Thursday, March 21, 2013

Maju Pilwali, Wawali Usung Slogan Bebas Korupsi


KEDIRI – Momentum skandal dugaan kasus korupsi Jembatan Brawijaya yang telah menyeret 2 pejabat Pemkot Kediri, emmbuat Wakil Walikota (Wawali) Kediri Abdullah Abu Bakar yang memastikan bakal maju dalam bursa Pemilihan Walikota (Pilwali) Kediri, Agustus mendatang ‘memanfatkan’ situasi ini dengan memasang slogan ‘Menata Kota Kediri Tanpa Korupsi’.

Bahkan, orang nomor dua di 'Kota Tahu' itu mengklaim sudah mendapatkan kendaraan politik, sebagai syarat mencalonkan diri. “Kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Diantaranya dari partai politik. Sehingga, kami pastikan maju dalam pilwali sebagai AG-1,” ujar Abdullah Abu Bakar, Kamis (21/03/2013).

Partai Amanat Nasional (PAN) dikabarkan menjadi kendaraan politik utama Abdullah. Partai yang dipimpin oleh Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa ini telah menjadikan dirinya Wakil Walikota dan Samsul Ashar sebagai Walikota Kediri, pada Pilwali Kediri 2009 silam.

Abdullah mengusung slogan "Menata Kota Kediri Tanpa Korupsi". Dia prihatin dengan banyaknya pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang terlibat beberapa kasus dugaan korupsi. Mulai, pengadaan LKS Dinas Pendidikan, proyek pembangunan RSUD Gambiran II, Politeknik II dan Jembatan Brawijaya.

Abu, begitu sapaan Abdullah. Baliho-baliho berukuran besar miliknya kini telah terpampang di berbagai sudut Kota Kediri. Di dalam sejumlah baliho itu, Abdullah memastikan diri tampil dari kalangan muda yang bersih dan jujur.

Bursa calon Walikota Kediri kini baru ada dua orang calon. Mereka, Walikota Kediri Samsul Ashar yang mendapatkan rekomendasi dari PKS dan klaim dukungan dari Partai Demokrat dengan Abdullah Abu Bakar, wakilnya sendiri.

No comments:

Post a Comment