Tuesday, February 19, 2013

Usia 2 Tahun, Berat Badan Hanya 6,9 Kilogram


KEDIRI – Nasib malang menimpa Tria Putra Pradama, bocah usia 2 tahun asal Kelurahan Semampir Kota Kediri, Jawa Timur ini. Pasaklnya, anak ketiga dari Kusnadi dan Nanik Sugiarti ini hanya bisa berbaring dengan berat badan dibawah normal. Meski usianya sudah menginjak 2 tahun, namun berat badannya hanya 6,9 kilogram.

Menurut Nanik, saat kelahiran dulu, berat badan anaknya 2,9 kilogram, dalam perkembangannya, Tria sulit untuk mengejar target berat badan. “Untuk urusan makan dan minum ASI tidak ada masalah, tapi berat badannya tidak bisa gemuk,” keluh Nanik ditemui dirumahnya, Rabu (20/2).

Selain berat badannya dibawah normal, ada beberapa kelainan pada tubuh Tria, diantaranya kakinya yang tidak bisa lurus layaknya bocah normal, bicara pun juga masih kesulitan. Melihat kondisi itu, Nanik hanya bisa berharap ada bantuan dari Dinas Kesehatan untuk memulihkan anaknya tersebut. Sebagai ibu rumah tangga, dan suaminya membuka usaha warung kecil, sangat kesulitan jika harus memeriksakan putranya ke dokter. “Harapannya, ada uluran tangan agar anak saya bisa kembali normal,” harapnya.

Sementara itu, Walikota Kediri Samsul Ashar mengatakan, masih akan mencari tahu penyebab balita tersebut kekurangan gizi. “Nanti akan kita diagnosa dulu, apa penyebab balita itu, memang kekurangan gizi atau ada penyakit lain,” ujarnya ketika menjenguk Trias.

Menurut Samsul, diusianya 2 tahun, idealnya untuk berat badan normal Trias harusnya sekitar 12 tahun. “Makanya dengan berat badan 6,9 kilogram, sangat dibawah normal,” ujarnya.

Masih kata Samsul, jika dari hasil diagnosa balita tersebut mengidap penyakit, maka pennanganan awal yang dilakukan adalah menyembuhkan penyakitnya dulu, baru kemudian memperbaiki gizinya. “Kita sembuhkan dulu, jika penyebab tidak bisa gemuk karena mempunyai kelainan hormonal (semacam penyakit). Jika sudah, baru kita beri asupan nutrisi,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai data dari Dinas kesehatan Kota Kediri, saat ini ditemukan 16 kasus balita gizi buruk. Dari 16 balita tersebut, 4 penderita gizi buruk sudah berhasil dientaskan melalui penanganan langsung dari Dinas kesehatan. “Jumlah 16 tersebut sejak dulu hingga tahun 2012. sementara per Desember lalu, 4 diantaranya sudah berhasil kami yangani,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima.

Dari total 12 penderita gizi buruk, dikatakan Fauzan paling banyak penderita gizi buruk bukan karena kekurangan nutrisi. Namun mereka dikarenakan adanya penyakit lain yang diderita yang akhirnya menghambat pertumbuhan. “Dari total balita gizi buruk, 90 persen karena mempunyai penyakit,” ujarnya.

Karena kebanyakan gizi buruk disebabkan mengidap penyakit, kata Fauzan, penanganan awal yang dilakukan adalah menyembuhkan penyakitnya dulu, baru kemudian perbaikan nutrisinya. “Kita sembuhkan dulu penyakitnya, baru kemudian kita perhatikan asupan gizinya. Tentunya dengan pengawasan kita,” pungkasnya. (rif)

No comments:

Post a Comment