menjadi persoalan yang dihadapi jajaran kepolisian dalam pengungkapan jaringan peredaran narkotika dan psikotropika adalah anggota jajaran reserse narkoba yang sudah banyak di kenali oleh para pengedar tersebut. “Untuk bisa mengunkap jaringan narkotika dan psikotropika kita butuh waktu dan strategi khusus. Jika kita menggunakan strategi undercover boy atau pembelian secara terselubung rata-rata anggota kita asli orang Kediri, sehingga sudah banyak di kenali oleh jaringan itu. maka yang bisa kita lakukan adalah surveyland yaitu dengan membuntuti jaringan yang ada ini. saya yakin suatu ketika kita bisa mengungkapnya,” imbuh Siswanto. (*)

No comments:

Post a Comment